Wednesday, January 14, 2015

Apa Manfaatnya Berpikir Secara Logis Dan Kritis?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Ada sebagian orang yang kadang sulit terima komentar saya. Katanya saya terlalu kritis dan logis. Tetapi saya hanya bisa masuk Islam karena ada cara pikir spt itu! Sekarang, banyak orang berharap saya akan matikan cara kerja otak saya itu, dan hanya boleh diam dan taat saja, tanpa boleh berpikir lagi.

Dengan daya pikir yang insya Allah cukup cerdas, saya bisa kaji semua agama di dunia pada usia 10 tahun, tetapi karena tidak menemukan “agama yg logis”, maka saya keluar dari agama Kristen menjadi ateis. Akhirnya saya bisa menjadi seorang Muslim karena menggunakan kemampuan berpikir yang Allah berikan kepada saya. Tetapi saya tidak bisa diam dan terima ilmu apa saja tanpa banyak bertanya dan berpikir (tidak bisa taklid buta).

Di saat banyak dari saudara kita masih buang air besar di sungai, orang non-Muslim di barat sudah bisa mendaratkan robot di planet Mars, dan bisa lakukan operasi terhadap pasien dgn robot yg dikendalikan dari lain negara. Apa tidak mungkin kita melebihi mereka? Bagaimana kalau Allah sangat inginkan terjadi perubahan besar di tengah umat Islam sekarang, sehingga kita yang menjadi pemimpin dunia?

Hal seperti itu bisa dicapai dengan cara membuat teknologi kita paling tinggi, ekonomi kita paling kuat, dan masyarakat kita yang paling cerdas, mulia, maju dan berkualitas, sehingga seluruh dunia ingin belajar dari kita. Apa mungkin Allah inginkan hal seperti itu bagi kita? Atau apakah Allah hanya boleh terima umat Islam yg lemah, miskin, ber-IQ rendah, dan masih buang air besar di sungai sampai 500 tahun mendatang?

Bagaimana kl seandainya Allah mau bangkitkan ratusan tokoh Muslim sekarang yg bisa ajak umat Islam berubah, sehingga kita menjadi pemimpin dunia? Dakwah mereka itu dilakukan dgn cara yang berbeda-beda tapi dgn tujuan yg sama. Misalnya, ada ceramah motivasi seperti Aa Gym. Ada majelis dzikir seperti Arifin Ilham. Ada kritikan keras seperti Habib Rizieq. Ada renungan bijaksana dari Mario Teguh. Ada tafsir yang sangat dalam dari Quraisy Shihab. Ada banyak ulama yg berilmu tinggi di MUI. Dan juga ada banyak orang Muslim yg sangat ahli di bidangnya masing2 spt sains, teknologi, kedokteran, pertanian, dan lain-lain.

Dan mungkin akan muncul beberapa tokoh yang bisa mengritik umat Islam dengan pemikiran yg logis dan tajam (seperti yang saya lakukan juga), dan kritikan itu akan diterima karena ada kebenaran di dalamnya. Hasil dari pembinaan semua tokoh itu adalah banyak orang Muslim mulai berubah dan semangat untuk dapat pencerahan baru, dari cara pandang yang berbeda. Kalau terjadi, mungkin umat Islam malah senang dgn cara berpikir yg kritis dan logis seperti yg saya berikan. Dan mungkin ratusan tokoh seperti itu sedang disiapkan oleh Allah untuk memperbaiki kualitas umat Islam dalam waktu dekat. Apakah mungkin?

Rasulullah SAW berhasil melakukan perubahan besar terhadap Arab Jahiliyah karena dia bicara terus dalam kebenaran, tapi selalu dihujat. Dan sekarang terlihat bahwa anggota MUI juga sering dihujat. Orang2 yg menghujat itu tidak ingin berubah dan selalu menolak pendapat yg berbeda. Apa itu yang diharapkan Allah dan Rasulullah SAW bagi kita utk sepanjang zaman?

Saya yakin umat Islam dari Indonesia di Indonesia bisa menjadi pemimpin dunia, dan sudah berkali-kali saya menulis seperti itu. Tapi perubahan harus dimulai dgn analisis dan kritikan terhadap kondisi sekarang. Allah sudah siapkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dibutuhkan utk menjadikan umat Islam di Indonesia sebagai pemimpin dunia. Tapi kita sendiri yang tidak memanfaatkan apa yang Allah berikan. Kita fokus pada diri sendiri, kejar kekayaan, abaikan anak yatim dan dhuafa, pahami Al Qur'an dari teks saja (bukan dari makna atau konteks) dan tidak mau diajak berpikir atau berubah. Inilah kondisi umat Islam, tetapi kebanyakan orang Muslim belum mau mengakuinya.

Jadi kita harus berubah. Dan perubahan itu hanya mungkin terjadi kl kita buka pikiran kita, dan berusaha utk memahami segala sesuatu dari banyak pandangan. Setiap pendapat yang berbeda harus kita kaji lebih dalam, dan mengujinya utk mencari kebenaran. Dan kl akhirnya tidak setuju, maka cukup mengatakan “Saya tidak setuju”, dan tidak perlu emosi atau menghujat, apalagi mengancam. Kondisi kita bisa berubah kalau kita secara kolektif punya komitmen dan kesepakatan utk mulai BELAJAR agama Islam dengan baik dan benar, dan belajar semua ilmu yang ada di dunia ini, dan siap terima pendapat yang berbeda. Dan kalau mau berhasil menjadi seorang pemikir yg berilmu tinggi, berwawasan luas dan bijaksana, maka harus dimulai dengan menggunakan akal yang diberikan kepada kita dari Allah SWT karena Allah memberikan Al Qur'an dan contoh Rasulullah SAW kepada orang yang mau berpikir.

37. Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk BERPIKIR bagi orang yang MAU BERPIKIR, dan (apakah tidak) datang kepada kamu seorang pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
(QS. Fatir 35:37)

Semoga bermanfaat bagi teman2 yang ingin merenung.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

No comments:

Post a Comment