Friday, May 30, 2008

Kasus Aborsi di Indonesia 2,5 Juta Setahun


Assalamu’alaikum wr.wb.,

Kemarin di blog, saya post berita dari Inggris yang menjelaskan praktek aborsi di sana. Saya bertanya berapa banyak aborsi terjadi di Indonesia sebagai bandingan. (Di Inggris, 193,737 aborsi pada tahun 2006 – data terakhir). Seorang pembaca kirim artikel dari Antara yang mengutip penelitian WHO di Indonesia. Diperkirakan tingkat aborsi di sini mencapai atau melebihi 2,5 juta kasus setiap tahun.

“Dari penelitian WHO, diperkirakan 20-60 persen aborsi di Indonesia adalah aborsi disengaja (induced abortion). Penelitian di 10 kota besar dan enam kabupaten di Indonesia memperkirakan sekitar 2 juta kasus aborsi, 50 persennya terjadi di perkotaan. Kasus aborsi di perkotaan dilakukan secara diam-diam oleh tenaga kesehatan (70%), sedangkan di pedesaan dilakukan oleh dukun (84%). Klien aborsi terbanyak berada pada kisaran usia 20-29 tahun.”

Jadi 2,5 juta itu perkiraan yang bisa jadi terlalu kecil karena barangkali jumlah kasusnya lebih besar lagi. Tetapi karena melanggar hukum, tidak ada yang kumpulkan data yang akurat. Alasan untuk melakukan aborsi yang diberikan di dalam penelitian tersebut termasuk, “hamil karena perkosaan, janin dideteksi punya cacat genetik, alasan sosial ekonomi, ganguan kesehatan, KB gagal dan lainnya.”

Dan ini sesuai dengan pengakukan teman saya (seorang dokter) yang juga menjelaskan berapa banyak kasus yang dia hadapi terus, bahkan dari keluarga Muslim yang sebatas tidak inginkan anak lagi.

Aborsi di Indonesia dilarang lewat Undang-undang (UU) RI Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan dan juga untuk kalangan Muslim lewat Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 tahun 2005. (Tetapi fatwa membolehkan aborsi dalam keadaan darurat di mana nyawa ibu terancam).

Dengan demikian, sudah jelas bahwa aborsi terjadi pada skala yang cukup besar di sini, dan sepertinya tidak ada tindakan dari pemerintah untuk mencegahnya. Kalau 2,5 juta anak yang sudah hidup dibunuh setiap tahun dengan sengaja oleh orang tuanya sendiri, apakah mungkin pemerintah akan diam? Saya kira semua orang (yang akalnya sehat) pasti akan berprotes terus dan berusaha untuk mencegah kejadian ini. Tetapi kalau anak yang dibunuh itu belum punya suara sendiri, sepertinya lebih mudah diabaikan.

Saya ingin bertanya: anak yang dibunuh itu dibuang ke mana? Karena yang jelas, mereka tidak dimandikan dan dikuburkan di TPU. Juga tidak ada yang berdoa untuk mereka. Namapun tidak diberikan.

Apakah semuanya dibuang ke tempat sampah? Berarti pemulung ketemu terus. Apakah ditanam (dikuburkan) di belakang klinik? Apakah dibakar?

Dibuang ke mana 2,5 juta manusia kecil ini yang tidak mungkin punya kesalahan karena tidak diberi kesempatan untuk bernafas, apalagi berdosa?

Apakah ada yang peduli?

Sayang kalau para politikus terlalu sibuk dengan korupsinya untuk peduli pada 2,5 juta calon pemilih dan pembayar pajak yang “dihilangkan” setiap tahun…

Siapa yang lebih dzolim di negara ini? Pemerintah yang sewaktu-waktu dikatakan melanggar HAM? Atau 5 juta orang tua yang setiap tahun melanggar HAB (= Hak Asasi Bayi) dengan membunuh anaknya?

Siapa yang peduli?

Wassalamu’alaikum wr.wb.,

Gene Netto

Sumber dari Antara: Kasus Aborsi di Indonesia 2,5 Juta Setahun

3 comments:

  1. baik pemerintah maupun orangtuanya, keduanya sama-sama salah. bahkan orang-orang yang bergelut di bidang entertainment pun bisa ikutan salah karena secara tdk langsung dan tdk disengaja telah menayangkan/mendorong orang memandang tindakan 'aborsi' sebagai kewajaran toh hampir semua orang di dunia melakukannya. apalagi sekarang ini di dunia kaum feminis sedang berusaha keras "melegalkan" aborsi di seluruh dunia dengan dalih Hak Asasi Manusia. diantaranya mereka memakai CEDAW (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination) untuk meneruskan niat mereka..

    dunia ini memang serba dilema. jadi, menurut saya apa yang harus dilakukan adalah bergandengan tangan bersama-sama memperbaiki diri dari upaya "legalisasi" kezaliman. tdk cukup hanya dari pemerintah yg membuat perlindungan hukum yang mengayomi masyarakat yang perlu dituntut, tapi juga dari pihak masyarakat harus mulai dibiasakan utk tidak selalu memandang "budaya yang berasal dari dunia sekuler adalah baik".

    di sini sebenarnya media massa-lah yang paling pegang peranan, karena paling mudah menarik perhatian orang

    Nakula

    ReplyDelete
  2. Ralat..

    CEDAW=Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Againts Women

    Nakula

    ReplyDelete
  3. Saya juga berpikir bayi-bayi yang diaborsi itu di buang kemana? di Negara tempat saya kerja, pernah juga ada bayi hasil aborsi yang dibuang ke tempat sampah dan ditemukan oleh tukang sampah karena dia mencium bau yang menyengat dalam tong sampah. ternyata janin tersebut hanya dimasukan ke dalam kantong plastik, untungnya belum dimakan anjing atau kucing.

    Di kampung, tetangga saya ada yang melakukan aborsi, katanya janin hasil aborsi tersebut di bawa pulang ke rumah dan dikubur di dekat rumahnya.

    Berarti di Negara kita ada lebih kurang 2,5 juta pembunuh setiap tahunnya. Ih Serem deh.

    Wassalam

    ReplyDelete