Wednesday, September 05, 2007

Hati-Hati Dengan Tulisan Sesat

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Mengenai tulisan sesat:

Muhammad dan Kaum Cerdik Pandai Kristen

Oleh orang sesat bernama MOHAMAD GUNTUR ROMLI

Artikel ini dimuat di harian Kompas, ditulis oleh orang sesat dari JIL bernama MOHAMAD GUNTUR ROMLI.

Inti dari artikel ini adalah Nabi Muhammad SAW telah “disiapkan” menjadi Nabi atas kemauan Siti Khadijah dan orang lain.

Berarti kalau Khadijah tidak ada, Muhammad SAW akan kesulitan menjadi NABI ALLAH karena belum disiapkan “orang Kristen” bernama Khadijah.

Astagfirullah al adzim.

Astagfirullah al adzim.

Astagfirullah al adzim.

Beberapa kutipan:


**Khadijah dan timnya telah mengamati Muhammad sejak lama.**
Benar? Khadijah punya “tim” untuk menyiapkan Nabi? Hebat dong! Allah pasti merasa legah bahwa Nabi-Nya disiapkan oleh orang lain. Untung ada Khadijah untuk membantu Allah dalam tugas ini. Kalau tidak, Islam tidak punya Nabi, kan? Allah tidak sanggup mengangkat Nabi sendiri. Tidak sanggup mengajarkannya sendiri. Butuh bantuan dari orang Kristen untuk menyiapkan Nabi-Nya.

Kira-kira siapa yang menyiapkan Nabi Adam AS? Apakah Siti Hawa yang menyiapkannya supaya tugas Allah mengangkat Nabi menjadi mudah? Kasihan Allah kalau tidak ada yang menyiapkan Nabi Adam AS. Apakah Allah tidak sanggup melakukan tugas itu sendiri, tanpa dibantu manusia?

**dalam kata-kata Khadijah sendiri—"aku sangat ingin agar kamu (Muhammad) menjadi nabi bagi umatmu."**

Dari mana perkataan ini? Sumber tidak dikutip. Barangkali tidak perlu sumber, merekayasa sudah oke-oke saja. Mungkin si Penulis didatangi oleh “suara-suara yang mengaku dari Tuhan” yang menceritakan semua perkataan Khadijah selama menikah dengan Nabi Muhammad SAW.


**Adapun Khadijah dan Waraqah memiliki tujuan lain dengan pernikahan itu.**

Nabi Muhammad SAW dijadikan “alat” untuk mencapai aspirasi orang lain? Barangkali Allah tidak sanggup melawan kemauan mereka.

Kasihan deh Allah. Allah terpaksa tunduk dengan kemauan sekelompok orang “Kristen”.

**maka di masa-masa itulah Khadijah, Waraqah, dan kaum cerdik pandai Kristen memiliki andil dalam menyiapkan proses kenabian Muhammad.**

Untung mereka ada. Allah pasti tidak sanggup angkat Nabi sendiri. Kenapa tidak ada untuk Nabi Adam AS ya? Seharusnya dia juga “disiapkan”. Waktu Allah ingin ajarkan nama benda-benda kepadanya, Adam AS bisa menjawab: “Tidak perlu. Saya sudah tahu semuanya. Saya sudah disiapkan oleh Hawa!”

**Khadijah bersama Waraqah telah membimbing Muhammad menelusuri tangga-tangga spiritualitas hingga mencapai puncak kenabian.**

Untung ada Khadijah. Nabi tidak bisa menjadi orang spiritual kalau tidak ada Khadijah. Bayangkan kalau Khadijah tidak ada: Muhammad SAW akan menjadi Nabi Allah tetapi tidak spiritual. Hanya tahu dunia saja. Untung Nabi “disiapkan”.

Kira-kira siapa yang membentuk sifat spiritual di dalam hati Nabi Adam AS? Nabi Isa AS? Nabi Ibrahim AS? Nabi Musa AS? Tidak ada Khadijah dan kaum “Kristen” untuk melakukan tugas itu. Apakah mereka tidak berhasil menjadi orang spiritual tanpa ada manusia yang “menyiapkan” mereka? Atau hanya Muhammad SAW sendiri yang tidak sanggup? Nabi yang lain bisa sendiri.

**maupun ketika Muhammad mulai didatangi "suara- suara" yang mengaku sebagai utusan Tuhan.**

Ohhhh…begitu. Saya kira itu Malaikat Jibril yang datang. Tenyata hanya suara suara yang mengaku, seperti MOHAMAD GUNTUR ROMLI yang mengakui diri sebagai seorang Muslim. Hanya pengakuan saja ya. Belum tentu benar. Harus ada orang lain yang menguji kebenarannya.

**Khadijah-lah yang menguji kualitas "suara" itu apakah berasal dari malaikat atau setan.**

Wah, coba kalau tidak ada Khadijah untuk “menguji kualitas suara” itu. Bisa jadi Nabi Muhammad SAW tidak percaya padanya dan tinggalkan suara2 itu. Berati Islam tidak pernah terwujud. Nabi tidak menjadi Nabi. Untung ada Khadijah ya. Seharusnya Khadijah yang menjadi Nabi kali ya, karena sepertinya dia lebih berilmu tentang semua persoalan kenabian!

**Jadi, kita bisa melihat bahwa Muhammad bukanlah nabi yang datang dari
dunia antah berantah. Kepribadian dan pengetahuannya telah dibentuk
oleh lingkungannya. Leluhurnya dikenal menaati prosedur dan ajaran
kenabian. Khadijah bersama komunitas memiliki pengaruh yang tak bisa
disanggah. Kenabian dan pewahyuan itu adalah hasil dari eksperimentasi
kolektif setelah melalui proses kreatif
yang sangat panjang.**

Oohhhhh beeeggiiiitttttuuuu…

Agama kita, agama Islam yang diwahyukan kepada Nabi Allah Muhammad SAW, bukan mutlak berasal dari Allah tetapi hanyalah HASIL EKSPERIMENTASI DARI ORANG KRISTEN YANG INGIN MEMBENTUK SEORANG NABI BARU BUAT KAUM MEREKA!!!!

Semoga Allah SWT. segera menyelamatkan nama baik Siti Khadijah dan Nabi Muhammad SAW dari kaum sesat JIL serta semua pikiran sesat mereka, dan juga penulis sesat bernama MOHAMAD GUNTUR ROMLI,.

Wallahu a’lam bish-shawab

Wassalamu’alaikum wr.wb.,

Gene Netto

Baca artikel sesatnya di Kompas

17 comments:

  1. apa yg di kutip si romli ini sebenarnya hanya menerjemahkan ulang tesis orientalis saja...tp karena dlm bahasa indonesia dan diterima kompas, jadilah seakan-akan karya 'intelektual muslim'...untuk sejarah nabi vs tudingan orientalis bisa dilihat di islamhouse.com, ada buku karangan prof. mohar ali

    ReplyDelete
  2. Guntur Romli hanya satu dari sekian sosok yang jelas-jelas menghina agama Islam,
    saya yakin ketika tiba saatnya umat Islam benar-benar berkuasa, manusia2 yg model dia bakal minta suaka ke Amrik atau Israel.

    ReplyDelete
  3. Tulisan Guntur Romli menarik karena mendeskripsikan sejarah sosial masyarakat suku-suku di Arab pra-Islam. Artikelnya menjadi ramai karena studi kasusnya adalah anak muda yang kemudian menjadi seorang Nabi. Benar atau tidak analisanya, tergantung sudut pandang, referensi, dan argumentasinya seperti artikelnya Qosim Nursheha Dzulhadi yang membantah argumen Guntur Romli. Sudut pandangnya menarik dan ilmiah. Jadi artikelnya bukan menilai kebenaran sebuah agama tapi deskriptif sejarah sosial masyarakat.

    ReplyDelete
  4. Sebenarnya jika kita mencermati tulisan-tulisan Alquran secara harafiah dan mengikuti perkembangan keadaan dan sejarah pada waktu bersamaan, hampir sebagian besar apa yang ditulis oleh para orientalis Islam saat ini adalah benar adanya.

    Ada baiknya jika kita ingin menentang tulisan mereka, belajarlah bahasa Arab dengan baik agar benar2 bisa mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya keadaan pada saat itu. Tidak melulu mengikuti emosi dan ego serta sifat superior kita yang akhirnya hanya menghasilkan ngotot, bebal dan keras kepala.
    Tidak semua catatan sejarah bisa kita pahami dengan alasan2 logika sebab akibat, itu akan terlalu simpel, walaupun menurut pemahaman kita itu benar adanya

    Saatnya kita mengkoreksi sejarah agar sejarah dapat menuntun kita pada pemahaman yang lebih benar

    Walahualam Bisawab...

    ReplyDelete
  5. si guntur ini memang sudah terlalau jika amerika kalah ia mau berlindung kemana nantinya. apalagi pengadilan Allah nanti

    ReplyDelete
  6. Kerasukan JIL lebih berbahaya dari pada kerasukan JIN.Orang yang lagi kerasukan jin amal buruknya katanya tidak dicatat, tapi kalau kerasukan paham JIL, bisa murtad !

    Orang-orang JIL semakin nyeleneh, semakin menyangkal kebenaran al qur'an, semakin sesat, maka semakin terkenal dan bisa disekolahkan gratis ke Amerika seperti ketua dan pendirinya yang bernama UAA yang sekarang dapat biaya sekolah gratis dari Amrik.Makanya banyak yang berlomba untuk jadi yang paling nyeleneh seperi GR itu, yang bisa jalan-jalan gratis pula ke negeri Yahudi.

    Banyak juga orang yang tadinya netral dan awam tapi setelah membaca tulisan dan pembicara berpaham JIL yang kadang terlihat ilmiah dan masuk akal, sehingga tanpa sadar mereka tertarik dengan paham JIL.

    Tidak mendengarkan ocehan kacau mereka dan menghindari tulisan yang mengindikasi paham JIL adalah pencegahan paling jitu, kecuali kita memiliki kapasitas ilmu syar'i yang cukup dan aqidah yang kuat, maka kita bisa tersenyum-senyum kesal menanggapi tulisan dan celoteh sesat mereka.

    ReplyDelete
  7. Asslmkm ..bu tara kalo kerasukan JIL, perlu di ruqyah ga:)??

    Dulu saya pernah ikutan acara seminar yg diadain embassy canada gitu disalah satu hotel di jakarta.
    berhubung saya cuma di ajak temen>>nyamar jadi jurnalis kayak temen yg asli jurnalis. biar gratis heheh, lumayan kan coffe breaknya<<

    Temanya sih bagus, tentang perkembangan umat islam di canada, dsb, tapi sayangnya saya rada kecewa, kok pembicaranya malah orang2 JIL, kenapa ga dari MUI atau organisasi massa di indonesia yg Jelas. Bagaimana mereka (org2 canada tersebut) mau lebih tahu tentang islam yg sebenarnya di indonesia sebagai tolak ukur, kalo yg dijadikan narasumber mayoritas JIL,

    Sampe audience yg kesel pas sesi tanyajawab, dia bilang temennya JIL, JKL (jaringan kafir liberal)

    Dan sedikit kaget juga, mayoritas mahasiswa yg dijadikan peserta dari salahsatu perguruan islam ternama negeri di jakarta...wahhh.

    wsslmkm

    ReplyDelete
  8. JIL memang dekat dengan beberapa kedutaan asing, dan sepertinya memang sengaja mendekati mereka. Hasilnya, mereka lihat JIL sebagai kelompok Muslim yang sangat terbuka (alias sangat cocok dengan kehidupan orang kafir) dan karena JIL terlihat sebagai kaum Muslim yang tidak mungkin menimbulkan masalah antara barat dan Islam, maka JIL didukung terus dan selalu diundang ke acara2 oleh kedutaan.
    Hasilnya, JIL dapat nama yang lebih besar, dapat lebih banyak koneksi, dan orang barat merasa senang ada kaum Muslim yang tidak perlu "ditakuti" karena mereka memang sangat liberal dan siap mengiyakan apa saja. Tidak mungkin JIL berprotes terhadap barat karena mendukung Israel, jadi JIL bisa menjadi sekutu terus dalam semua acara.
    Wassalam,
    Gene

    ReplyDelete
  9. Assalamualaikum wr wb.

    Kenapa kita khwatir akan keberadaan dan pemikiran JIL? JIL itu kan melihat Islam dengan kacamata Barat. Liat saja Siti Musdah Mulia saat menyusun Draf Legal Kompilasi Hukum Islam, semua isinya mengali hukum Islam dengan kacamata HAM, Demokrasi, Nasionalisme, dan Islam yg Keindonesiaan.

    Saya sendiri dari UIN Jakarta, Prof DR Siti Musdah Muslia dan Prof Dr Ali Musthofa Yakup juga sama dari UIN Jakarta. Kurikulum (MKDU-MataKuliah Dasar Umum) disusun oleh Prof2 UIN lulusan America, Kanada, dan Belanda yg didanai dari The Asia Foundation (lembaga Donor Yahudi). Otomatis sedikit banyak mahasiswa akan terpengaruh dengan 'Rahmatan' pemikiran barat ( Demokrasi-Nasionalisme-Pattiotisme, HAM, dll).

    Jangan takut akan JIL, mungkin saja kita telah masuk dan bagian dari propaganda JIL. Ingat jika kita tak mau ikut dengan JIL maka buang jauh2 pemikiran Demokrasi = Musyawarah. Demokrasi=Musyawarah itu adalah bagian dari propaganda JIL untuk merusak Islam.

    semoga bermanfaat.

    Wassalamualaikum wr. wb.

    ardobinardi.blogspot.com

    ReplyDelete
  10. Assalamu'alaikum wr.wb.

    Apa kabar Rif ? Insya Allah selalu dlm lindungan Alah SWT. Amin. Pinter kamu, subjek JIL lagi-lagi dibelokkan lagi ke masalah demokrasi.

    Arif ini pintar dan kritis semoga rahmat Allah ini dapat Arif manfaatkan untuk kemaslahaan ummat.
    Aku cuman rada sedikit bingung, apakah menurut Arif, JIL itu bukan salah satu bentuk aliran sesat dalam Islam ? Kalo saya pribadi cuma satu kata untuk kelompok liberal La'natullah ini, SESAT. Demi untuk dollar, ketenaran, jalan2 keluar negeri, gampang banget nge bolak balik dan menghinakan Al-Qur'an serta Rasulullah SAW. Cintanya Rasul dibalas dengan cara seperti itu, bener2 orang-orang yang tidak tau diri. *Maaf, jadi emosi*

    Beberapa waktu lalu, saat MUI mengeluarkan fatwa haram atas rokok dan golput, ada dialog di metro tv (kalo tdk salah) antara MUI diwakili KH Amien Ma'ruf dgn beberapa golongan diantaranya wakil dari JIL. Dan sudah bisa ditebak, kemana JIL akan berpijak. Pastinya 1000% bersebrangan dengan MUI. Sewaktu MUI mengeluarka fatwa kesesatan Ahmadiyah aja, JIL masih bisa protes. Memang jaringan edan.

    Pemikiran saya cuman sederhana saja karena pengetahuan agama Islam saya pastinya jauh dibawah Arif ataupun teman2 lain disini. Berdasarkan kondisi itu, saya cuman mikir bahwa bukannya pilihan untuk golput alias tidak ikut demokrasi yang malahan sesuai dan menjadi bagian dari propaganda JIL. Walopon tentu saja putusan untuk golput tidak semuanya karena keterkaitan dengan JIL.

    Ah sudahlah, hanya Allah SWT yang Maha Benar dan Maha Mengetahui hati setiap hamba2Nya.

    Wallahu'alam bi shawwab.


    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
    irma

    ReplyDelete
  11. hehe... inot, kerasukan JIL sudah ga mempan lagi di ruqyah, setannya dari golongan manusia sih...

    Beberapa waktu yang lalu di Amerika ada juga seorang mualaf wanita yang entah dia penganut pemahaman JIL atau memang dipersiapkan untuk mengacaukan ajaran Islam, namanya Aminah Wadud, dia jadi imam dan khotib sholat jum'at yang dilaksanakan di gereja, makmumnya terdiri dari wanita dan laki-laki dalam shaf yang sama dan bercampur baur, innalillahi...

    By the way, Arif itu wawasannya kok cuma demokrasi haram saja ya, apa terlahir hanya untuk mengatakan itu tapi tanpa bisa memberikan solusi konkrit pada setiap masalah, hanya tataran teori, kalau setiap bahasan diskusi dipaksakan dibenturkan dengan demokrasi, lama-lama tidak ada lagi yang mau berdiskusi, toh hasil akhirnya pasti di kick dengan demokrasi ala pemahaman dia, cuape deh...

    ReplyDelete
  12. Assalamualaikum wr wb

    Mbak Tara saya siap untuk diajak diskusi tentang Solusi Islam.
    Yuk kita Bahas Solusi Islam terhadap hal2 berikut ini:
    1. Ekonomi Islam
    2. Kepemilikan Dalam Islam
    3. Aqidah Islam VS Aqidah Sekuler
    4. Politik Luar Negeri dunia barat
    5. Politik Luar negeri Islam
    6. Politik Islam
    7. Sejarah Islam/Khilafah
    8. Sistem Pemerintahan Islam
    9. Sejarah Sekulerisme
    10. Partai Islam
    dll.

    Ntar klo ada topik2 diatas, kita adu argumen berdasarkan solusi Islam versi pemahaman saya dan pemahaman Mbak Tara yg diperoleh dari kajian partainya Mbak Tara.

    Wassalammualaikum wr wb.


    Ardobinardi.blogspot.com

    ReplyDelete
  13. >>Saya sendiri dari UIN Jakarta, Prof DR Siti Musdah Muslia dan Prof Dr Ali Musthofa Yakup juga sama dari UIN Jakarta.

    Ardo, tolong jangan samakan Siti Musdah Mulia dan Dr Ali Mustafa Yaqub.
    Mereka tidak sama. Dr Ali Mustafa Yaqub tidak “dari UIN” tetapi mengajar di sana. Dia juga pnuya pesantren sendiri di Ciputat, khusus untuk menciptakan para ahli hadits. Dr Ali Mustafa sangat jauh dari JIL, jadi tolong jangan samakan semua orang yang anda benci hanya dengan sebab mereka berada di lokasi yang sama. Bisa menjadi fitnah.

    ReplyDelete
  14. Assalamualaikum wr wb.

    Ya maaf Mas Gene, bukan niat menyamakan tapi hanya memaparkan bahwa argumen semua orang itu tidak ada artinya dalam Islam tanpa didukung dengan hujah/dalil yg kuat.

    Tidak layak saya disamakan dengan para Prof Dr tsb, mrk itu punya kedudukan masing2, saya hanya orang biasa yg mencoba menerangkan bahwa jgn sampai krn kekudukan seseorang membuat kita lebih mempercayai pendapatnya dari pada Al Quran dan Sunnah.

    Prof Dr Ali Musthofa Yakup mungkin seorang yg sangat baik, tapi beliau hanya manusia biasa, shg pendapatnya yg tidak didukung dgn dalil yg kuat akan bisa sama aja dgn pendapatnya Prof Dr Siti Musdah Mulia yg hanya berdasarkan hawa nafsu belaka.

    Mohon maaf jika salah kata.

    Wassalamualaikum wr wb.

    ardobinardi.blogspot.com

    ReplyDelete
  15. ".....mudah-mudahan kamu (para sahabat) tidak bertemu dengan suatu masa di mana para ulama sudah tidak diikuti lagi dan orang yang santun sudah tidak disegani lagi...." (Riwayat Ahmad)

    Ini peringatan Nabi kepada para sahabat tentang adanya masa dimana umat Islam tidak lagi mendengar, menghormati dan patuh pada ulama...... Kini keadaan ini telah kita alami. semoga kita tidak termasuk orang-orang yang melecehkan ulama seperti yang dikhawatirkan Nabi kita.

    ReplyDelete
  16. Assalamualaikum wr wb

    Saya hanya takut klo kita serta merta menuruti dan mengikuti para ulama sedangkan kita tidak tahu dan mau belajar hukum/hujjah dari Quran dan Sunnah, maka kita akan sesat.

    اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah serta mempertuhankan al-Masih putra Maryam. Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS at-Taubah [9]: 31).

    semoga kita selalu diberi hidayah oleh Allah SWT. amin.

    Wassalamualaikum wr wb

    ardobinardi.blogspot.com

    ReplyDelete
  17. guntur romli adalah golongan islam liberal yg dengan seenak pikirannya sendiri mengungkapkan pemahaman islam secara sesat, dan bahkan memutarbalikkan hadits shahih dan hadits dhoif/palsu sesuai keinginannya sendiri. maka berhati2lan kalian dgn orang ini karena fitnahnya sangat berbahaya.

    ReplyDelete