Monday, March 21, 2011

Analisis Masa Depan Indonesia dan Masa Depan Dunia

Assalamu'alaikum wr.wb.,
   Berikut ini adalah analisis saya tentang masa depan Indonesia, dan sekaligus masa depan dunia. Bisa jadi benar atau salah. Ini hanya sebuah analisis saja, dan hanya Allah yang tahu apa yang akan terjadi. Tetapi kalau semua dugaan ini terbukti benar, Indonesia punya kesempatan untuk menjadi salah satu pemimpin dunia dalam waktu singkat (2-10 tahun).
   Masalah terbesar adalah: Apakah ummat Islam di Indonesia siap menjadi pemimpin dunia atau belum?

1.    Revolusi di Negara-Negara Arab

   Setelah terjadi revolusi sosial di Tunisia dan Mesir, sekarang sudah mulai lagi di Libya. Dan ada permulaan revolusi di beberapa negara Arab yang lain. Ada dua kemungkinan: 1) semua (atau mayoritas) negara Arab lain akan ikuti Tunisia dengan revolusi sendiri, 2) Pemerintah Libya akan berhasil mengalahkan para demonstran, dan tetap bertahan. Dan keberhasilan itu akan menjadi pentunjuk untuk para pemimpin di negara yang lain, supaya mereka juga menggunakan kekerasan untuk menghancurkan gerakan revolusi dan tetap berkuasa. Saya lebih cenderung mendukung posisi pertama: cepat atau lama, Muammar Gaddafi akan kalah, karena barat sudah memblokir penjualan senjata ke Libya (jadi stok terbatas akan habis), dan sedang menciptakan No-Fly Zone supaya pesawat tempur dan tank tidak bisa menyerang para pemberontak.
   Kalau akhirnya revolusi Libya berhasil, maka sangat mungkin negara-negara lain akan menyusul (dalam bahasa Inggris disebut “domino effect” dan kemungkinan ini sudah lama dibahas di negara2 barat). Kalau itu terjadi, maka semua negara Arab tersebut akan perlu bantuan untuk belajar demokrasi.

2.    Belajar dari Indonesia

   Kalau negara2 Arab akhirnya bisa merdeka, dan mendapatkan kesempatan untuk membuat sistem pemerintah berbasis demokrasi, maka mereka semua akan perlu belajar banyak. Tentu saja, mereka akan mau belajar dari negara lain yang juga punya penduduk Muslim yang besar, tetapi sudah berhasil menjalankan pemerintahan dengan sistem demokrasi, yaitu Indonesia. Dengan demikian, insya Allah Indonesia akan bisa menjalankan banyak bentuk kemitraan baru dengan negara2 Arab tersebut.
    
3.    Cina Akan Pecah Seperti Uni Soviet   

   Tindakan berikutnya akan di luar negara2 Arab, yaitu di Cina. Republik Cina mempunyai banyak sekali masalah sosial, politik, ekonomi, pertanian, krisis air, dan lain-lain, yang selalu ditutupi oleh pemerintah. (Salah satu buku yang menceritakan berbagai macam masalah di Cina sekarang adalah “The Coming China Wars, oleh Prof. Peter Navarro. Tetapi tidak ada indikasi dalam buku ini bahwa Cina akan pecah. Hanya dijelaskan bahwa Cina akan menjadi negara berbahaya karena akan mencari sumber daya alam di seluruh dunia dan berusaha mendapatkan dengan cara apapun.)
   Karena pemerintah Cina berbasis sistim diktator komunis, maka mereka ingin berpegang pada kekuasaan untuk kepentingan elit politik saja. Setelah melihat semua negara Arab menjadi merdeka, maka cepat atau lama, sebagian dari warga Cina (yang totalnya 1,3 milyar jiwa) yang punya keinginan untuk merdeka akan mulai bertindak. Ini sudah pernah dicoba waktu kejadian Tianenmen Square beberapa tahun lalu, tetapi tidak berhasil pada saat itu. Tetapi kali ini, dengan contoh sukses dari negara2 Arab, dan dengan jumlah besar anak muda yang tidak puas terhadap pemerintah, maka gerakannya akan lebih besar lagi, karena sekarang ada lebih banyak orang yang ingin bebas dan tidak akan sabar seperti orang tua mereka. Mereka akan merasa semangat setelah melihat negara2 Arab menjadi merdeka. (Di dalam teori ilmu politik, ada suatu prinsip yang sudah sering terbukti benar, yaitu rakyat yang berhasil maju dan menjadi lebih kaya selalu akan mencari kekuasaan politik juga. Ekonomi Cina meningkat terus belakangan ini, dan kelas menengah sudah menjadi besar sekali juga.)
   Masalah paling utama adalah kekuasaan militer Cina yang sangat besar (1 juta prajurit) dan jumlah polisi yang juga besar. Mereka sudah dilatih selama puluhan tahun untuk membela negara (tetapi sebenarnya cuma membela elit politik saja). Kalau sudah mulai gejolak yang besar di seluruh wilayah Cina, kekuatan militer itu tidak akan cukup untuk mematikannya. 
   Pada saat pemberontakan mulai terjadi, Taiwan akan langsung menyatakan diri merdeka, dan Amerika akan janji untuk membelanya kalau diserang. Tetapi sebelum pemerintah Cina bisa menyerang, beberapa negara bagian (seperti Hong Kong, Shanghai, dll.) akan menyatakan diri merdeka juga. Dengan jumlah penduduk yang besar, dan ekonomi yang kuat, mereka tidak akan perlu peduli pada Beijing lagi. Satu demi satu, setiap propinsi di Cina akan menyatakan diri merdeka, dan akan terjadi beberapa peperangan kecil, sebelum perbatasan setiap negara bisa ditentukan.
   Para pejabat setempat akan punya pilihan untuk tetap berperang atas nama negara yang sudah mulai pecah, atau memilih menjadi pahlawan negara di dalam negara barunya, sebagai calon presiden dan panglima yang baru. Oleh karena mereka juga ingin memiliki kekuasaan yang lebih besar, dan tidak hanya mau nurut dengan Beijing, banyak pejabat dan tokoh akan mendukung gerakan revolusi dan menjadi pejabat di dalam negara baru masing2, dan akan abaikan perintah dari Beijing. Kalau ini semua terjadi, dalam waktu singkat, Republik Cina sudah pecah dan tidak akan bisa diselamatkan.

4.    Amerika dan Eropa Kehilangan Pabrik Produksi di Cina

   Kalau Cina memang pecah, maka akan muncul krisis ekonomi global. (Juga sangat mungkin akan ada krisis ekonomi global dulu, dan ini akan menjadi salah satu pemicu yang membantu Cina pecah.) Negara2 maju seperti Amerika dan Eropa sudah lama memindahkan basis produksinya ke Cina, demi mencari profit yang lebih besar. Produksi di dalam negeri terlalu mahal, jadi semua perusahaan besar sudah menutup pabriknya di negara masing2 dan pindahkan basis produksi ke Cina. Sekarang, setelah Cina pecah, askses terhadap semua pabrik itu akan putus atau menjadi sulit sekali.
   Pemerintah di setiap negara baru bisa saja menyita pabrik2 itu dan menyatakannya sebagai BUMN untuk negara mereka. Amerika dan Eropa tidak akan punya harapan untuk mendapatkan kembali semua pabrik tersebut, dan banyak perusahaan akan bangkrut atau kritis.
   Saat ini, hutang negara Amerika sudah melewati 14 Trilun Dollar AS. Kalau Cina pecah, saya kira Amerika tidak akan bisa bangkit lagi dari hutang tersebut (perusahaan dalam negeri tidak akan bayar pajak kalau bangkrut juga) dan Amerika akan mengalami krisis ekonomi yang paling besar dalam sejarahnya.

5.     Gejolak Di Seluruh Dunia tetapi Insya Allah Indonesia Aman

    Kalau hal-hal seperti ini terjadi, maka seluruh dunia akan kena krisis keuangan yang jauh lebih besar dari krisis yang baru saja lewat. Kekuatan ekonomi Amerika dan Eropa akan kena kerugian yang paling besar. Siapapun yang punya basis produksi di Cina bisa bangkrut. Tetapi Insya Allah Indonesia akan cukup aman, karena basis produksi kita di dalam negeri, dan penjualan paling besar adalah untuk konsumsi lokal. Hanya beberapa perusahaan besar saja, yang punya pasar di luar negeri atau hutang di luar negeri akan kena gejolak ini. Mayoritas dari produsen dalam negeri yang jual ke pasar dalam negeri insya Allah akan cukup aman.
   Akan ada efek di sini, tetapi krisis ekonomi yang baru saja lewat mungkin terjadi sebagai suatu bentuk uji coba dari Allah untuk memberi petunjuk kepada ummat Islam di Indonesia. Kalau negara lain krisis, kita tidak usah takut, dan insya Allah bisa selamat. Kalau krisis yang akan datang lebih besar lagi, insya Allah kita akan tetap selamat juga.

6.    Amerika Dan Eropa Akan Bingung, Karena Tidak Punya Kekuatan lagi

   Dalam kondisi yang digambarkan di atas, kalau memang terwujud, maka negara2 barat akan menjadi bingung sendiri: Negara2 Arab sudah menjadi kompak (tidak ada sejarahnya dalam 100 tahun terakhir); Negara2 Arab bisa saja membuat zona perdaganan baru; Cina pecah dan semua industri barat di Cina menjadi hilang, atau beroperasi di bawah kapasitas (yang juga menimbulkan kerugian besar); Ekonomi Amerika akan rusak atau bangkrut.
   Dan insya Allah pada saat itu, Indonesia akan punya kesempatan untuk bangkit sebagai negara demokrasi yang stabil dengan ekonomi yang kuat, dengan perdagangan yang besar and kuat bersama dengan negara2 Arab. Dalam kondisi stabil secara politik dan ekonomi, maka insya Allah Indonesia punya potensi untuk menjadi salah satu pemimpin dunia.

7.    Indonesia Harus Siap Menjadi Salah Satu Pemimpin Dunia

   Kuncinya dari analisis ini ada 3. Yang pertama, revolusi di negara2 Arab harus tuntas dan mereka berhasil membentuk negara demokrasi dan menjadi kompak dengan semua tetangganya. Kedua, Cina harus ada revolusi juga dan pecah menjadi sekian negara baru (mungkin 10-15 negara) dan mungkin juga akan ada beberapa propinsi yang menyatakan diri merdeka, tetapi langsung membentuk suatu ikatan mirip dengan Amerika Serikat. Yang lain akan memisahkan diri sendiri dan berjalan secara independan. Ketiga, ekonomi Amerika akan runtuh, karena selama bertahun-tahun perusahaan Amerika sudah memindahkan basis produksi ke Cina dan kalau Cina pecah, maka semua perusahaan itu akan sulit untuk bangkit lagi (dan tidak akan bayar pajak negara di Amerika).
   Kalau ketiga hal ini terjadi, maka insya Allah posisi Indonesia di dunia ini akan menjadi sangat kuat (dengan asumsi rakyat di sini bisa tenang, dan tidak panik saat gejolak ekonomi mulai lagi). Selama sistem pemerintahan bisa tetap stabil, dan ekonomi masih jalan (dengan gangguan kecil saja), maka Indonesia bisa menjadi salah satu negara kunci di dunia. Barat akan minta tolong sama Indonesia untuk membina negara2 Arab, karena pemerintahan di barat akan takut kalau mereka mendirikan negara2 Islam seperti Iran dan bukan negara demokrasi. Karena barat minta tolong pada Indonesia, maka posisi Indonesia akan menjadi kuat sekali dalam bernegosiasi.
   Produsen barat yang tidak hancur setelah perpecahan Cina akan memindahkan basis produksinya ke negara lain seperti Indonesia (dan mungkin India), karena sudah terbukti bahwa Indonesia bisa stabil secara ekonomi dan politik. Hukum makin kuat di sini, dan dunia sedang nonton. Kepastian hukum, ekonomi yang stabil, dan pemerintah yang bisa bernegosiasi dengan baik adalah 3 hal yang sangat dibutuhkan oleh produsen asing saat mencari negara untuk membuka pabrik baru.
   Dengan masuknya banyak produsen barat ke Indonesia (dan sebenarnya ini sudah mulai sekarang, dan hanya akan lebih kuat dan besar nanti), dan dengan statusnya Indonesia sebagai negara demokrasi yang berjalan secara baik, maka banyak negara akan lebih siap menerima Indonesia pada lapisan elit (negara maju) walaupun Indonesia masih berkembang dan masih ada banyak masalah dalam negeri yang belum tuntas.

8.    Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia Indonesia

   Indonesia punya sumber daya alam yang sangat luar biasa. Malah ada banyak yang belum diketahui. Contohnya, saya sering terima email yang membicarakan daun sirsak yang sedang diteliti sebagai obat kanker, dan banyak info lain yang setara. Dengan hutan tropis yang luas, sangat mungkin Indonesia punya potensi untuk menjadi salah satu pemimpin dunia di bidang pengobatan herbal, pengobatan alternatif, atau mungkin bahan dasar dari sini akan digunakan untuk menciptakan obat-obatan yang baru. Ada berapa banyak daun, ubi, bunga, kulit pohon, dll yang belum pernah diselediki dan hanya tumbuh di Indonesia? Kalau industri ini mulai berkembang, sangat mungkin akan menimbulkan pemasukan besar untuk negara. Tetapi tentu saja perlu investasi dan penelitian baru. Mungkin kalau barat sudah mulai hancur, akan ada peneliti yang mau datang ke sini dan membantu ilmuan Indonesia mencari obat-obatan alamiah yang sangat efektif. Kalau bisa ditemukan beberapa macam obat saja (seperti obat kanker) maka penemuan itu akan bantu Indonesia menjadi negara maju.
   Sumber daya manusia memang kurang bagus di sini, bila dibandingkan dengan negara2 lain. Tetapi untuk masa depan masih ada harapan. Anak Indonesia tidak kalah pintar dengan anak di negara maju. Yang penting adalah akses terhadap pendidikan, dan sistem pendidikan yang berkualitas. Semua itu bisa terwujud dalam waktu beberapa tahun saja kalau pemerintah menjadi lebih serius dan ingin melihat Indonesia menjadi negara maju.

9.    Anak-Anak Muslim Harus Disiapkan Menjadi Pemimpin Dalam Waktu Singkat

Anak-anak Muslim di Indonesia harus diajarkan untuk:

  • Berpegang teguh kepada Allah, Islam, sunnah Rasulullah SAW, dan Al Qur'an.
  • Memiliki akhlak yang baik
  • Bersikap jujur dan adil dalam semua perbuatannya
  • Menjadi pintar dan cerdas, bijaksana, memiliki kemampuan, punya kemauan, dan punya wawasan yang luas
  • Menghapus korupsi dari negara ini (tidak mungkin rahmat Allah akan turun di sini kalau ummat Islam masih lebih rajin melakukan korupsi daripada beribadah kepada Allah)
  • Memikirkan masa depan ummat dan masa depan bangsa. Tidak cukup memikirkan keluarga sendiri saja. Kita harus kompak kalau mau maju bersama.
  • Dan lain-lain

10.    Kesimpulan

   Saya sering ditanyakan kenapa tidak kembali ke Australia karena gaya hidup lebih enak di sana (karena negara maju). Saya merasa lebih senang bertahan di sini sampai Indonesia menjadi negara maju dan saya merasa sangat yakin bahwa Indonesia punya potensi yang besar untuk menjadi pemimpin dunia dalam waktu singkat. Selama ini, saya merasa yakin bahwa kemajuan Indonesia ini akan mulai dengan kehancuran Cina. Tetapi saya tidak pernah tahu pemicunya apa, saya cuma merasa yakin bahwa Cina akan segera pecah (walaupun ekonominya makin kuat). Tetapi setelah melihat revolusi di negara2 Arab, saya malah melihat kejadian di Cina sebagai tahap kedua, karena sebelumnya saya tidak memperhitungkan kemerdekaan di negara2 Arab.
   Semua ini hanya analisis saya dari memantau berita dan artikel dari manca negara, dari banyak sumber berita, majalah, buku, dan komentar orang. Saya tidak tahu kalau semua ini bisa terwujud, karena itu haknya Allah untuk bantu Indonesia maju atau tidak. Tetapi sebagai hasil analisis yang dibentuk selama beberapa tahun, saya merasa sangat yakin bahwa mayoritas dari semua hal di atas akan segera terwujud. Perkiraan saya, akan dimulai dari sekarang, dan dalam waktu 1-3 tahun sudah kelihatan efek awalya. Dalam 4-10 tahun sudah terbentuk secara kuat. Dan dalam 10-20 tahun, insya Allah Indonesia sudah mencapai posisi sebagai salah satu pemimpin dunia, dan sedang menjadi negara maju yang tidak kalah dengan negara2 barat.
   TETAPI, semua ini tergantung ummat Islam (sebagai mayoritas dari penduduk di Indonesia)! Kalau kita tidak bisa kompak, dan saling bantu-membantu untuk memberantas korupsi (sebagai penyakit yang paling merusak negara ini), dan tidak kembali ke sistem gotong royong yang sudah hilang di mana2, dan bisa kembali memperkuat ummat Islam untuk berpegang teguh kepada Allah dalam semua hal, maka saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Semua kembali kepada kita. Kalau kita bisa berjuang dengan baik dan benar, tunggu saja. Insya Allah ini semua akan terwujud dalam waktu cepat, dan Indonesia akan menjadi salah satu pemimpin dunia. Anak dan cucu kita akan diwarisi sebuah negara yang kuat dan makmur, insya Allah.
   Silahkan berjuang di dalam bidangnya masing-masing, dan siapkan semua saudara, teman, sahabat, tetangga, anak dan cucu untuk membantu memajukan bangsa dan negara ini.
   Salah satu kunci untuk kerberhasilan ini adalah presiden yang kita pilih pada tahun 2014. Dibutuhkan seorang sosok baru, yang skilnya sebagai pemimpin setara atau malah lebih baik daripada Sukarno (dan Obama). Lewat orang itu, bangsa ini akan menjadi kompak dan maju, insya Allah. Saya sudah lama mencari orang itu, tetapi belum melihatnya. Insya Allah akan muncul orangnya yang disiapkan Allah untuk memimpin bangsa ini dalam kemajuannya.
   Kita hanya punya beberapa tahun saja untuk bersiap. Jadi jangan sia-siakan waktu yang ada. Berusaha untuk memperbaiki diri, bantu saudara dan teman untuk menjadi lebih baik juga. Yang tidak rajin shalat harus kembali rajin. Yang habiskan semua uangnya untuk diri sendiri harus mulai memikirkan anak yatim dan fakir miskin. Yang jarang menyentuh Al Qur'an harus menjadi rajin membacanya. Dan seterusnya.
   Kalau kita semua berusaha dengan baik, insya Allah akan ada masa depan yang baik. bukan dalam waktu 3 generasi mendatang, tetapi insya Allah dalam 1-5 tahun saja.
  Tunggu saja: 1) Negara2 Arab menjadi negara demokrasi dan menjadi kompak, 2) Republik Cina pecah, dan secara automatis, 3) Ekonomi Amerika akan hancur. Kalau melihat ketiga hal itu mulai terjadi, insya Allah sesudahnya adalah masa emas bagi Indonesia. Tetapi kita harus berusaha untuk menyiapkan ummat Islam supaya kesempatan ini tidak lewat begitu saja.

96. Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, PASTILAH Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
(QS. Al Araf 7.96)

   Terima kasih atas waktunya. Semoga bermanfaat sebagai renungan. Mohon diingat bahwa ini hanya sebuah analisis saja. Allah SWT yang berhak menentukan masa depan ummat Islam di Indonesia. Insya Allah kita akan dapat masa depan yang baik dan penuh barokah (dan dalam waktu singkat). Amin amin ya rabbal alamin.

Wabillahi taufik walhidayah,
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene Netto
Jakarta, 21 Maret, 2011

5 comments:

  1. nice analisa pak gene:)

    Tapi menyedihkannya, nasib libya sekarang, jadi perang saudara:(
    dan campur tangan sekutu yang berdalih menjalankan resolusi pbb.

    Bisaaa indonesia maju, tapi lagi2 PR besar menemukan figur pemimpin/presiden ideal.

    Jadi pemimpin yang baik disini, godaannya berat, bisa2 malah kena konspirasi politik untuk di singkirkan, atau di bunuh...

    iya, saya berharap cina itu benar2 pecah.
    Sudah gemas sekali, apalagi menyangkut masalah perekomian dan masalah pabrk2 itu.
    Dan berbisnis dengan mereka, harus lebih teliti, waspada, kalau tidak kita bakal terus dirugikan, karena cara bisnis licik dan menghalalkan segala cara masih diterapkan.#berdasarpengalamankerja:D#
    Kalau SDM, indonesia bisa mengelolanya dengan baik, otak orang indonesia itu di atas china deh..saya jamin:D, sayangnya potensi2 besar itu masih terbengkalai dan merantau di negara2 maju:(

    #melihat dunia di masa depan..
    menurut analisa saya: negara2 akan disibukan dengan masalah global warming juga.., itu ga boleh ketinggalan pak geneeee

    ReplyDelete
  2. keren ulasannya,
    saya jadi punya pandangan yang berebeda terhadap beberapa hal yang mas sampaikan

    ReplyDelete
  3. I like point number 9, Anak-Anak Muslim Harus Disiapkan Menjadi Pemimpin Dalam Waktu Singkat.

    Apa ini artinya kita orang tua sudah tidak sanggup, dan melimpahkan tanggung jawab kepada anak-anak kita? Kok kedengerannya agak pengecut ya? Hehehe ... Tapi yang jelas, kita (generasi ayahnya anak-anak kita) belum memberikan contoh atau panutan kepada mereka (korupsi dimana-mana, hukum, almost doesn't exist...) ... jadi jangan dicontoh ya, nak ... :(

    ReplyDelete
  4. Bismillah

    ....Negara2 Arab menjadi negara demokrasi dan menjadi kompak...

    Maksud pak gene diatas..?, menginginkan negara2 arab menjadi negara demokrasi seperti indonesia..!!??

    Hmmhmm...wallahul musta'an..

    ReplyDelete
  5. Assalamu'alaykum

    Membaca analisis di atas ada yang membuat saya bingung karena memang saya ga faham, terutama poin 1 & 2. Sebenarnya ada apa sih dengan sistem pemerintahan negara di jazirah Arab, kok mereka harus merubah ke dalam sistem demokrasi? apakah ada dalil baik dari Al qur'an, Assunnah atau ijma' para ulama yang menyatakan bahwa sistem pemerintahan yang baik itu harus demokrasi. Apakah ini berarti negara Inggris, Belanda, Spayol, ect, juga harus berubah menjadi pemerintah yang berdasarkan demokrasi?.

    Poin 9 sangat menarik, karena begitulah orang tua harus mendidik anak2 nya menjadi anak yg sholeh dan sholehah sehingga misa menjadi penyebab orang tua masuk ke surga. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaiaman hal ini bisa dilakukan secara singkat? kalau anak-anak Indonesia seperti Imam Syafi'i-yg hafal alquran saat umur 7 th-mungkin poin 9 gampang mewujudkannya, tp dengan kondisi sekarang saat masyarakat sudah jauh dari Alquran sepertinya cita-cita mulia ini butuh kerja extra keras.

    Dikisahkan salah seorang sahabat Rosululloh Sholallohu'alaihiwasalam, untuk menghafalkan surat al baqoroh butuh waktu 8 tahun. Hal ini terjadi karena mereka menghafalkan al quran dan kemudian mengamalkannya, sehingga butuh waktu yg lama. itulah yang menjadi salah satu kunci utama kenapa di masa kekalifahan salah seorang sahabat Rodhiyallohu'anhu bisa menguasai 2/3 dunia.

    "Tentang perusahaan Amerika di Indonesia". Kayaknya lidah orang Indonsia sangat fasih kalau menyebutkan nama perusahaa Amerika yg investasi di Indonesia karena saking banyaknya, jadi ga perlu nunggu sampai revolusi negara Arab.

    Kalau kelak Indonesia menjadi negara adi daya bisa dipastikan itu karena umat Islam sudah kembali kepada Al quran dan hadist, jadi berkah Allah turun dari langit karena punya rakyat yg alim dan otomatis punya pemimpin yang alim.

    Terakhir, kalau mau pergi dari Indonesia jgn balik ke Australia, tp cari negara yang mayoritas penduduknya muslim ya....

    Mohon maaf kalau ada yg salah dan mohon diluruskan, karena saya penulis amatiran :).

    *BB ditunggu komennya ya, ( kangen baca komentar yg tajam dan terpecaya he he).

    nenghaji

    ReplyDelete