Assalamu’alaikum wr.wb. Kemarin ada berita dari Balikpapan tentang 6 anak yang tenggelam di kubangan. Hari ini, ada berita itu lagi, tetapi saya bingung karena mereka dikatakan santri (kemarin tidak). Saya baca lagi dari atas dan baru sadar: INI KASUS BARU!! Tanggal 17 November 2025, ada 6 anak yang tenggelam dalam kubangan di Balikpapan. Tanggal 20 November 2025 ada 6 santri yang tenggelam dalam kubangan di Bangkalan, Jawa Timur!! Dalam 3 hari saja, 12 anak tewas secara sia-sia dengan cara yang sama. Dijamin semua orang akan berkata: “Ini Musibah, dan Takdir Allah, dan Kami Tidak Menyangka!”
Mohon tunggu dulu. Anak yang tenggelam tidak harus “tewas secara permanen”. Masih bisa hidup kembali KALAU ada yang melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP, atau CPR). Tidak sulit belajar. Cukup pelatihan beberapa menit, dan praktek pada boneka. Tetapi daripada belajar RJP, para guru, ustadz, dan orang dewasa yang lain selalu membawa anak itu ke puskesmas. Dan setelah TIDAK BERNAFAS selama 20 menit lagi, anak itu dinyatakan masih tewas.
Jadi anak-anak itu tidak tewas hanya karena tenggelam saja! Tetapi sebenarnya mereka tewas karena para guru, ustadz, dan orang dewasa yang lain melakukan kesalahan. Dan daripada belajar tentang Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR), 3 juta guru, dan 1 juta ustadz hanya angkat tangan dan berkata, “Kami tidak paham.”
Berdasarkan riset, anak yang sudah tenggelam 0–5 menit lalu menerima RJP/CPR, bisa langsung hidup kembali tanpa efek samping. Kalau tenggelam 6–10 menit lalu terima RJP/CPR, bisa hidup kembali tetapi ada risiko alami gangguan otak. Kalau 10–15 menit, sudah 50-50, dan risiko cacat otak tinggi. Kalau 15–25 menit, jarang bisa hidup kembali dan risiko cacat otak sangat tinggi. Dan kalau 25-30 menit atau lebih, kemungkinan hidup kembali hampir nol.
Jadi ketika 80 juta anak Indonesia butuh guru dan ustadz yang mengerti RJP/CPR, tetapi semuanya “tidak paham” kenapa rakyat dan pejabat diam saja? Apa sulitnya pemerintah mewajibkan semua guru dan ustadz wajib belajar RJP/CPR dan dapat sertifikat P3K? Apa sulitnya 60 juta orang tua marah dan menahan SPP, dan memaksa guru dan ustadz belajar? Anak yang baru tenggelam butuh RJP/CPR. Tidak perlu dibawa jalan-jalan keliling kota! Dan kalau 3 juta guru dan 1 juta ustadz berkata, “Kami tidak tahu caranya,” ada solusi yang sederhana: BELAJAR!!!!!!!!
Semoga bermanfaat bagi para orang tua yang tidak ingin melihat anak bangsa tewas terus disebabkan para guru dan ustadz yang malas belajar!
Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto
Kronologi 6 Santri di Bangkalan Tewas di Bekas Galian C, Berawal Saat 5 Santri Menolong 1 Temannya
https://surabaya.kompas.com
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(97)
anak
(323)
anak yatim
(117)
bilingual
(22)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(89)
dhuafa
(18)
for fun
(12)
Gene
(223)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(34)
hukum
(69)
hukum islam
(51)
indonesia
(591)
islam
(561)
jakarta
(34)
kekerasan terhadap anak
(376)
kesehatan
(99)
Kisah Dakwah
(12)
Kisah Sedekah
(11)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(28)
KPK
(16)
Kristen
(14)
lingkungan
(19)
mohon bantuan
(40)
muallaf
(52)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(34)
parenting
(1)
pemerintah
(138)
Pemilu 2009
(63)
pendidikan
(524)
pengumuman
(27)
perang
(10)
perbandingan agama
(11)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(127)
Politik Indonesia
(53)
Progam Sosial
(60)
puasa
(37)
renungan
(196)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(10)
sosial
(324)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Sebelas anak, usia 4 sampai 11 tahun, diiming-iming ikan cupang. Lalu disodomi oleh seorang pemuda usia 19 tahun. Itu sudah merupakan suatu ...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Memukul Murid adalah Pelanggaran Profesi Guru Assalamu’alaikum wr.wb., Ada banyak guru yang setuju dengan kebiasaan memukul d...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Minggu kemarin saya carikan video tawuran pelajar di YouTube dengan menggunakan kata kunci “tawuran” dan j...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ini Bab Pertama dari buku saya Mencari Tuhan, Menemukan Allah.(Baru terbit dalam bahasa Inggris. Bahasa Indonesia be...
-
Oleh Dr. Yusuf Qardhawi Setiap yang keluar dari tubuh manusia – karena melihat pemandangan-pemandangan yang merangsang...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. This is the First Chapter of my book “Searching for God and Finding Allah”. I hope you find it useful. Wassalamu’ala...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Email yang menyatakan Sunita Williams menjadi Muslim adalah rekayasa dan sudah ada lebih dari satu versi...
12 December, 2025
Kronologi 6 Santri di Bangkalan Tewas di Bekas Galian C, Berawal Saat 5 Santri Menolong 1 Temannya
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment