Wednesday, March 02, 2011

Tragis! 3 Orang Tewas Terbakar Akibat Ledakan Tabung Gas

Tiga orang lagi mati karena tabung gas 3 kilo. Kemarin ada berita tentang orang lain yang dibunuh oleh Busway. Sudah berapa ratus atau berapa ribu warga yang dibunuh oleh tabung gas dan Busway? Kenapa jumlahnya total tidak pernah disebut oleh wartawan atau pemerintah, seolah2 ditutupi terus?
Sepertinya pemerintah Indonesia dan Pemda DKI punya hobi membunuh rakyatnya sendiri. Yang aneh, kenapa rakyat selalu diam dan menerima, tanpa ada yang teriak? Mungkin yang penting hanya satu: asal bukan saudara kita, nggak usah peduli terlalu banyak!
Oleh karena semua orang punya sikap yang sama, pemerintah Indonesia dan Pemda DKI punya kebebasan membunuh warga terus-terusan, tanpa ada yang mau protes.
Semoga saudara anda bukan korban yang berikut!
Wassalam,
Gene

Tragis! 3 Orang Tewas Terbakar Akibat Ledakan Tabung Gas
Rabu, 02/03/2011 11:39 WIB
Dira Derby - detikNews
Tangerang - 3 Orang tewas akibat kebakaran yang diduga berasal dari ledakan tabung gas 3 kg. Mereka gagal menyelamatkan diri keluar rumah dan hangus terbakar di kamar mandi. Peristiwa ini terjadi di rumah petak Vila Bandara nomor 6 Blok D6 RT 8 RW 9, Dadap, Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (2/3/2011) dini hari.

"Diduga akibat ledakan tabung gas 3 kg. Di sekitar lokasi ditemukan pecahan tabung gas," ujar Kapolsek Teluk Naga AKP Muhammad Amar kepada wartawan. Korban yang tewas adalah Herman (45), Tuti (40), dan Nike Ardiati (12). Nike adalah keponakan suami istri tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi kepada polisi, ada ledakan dari dapur rumah petak itu. Api dengan cepat menjalar ke bagian rumah yang terdiri dari tiga ruangan tersebut.  Tiga orang itu tidak bisa menyelamatkan diri ke luar rumah karena api sudah menutupi pintu keluar. Mereka akhirnya masuk ke kamar mandi.

"Saat tewas, ketiganya ditemukan dalam keadaan berpelukan," jelas Amar. Akibat kejadian itu, 6 rumah petak hangus terbakar. 3 Jenazah telah dibawa ke RSUD Tangerang. (rdf/fay)

Sumber: detik.com

No comments:

Post a Comment