Thursday, May 21, 2009

Deklarasi Mega-Prabowo di 'Gunung Sampah' Bantar Gebang

Dikabarkan bahwa deklarasi Mega-Prabowo akan dilakukan di tengah gunung sampah di Bantar Gebang, Bekasi. Tentu saja banyak orang yang kaget. Berikut ini adalah wawancara antara mantan Presiden Ibu Megawati Soekarnoputri dengan wartawan kami Joko Bodoh dari beritarekayasa.com

Joko: Ibu Mega, tolong menjelaskan kenapa anda mau melakukan deklarasi di gunung sampah, padahal tokoh lain seperti SBY melakukannya di tempat yang lebih mewah.

Mega: Terima kasih. Kami ingin deklarasi di tempat sampah karena kami ingin dekat kepada rakyat kecil. Dan seperti kita semua tahu, rakyat kecil di Indonesia identik dengan tempat sampah.

Joko: Jadi, menurut Ibu Mega, rakyat kecil itu tinggal di tempat sampah?

Mega: Iya, lihat gubuk-gubuk kecil mereka di mana-mana seperti di Tebet, di Kemang, di Pejaten, yang harga rumahnya tidak sampai satu milyar rupiah. Sedih sekali hati kami kalau melihat rakyat kecil itu yang hanya punya gubuk senilai ratusan juta rupiah dan lingkungannya mirip tempat sampah. Kalau rumah saya dan rumah Pak Prabowo senilai puluhan milyar rupiah. Itu baru rumah yang benar. Yang tidak sampai segitu, ya, kami anggap sampah.

Joko: Kenapa deklarasi harus dilakukan di tempat sampah? Kenapa tidak di aula seperti orang normal.

Mega: Terus terang, kami ingin meningkatkan citra sampah Indonesia yang selama ini diabaikan oleh pemerintah. Mereka bikin program seperti “Visit Indonesia Year 2009” yang hanya mengajak turis asing ke Bali dan tempat wisata lain. Tempat sampah bagaimana? Masa tidak mau ekspose tempat sampah kita yang sangat berkualitas pada dunia juga?

Joko: Jadi apa yang mesti dilakukan untuk meningkatkan citra tempat sampah Indonesia di mata dunia, menurut Ibu Mega?

Mega: Iya, bisa seperti kita – deklarasi di tempat sampah. Tetapi jangan berhenti di situ. Nanti kalau saya jadi Presiden lagi, rapat Kabinet juga bisa diadakan di tempat sampah. Dan pertemuan dengan duta besar dari negara sahabat bisa di tempat sampah. Buat apa selalu bikin konperensi internasional di Bali? Tempat sampah diabaikan terus. Jangan dong. Bikin konperensi internasional di tempat sampah juga!

Joko: Jadi Ibu ingin lebih banyak turis asing datang ke Indonesia untuk menikmati tempat sampah kita?

Mega: Iya, tentu saja. Tempat sampah kita tidak kalah dengan tempat sampah di negara lain. Tempat sampah kita harus diakui kualitasnya. Perlu dibuat program baru supaya orang asing bisa datang ke Indoneisa dan menikmati tempat sampah kita. Misalnya, “Visit Garbage Dumps of Indonesia Year 2010” (Kunjungilah Tempat2 Sampah Indonesia Tahun 2010). Dengan demikian, turis asing tidak hanya datang ke Bali dan bisa menikmati tempat sampah kita juga.

Joko: Apa yang bisa dinikmati oleh turis asing di tempat sampah Indonesia seperti Bantar Gebang?

Mega: Ada banyak yang menarik. Nanti kalau saya jadi presiden, saya akan bangun hotel2 baru di semua tempat sampah Indonesia. Dari situ, turis bisa berpetualang di tempat sampah. Ada tour khusus seperti “Masuk tempat sampah dan kembali ke hotel tanpa kena inefksi atau penyakit”. Ada tour “Tempat sampah peninggalan zaman dahulu” yang mengajak turis melihat semua sampah yang dibuang oleh nenek moyang kita sekitar 10-12 tahun yang lalu. Ada juga tour untuk yang mencari benda2 peninggalan yang masih layak dijual. Dan juga ada tour untuk menjejaki gunung sampah dan juga bisa bikin ekspedisi khusus ke puncak. Nanti di puncak gunung sampah, turis bisa tanam bendera negaranya dan foto2 bersama guide. Asyik ‘kan?

Joko: Ada yang lain yang istimewa di tempat sampah Indonesia, yang ingin Ibu angkat untuk menjadi fokus mata dunia?

Mega: Banyak sekali. Misalnya, ada banyak makanan khas, seperti tikus goreng mentega, sate tikus dengan saus yang tidak jelas, bakso tikus, tikus rebus air ciliwung, kerupuk kecoa, dan salad yang dibuat dari kulit pisang, kulit jeruk, dan kulit kelapa. Masih ada banyak lagi.

Joko: Kedengarannya enak sekali. Turis asing sudah pasti tidak mau lagi ke Bali setelah mereka tahu tentang istimewanya tempat sampah Indonesia yang selama ini diabaikan dan tidak pernah dijual ke dunia oleh pemerintah kita. Justru kunjungan Ibu Mega ke tempat sampah untuk deklarasi akan menjadikan tempat sampah Indonesia dapat sorotan tajam dari manca negara.

Mega: Iya, memang begitu tujuan kami. Kami inginkan dunia menyadari bahwa mayoritas dari rakyat indonesia memang tinggal di tempat sampah. Tetapi kami senang kalau dunia mengetahuinya dan bisa melihat sendiri bahwa tempat sampah kami berkualitas tinggi dan layak untuk dikunjungi.

Joko: Baiklah. Sebagai pertanyaan terakhir, apa nanti Ibu Mega datang ke tempat sampah naik kedaraan umum seperti bajaj atau bemo biar merasa lebih dekat kepada rakyat kecil?

Mega: Naik Range Rover.

Joko: Oh, jadi tidak pakai kendaraan “rakyat kecil”?

Mega: Enak aja lhu!

Joko: Baiklah. Terima kasih Ibu Mega. Semoga semua rencana anda menghasilkan banyak sampah baru bagi Indonesia.

Mega: Terima kasih. Semoga begitu.

Sumber: Beritarekayasa.com

(Tentu saja semua berita ini 100% fiktif dan rekayasa. Heheh).

3 comments:

  1. walahhh... sudah dibaca serius-serius, sampai kata demi kata dipahami ternyata fiktif... :-(

    ReplyDelete
  2. Masa segitu dianggap serius? Yang benar dong! heheheh....
    Mega benar2 gila kalau mau jual sampah Indonesia ke luar negeri sebagai tempat wisata.
    Tapi tunggu saja nanti, saya yakin ini menjadi berita manca negara bahwa seorang mantan presiden negara membuat deklarasi di tempat sampah.
    Mungkin ini menjadi pertama kali di dunia ada seorang mantan presiden yang berbuat begitu.
    (Kebanyakan mantan presiden di lain negara punya harga diri, jadi tidak mau membuat acara penting di tempat sampah. Baru di Indonesia ada yang mau.)

    ReplyDelete
  3. iya sih bener juga, maksudnya kali si ibu mega, pengen pencitraan dirinya sebagai pemimpin yang peduli 'wong cilik' jadi deklarasinya mau dibantar gebang (daerah TPA sampah)

    Tapi caranya agak kurang etis..kalau benar dilakukan, bukan masalah beliau peduli atau tidak.
    Saya malah menangkap kesan: capres dan cawapres ini cuma 'memperalat' kaum miskin supaya image capres ini terbentuk bahwa mereka peduli.
    emang selama ini kemana aja???

    Lalu yang saya pertanyakan: lho dulu waktu pernah memimpin.., kok tidak memperdayakan kaum marjinal itu..di bantar gebang, ingetnya kalau mau jadi presiden aja..,

    nanti kesan yang ditangkap orang luar: negara yang sudah berganti2 presiden, merdeka setengah abad lebih, negara yang kaya raya, ternyata..potret kaum miskinnya luarr biasa besar...,

    saya bukan ahli komunikasi politik, cuma dr kacamata orang awam saja, sudah terlalu muak lihat pejabat atau siapapun yang ingin menuju tampuk kekuasaan dinegara ini,selalu memperalat kaum miskin, seolah2 peduli, lalu ketika jabatan sudah digenggam..mereka seakan tuli.

    Jadi inget, ketika ngobrol dengan pedagang kaki lima di sekitar citraland, mereka bilang nyeselll sekali pilih Fauzi Bowo, ketika kampanye berjanji manis, untuk relokasi atau tidak adanya penggusuran, lebih peduli dengan pedagang kecil seperti mereka, namun akhirnya..selalu di kejar2 trantib, digusur2 juga..pengaduan mereka, mereka menagih janji, cuek2aja tuh..pemimpinnya.

    ReplyDelete