Wednesday, September 05, 2007

Dua Video Porno Diproduksi Setiap Hari di Indonesia

Anak Indonesia ternyata sudah berhasil menjadi orang kreatif.

Banyak orang komplain bahwa anak Indonesia hanya diajarkan untuk nurut saja dengan guru dan orang tua.

Ternyata, banyak juga yang "berhasil" sebagai sutradara dan mempunyai jiwa entrepreneur untuk menghasilkan uang dengan dana yang sangat terbatas...

Dua Video Porno Diproduksi Setiap Hari di Indonesia

Yogyakarta , 26 Agustus 2007 13:22

Penelitian menunjukkan, setiap hari rata-rata dua video porno baru diproduksi secara ilegal di Indonesia, kemudian disebarluaskan melalui internet dan telepon genggam.

"Saat ini telah beredar lebih dari 500 judul film porno buatan lokal, 90 persennya dibuat oleh anak-anak muda di Indonesia," kata penulis buku '500+ Gelombang Video Porno Indonesia', Seno Set di Yogyakarta, Minggu.

Buku itu berisi hasil penelitian, wawancara, investigasi dan segala hal tentang fenomena pembuatan video porno secara ilegal dengan menggunakan telepon genggam di Indonesia.

"Penggunaan telepon genggam sebagai media pembuatan dan penyebaran video porno tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi hampir di seluruh wilayah negeri ini," katanya.

Menurut dia, penyebaran video porno, yang merupakan kejahatan dan perbuatan terlarang tersebut, telah menghamburkan uang yang jumlahnya tidak sedikit, dan uang tersebut menjadi keuntungan bagi pelaku bisnis video porno di internet.

Ia menyebut contoh video porno Yahya Zaini-Maria Eva telah diakses 19,6 juta kali oleh pengguna internet, dan jika sekali download dibutuhkan biaya minimal Rp1.000, maka para pengguna internet telah menghabiskan uang sedikitnya Rp19,6 miliar.

Berdasarkan pengamatannya, setiap situs porno yang berada di internet menyediakan antara 300 hingga 400 koleksi video yang bisa diakses para pengguna internet. Ada yang gratis, namun ada pula yang diperjualbelikan.

Menurut dia, ada beberapa motif yang melatarbelakangi pembuatan video porno oleh kalangan muda, di antaranya hanya sekedar iseng, karena perasaan cinta antara dua orang, adanya kamera tersembunyi, untuk tujuan komersial, dan untuk kejahatan.

"Kondisi sekarang sepertinya semakin parah, dan mulai ada indikasi motif pedofilia yaitu melibatkan anak-anak dalam pembuatan video porno," katanya.

Sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi seperti itu, Seno beserta rekan-rekannya menggalakkan kampanye "Anak Muda Indonesia: Jangan Bugil di Depan Kamera" yang mulai dilakukan sejak April 2007 di seluruh wilayah Indonesia terutama di kota-kota besar.

Buku yang diterbitkan oleh penerbit Andi Offset Yogyakarta ini rencananya diluncurkan pada Minggu (26/8) malam di Yogyakarta.

Meski baru akan diluncurkan, buku itu telah beredar luas, dan kini akan memasuki cetakan kedua. Cetakan pertama habis 4.000 eksemplar. [TMA, Ant]

Sumber: Gatra.com

No comments:

Post a Comment