Search This Blog

Labels

alam (8) amal (45) anak (315) anak yatim (75) bilingual (21) bisnis dan pelayanan (6) budaya (8) dakwah (86) dhuafa (6) for fun (12) Gene (168) guru (68) hadiths (9) halal-haram (24) Hoax dan Rekayasa (32) hukum (57) hukum islam (52) indonesia (488) islam (544) jakarta (27) kekerasan terhadap anak (371) kesehatan (94) Kisah Dakwah (13) Kisah Sedekah (9) konsultasi (13) kontroversi (5) korupsi (22) KPK (12) Kristen (14) lingkungan (18) mohon bantuan (13) muallaf (51) my books (2) orang tua (11) palestina (33) parenting (2) pemerintah (99) Pemilu 2009 (36) pendidikan (498) pengumuman (23) perang (9) perbandingan agama (12) pernikahan (11) pesantren (48) politik (111) Politik Indonesia (29) Progam Sosial (15) puasa (35) renungan (189) Sejarah (5) sekolah (94) Selandia Baru (1) shalat (11) sosial (281) tanya-jawab (15) taubat (6) umum (13) Virus Corona (24)

Popular Posts

Showing posts with label Selandia Baru. Show all posts
Showing posts with label Selandia Baru. Show all posts

29 September, 2026

Di Selandia Baru, Gaji Tinggi, Tapi Biaya Hidup Juga Tinggi

Banyak orang bertanya, berapa gajinya yang umum di Selandia Baru, jadi saya cari infonya. Memang bisa dapat “gaji tinggi” di sini. Tapi jangan lupa, biaya hidup juga SANGAT tinggi. Jadi gaji tinggi tidak begitu terasa, dan hanya jadi bermanfaat kalau bisa hemat uang terus dan dibawa ke Indonesia untuk ditukar dengan rupiah. Kalau dipakai terus di Selandia Baru, tetap saja tidak cukup.

Median gaji tahunan, yang mencerminkan penghasilan pekerja pada umumnya, adalah NZ$ 5.800 per bulan, atau Rp 58 juta. Tetapi rata-rata biaya hidup tahunan di Selandia Baru berkisar antara sekitar Rp. 42-54 juta per bulan untuk satu orang dewasa saja. Biaya untuk keluarga berempat adalah Rp. 62-79 juta per bulan.

Jadi “orang biasa” bisa dapat gaji Rp. Rp 58 juta per bulan tetapi ada biaya hidup 42-54 juta per bulan juga untuk 1 orang saja. Kalau berhasil menghemat Rp. 50 juta per tahun, terdengar banyak bagi orang kampung di Indonesia. Tetapi di Selandia Baru, itu hanya menjadi $ 5.000. Kalau mobil rusak 1 kali, dana segitu bisa habis. Dan kalau bertanya ke banyak orang biasa, apakah mereka punya 5 ribu dolar, sebagian akan jawab iya, tetapi mereka juga takut menghabiskannya, karena takut akan dibutuhkan pada bulan-bulan mendatang. 

Artinya, banyak sekali orang yang menjadi pekerja biasa tetap hidup pas-pasan dan susah menabung. Sekali liburan, tabungan habis. Dan kalau di RUSD harus menunggu 1 tahun untuk dapat operasi gratis, bayar untuk 1 kali operasi di rumah sakit swasta bisa habiskan tabungan juga. Ada banyak cara untuk kosongkan tabungan di sini, disebabkan pengeluaran yang tidak dipikirkan, lalu kembali hidup dalam kesulitan, walaupun gajinya terlihat “tinggi” kalau dirupiahkan. 

Dan jangan lupa, biaya listrik, gas, bensin, internet, kontrakan, makanan, dll. juga sangat tinggi. Tidak bisa mampir ke warung untuk makan siang dengan biaya Rp 50.000. Apapun yang mau dibeli, dijamin akan mahal. Di sini, banyak orang berkomentar bahwa gaji tetap sama setiap tahun, tetapi harga barang naik terus, dan pajak juga naik terus. Jadi daya beli masyarakat turun terus, jadi kalau tahun kemarin terasa “oke”, tahun ini bisa terasa “berat”. Jadi jangan mengira hanya ada kesulitan hidup di Indonesia saja. Negara maju tidak jauh beda. Walaupun lingkungannya bersih dan indah. Banyak orang tidak peduli pada keindahan taman kota kalau tidak punya uang juga. 
Semoga bermanfaat sebagai renungan.
-Gene Netto



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...