Monday, May 18, 2009

Harta Prabowo Rp 1,7 T Berupa Perusahaan, Saham Hingga Kuda

Mungkin pada saat membicarakan “ekonomi rakyat”, yang dimaksudkan Prabowo adalah bila terpilih sebagai presiden, dia akan memastikan bahwa rakyat mendapat sistem ekonomi di mana rakyat kerja keras, dan menjadi kaya adalah Prabowo.

Kalau benar2 peduli pada rakyat dan keadaan buruknya, kenapa tidak dari dulu mendirikan sekolah gratis, rumah sakit dan klinik gratis, panti asuhan dan lain sebagainya? Kok baru peduli pada ekonomi rakyat sekarang? Dan hasilnya selama menjadi jenderal di sini, ternyata menjadi kaya raya pada saat rakyat menderita. Akapah itu bukti dari “perjuangannya” bagi rakyat Indonesia? Sayang dia tidak “peduli pada rakyat” sebelum menjadi cawapres! 1,7 Trilyun lumayan lho, buat anak yatim yang lapar.

Wassalam,
Gene

********
Harta Prabowo Rp 1,7 T Berupa Perusahaan, Saham Hingga Kuda

Senin, 18/05/2009 18:06 WIB
Aprizal Rahmatullah - detikPemilu
Jakarta - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani membeberkan bahwa total harta kekayaan Prabowo Subianto berkisar Rp 1,6 sampai 1,7 triliun. Rincian total harta kekayaan cawapres Megawati itu mulai dari aset perusahaan, saham, sampai kuda.

"Totalnya saya kurang tahu pasti, tapi dari Rp 1,6 sampai Rp 1,7 triliun. Sebagian besar itu adalah aset-aset perusahaan dan saham-saham," ungkap Muzani usai memberikan laporan harta kekayaan Prabowo Subianto di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Senin (18/5/2009).

Menurut Muzani, Prabowo memiliki 27 perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, pertambangan dan peternakan. "Termasuk memiliki 80 sampai 90 kuda," beber Muzani.

Untuk uang cash, kata Muzani, Prabowo melaporkan dalam bentuk rupiah sebesar Rp 28 miliar. Sedangkan dalam bentuk dollar AS, Muzani tidak tahu pasti jumlahnya.

"Uang dalam bentuk dollar, 12 ribu, 18 ribu, 14 ribu," ujar Muzani menjumlahkan.

Harta berjubel Prabowo dalam bentuk saham juga tersebar di Argentina dan Perancis. Mantan Pangkostrad itu juga melaporkan 10 mobil yang ia miliki. ( lrn / nrl )

Sumber: pemilu.detiknews.com

8 comments:

  1. Kekayaan negeri ini, yang gemah ripah lohjinawi, ternyata memang dikuasai oleh satu dua orang saja, yang kaya semakin bertambah kaya, yang miskin siapa perduli...Mungkin orang-orang kaya itu hanya bisa bilang " Siapa suruh jadi miskin... " Hiks...

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum Wr. Wb,

    Mengenai harta kekayaan Prabowo yang fantastis bkn merupakan berita yang besar, toh ybs pernah menjadi mantu orang nomer satu yang berkuasa di negeri ini selama puluhan tahun.

    Lucunya denger kabar angin nih dulu pasca kejadian mei 1998, ybs pernah minta suaka ke Jordania & stay disana for some time and also trained the army force nya juga. Tapi sptnya kabar ini ngga santer krn tdk terlalu nge blow up di media.

    Tapi apapun itu, kalau dilihat gambaran Indonesia secara menyeluruh sekarang ini esp pilpres dari 3 candidates mgkn masyarakat msh bingung mau milih yg mana, karena masing-masing pihak punya plus/ minus track record ... ehm yang jelas sekarang saling pasti pd saling mendahului utk menyambangi pesantren, mendatangi kyai, menyantuni fakir miskin dan anak yatim, and after pilpres ndak tau lah yaw mgkn yang kaya makin jaya dan yang miskin makin terpuruk. Waulahuallam


    Wassallam,
    faza

    ReplyDelete
  3. wah ga tahu ya, gimana cara mereka (exs mantan jendral TNI) yang maju di capres dan cawapres, merubah citra diri.., jangan lupa kasus trisakti, Tj priok dsb, para mantan jendral itu masih dikait2kan, walaupun dengan pencitraan media dan kampanye di iklan2 seolah2 memihak rakyat kecil, dan 'bersih'
    apalagi pensiunan jendral yang bisa 'kayaraya' ga mungkin banget ngandelin uang pensiun tentara di indonesia bisa nyampe 1,7 trilyun??? ya kali emang banting stir jadi konglomerat..ehmm .

    saya masih tunggu analisis nya om gene tentang pasangan capres SBY, walau dichatrol ada yg memuji kepribadiannya, kan tidak tahu kalau seseorang sudah masuk sebuah system negara,apalagi menyangkut perekonomian suatu bangsa,
    Pinjam meminjam uang ke lembaga asing dengan hutang negara yang menjerat..mungkin beliau punya alasan kuat kenapa harus ngutang.., mungkin bukan beliau yang berniat ngutang karena beliau orang yg 'sederhana' tapi sistem kolektif dan hal lainnya (yang pasti saya emang bukan org ekonom )yang akhirnya banyak orang yg mencap neolib, pasti ada alasan...

    ReplyDelete
  4. Atau memang Boediono adl person yang penurut jadi asal pemimpin senang alias manut jadi SBY ngga ribet … kan pres belajar dari pengalaman sebelumnya, just a prediction lho


    Wassallam

    ReplyDelete
  5. Tidak pernah ada keterangan baik dari hadis atau quran yang bilang kalo orang punya harta banyak itu salah.
    Orang mau punya harta berapa juga sah-sah aja. Di zaman dulu aja juga sahabat banyak yang hartanya melimpah.
    Lagian Gak semua kan dari 1,7 triliun harta praboo itu yang harus diserahin ke anak yatim atau pembangunan masyarakat. Cukup 2,5% nya aja kan?
    Kita tidak sedang berbicara masalah keagamaan murni di sini. "Pre Assumption of innocent" perlu betul-betul diterapkan. Kalo memang ada bukti dia korupsi gede-gedean kenapa KPK diem-diem aja. Kan sekarang sudah disikat-sikatin semuanya?
    Mungkin aja Prabowo baru dapet hidayah sekarang untuk membangun ekonomi rakyat. Who knows?
    Saya tidak pro Prabowo. Om Gene tau itu. Tapi sekali lagi bahwa saya tidak terlalu setuju dengan kebiasaan kita yang selalu mencari celah untuk menjelek-jelekkan orang lain. Semuanya harus prosedural, suka atau tidak suka.

    ReplyDelete
  6. Assalamu'alaikum wr.wb.,

    Nggak ada yang bilang ada kesalahan dari sisi hukum Islam. Yang dipertanyakan adalah kenapa bisa bicarakan “ekonomi rakyat” seakan2 pernah peduli pada rakyat, dan pada saat yang sama memiliki harta yang berlimpah2an! Kalau memang peduli pada keadaan rakyat, maka dari dulu bisa mendirikan fasilitas dan pelayanan masyarakat yang akan membantu orang miskin yang kesulitan. Ternyata tidak.

    >>>"Pre Assumption of innocence" perlu betul-betul diterapkan.

    Kalau negara ini dalam keadaan normal, saya bisa setuju. Tetapi ini Indonesia. Tidak ada yang dalam keadaan “normal” di sini. Yang menjadi diktator bisa dikatakan pahlawan. Yang melporkan korupsi bisa dipenjarakan dengan hukuman “pencemaran nama baik”. Yang melaporkan polisi yang jahat bisa diterror dan diancam oleh polisi yang lain. Dan seterusnya. Ini Indonesia. “Normal” belum berlaku di sini.

    >>>Mungkin aja Prabowo baru dapet hidayah sekarang untuk membangun ekonomi rakyat. Who knows?

    Baru dapat hidayah? Dan setelah baru dapat hidayah, tindakan pertamanya adalah menghabiskan milyaran rupiah untuk menjadi capres atau cawapres? Jadi semua orang yang pernah cuek pada rakyat miskin dan baru dapat hidayah mesti menjadi capres? Berarti seharusnya ratusan atau ribuan orang sedang menghabiskan sebagian dari hartanya untuk berusaha menjadi capres! Ternyata tidak. Hanya beberapa orang saja.
    Dan saya belum pernah baca hadiths yang mengatakan “Kalau anda merasa berdosa, dengan kumpulkan harta berlebihan dan tidak peduli pada rakyat yang miskin, maka buru2 menjadi capres, karena sesungguhnya menjadi capres akan menhapus dosa semua. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang menjadi capres.”
    Kalau ada hadiths seperti itu, tolong kasih tahu.

    >>>Tapi sekali lagi bahwa saya tidak terlalu setuju dengan kebiasaan kita yang selalu mencari celah untuk menjelek-jelekkan orang lain. Semuanya harus prosedural, suka atau tidak suka.

    Ini bukan untuk “menjelek2kan orang” tetapi untuk bertanya secara logis apakah komentar seorang capres yang membicarakan “ekonomi rakyat” masuk akal atau tidak. Kalau dia benar2 paham apa itu ekonomi rakyat, dan benar2 peduli pada rakyat, dan benar2 merasa sebagai orang yang mewakili wong cilik, seharusnya ada bukti dari tindakannya selama ini. Jangankan “selama ini”, pada saat ini juga tidak ada kegiatan sosial yang dilaporkan. (Kalau ada santunan besar yang dilakukan oleh Prabowo atau yg lain, saya yakin masuk koran. Soalnya, mereka makan malam di sebuah hotel saja dilaporkan kepada kita. Jadi saya rasa tidak mungkin seorang capres bisa santuni ribuan anak yatim dan orang miskin tanpa ada yang tahu. Jadi sangat kecil kemungkinan bahwa mereka melakukan sesuatu sekarang untuk peduli pada rakyat, selain pidato “pro-rakyat” saja!)

    Kita harus melihat para capres secara cermat dan harus menguji apa yang mereka katakan. Kalau mereka mengatakan pro-rakyat, dan pro ekonomi rakyat, dan pro wong cilik… buktinya mana?

    Wassalamu'alaikum wr.wb.,
    Gene

    ReplyDelete
  7. Masak iya sih, cuman 1,7T (rupiah) ???
    Kalo kuda peliharaannya aja ada yang senilai 3 milyar sepertinya total kekayaan 1,7T itu jadi kecil banget ya heheh.

    Astaghfirullah ... ngga kebayang, gimana rasanya punya harta segitu banyak :)
    Di satu sisi kebayanglah asiknya (wah kalo aku pengennya keliling dunia aja, menyaksikan hasil karya cipta Allah disemua tempat pasti membuat kita menjadi kecillll sekali, ngga berarti... hmmm impianku, Insya Allah semoga suatu hari nanti. Amin).
    Namun disisi lain kebayang juga ngerinya punya duit segitu banyak, mempertanggungjawabkan nya nanti gimana .. heheheh.
    Toh biar punya sejuta trilyun juga semua pasti akan mati dan entar pasti ditanyain, hartamu diapain selama ini. Tapi mungkin udah pada cuek ya dan ngga ingat mati kalo seseorang sudah kaya raya, punya uang banyak.
    Trus pas dimintai pertanggungjawabannya dan ditanyain, jawabannya yang standar gitu buat rumah, mobil, deposito, saham, jalan2, belanja2, kampanye jadi capres (ups) ..... wahhhh dan Allah SWT pun berkomentar, kasian sekali kamu sungguh ngga kreatif banget sih selama diberi hidup di dunia ...:).


    Maaf yaaa kalo ada yang merasa tidak berkenan.
    Selamat liburan.

    Wassalam.
    irma

    ReplyDelete
  8. Aku baru pikir, mungkin ada juga rekening di Swiss. Mereka menjaga kerahasiaan dari kliennya, jadi kalau ada rekening di sana, KPK pasti susah melacaknya. Ada juga bank2 di beberapa lokasi di dunia, seperti Caymen Islands, yang sering digunakan untuk money laundering, jadi kalau ada seseorang yang punya rekening bank di salah satu bank itu, petugas di sini sulit untuk menemukannya.

    Jadi kalau kamu mengatakan HANYA 1,7 trilyun, mungkin saja ada lebih, tetapi tidak mau diakui sekarang.
    heheheh.

    ReplyDelete