Sunday, January 05, 2020

Anak Ayam Program Chickenisasi Bandung Dimakan Kucing-Tikus

Ini contohnya bagaimana banyak pejabat publik di Indonesia tidak mengerti tugasnya. Seorang pejabat melihat berita anak main HP terus. Dia merasa "harus bertindak". Ada yang mengatakan, "Ketika kecil, saya main dengan anak ayam, bukan HP!" Simsalabim, menjadi program pemda. Tujuan program adalah menciptakan suasana anak kampung masa lalu, yang tidak punya apa-apa, dan mau main dengan anak ayam sepanjang hari.

Apakah ada riset yang menyatakan anak yang dikasih anak ayam akan berhenti main HP? Apa ada perubahan terhadap akhlak dan ibadahnya? Apa tambah cerdas? Apa anak ayam bisa mengubah karakter anak? Jangan bertanya. Tidak perlu riset. Habiskan saja uang rakyat utk beli ayam dan kandang dan bagikan saja utk melihat hasilnya. Eksperimen terhadap anak. Ciptakan suasana kampung 40 tahun lalu, dan anak akan berubah. Yakin saja! Pejabat tidak punya tugas lain yang lebih penting, dan uang rakyat boleh dibelanjakan utk hal yang tidak utama dan tidak terbukti akan membawa hasil apapun.

Di saat yatim lapar, miskin dan putus sekolah, janda kesulitan dapat uang utk anaknya, jompo hidup dalam kondisi memprihatinkan, orang sakit sulit berobat, anak sekolah tawuran, anak diperkosa dan disodomi di mana2, film porno bisa diakses oleh semua anak remaja, tingkat perceraian meningkat, tingkat perzinaan dan aborsi meningkat, tingkat selinguh dari pria yang sudah menikah meningkat, dan narkoba di kalangan remaja, pemuda dan dewasa sudah menjadi krisis besar, di saat itu, para pejabat sibuk mengurus anak ayam. Kasihan anak Indonesia yang dapat pemimpin seperti itu.
-Gene Netto

Duh, Anak Ayam Program Chickenisasi Bandung Dimakan Kucing-Tikus
https://news.detik.com

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...