Monday, January 12, 2015

Apa Boleh Mendoakan Diri Cepat Mati?



[Pertanyaan]: Saya mau tanya, apakah dosa jika kita mendoakan diri kita sendiri agar cepat mati daripada menanggung beban yg sangat berat? Mohon pencerahannya ustad...
Terima kasih,

[Gene]: Assalamu’alaikum wr.wb.,
Kalau mau mendoakan diri sendiri, atau orang lain, hendaknya selalu minta yang terbaik. Harus dipikirkan dalam konteks apa seseorang mau mendoakan diri utk cepat mati. Perlu dipahami bahwa ini bukanlah hal yang wajar dalam kebanyakan keadaan (misalnya di-PHK saja). Tapi boleh dilakukan kalau memenuhi syarat. Kalau misalnya dikuatirkan tidak bisa hidup dgn beban yang sangat besar, dan mungkin akan menjadi murtad dari Islam, dan menjadi orang yang membenci Allah, atau tidak sanggup menghadapi fitnah besar dari semua orang, dsb. maka boleh berdoa agar cepat mati KALAU itu yang terbaik menurut hitungan Allah. Dan sesudahnya terserah Allah utk kabulkan doa itu atau tidak.

Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian sekali-kali mengharapkan kematian disebabkan karena bahaya yang menimpanya. Apabila memang harus mengharapkan kematian maka hendaklah dia berdoa: “Ya Allah, hidupkanlah aku selama hidup itu lebih baik untukku, dan wafatkanlah aku apabila kematian itu lebih baik untukku.”” (HR. Bukhari No.6351 dan Muslim No.2680)

Daripada buru2 minta dimatikan, lebih baik introspeksi dan berpikir apa memang tidak akan bisa hidup terus dgn beban yang sedang dihadapi. Untuk kebanyakan kasus, mungkin kita terlalu cepat minta mati, daripada menerima perkara itu sebagai ujian dari Allah SWT. (Coba lihat anak remaja yang baru putus dgn pacarnya! Maunya cepat mati karena merasa tidak bisa hidup tanpa pacar itu, tapi dalam 3 bulan ada pacar baru!)

Kalau kita sedang menghadapi suatu masalah berat, maka hal itu terjadi dengan sepengetahuan Allah, dan Dia izinkan hal itu terjadi sebagai ujian bagi kita. Saya berikan contoh nyata. Umpamanya kita berhutang ratusan juta karena biaya pengobatan bapak kandung, yang akhirnya wafat juga, dan kita hanya dapat beban hutang besar. Allah tahu kita punya masalah itu, dan Dia izinkan hal itu terjadi pada kita. Sekarang kita diuji dgn kondisi itu. Mau pilih apa? Mau mendekatkan diri kepada Allah, dan mohon bantuan terus? Atau mau pergi jauh dari Allah, mengutuk dunia ini, dan menjadi pencuri agar segera dapat uang?

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan kematian karena jika dia seorang yang berbuat baik, maka barangkali dia akan bertambah kebaikannya; dan jika dia adalah seorang yang berbuat kejelekan, maka barangkali dia akan berubah.” (HR. Bukhari No.7235)

Selalu ada pilihan antara yang baik dan buruk. Itulah namanya ujian di dunia ini. Kalau ada masalah uang, berapa banyak orang yang pilih menjadi pelacur yang haram, daripada menjadi pengemis, atau pembantu, atau pedagang yang tidak diharamkan? Jadi kita mau mencari jalan keluar dengan langkah yang halal atau haram? Dan di situlah adalah ujian bagi kita.

Apapun masalah yang kita hadapi, Allah sudah tulis itu sebagai nasib kita sebelum kita dilahirkan. Dia menguji keimanan kita dgn “keadaan buruk” itu, dan menunggu kita ambil keputusan utk mengikuti jalur yang halal atau haram. Daripada berdoa agar cepat mati, lebih baik kita memperbanyak ibadah, lebih banyak shalat sunnah, shalat tahajjud, shalat hajat, shalat istiqharah, baca Al Qur'an, memperbanyak dzikir, dan berdoa sepanjang hari dan malam dengan minta Allah menunjukkan jalan keluar.

Kalau masalah yang kita hadapi berkaitan dgn dosa besar (misalnya perzinaan) maka juga perlu shalat taubat dan istighfar sebanyak mungkin. Dan harus bersabar sampai jalan keluar itu muncul atas izin Allah. Kalau buru2 ambil keputusan utk minta segera mati, tidak jauh beda dengan keinginan untuk bunuh diri karena putus asa, padahal dilarang putus asa.

Minta tolong kepada teman2 dekat utk berikan nasehat dan motivasi (kalau perkara yang kita hadapi boleh diceritakan kepada orang lain). Dan berusaha utk merasa yakin kepada Allah setiap hari. Allah ciptakan kita, dan Dia berikan ujian, lalu tanggapan kita adalah ingin cepat mati? Sadarlah bahwa tidak ada masalah yang Allah izinkan terjadi tanpa sekaligus izinkan solusi bagi kita. Jadi kita perlu mencari solusi itu, bukan minta cepat mati.

Coba ingat pada Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang menghadapi kematian berkali-kali dan bahkan ada yang ditangkap dan disiksa. Tapi kita tidak pernah dpt kabar bahwa ada di antara mereka yang berdoa cepat mati. Apa masih ingat Bilal? Seorang budak yang masuk Islam, lalu disiksa berkali-kali hanya karena mau beriman kepada Allah SWT. Dan sambil disiksa, dengan rasa akan segera wafat, dia tidak berdoa minta cepat mati, tapi malah teriak "Ahad" (yg artinya Satu, dari “Qul Huwallahu Ahad”). Bilal tidak putus asa terhadap masalah yang dia hadapi, dan setelah diselamatkan, Bilal menjadi sahabat Rasulullah SAW dan diberikan kehormatan menjadi orang pertama yang kumandangkan Adzan, dan namanya masih diajarkan kepada anak Muslim sampai sekarang.

Jadi kl kita sebatas menghadapi beban hutang, di-PHK, diceraikan dan hal2 serupa, rasanya sangat buruk kl kita berdoa cepat mati hanya karena merasa kehidupan penuh dgn beban, sedangkan Bilal yang hidup sebagai budak masih sanggup beriman kepada Allah dan teriak Ahad pada saat sedang disiksa. Apa kita tidak mau berusaha untuk berjuang seperti itu, dengan rasa yakin bisa segera dapat keadaan yang lebih baik dari Allah, sebagai balasan atas ketaqwaan kita? Daripada ingin cepat mati, lebih baik baca ayat di bawah ini dan merasa yakin bahwa Allah tidak akan berikan beban kepada orang yang tidak sanggup memikulnya. Dan kalau yakin pada isi ayat ini, maka tidak perlu berdoa cepat mati, karena Allah bisa mengubah keadaan kita kapan saja. Boleh jadi besok semuanya akan berubah menjadi lebih baik.

286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".
(QS. Al Baqarah 2:286)

Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

6 comments:

  1. apakah ini jawaban atas pertanyaan saya di chatroom beberapa waktu yang lalu? saya mengalami kegagalan. Dan saya depresi sekarang. saya menarik diri dari lingkungan kerja, kampung, keluarga besar. Akibatnya saya benar2 terkucil. Saya tercekam dan benar2 sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan kirim email ke genenetto@gmail.com.
      Anda perlu diskusi langsung dgn ustadz yang tinggal dekat rumah. Coba carikan.
      Memperbanyak dzikir dan berdoa kepada Allah utk membuat hati anda tenang.

      Delete
  2. Apakah saya bisa online dengan mas gene? sehingga saya bisa mendapat jawaban langsung?

    ReplyDelete
  3. ustad sebenarnya saya itu bosan hidup, saya ingin cepat mati. sudah lama memintanya tapi belum juga dikabulkan, apa sebenarnya maunya Tuhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sudah berdoa dan minta cepat mati, tapi masih hidup, berarti Allah punya rencana utk anda.
      Coba berdzikir lebih banyak. Dan coba cari panti asuhan dekat rumah, dan sering main ke sana. melihat bagaimana anak2 yatim itu bisa tetap semangat walaupun banyak dan kadang ibunya sudah wafat. Belajar dari mereka utk bersabar, dan minta doa dari mereka.
      insya Allah kl sering dekat dgn anak yatim, pikiran anda akan berubah.

      Delete
  4. Astaghfirullah hal adzim,
    jangan pernah berharap bunuh diri karena hukuman di neraka bagi orang yang bunuh diri adalah neraka, berulang terus cara bunuh diri itu selamanya di neraka, seberat apapun permasalahan di dunia tidak akan pernah lebih berat dari siksa di neraka walau 1 detik

    hidup ini sungguh karunia yang amat besar, saya sedikit cerita pribadi, ada seseorang pernah bermimpi, dia diajak 2 sosok cahaya di kiri dan kanan yg tdk jelas wujudnya hanya suara saja, dia diajak menuju alam yang amat mengerikan, langit gelap pekat kemerahan, dari atas tampak lautan pasir berwarna hitam. Dan setelah didekati ternyata pasir itu adalah kumpulan dari batu arang yg cukup besar yang jumlahnya tak terhitung sehingga seperti seperti lautan pasir, lalu dikatakan kepada orang itu, dekatilah batu arang itu dan bertanyalah kepadanya siapa sebenarnya dia. Orang itu bingung bagaimana mungkin bertanya pada batu arang? Setelah didekati, ternyata batu arang itu menangis, lautan arang itu ternyata juga menangis, dan ketika bergerak, ternyata dia berbentuk seperti manusia ketika sebongkah kepalanya mulai bicara. Orang itu bertanya kepada batu arang itu, siapakah kamu? apa yang terjadi denganmu? arang batu itu menjawab, dulu aku manusia yang hidup di jaman nabi Musa, sejak aku mati entah itu berjuta tahun yang lalu sampai sekarang aku selalu memohon agar diberi kesempatan hidup 1 tahun saja agar aku bisa beriman dan beramal sholeh tapi tidak pernah kesempatan itu diberikan padaku, hingga aku minta 1 bulan, 1 minggu, 1 hari, 1 jam, atau sesaat saja agar diberi kesempatan hidup lagi untuk dapat beriman dan beramal sholeh sehingga tidak menjadi penghuni neraka seperti ini, tapi itu tidak pernah diberikan kepadaku. Orang itu bertanya lagi, wahai cahaya apakah ini neraka? cahaya yang mengajaknya itu berkata, belum, lihatlah di batas itu, itulah jurang neraka, mereka ini hangus meskipun belum sampai masuk neraka, maka orang itu melihat di cakrawala nampak api hitam menjulang tinggi ke langit.

    Subhanalloh, itu hanya mimpi, tapi seperti itulah kelak kira-kira yang akan dihadapi manusia.

    karena itu 1 detik hidup di dunia sangatlah berharga, banyaklah berzikir kepada Allah SWT, raihlah ampunanN dan SurgaNya, penderitaan di dunia ini fana sebagaimana kesenangan dunia juga fana. 1 detik hidup di dunia ini adalah kemewahan yang tiada tara bagi mereka yang sudah mati, lebih mewah dari kekayaan apapun di dunia ini.

    Insya Alloh, jika kita banyak berzikir dan beramal sholeh, maka pertolongan Alloh akan datang, dan saat Dia menolong seseorang, maka tidak akan ada di dunia ini yang bisa mencelakainya, saya sendiri beberapa kali mengalami itu, hal-hal pertolongan yang di luar akal dan nalar tapi terjadi, SubhanAlloh walhamdulillah.
    maafkan saya jika anonymous, bukan diri saya yang penting, tapi anda harus mengalami sendiri bagaimana pertolongan itu.

    ReplyDelete