[ Jum'at, 12 Desember 2008 ]
GORONTALO - Guru matematika SMK Negeri 3 Gorontalo menampar 18 siswanya bergiliran. Perbuatan Awaludin Korompot, nama guru tersebut, itu terekam dalam ponsel bervideo milik salah seorang siswa sekolah tersebut.
Dalam rekaman video berdurasi 67 detik itu, tampak satu demi satu belasan siswa tersebut menghadap Awaludin untuk mendapatkan tamparan di wajah. Setelah ditampar, mereka masuk ke kelas.
Belum diketahui kapan kejadian itu berlangsung. Yang pasti, rekaman tersebut dengan cepat beredar lewat ponsel bervideo. Ketika salah seorang guru sekolah itu menemukannya, pihak sekolah langsung mengadakan razia untuk menghapusnya.
Namun, rekaman tersebut ternyata sempat beredar di luar sekolah tadi dan sampai ke anggota DPRD Gorontalo. Bahkan, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea pun sudah sempat melihatnya. "Saya akan beri sanksi yang setimpal dengan perbuatannya," janji Adhan.
Di hadapan Ketua Komisi A Johny Dama yang memanggilnya kemarin (11/12), Awaludin mengaku khilaf. Dia menuturkan bahwa peristiwa tersebut berlangsung pada 15 November lalu. "Saya kesal karena banyak siswa yang beteriak-teriak di dekat kelas tempat saya mengajar,'' dalihnya.
Plt Kepala SMKN 3 Kota Gorontalo Amir Kunuti ikut merasa tercoreng dengan perbuatan anak buahnya itu. Setidaknya, gara-gara ulah Awaludin, dia harus ikut dicecar berbagai pertanyaan. (GP-79/GP-74/GP-78/jpnn/ruk)
Sumber: Jawapos.co.id
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(45)
anak
(315)
anak yatim
(75)
bilingual
(21)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(86)
dhuafa
(6)
for fun
(12)
Gene
(168)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(32)
hukum
(57)
hukum islam
(52)
indonesia
(488)
islam
(544)
jakarta
(27)
kekerasan terhadap anak
(371)
kesehatan
(94)
Kisah Dakwah
(13)
Kisah Sedekah
(9)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(22)
KPK
(12)
Kristen
(14)
lingkungan
(18)
mohon bantuan
(13)
muallaf
(51)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(33)
parenting
(2)
pemerintah
(99)
Pemilu 2009
(36)
pendidikan
(498)
pengumuman
(23)
perang
(9)
perbandingan agama
(12)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(111)
Politik Indonesia
(29)
Progam Sosial
(15)
puasa
(35)
renungan
(189)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
Selandia Baru
(1)
shalat
(11)
sosial
(281)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ada orang yang mengatakan dia capek dan kesiangan, jadi baru bangun jam 8 pagi, dan tidak bisa shalat subuh. Saya b...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ini Bab Pertama dari buku saya Mencari Tuhan, Menemukan Allah.(Baru terbit dalam bahasa Inggris. Bahasa Indonesia be...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada beberapa komentar di blog saya dari orang yang inginkan hukum syariah diterapkan dengan cepat, dan mereka kecew...
-
[email dari orang tua di milis pendidikan] Dear all, Saya orang tua murid kelas-1 yg anaknya bersekolah di salah satu SD swasta Islam di Ban...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada seorang isteri yang bertanya apa benar bahwa dia mesti “taat pada suami” walaupun suaminya ketahuan ber...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Orang sering berkomentar kepada saya, kok banyak orang bisa melakukan korupsi padahal mereka shalat dan puasa. Ka...
-
Sabtu, 6 Okt 07 14:50 WIB Assalamu'alaikum Ustadz, Saya ingin menanyakantentang pemakaian Jilbab oleh muslimah, karena beberapa ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Email yang menyatakan Sunita Williams menjadi Muslim adalah rekayasa dan sudah ada lebih dari satu versi...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment