Search This Blog

Labels

alam (8) amal (97) anak (324) anak yatim (117) bilingual (22) bisnis dan pelayanan (6) budaya (8) dakwah (89) dhuafa (18) for fun (12) Gene (223) guru (69) hadiths (9) halal-haram (24) Hoax dan Rekayasa (34) hukum (69) hukum islam (51) indonesia (593) islam (561) jakarta (34) kekerasan terhadap anak (378) kesehatan (100) Kisah Dakwah (12) Kisah Sedekah (11) konsultasi (13) kontroversi (5) korupsi (28) KPK (16) Kristen (14) lingkungan (19) mohon bantuan (40) muallaf (52) my books (2) orang tua (11) palestina (34) parenting (2) pemerintah (138) Pemilu 2009 (63) pendidikan (527) pengumuman (27) perang (10) perbandingan agama (11) pernikahan (11) pesantren (48) politik (127) Politik Indonesia (53) Progam Sosial (60) puasa (37) renungan (196) Sejarah (5) sekolah (95) shalat (10) sosial (324) tanya-jawab (15) taubat (6) umum (13) Virus Corona (24)

Popular Posts

10 February, 2019

Sejarah Valentines Day Dan Alasannya Tidak Cocok Bagi Orang Muslim

Assalamu'alaikum wr.wb. Semoga informasi ini bermanfaat untuk para remaja dan pemuda Muslim, dan orang tuanya. 

Sejarah Hari Valentine : Perayaan Kesuburan Bulan Februari

Di Roma kuno, 15 Februari adalah Hari Raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan orang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. 

Perayaan Lupercalia adalah serangkaian upacara penyucian di masa Romawi (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk Dewi Cinta bernama Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya dipilih harus menjadi pasangannya selama setahun untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka minta perlindungan dari dewa Lupercus dari gangguan serigala. 

Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus menyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jalan2 kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit kambing dan menyentuh siapapun yang mereka jumpai di jalan. Para wanita muda akan maju secara sukarela untuk disentuh karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan (nanti) bisa melahirkan anak dengan mudah.

Hari Raya Gereja

Menurut Ensiklopedi Katolik, nama Valentinus paling tidak bisa merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:
• seorang pastor di Roma
• seorang uskup Interamna 
• seorang martir di provinsi Romawi Afrika.

Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 AD, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius II sengaja memilih tanggal ini untuk menggantikan hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

1. Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan pasukannya menangkap dan penjarakan Santo Valentinus karena menyatakan Tuhannya adalah Yesus dan menolak menyembah dewa-dewa orang Romawi. Orang-orang yang merindukan Santo Valentinus menulis surat kepadanya dan menaruh surat itu di terali penjaranya. 

2. Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang sudah menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun Santo Valentinus melanggar perintahnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga dia ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 AD 

3. ?? Asal usul kisah yang ketiga tidak jelas. 

Hari raya ini dihapus dari kalender Gereja Katolik pada tahun 1969 sebagai usaha untuk menghapus santo-santa yang asalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada kalangan tertentu.

Menjadi Hari Kasih Sayang di Negara Barat (Eropa)

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Kristen, Perayaan Lupercalia kemudian dikaitkan dengan upacara kematian Santo Valentinus, walaupun tidak jelas orang mana yang dimaksudkan sebagai “Santo Valentinus”, karena ada 3 kisah yang berbeda. Penerimaan upacara kematian Santo Valentinus sebagai “hari kasih sayang” juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropa bahwa waktu “kasih sayang” itu adalah waktu terbaik untuk mulai mencari pasangan “bagai burung jantan dan betina” pada tanggal 14 Februari.

*Apa Yang Dicari Oleh Anak Muslim?*

Jadi apa yang dicari anak Muslim dengan meniru orang Barat yang non-Muslim, dalam suatu perayaan yang tidak jelas, dan malah sudah dibuang oleh Gereja sendiri? Sudah ada contoh dari Nabi Muhammad SAW dan seharusnya itu sudah cukup bagus untuk anak Muslim. Seharusnya anak Muslim menyebarkan kasih sayang setiap hari, terutama kepada keluarga, teman, dan tetangga, jadi tidak dibutuhkan suatu hari khusus untuk “kasih sayang”. Dan kasih sayang untuk seorang “pacar” bukan suatu hal yang baik di dalam Islam, karena biasannya diikutsertakan dengan tindakan fisik seperti pelukan dan ciuman, atau lebih dari itu, sebagai “tanda” atau “bukti” ada rasa sayang. Kalau anak Muslim mau meniru perayaan Santo Valentinus itu, maka tidak ada manfaat bagi mereka dari pandangan Islam, dan hanya akan menimbulkan dosa. Jadi lebih baik ditinggalkan. Anehnya, setiap tahun sepertinya makin besar dan makin umum, terutama karena ada peran media dalam sebarkan dan besarkan “Valentine’s Day”. Asal usulnya memang sebagai perayaan Gereja Katolik, walaupun sudah ditinggalkan. Tetapi masyarakat di negara2 barat masih menerimanya dan menyebarkannya ke seluruh dunia sebagai “perayaan kasih sayang” saja. 

36). Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
(QS. Al Israa' 17:36)

Dari Ibn Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia telah menjadi golongan mereka.”  (HR. Ahmad, Abu Daud dan at-Tabrani.)
 
116). Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). 
(QS. Al-An'am 6:116)

28). Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
(QS. Al-Kafh 18:28)

Kenapa Orang Non-Muslim Butuh Hari Khusus Untuk Menyebarkan Kasih Sayang?? Kenapa Tidak Mau Setiap Hari Saja?

96). Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. 
(QS. Maryam 19:96)

Kenapa Anak Muslim Mau Mengikuti Kebiasaan Dari Orang non-Muslim Yang Allah Sebutkan Sebagai Orang Fasik??

16). Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. 
(QS. Al Hadid 57:16) 

Yahudi dan Nasrani Tidak Akan Senang Hingga Kamu Ikuti Agama Mereka

120). Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
(QS. Al Baqarah 2:120)

Dan sekarang di negara2 barat, sering dikatakan “Hari Raya Sekuler” bertema “kasih sayang”, supaya semua orang mau mengikutinya, dan mau belanja terus dan beli banyak barang. Dan banyak orang Islam siap ikut-ikutan! 

Semoga bermanfaat sebagai renungan.
Wabillahi taufik walhidayah, 
Wassalamu'alaikum wr.wb.
-Gene Netto



2 comments:

  1. Just curious , moga2 ada yg bs jawab (walaupun mungkin dianggap tdk penting).
    Kalau memang perayaan valentine day itu berasal dari eropa , knp waktu jaman penjajahan Belanda perayaan itu tdk ikut masuk ke Indonesia ? Kakek sy yg sempat sekolah guru di jaman itu tdk pernah kenal tuh yg namamya valentine day. Emangnya dulu valentine day gak lewat negeri belanda ya ?
    sy yg lahir tahun 1967 aja baru tahu valentine day waktu tahun 1980-an .

    Mawang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sejak peningkatan budaya komersialisme di Amerika dan Eropa, dan ada kesempatan jual kartu, makanan, mainan, baju, dll. untuk suatu perayaan, ada peningkatan jumlah perayaan di manca negara. Sekaligus penjualan dan pembelian meningkat, karena ada iklan terus utk mengingkatkan orang utk beli, beli dan beli. Mungkin itu sebabnya.

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...