Monday, October 31, 2011

Kenapa Kita Tidak Yakin Pada Doa Anak Yatim?


Assalamu’alaikum wr.wb.,
Kemarin saya menulis tentang pengalaman saya beli sepatu bola dan tas untuk seorang anak yatim dengan harga satu juta rupiah. Saya mengalami masalah imigrasi dan oleh karena itu, saya minta doa dari seorang anak yatim yang saya kenal. Langsung besok harinya, ada yang bantu saya ketemu seorang petugas imigrasi senior yang mengatakan bahwa dia akan coba membereskan masalah itu (karena saya tidak bersalah). Karena merasa bersyukur sekali, saya ajak anak yatim itu makan malam, dan pada saat itu, dia mengatakan pengen dapat sepatu bola baru. Jadi uang satu juta yang saya dapat dari teman untuk beli tiket pesawat (bila perlu) dihabiskan untuk sepatu bola dan tas baru untuk anak itu. 
Setelah saya sebarkan tulisan itu lewat email, blog dan Facebook, ada puluhan orang yang mengatakan terima kasih karena merasa terinspirasi. Saya punya banyak hutang, tidak bisa bayar kartu kredit, belum punya pekerjaan, belum ada visa kerja atau gaji, tetapi masih bisa merasa tenang dan bisa mengutamakan seorang anak yatim. Tetapi kemudian ada juga komentar yang mengritik saya. Katanya saya seharusnya bayar hutang dulu. Ada yang bilang 1 juta untuk anak yatim terlalu banyak, cukup kasih yang murah saja. Ada yang bilang seharusnya saya tidak ceritakan sedekah saya, dan mesti dirahasiakan saja. Dan seterusnya.
Saya bisa mengerti kalau ada orang yang tidak memahami tindakan saya itu karena sikap mereka itu memang standar di dalam hati banyak sekali orang Muslim. Berfikir secara logis, sangat hitung-hitungan, dan jangan beli yang mahal untuk anak yatim. Bayar hutang harus lebih utama. Pemikiran seperti itu memang standar dan biasa di sini. Bagi orang yang berfikir seperti itu, kalau kita punya uang (umpamanya) 1 juta, maka untuk diri sendiri 800 ribu, dan untuk bayar hutang 200 ribu saja. Tetapi bagaimana kalau hutang kita bukan 10 juta, atau 100 juta, tetapi 300 juta? Pembayaran 200 ribu saja menjadi kecil sekali. Mesti bagaimana? Tetap bayar hutang sebanyak itu saja dan abaikan anak yatim yang telah membantu kita? Memang boleh begitu, dan banyak orang merasa harus begitu. Alasannya: kita tidak bisa dapat uang dari sumber yang lain.
Tetapi saya sudah 15 tahun menjadi seorang Muslim, dan pengalaman saya tidak seperti itu. Pada saat orang lain mengatakan “tidak bisa dapat uang” dari sumber yang lain maka yang saya rasakan justru sebaliknya: selalu ada uang yang muncul dari sumber yang tidak diketahui sebelumnya, dan hampir selalu setelah saya sudah bersedekah duluan. Dan kalau saya ceritakan pengalaman luar biasa seperti itu kepada orang Muslim yang lain (pada saat ceramah), maka sikap yang sering muncul dari mereka adalah: “Masa sih? Yang benar dong? Bohong kali ya? Kok bisa? Dari mana? Cerita rekayasa ya? Kenapa bisa begitu? Susah percaya!” 
Yang langsung percaya dan bersyukur kepada Allah juga ada banyak, tetapi yang lain sangat ragu-ragu dan tidak percaya. (Dan itu sebabnya saya ceritakan pengalaman pribadi saya yang dialami setelah saya bersedekah, supaya akan dipercayai oleh ummat Islam dan tidak dianggap cerita rekayasa dari orang yang tidak dikenal. Saya memikirkan nilai dakwahnya kalau cerita itu dipercayai dan menjadi inspirasi bagi yang lain. Insya Allah tidak pernah ada niat riya atau sombong.)
Kenapa saya bisa dapat uang begitu saja? Karena pada saat orang lain mengambil 200 ribu untuk bayar hutang, maka saya coba berfikir “outside the box” (di luar kotak). Dua ratus ribu hanya akan kurangi hutang sedikit sekali (kalau hutangnya besar). ATAU, bisa dibelanjakan untuk sesuatu yang sangat unik dan tidak ada duanya di dunia ini: yaitu DOA ANAK YATIM yang berdoa dengan rasa kasih sayang dan ikhlas. Doa anak yatim itu nilainya berapa? Apa ada yang bisa membuat kalkulasinya? 
Bagi saya, doanya anak yatim itu sangat luar biasa dan tidak diragukan lagi sebagai hal yang paling dekat dengan MUJIZAT di dunia ini. Sudah berkali2 saya mengalami sendiri dan lihat dengan mata sendiri. Sebagai contoh, doa anak yatim bisa menghilangkan kanker yang sudah kritis, di mana pasien mesti wafat tetapi malah kembali sehat setelah didoakan anak yatim. Berapa nilainya doa anak yatim tersebut? Dokter yang paling ahli di Jakarta sudah angkat tangan dan mengatakan “tidak bisa” bantu lagi. Lalu ibu itu sembuh total, setelah didoakan oleh beberapa anak yatim. Itu bukan cerita rekayasa. Saya melihat ibu itu dengan mata sendiri saat dia berada di rumah sakit. 
Coba berfikir: Apakah lebih baik menghabiskan 1 juta untuk keperluan sendiri? Atau dihabiskan untuk senangi hatinya seorang anak yatim yang sedih? Mana yang lebih bermanfaat? Bagi orang yang belum paham, mungkin akan disimpan untuk diri sendiri (karena dianggap lebih utama). 
Menurut saya, 1 juta itu sudah dipakai dengan cara yang paling bermanfaat, karena untuk dapat semua bantuan yang muncul sekarang, harga 1 juta rupiah justru sangat murah sekali. Dan karena saya yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa dari seorang anak yatim yang ikhlas, dan akan membalas semua perbuatan baik kita kepada anak yatim, maka saya sudah membuat janji baru yang lebih besar lagi kepada anak itu.
Apa saya salah karena tidak abaikan anak itu dan bayar hutang? Mungkin saja. Tetapi saya tidak merasa bahwa uang yang ada di tangan saya pada saat itu merupakan jumlah yang maksimal yang bisa Allah berikan kepada saya pada bulan ini. Allah bisa kasih 1 MILYAR Rupiah kepada saya besok pagi kalau Dia menghendaki, dan tidak ada seorang manusia di bumi ini yang bisa melarang-Nya. 
Masalah kita sekarang hanya satu: apa kita berani untuk berserah diri kepada Allah secara ikhlas? Atau apa kita lebih pandai menghitung uang kita daripada Allah? Saya yakin bahwa Allah tidak akan mengalami kesulitan untuk menggantikan uang 1 juta itu dengan jumlah yang lebih besar lagi, dan juga visa kerja, dan juga gaji tetap. Semua itu bisa diperoleh dengan harga 1 juta untuk menghasilkan senyum di muka seorang anak yatim. Sangat murah sekali bukan?
 
Saya tidak mau merasa takut bahwa Allah sangat miskin dan akan mengalami kesulitan membalas semua kebaikan dan amal kita. Allah Maha Kaya. Dan Dia Maha Kuat untuk turun tangan dan hilangkan semua masalah kita dalam sekejap. Tetapi kita sendiri tidak yakin, dan selalu takut uang kita akan habis. Kita hidup dalam keadaan takut memberikan uang kita kepada anak yatim dan fakir miskin seolah-olah uang itu tidak akan kembali. Tetapi selama kita merasa YAKIN kepada Allah, maka insya Allah kita tidak pernah akan dirugikan. 
Ada orang yang merasa lebih baik kita utamakan kebutuhan diri sendiri. Saya merasa lebih baik kalau bisa menghasilkan senyumnya di muka seorang anak yatim yang mau sayangi saya dan mau mendoakan saya secara ikhlas setiap hari. Menurut saya, itu benar-benar tidak bisa dihitung harganya!!!

Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan orang-orang yang mengasuh (menyantuni) anak yatim di surga seperti ini.” Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya.
(HR. Bukhari).

Rasulullah SAW bersabda:  ”Barangsiapa yang mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orangtua yang muslim dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya, maka mereka (orangtua muslim) pasti masuk surga.
(HR. Thabrani dan Abu Ya’la). 

Rasulullah SAW bersabda, “Demi yang mengutus aku dengan hak, Allah tidak akan menyiksa orang yang mengasihi dan menyayangi anak yatim, berbicara kepadanya dengan lembut dan mengasihi keyatiman serta kelemahannya…” (HR. Ath-Thabrani).

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak mungkin seorang yatim ikut memakan jamuan makanan, lalu setan mendekati makanan itu.”
(HR. Ath-Thabrani)

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa mengambil anak yatim dari kalangan Muslimin, dan memberinya makan dan minum, Allah akan memasukkannya ke surga, kecuali bila dia berbuat dosa besar yang tidak terampuni.
(HR. Tirmidzi)

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka Allah akan menuliskan kebaikan pada setiap lembar rambut yang disentuh tangannya.
(HR. Ahmad, Ath-Thabrani, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Aufa)

“Ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah SAW, dan mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabipun bertanya, ‘Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak DAN KEBUTUHANMU AKAN TERPENUHI.’” (HR. Ath-Thabrani).

Wabillahi taufik walhidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene 

Friday, October 28, 2011

Tiket Pesawat atau Sepatu Bola?

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Kemarin ada teman yang berniat membantu saya, takutnya saya harus segera ke luar negeri karena masalah imigrasi yang dihadapi sekarang. Dia transfer satu juta untuk bantu beli tiket pesawat. Habis ketemu org imigrasi, saya ke Senayan utk ketemu seorang anak yatim yang saya kenal, yang selalu latihan bola di sana. Saya ajak dia makan setelah maghrib. Dia ceritakan pengen beli sepatu bola baru, karena sepatu dia kekecilan dan tidak enak dipakai. Pas dengar itu, saya berniat beli sepatu baru utk dia, pakai uang 1 juta yg baru diterima. (Saya merasa harus berbuat baik kepada dia, karena setelah dia doakan saya, maka tiba2 ada jalur baru untuk dapat bantuan dari seorang petugas imigrasi senior, jadi saya merasa bahwa doa anak itu untuk saya sudah dikabulkan.)
 
Kita lihat sepatu bola di toko, dan harganya dari 500 ribu sampai 2,3 juta. Dia protes terus, dan bilang Om nggak boleh beliin. Kerja nggak. Lunasin kartu kredit nggak bisa. Tapi saya sudah ada niat dalam hati, jadi saya sudah anggap uang itu sudah milik dia dan tidak boleh ditarik kembali. Ahkirnya beli yg harga 800 ribu, sambil dia protes terus di toko dan membuat semua pelayan senyum. Haha. Pas saya bercanda dengan dia, saya tarik tasnya dan talinya putus total karena tasnya memang sudah tua dan jelek. Saya merasa malu karena sudah merusak tasnya. Langsung ada niat untuk belikan tas baru sekaligus, dengan harga 300ribu. Jadi sudah habis uang 1 juta itu. Baru diterima dari orang yang berniat membantu saya, malah habis untuk orang lain. Haha. Jadi, mungkin di mata orang itu saya nakal. Bukannya disimpan untuk beli tiket pesawat kalau perlu, malah dihabiskan dalam sehari untuk seorang anak. 
Tapi karena untuk anak yatim, saya tidak merasa keberatan. (Sepatu bola memang tidak penting sekali seperti makanan, tetapi masuk kategori “menghibur anak yatim” dan insya Allah juga bisa dipakai bertahun2, jadi efeknya lebih lama daripada satu kali makan saja). Saya minta didoakan saja supaya tidak kena masalah imigrasi lagi (jadi tidak akan perlu uang untuk tiket pesawat). Dia gelengkan kepala. Mungkin dia sudah anggap saya gila karena masih mau beli kado buat dia pada saat saya tidak ada uang untuk tutupi semua pengeluaran setiap bulan. Tetapi saya lebih tahu dari dia. Dia anggap rezeki hanya bisa datang dari gaji. Sedangkan saya merasa yakin bahwa rezeki itu bukannya dari gaji, tetapi dari ALLAH. Jadi insya Allah uang yang dikeluarkan itu akan segera diganti. 

Dan yang menggantikannya bukan bos yang kasih gaji, tetapi ALLAH yang sudah berjanji kepada semua hamba-Nya bahwa DIA yang bertanggung jawab untuk membalas uang yang dikeluarkan di jalan-Nya untuk bantu anak yatim dan fakir miskin. Saya tenang dan senyum terus, tapi anak itu malah kelihatan stres karena kuatir terhadap nasib saya. Hahaha.
Ayo teman2, jangan takut berbuat baik kepada anak yatim dan fakir miskin. Sekalipun tidak ada uang untuk diri sendiri, jangan takut dan jangan menjadi pelit. Insya Allah tidak akan rugi di jangka panjang. Allah sendiri yang memberikan jaminan. Apa bisa dapat jaminan yang lebih baik dari itu di dunia ini?

“Barangsiapa berbuat satu amal kebaikan, maka pasti baginya SEPULU KALI LIPAT amalnya (balasannya)"
(QS.Al-An”am 6:160 )

Rasulullah SAW bersabda : “Tak ada suatu hari pun seorang hamba berada di dalamnya, kecuali ada dua orang malaikat akan turun; seorang diantaranya berdo’a, “Ya Allah berikanlah GANTI bagi orang yang BERINFAQ”. Yang lainnya berdo’a, “Ya Allah, berikanlah KEHANCURAN bagi orang yang MENAHAN INFAQ.”.
(HR. Bukhari dan Muslim )

133.Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang BERTAQWA,
134. (yaitu) orang-orang yang MENAFKAHKAN (hartanya), baik di waktu LAPANG maupun SEMPIT, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema
afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
(QS. Ali Imran 3:133-134)

Rasulullah SAW bersabda, “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan YAKIN DITERIMA dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR Tirmidzi)

Semoga tidak ada yang takut bersedekah untuk anak yatim dan fakir miskin. Dan semoga jaminan dari Allah sudah cukup bagus sebagai jaminan paling sempurna di dunia. Jangan takut. Berniat. Bertindak. Berdoa. Dan merasa yakin bahwa Allah akan membalas.

Wabillahi taufik walhidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Friday, October 21, 2011

Mau Tahu Betapa Nikmatnya Kehidupan Anda? Nonton Ini Dan Jangan Putus Asa!

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Apakah anda kadang merasa bahwa banyak orang lain selalu lebih hebat dan lebih beruntung? Sedangkan anda hanya orang biasa saja yang kena nasib buruk, atau nasib begitu-begitu saja dan selalu sulit untuk maju? Anda tidak bisa berbuat apa-apa? Tidak ada bakat? Tidak pernah beruntung?
Sesungguhnya anda sudah beruntung sekali, tetapi anda mungkin tidak sadar. Sudah dikasih orang tua yang baik, tempat tinggal, kesempatan sekolah, dan diajarkan menjadi seseorang yang beriman kepada Allah sudah merupakan banyak sekali kenikmatan yang mungkin tidak begitu disadari.
Setiap kali anda merasa tidak bisa berbuat apa-apa, dan orang lain selalu lebih hebat, mungkin saja anda tidak sadar bahwa ada orang lain lagi yang posisinya di bawah anda, yang kehidupannya lebih buruk, tanpa prestasi sekecil apapun. Tetapi dengan usaha sederhana saja, mereka ternyata bisa mencapai suatu keberhasilan yang besar. Berarti anda juga bisa. Yang dibutuhkan hanya keinginan untuk berusaha dan merasa yakin bahwa Allah akan selalu bersedia membantu anda.

Jangankan orang Muslim yang beriman dan bertakwa, orang non-Muslimpun juga dapat bantuan dari Allah untuk maju dan berhasil kalau mereka mau berusaha. Tetapi apakah anda yakin pada Allah?

Thursday, October 20, 2011

Gerakan Tolak Ujian Nasional

Teman2, tolong bergabung di sini dan sebarkan. Kita menolak Ujian Nasional, dan kalau perlu bertanya kenapa, berarti nggak punya anak, tidak lulus sekolah di sini, atau berasal dari planet Mars. Haha. Ujian Nasional sangat tidak adil, dan negara2 maju tidak punya Ujian Nasional sebagai syarat satu-satunya untuk lulus sekolah. Hanya ada di Indonesia. Sedangkan di sini, kondisi dalam sekolah di Jakarta dan Paupa atau Sulawesi Utara sangat tidak setara. Tetapi semua anak dapat ujian yang sama.
Ada situsnya juga yang sedang diisi dengan info kalau masih perlu membaca. Kami mau membuat suatu gerakan dari orang tua dan anak Indonesia yang menolak Ujian Nasional. Kalau menjadi besar, insya Allah para politikus mau memperhatikan aspirasi kita semua dan menghentikan ujian yang sangat tidak adil ini.
Mohon bergabung dan sebarkan.
Wassalam,
Gene Netto