Search This Blog

Labels

alam (8) amal (45) anak (315) anak yatim (75) bilingual (21) bisnis dan pelayanan (6) budaya (8) dakwah (84) dhuafa (6) for fun (12) Gene (168) guru (68) hadiths (9) halal-haram (24) Hoax dan Rekayasa (32) hukum (57) hukum islam (51) indonesia (487) islam (541) jakarta (27) kekerasan terhadap anak (371) kesehatan (94) Kisah Dakwah (13) Kisah Sedekah (9) konsultasi (13) kontroversi (5) korupsi (22) KPK (12) Kristen (14) lingkungan (18) mohon bantuan (13) muallaf (49) my books (2) orang tua (11) palestina (33) parenting (2) pemerintah (99) Pemilu 2009 (36) pendidikan (497) pengumuman (23) perang (9) perbandingan agama (12) pernikahan (11) pesantren (48) politik (111) Politik Indonesia (29) Progam Sosial (15) puasa (35) renungan (187) Sejarah (5) sekolah (94) shalat (11) sosial (281) tanya-jawab (15) taubat (6) umum (13) Virus Corona (24)

Popular Posts

17 September, 2018

Habis Pesta Miras, Dua Cewek Kembar Diperkosa 17 Remaja


Banyak bapak dan ibu yang menjadi PNS dan pejabat melakukan “korupsi berjemaah”, tanpa rasa malu. Banyak anak remaja juga ingin bergabung dalam melanggar hukum, jadi melakukan “pemerkosaan berjemaah”. Semuanya serba berjemaah di sini. Welcome to Indonesia, di mana “hati nurani”, “empati” dan “belas kasihan” adalah kata-kata semata yang bisa ditemukan di kamus saja, tapi sulit ditemukan di dalam hatinya banyak anak Indonesia sekarang. Inikah “budaya timur” yang banyak dibanggakan oleh orang Indonesia ketika membahas negaranya? Budaya timur = tidak mau jadi pemerkosa sendiri, dan harus ajak teman? Kenapa Indonesia menjadi begini? Siapa yang salah? Dan siapa yang mau cari solusi, sebelum anak kita diperkosa juga?
-Gene Netto



Habis Pesta Miras, Dua Cewek Kembar Diperkosa 17 Remaja

By Redaksi M1, Posted on September 16, 2018, FAJAR.CO.ID, KUALA KURUN – Peristiwa memilukan kembali menggemparkan warga Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah. Dua gadis kembar yang tercatat sebagai pelajar di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Tewah yakni RA (16) dan RI (16) diperkosa belasan remaja. Aksi bejat ini dilakukan di sebuah barak yang terletak di Jalan Pertanian, Kelurahan Tewah, pada Minggu (9/9) pukul 15.00 WIB.

Berdasarkan hasil rekonstruksi yang dilakukan, pelaku pemerkosaan diperkirakan kurang lebih 17 orang. Saat ini, 12 pelaku sudah diamankan. Sejauh ini, identitas pelaku yang sudah diketahui diantaranya, PL (15), RF (15), RR (18), NPS (14), LB (15), dan SR (16). Pihaknya pun sudah memeriksa sejumlah saksi yang merupakan teman kedua korban, yakni, TN (18), PS (16), AT (17), dan NH (16).


13 September, 2018

Jokowi = Avengers? Saya Tidak Melihat Hubungannya!

Jokowi menganggap diri setara dengan Avengers? Saya tidak melihat hubungannya. Berkali-kali dalam Avengers, satu tokoh ambil risiko besar demi menyelamatkan SATU anak kecil yang nyawanya terancam. Tidak ada satupun tokoh Avengers yang sibuk membuat bendungan, atau jalan tol, atau Asian Games, sambil membiarkan seorang anak kecil diserang atau mati.
Faktanya di Indonesia, sejuta anak yatim tetap lapar dan miskin dari kemerdekaan sampai sekarang. Saya bahkan tidak bisa sebutkan jumlah anak yatim yg pasti di negara ini, karena sepertinya pemerintah belum pernah peduli untuk mendata mereka dengan benar (agar bisa dibantu sebagai prioritas). Mungkin para anak yatim yg miskin dan lapar itu bisa diajak makan Bendungan Goreng, atau Jalan Tol Bakar, atau Asian Games Rebus sebagai makan malam mereka. Soalnya, pemerintah lebih pedulikan program besar yang dongkrak pencitraan pemerintah, daripada mulai di paling bawah dengan mensejahterakan sejuta anak yatim yang paling miskin dan lemah.
Saya yakin Avengers akan malu kalau tahu disamakan dengan sebuah pemerintah yang sibuk layani kebutuhan kalangan elit, dan membiarkan anak kecil hidup dalam keadaan lapar dan miskin.
-Gene Netto

Sebut Dirinya Avengers, Jokowi Siap Lawan 'Thanos'
Rabu, 12 Sep 2018 Ray Jordan – detikFinance, Hanoi - Presiden Joko Widodo menyebut kondisi perekonomian dunia saat ini menuju 'perang tak terbatas' atau 'infinity war'. Mengambil cerita film 'Avengers: Infinity War', menceritakan sosok bernama 'Thanos' yang mengancam akan memusnahkan setengah populasi bumi, Presiden Jokowi mengatakan ia dan sesama rekan 'Avengers' lainnya siap mencegah hal tersebut terjadi.

21 August, 2018

Keluhkan Suara Azan, Perempuan Tanjung Balai Kena Hukuman 1,5 Tahun Penjara

 Keluhkan suara adzan, masuk penjara 1,5 tahun. Bagaimana kalau ada orang yang menulis buku yang menyatakan dgn jelas dan tegas bahwa Yesus bukan anak Tuhan, dan isi Alkitab direkayasa oleh manusia dan tidak asli lagi? Masuk sel penjara di sebelah Ahok untuk berapa tahun ya?
Sayang sekali tidak ada hak kebebasan bicara di negara ini. Daripada belajar berbeda pendapat dengan lapang dada dan menjadi dewasa, masyarakat dijaga dalam kondisi mental seperti anak kecil: emosi tinggi, dan siap menyerang siapapun yang mengganggunya. Seharusnya pemerintah mencerdaskan rakyat dan membangun masyarakat yang dewasa dan bijaksana, bukan mendukung sistem di mana semua orang takut bicara.
Kalau mau penjarakan orang yang “menghinakan” agama lain, maka seharusnya ada ada definisi tentang apa yang merupakan penghinaan. Kalau seandainya ada seorang Nabi Allah di sini sekarang, sangat mungkin dia akan dipenjarakan oleh pemerintah dgn pasal 156 itu. Soalnya, nabi itu (kalau ada) akan salahkan semua agama lain, dan suruh semua orang menerima kebenaran yang dia sampaikan dari Allah. Orang lain agama akan emosi dan mau menyerang dia. Solusi pemerintah? Penjarakan nabi itu!!  
-Gene Netto  

Keluhkan Suara Azan, Perempuan Tanjung Balai Dijerat Pasal Penodaan Agama
15 Agustus 2018, Tuntutan penjara 1,5 tahun terhadap perempuan yang mengeluhkan suara azan masjid di Tanjung Balai, Sumatera Utara, pada 2016 lalu semakin menambah individu yang dikenai pasal penodaan agama. Meiliana mengatakan bahwa suara azan yang dikumandangkan masjid di dekat rumahnya 'terlalu keras dan 'menyakiti telinganya.
Andreas Harsono dari organisasi pegiat hak asasi manusia Human Rights Watch mengungkapkan ini untuk kesekian kalinya pasal penodaan agama "memakan korban". Aturan yang biasa digunakan dalam kasus penistaan agama yaitu Undang-undang No 1/PNPS/1965 tentang Penodaan Agama dan pasal 156a dalam KUHP dianggap sebagai pasal karet dan melanggar konsep HAM yang melindungi kebebasan individu termasuk dalam menafsirkan keyakinannya. "Pasal ini dipakai sejak bulan Januari 1965, dalam 40 tahun berikutnya, dengan lima presiden hanya dipakai 8 kali. Zaman SBY 89 kali dipakai, yang masuk penjara 125 orang. Sekarang zaman Jokowi, kalau ibu (Meiliana) masuk, ada 22 korban penodaan agama," ujar Andreas kepada BBC Indonesia, Rabu (15/08).
(Baca selengkapnya):

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...