Monday, September 17, 2007

Lemak Babi dalam Obat dan Kosmetik

Ditulis oleh rizki

Friday, 14 September 2007

Lemak Babi dalam Obat dan Kosmetik

LPPOM MUI Minta Ketegasan Ulama

Sudah menjadi rahasia umum, lemak babi digunakan dalam bahan kosmetik. Padahal, bahan-bahan yang haram dalam Islam ini hanya boleh dipakai jika dalam keadaan darurat.

"Persepsi masyarakat selama ini kan menggunakan obat-obatan dan kosmetik yang mengandung barang haram tidak apa-apa karena alasannya darurat. Tapi, sejauh mana tingkat kedaruratannya," ucap Dewan Pakar Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Nadratuzzaman, di Masjid Istoqlal, Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2007).

Kekhawatiran LPPOM MUI ini mencuat karena banyak obat-obatan untuk kesehatan yang beredar, baik lokal maupun produksi luar negeri, tidak meminta rekomendasi dahulu. Bahkan, dari 120 perusahaan obat-obatan yang mendaftar ke LPPOM MUI, hanya lima perusahaan yang meminta rekomendasi.

Lebih lanjut, MUI melalui LPPOM akan menyelenggarakan seminar nasional tentang kehalalan obat dan kosmetika. Seminar tersebut akan dilangsungkan pada 17 April 2007 oleh MUI bekerja sama dengan Badan POM.

"Dalam seminar nanti, MUI akan meminta ketegasan para peserta ulama untuk mengetahui sejauh mana tingkat diperbolehkannya obat-obatan yang dikonsumsi, seperti penggunaan hormon, enzim, dan lemak babi yang sudah umum dipakai dalam obat dan kosmetika" urainya.

Selain babi, penggunaan dan pemanfaatan hewan lain seperti kera, juga digunakan untuk membuat vaksin. Tidak hanya hewan, bagian tubuh manusia, misalnya janin yang diaborsi, juga dijadikan bahan dalam proses pembuatan vaksin.

Jika penggunaan bahan haram tersebut sudah lama menjadi rahasia umum, lantas kenapa baru sekarang dipersoalkan?

"Bukan begitu. Tidak semua perusahaan meminta rekomendasi dari kita. Dari 120 perusahaan, hanya lima perusahaan yang minta rekomendasi dari MUI, itupun cuma produk-produk tertentu saja," kilah Nadratuzzaman.(ang)

Sumber: Halal Guide

(Dari Gene) :

Pertanyaan saya adalah kenapa Indonesia sebagai negara dengan jumlah orang Muslim tertinggi di dunia tidak punya industri kosmetik halal yang besar?

Mencari makanan yang halal pun di sini tidak mudah. Coba perhatikan kalau makan di sebuah rumah makan, kafe atau kantin. Apakah ada kepastian halal? Apakah ada sertifikat? Berapa banyak produk di negara ini yang tidak halal karena ummat Islam tidak peduli atau tidak berprotes?

Kenapa tidak ada pengusaha di Indonesia yang ingin mengambil untungnya, sehingga orang lain dipersilahkan mengambilnya.

Coba lihat ini dari Malaysia. Insya Allah masa depan untuk produk halal sangat besar. Semoga pengusaha Indonesia yang beriman tidak akan kalah meraih keuntungan yang halal dari penjualan produk halal.

Halal Cosmetics, Toiletries

1 comment:

  1. Setelah saya baca postingan Lemak Babi dalam Obat dan Kosmetika, ternyata janin dari hasil aborsi juga dijadikan bahan dalam proses pembuatan vaksin. Besar kemungkinan janin dari kasus aborsi (lebih kurang 2,5 juta) yang dilakukan di klinik atau rumah sakit itu dijadikan bahan dalam proses pembuatan vaksin. Kalau seperti ini pengguguran janin bisa dijadikan bisnis juga karena dapat menghasilkan uang. Nggak heran kalau ada dokter yang bersedia menolong pengguguran janin, selain mendapatkan uang dari pasien, bisa mendapatkan uang dari janin hasil aborsi.

    Wassalam

    ReplyDelete