*MOHON DISEBARKAN*
Assalamu’alaikum wr.wb. Banyak orang tidak tahu bahwa seorang anak yang baru saja tenggelam atau tewas BELUM “mati total”. Masih ada harapan bisa hidup kembali, tetapi ada syarat: Secepat mungkin, harus dilakukan *RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP-CPR).* Dicek dulu apa masih ada detak jantung. Kalau ada, berikan bantuan nafas. Kalau detak jantung dan nafasnya tidak ada, mulai kompresi dada 30 kali, bantuan nafas 2 kali, dan ulangi terus dengan pola itu selama 10 menit.
*JANGAN DIBAWA LARI KE PUSKESMAS!!* Kalau korban dibawa jalan-jalan dalam keadaan tidak bernafas selama 15-20 menit, ketika sampai puskesmas, dijamin 100% akan tetap tidak bernafas! Artinya: Bawa pergi = Menjamin anak itu tewas!! Kalau mau diselamatkan, wajib laksanakan RJP-CPR SECEPATNYA di lokasi kejadian.
Berdasarkan riset, anak yang baru tenggelam *0–5 menit* lalu menerima RJP/CPR, bisa langsung hidup kembali tanpa efek samping. Kalau *6–10 menit* lalu terima RJP/CPR, bisa hidup kembali tetapi ada risiko gangguan otak. Kalau *10–15 menit,* sudah 50-50, dan risiko cacat otak tinggi. Kalau *15–25 menit,* jarang bisa hidup kembali dan risiko cacat otak sangat tinggi. Dan kalau *25 menit* atau lebih, kemungkinan hidup kembali hampir nol.
Resusitasi Jantung Paru (RJP-CPR) tidak sulit belajar. Cukup pelatihan 1 jam, dan praktek dengan boneka. Jangan biarkan anak Indonesia tewas terus hanya karena orang dewasa malas belajar. Kalau anda punya komunitas di sekolah, kampus, kantor, lembaga, jemaah pengajian, dll. coba cari informasi dari puskesmas atau rumah sakit terdekat. Hubungi petugas yang bisa datang dan memberikan pelatihan RJP 1 hari.
Cukup belajar 1 kali saja, dan insya Allah akan diingat selama puluhan tahun. Sangat mudah dilaksanakan kalau sudah tahu caranya. Pahalanya sebesar apa kalau bisa selamatkan 1 nyawa? Jangan takut belajar!
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto
*BERIKUT INI PROSEDUR RJP-CPR:*
(Teks ini diberikan sebagai informasi umum saja. Sangat penting anda dapat pelatihan resmi dari tenaga medis yang ahli, agar bisa dipahami secara baik.)
1. Pastikan lokasinya aman.
2. Periksa kesadaran, detak jantung, dan nafasnya.
3. Dongakkan kepala ke belakang, periksa dan buka jalur nafasnya.
4. Kalau ADA DETAK JANTUNG, tetapi tidak bernafas, berikan bantuan nafas, tanpa berhenti.
5. Kalau TIDAK ADA DETAK JANTUNG, dan juga TIDAK BERNAFAS, mulai kompresi dada.
6. Lakukan 30x kompresi dada, berhenti, berikan bantuan nafas 2x.
7. Lanjut terus dengan kompresi dada 30x, bantuan nafas 2x.
8. Kalau dalam waktu 15 menit tidak hidup kembali, boleh berhenti.
Catatan: Kompresi dada diulang sebanyak 30 kali, dengan kecepatan 100‒120 kali/menit. Kompresi dada dilakukan dengan cepat dan kuat, dengan kedalaman minimal 5 cm dan maksimal 6 cm. (Tergantung usia korban, kegemukan, dll. Intinya, kalau kurang dalam, tidak berguna.) Untuk balita dan anak, lakukan kompresi dengan satu tangan. Untuk anak yang badannya besar, remaja, dan dewasa, pakai dua tangan. Lihat contohnya di video, dan cari pelatihan resmi agar bisa dipahami secara baik.
Ada banyak video teknik RJP-CPR di YouTube. Semoga bermanfaat untuk berikan gambaran umum, sebelum anda bisa dapat pelatihan resmi.
Memahami CPR / RJP
https://gleneagles.com.my/id/accident-emergency/cpr
VIDEO: Resusitasi Jantung Paru
https://www.youtube.com/watch?v=2wZpmDXSvCA
Video Edukasi RJP (Resusitasi Jantung Paru)
https://www.youtube.com/watch?v=6__UmK2KlOg
Bantu Selamatkan Nyawa, Begini Trik CPR pada Orang Henti Jantung
https://www.youtube.com/watch?v=um8pk24DUCQ
CPR compressions to Staying Alive by the BeeGees
https://www.youtube.com/watch?v=0wARruhshko
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(97)
anak
(323)
anak yatim
(117)
bilingual
(22)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(89)
dhuafa
(18)
for fun
(12)
Gene
(223)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(34)
hukum
(69)
hukum islam
(51)
indonesia
(591)
islam
(561)
jakarta
(34)
kekerasan terhadap anak
(376)
kesehatan
(99)
Kisah Dakwah
(12)
Kisah Sedekah
(11)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(28)
KPK
(16)
Kristen
(14)
lingkungan
(19)
mohon bantuan
(40)
muallaf
(52)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(34)
parenting
(1)
pemerintah
(138)
Pemilu 2009
(63)
pendidikan
(524)
pengumuman
(27)
perang
(10)
perbandingan agama
(11)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(127)
Politik Indonesia
(53)
Progam Sosial
(60)
puasa
(37)
renungan
(196)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(10)
sosial
(324)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Sebelas anak, usia 4 sampai 11 tahun, diiming-iming ikan cupang. Lalu disodomi oleh seorang pemuda usia 19 tahun. Itu sudah merupakan suatu ...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Memukul Murid adalah Pelanggaran Profesi Guru Assalamu’alaikum wr.wb., Ada banyak guru yang setuju dengan kebiasaan memukul d...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Minggu kemarin saya carikan video tawuran pelajar di YouTube dengan menggunakan kata kunci “tawuran” dan j...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ini Bab Pertama dari buku saya Mencari Tuhan, Menemukan Allah.(Baru terbit dalam bahasa Inggris. Bahasa Indonesia be...
-
Oleh Dr. Yusuf Qardhawi Setiap yang keluar dari tubuh manusia – karena melihat pemandangan-pemandangan yang merangsang...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. This is the First Chapter of my book “Searching for God and Finding Allah”. I hope you find it useful. Wassalamu’ala...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Email yang menyatakan Sunita Williams menjadi Muslim adalah rekayasa dan sudah ada lebih dari satu versi...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment