Thursday, December 25, 2008

Orang Tua Bisa Membahayakan Anak Sendiri

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Betapa bodohnya sebagian orang tua di dunia ini! Bisa bayangkan seorang anak SD diperbolehkan mencoba senapan mesin? Saya punya keponakan berumur 8 tahun, dan saya tidak akan mengizinkan dia menggunakan pisau dapur karena dianggap terlalu tajam. Apalagi senjata api. Apalagi senapan mesin yang bisa tembakkan ratusan peluru per minit.
Saya tidak bisa bayangkan otaknya orang tua yang bisa begitu terbiasa dengan senjata api sehingga dia memberikan senapan mesin kepada anaknya yang masih duduk di bangku SD. Semoga senjata api tidak menjadi begitu umum di Indonesia.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene

########

Christopher Bizilj, seorang anak berumur 8 tahun, wafat setelah menembak diri sendiri di kepala dengan sebuah senapan mesin merek Uzi (Uzi submachine gun). Pada pameran senjata api di Westfield, Massachusetts, Christopher diperbolehkan mencoba senapan Uzi untuk menembak sebuah labu.

Baik bapaknya maupun seorang pelatih berada di sekitarnya pada saat kejadian. Setelah kematian Christopher, anggota DPR di negara bagian Massachusetts mulai membuat UU baru yang akan melarang orang di bawah umur 21 tahun menggunakan senapan mesin. Kata seorang anggota kongres, hampir tidak bisa dipahami bahwa seorang anak berumur 8 tahun boleh memegang senapan mesin (belum ada larangannya).

Bapak Christopher mengatakan dia berdiri 10m di belakang Christopher pada saat kecelakaan tersebut di Machine Gun Shoot and Firearms Expo. Pak Bizilj mengatakan dia memperbolehkan anaknya mencoba senapan Uzi, yang bisa tembakkan ratusan peluru per minit, karena senapan itu dianggap tidak punya “recoil” yang tinggi. (Recoil adalah istilah yang berarti sebuah senapan akan loncat ke atas dan ke belakang yang disebabkan oleh ledakan peluru di dalam). Katanya, Christopher pernah memegang senapan biasa dan pistol, tetapi belum memakai senapan mesin sebelumnya.

“Ini sebuah musibah besar, dan saya tidak paham kenapa ini bisa terjadi,” kata Pak Bizilj, yang bekerja sebagai direktur rumah sakit. Polisi mengatakan bahwa ini adalah sebuah kejadian “penembakan yang tidak disengaja”, (dan hal itu berarti tidak akan ada yang perlu bertanggung jawab secara hukum). Walaupun begitu, mereka masih meyelediki apakah penyelenggara pameran tersebut mempunyai semua izin yang dibutuhkan.

Death at show fuels US gun debate
Story from BBC NEWS:

No comments:

Post a Comment