Search This Blog

Labels

alam (8) amal (97) anak (322) anak yatim (117) bilingual (22) bisnis dan pelayanan (6) budaya (8) dakwah (89) dhuafa (18) for fun (12) Gene (222) guru (67) hadiths (9) halal-haram (24) Hoax dan Rekayasa (34) hukum (69) hukum islam (51) indonesia (587) islam (560) jakarta (34) kekerasan terhadap anak (374) kesehatan (99) Kisah Dakwah (12) Kisah Sedekah (11) konsultasi (13) kontroversi (5) korupsi (28) KPK (16) Kristen (14) lingkungan (19) mohon bantuan (40) muallaf (52) my books (2) orang tua (11) palestina (34) parenting (1) pemerintah (138) Pemilu 2009 (63) pendidikan (521) pengumuman (27) perang (10) perbandingan agama (11) pernikahan (11) pesantren (48) politik (127) Politik Indonesia (53) Progam Sosial (60) puasa (37) renungan (192) Sejarah (5) sekolah (93) shalat (10) sosial (324) tanya-jawab (15) taubat (6) umum (13) Virus Corona (24)

Popular Posts

22 December, 2025

Kalau Gene Netto Masuk Islam Karena Sinterklaus, Yang Murtad Menemukan Apa?

[Pertanyaan]: Setelah Gene tahu Sinterklaus tidak nyata, agama Kristen ditinggalkan. Lalu, orang yang murtad menemukan apa ya sehingga mau tinggalkan Islam?

[Gene]: Assalamu’alaikum wr.wb. Yang masuk Islam setiap tahun di Indonesia ada puluhan ribu orang. Semua masjid besar punya daftar. Tetapi yang murtad sedikit, dan polanya hampir selalu sama. Anak remaja atau pemuda murtad karena sebab ini: 1) Dia benci orang tuanya, ada masalah keluarga. 2) Ada pacar non-Muslim. 3) Belajar filosofi (SMA atau kuliah). 4) Merasa Muslim keturunan, mungkin agama lain “lebih baik”. 5) Ada kejadian aneh seperti mimpi melihat salib, dsb.

Semua orang itu hampir selalu tidak rajin beribadah dan ilmu agama Islamnya rendah. Yang punya masalah keluarga ingin mencari “kenikmatan” dalam agama lain. Ada yang murtad hanya untuk menyakiti orang tuanya. Ada rasa benci dan emosi, jadi mereka merenung: “Kalau Islam benar, kenapa bapak/ibu begini?” Dianggap orang tua Muslim seharusnya “sempurna”. Kalau tidak, Islam yang salah.

Yang punya pacar Kristen utamakan cinta terhadap pacar. Kalau ditanya kenapa lebih mencintai pacarnya, daripada Allah dan Rasulullah SAW, mereka tidak bisa menjawab. Yang belajar filosofi utamakan pemikiran orang non-Muslim zaman dulu, dan tidak peduli pada pemikiran Rasulullah atau Firman Allah di dalam Al Qur’an. Dianggap ahli filosofi lebih paham tujuan hidup daripada Nabi Allah!

Yang anggap dirinya “Muslim keturunan” merasa seharusnya cari agama sendiri. (Tetapi saat bapaknya bayar kuliah, mereka terima “uang keturunan”, tidak perlu dicari sendiri.) Yang dapat mimpi aneh, atau kejadian serupa, mencari penjelasan dari teman non-Muslim dan percaya pada jawabannya, dan tidak mencari penjelasan dari orang tua (yang dibenci) atau ustadz.

Selama 30 tahun berikan konsultasi, saya belum pernah dengar ada satu kasus di mana seorang Muslim pelajari ajaran Kristen dan Islam, pelajari Al Kitab dan Al Quran, lalu menggunakan LOGIKA untuk tinggalkan Islam dan memilih Kristen. Selalu dipilih karena masalah keluarga, pacar, merasa Islam keturunan, kejadian aneh, dsb. Yang belajar filosofi biasanya menjadi ateis dan meragukan semua agama. Jadi semuanya lepaskan akal yang sehat, dan mengikuti perasaan dan emosinya. 

Ada satu orang yang diskusi dengan saya dulu. Di mengaku: tidak tahu Alkitab ditulis siapa, dan tidak yakin dia “mengikuti Yesus” dengan benar. Dia sepakat: Yesus adalah orang Yahudi, baca Taurat, dalam bahasa Ibrani, di Sinagoge, pada hari Sabtu! Yesus tidak masuk gereja, pada hari Minggu, untuk baca Alkitab, dalam bahasa asing, melakukan Misa, bernyanyi, menatap salib, dan berdoa kepada Yesus, dalam bahasa asing, dan tidak pernah membahas Trinitas. Tetapi dia masih memilih agama Kristen karena mencintai pacarnya, dan “semua agama sama”, jadi semua orang baik pasti masuk surga. 

Kalau mereka menolak menggunakan logika, sulit dibantu. Allah sudah kasih mereka kenikmatan lahir sebagai Muslim, lalu mereka sendiri yang membuangnya. Tetapi kalau mereka bersedia diskusi berbasis logika, biasanya dalam beberapa jam (atau beberapa pertemuan) mereka kembali ke Islam. 

100. Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.
(QS. Yunus 10:100)

Pesan Kepada Orang Tua: Membangun hubungan harmonis dengan anak. Sering peluk dan cium mereka, sampai dewasa (remaja juga butuh, laki-laki juga). Jangan menjadi marah. Kemarahan bukan solusi terhadap masalah: Hati anak perlu cinta, kasih sayang, diskusi, dan penerimaan, bukan kemarahan. Anak yang mencintai orang tuanya, akrab, sering dipeluk, dan dapat pendidikan Islam yang baik, akan taat pada orang tua, dan tidak akan murtad, insya Allah. Jawab pertanyaan mereka dengan logika, dan kalau sulit, cari bantuan. Insya Allah anak-anak Muslim yang dibesarkan seperti itu akan selamat, dan keimanan mereka terjaga. 

Semoga bermanfaat.
Wa billahi taufiq wal hidayah.
Wassalamu’alaikum wr.wb. 
-Gene Netto 



17 December, 2025

Dakwah Berhasil Dengan Remaja Muslim Yang Mau Murtad

Assalamu’alaikum wr.wb. Dua hari yang lalu saya diskusi dengan seorang anak laki-laki yang merasa ragu terhadap kebenaran Islam, dan juga tidak salat selama beberapa tahun. Dia telah diskusi dengan teman Kristen, dan ingin mendalami agama lain karena berpikir mungkin lebih bahagia kalau tinggalkan Islam. Alhamdulillah, dia masih bersedia diskusi dengan saya ketika ibunya memberi saran. 

Kami diskusi selama hampir tiga jam. Saya jelaskan tentang agama Kristen, Alkitab, Yahudi, Taurat, Hindu, Buddha, Nirwana, dll. Ternyata, dia baru tahu sedikit, dan juga kurang paham ajaran Islam. Saya jelaskan, dalam semua kasus ada anak Muslim yang mau murtad, selalu ada pola yang sama. Saya sebutkan contohnya, lalu dia senyum lebar dan bilang, “Kok sepertinya membahas saya?!”

Sama seperti banyak orang lain yang ingin murtad, dia benci bapaknya. Banyak anak seperti itu tidak ingin memahami Islam, dan hanya ingin Islam disalahkan. Yang dipikirkan, kalau bapaknya jelek, tidak mungkin Islam benar! Kalau Islam benar, bapaknya akan ikuti ajaran Islam dan menjadi baik. Ternyata tidak begitu, jadi Islam yang harus disalahkan! 

Saya menjelaskan ajaran Islam kepadanya dengan landasan logika, dan kami diskusi secara baik. Ternyata, dia juga termasuk anak yang memang mencari jawaban, dan sangat senang bisa memahami Islam dan kehidupannya lewat lensa logika. Dia mengaku sudah 5 tahun tidak shalat, dan tidak pernah berdoa atau minta apapun dari Allah. 

Saya berikan perumpamaan. Kalau saya memberikan nomor HP presiden, dan saya berkata, “Presiden sangat bangga dengan kamu, dan inginkan kamu menjadi bahagia dan sukses. Jadi, kalau kamu perlu bantuan apa pun, pakai nomor ini, hubungi presiden, dan tinggalkan pesan suara. Presiden tidak bisa bicara dengan kamu, tetapi dia akan dengarkan pesan kamu, dan akan berusaha memberikan yang kamu minta.”

Kemudian saya bertanya, maukah kamu pakai nomor itu? Dia ketawa dan menjawab, Iya, tentu saja!!!!! Saya berkata, kamu bisa hubungi Tuhan Yang Maha Esa setiap hari, tinggalkan pesan, dan minta apa saja. Jadi, daripada telfon presiden, kenapa tidak “telfon Allah”? Dia jauh lebih berkuasa, dan satu-satunya orang yang menghalangi kamu dari hubungi Allah setiap hari adalah kamu sendiri!!

Dia ketawa dan langsung paham. Malam itu, ibunya memberi tahu saya bahwa dia langsung berubah setelah bicara dengan saya, menjadi lebih bahagia dan positif, dan ingin mulai belajar Islam lagi. Satu hari kemudian, anak itu kirim pesan kepada saya dan bilang dia mau pergi ke masjid untuk shalat. Saya kaget. Tidak menyangka dia akan berubah secepat itu. Alhamdulillah. Dia sudah berdoa (sesuai arahan saya), dan minta diberi petunjuk, minta dibuat yakin, dan minta bantuan dari Allah untuk berubah dan menjadi semangat shalat dan sering berdoa kepada Allah. Alhamdulillah, dalam 1 hari saja, doanya anak itu sudah dikabulkan. (Dan doanya saya dan ibunya juga!)

Saya jelaskan kepadanya bahwa itu cara termudah untuk mendapatkan BUKTI bahwa Allah selalu mendengarkan kita, yaitu minta kepada kepada-Nya sebanyak mungkin dan harus yakin bahwa Allah akan dengarkan kita. Semakin banyak yang kita minta, semakin banyak yang kita dapatkan. Alhamdulillah dia bisa langsung paham, dan tidak ingin tinggalkan Islam lagi. 

Semoga bermanfaat.
Wa billahi taufiq wal hidayah, 
Wassalamu’alaikum wr.wb. 
-Gene Netto



12 December, 2025

Kronologi 6 Santri di Bangkalan Tewas di Bekas Galian C, Berawal Saat 5 Santri Menolong 1 Temannya

Assalamu’alaikum wr.wb. Kemarin ada berita dari Balikpapan tentang 6 anak yang tenggelam di kubangan. Hari ini, ada berita itu lagi, tetapi saya bingung karena mereka dikatakan santri (kemarin tidak). Saya baca lagi dari atas dan baru sadar: INI KASUS BARU!! Tanggal 17 November 2025, ada 6 anak yang tenggelam dalam kubangan di Balikpapan. Tanggal 20 November 2025 ada 6 santri yang tenggelam dalam kubangan di Bangkalan, Jawa Timur!! Dalam 3 hari saja, 12 anak tewas secara sia-sia dengan cara yang sama. Dijamin semua orang akan berkata: “Ini Musibah, dan Takdir Allah, dan Kami Tidak Menyangka!”

Mohon tunggu dulu. Anak yang tenggelam tidak harus “tewas secara permanen”. Masih bisa hidup kembali KALAU ada yang melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP, atau CPR). Tidak sulit belajar. Cukup pelatihan beberapa menit, dan praktek pada boneka. Tetapi daripada belajar RJP, para guru, ustadz, dan orang dewasa yang lain selalu membawa anak itu ke puskesmas. Dan setelah TIDAK BERNAFAS selama 20 menit lagi, anak itu dinyatakan masih tewas.

Jadi anak-anak itu tidak tewas hanya karena tenggelam saja! Tetapi sebenarnya mereka tewas karena para guru, ustadz, dan orang dewasa yang lain melakukan kesalahan. Dan daripada belajar tentang Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR), 3 juta guru, dan 1 juta ustadz hanya angkat tangan dan berkata, “Kami tidak paham.”

Berdasarkan riset, anak yang sudah tenggelam 0–5 menit lalu menerima RJP/CPR, bisa langsung hidup kembali tanpa efek samping. Kalau tenggelam 6–10 menit lalu terima RJP/CPR, bisa hidup kembali tetapi ada risiko alami gangguan otak. Kalau 10–15 menit, sudah 50-50, dan risiko cacat otak tinggi. Kalau 15–25 menit, jarang bisa hidup kembali dan risiko cacat otak sangat tinggi. Dan kalau 25-30 menit atau lebih, kemungkinan hidup kembali hampir nol. 

Jadi ketika 80 juta anak Indonesia butuh guru dan ustadz yang mengerti RJP/CPR, tetapi semuanya “tidak paham” kenapa rakyat dan pejabat diam saja? Apa sulitnya pemerintah mewajibkan semua guru dan ustadz wajib belajar RJP/CPR dan dapat sertifikat P3K? Apa sulitnya 60 juta orang tua marah dan menahan SPP, dan memaksa guru dan ustadz belajar? Anak yang baru tenggelam butuh RJP/CPR. Tidak perlu dibawa jalan-jalan keliling kota! Dan kalau 3 juta guru dan 1 juta ustadz berkata, “Kami tidak tahu caranya,” ada solusi yang sederhana: BELAJAR!!!!!!!!

Semoga bermanfaat bagi para orang tua yang tidak ingin melihat anak bangsa tewas terus disebabkan para guru dan ustadz yang malas belajar!
Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto

Kronologi 6 Santri di Bangkalan Tewas di Bekas Galian C, Berawal Saat 5 Santri Menolong 1 Temannya 
https://surabaya.kompas.com




ANAK YANG BARU TENGGELAM BISA DISELAMATKAN!

*MOHON DISEBARKAN*

Assalamu’alaikum wr.wb. Banyak orang tidak tahu bahwa seorang anak yang baru saja tenggelam atau tewas BELUM “mati total”. Masih ada harapan bisa hidup kembali, tetapi ada syarat: Secepat mungkin, harus dilakukan *RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP-CPR).* Dicek dulu apa masih ada detak jantung. Kalau ada, berikan bantuan nafas. Kalau detak jantung dan nafasnya tidak ada, mulai kompresi dada 30 kali, bantuan nafas 2 kali, dan ulangi terus dengan pola itu selama 10 menit. 

*JANGAN DIBAWA LARI KE PUSKESMAS!!* Kalau korban dibawa jalan-jalan dalam keadaan tidak bernafas selama 15-20 menit, ketika sampai puskesmas, dijamin 100% akan tetap tidak bernafas! Artinya: Bawa pergi = Menjamin anak itu tewas!! Kalau mau diselamatkan, wajib laksanakan RJP-CPR SECEPATNYA di lokasi kejadian. 

Berdasarkan riset, anak yang baru tenggelam *0–5 menit* lalu menerima RJP/CPR, bisa langsung hidup kembali tanpa efek samping. Kalau *6–10 menit* lalu terima RJP/CPR, bisa hidup kembali tetapi ada risiko gangguan otak. Kalau *10–15 menit,* sudah 50-50, dan risiko cacat otak tinggi. Kalau *15–25 menit,* jarang bisa hidup kembali dan risiko cacat otak sangat tinggi. Dan kalau *25 menit* atau lebih, kemungkinan hidup kembali hampir nol. 

Resusitasi Jantung Paru (RJP-CPR) tidak sulit belajar. Cukup pelatihan 1 jam, dan praktek dengan boneka. Jangan biarkan anak Indonesia tewas terus hanya karena orang dewasa malas belajar. Kalau anda punya komunitas di sekolah, kampus, kantor, lembaga, jemaah pengajian, dll. coba cari informasi dari puskesmas atau rumah sakit terdekat. Hubungi petugas yang bisa datang dan memberikan pelatihan RJP 1 hari. 

Cukup belajar 1 kali saja, dan insya Allah akan diingat selama puluhan tahun. Sangat mudah dilaksanakan kalau sudah tahu caranya. Pahalanya sebesar apa kalau bisa selamatkan 1 nyawa? Jangan takut belajar! 
Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto

*BERIKUT INI PROSEDUR RJP-CPR:*

(Teks ini diberikan sebagai informasi umum saja. Sangat penting anda dapat pelatihan resmi dari tenaga medis yang ahli, agar bisa dipahami secara baik.)

1. Pastikan lokasinya aman. 
2. Periksa kesadaran, detak jantung, dan nafasnya. 
3. Dongakkan kepala ke belakang, periksa dan buka jalur nafasnya. 
4. Kalau ADA DETAK JANTUNG, tetapi tidak bernafas, berikan bantuan nafas, tanpa berhenti.
5. Kalau TIDAK ADA DETAK JANTUNG, dan juga TIDAK BERNAFAS, mulai kompresi dada. 
6. Lakukan 30x kompresi dada, berhenti, berikan bantuan nafas 2x. 
7. Lanjut terus dengan kompresi dada 30x, bantuan nafas 2x. 
8. Kalau dalam waktu 15 menit tidak hidup kembali, boleh berhenti. 

Catatan: Kompresi dada diulang sebanyak 30 kali, dengan kecepatan 100‒120 kali/menit. Kompresi dada dilakukan dengan cepat dan kuat, dengan kedalaman minimal 5 cm dan maksimal 6 cm. (Tergantung usia korban, kegemukan, dll. Intinya, kalau kurang dalam, tidak berguna.) Untuk balita dan anak, lakukan kompresi dengan satu tangan. Untuk anak yang badannya besar, remaja, dan dewasa, pakai dua tangan. Lihat contohnya di video, dan cari pelatihan resmi agar bisa dipahami secara baik.

Ada banyak video teknik RJP-CPR di YouTube. Semoga bermanfaat untuk berikan gambaran umum, sebelum anda bisa dapat pelatihan resmi. 

Memahami CPR / RJP
https://gleneagles.com.my/id/accident-emergency/cpr

VIDEO: Resusitasi Jantung Paru
https://www.youtube.com/watch?v=2wZpmDXSvCA 

Video Edukasi RJP (Resusitasi Jantung Paru)
https://www.youtube.com/watch?v=6__UmK2KlOg 

Bantu Selamatkan Nyawa, Begini Trik CPR pada Orang Henti Jantung
https://www.youtube.com/watch?v=um8pk24DUCQ 

CPR compressions to Staying Alive by the BeeGees
https://www.youtube.com/watch?v=0wARruhshko 



Ketika 20 Anak SD Ditabrak Mobil, Guru Butuh Ilmu P3K

Sebuah mobil MBG tabrak banyak anak SD di Cilincing Jakarta, dan 20 anak terluka. Yang menjadi masalah terbesar adalah para guru tidak paham apa yang perlu dilakukan dalam kondisi darurat seperti itu. Tetapi kapan mereka pernah dapat latihannya? Sangat jelas bahwa kalau 3,5 juta guru tidak mengerti P3K, maka pemerintah bersalah dan pemerintah yang bertanggung jawab!!

Saat kejadian itu, para guru yang tidak pernah diwajibkan belajar P3K hanya bisa teriak, bingung, dan mulai ambil anak untuk membawanya ke rumah sakit. Ketika banyak anak menjadi korban sekaligus, yang paling penting adalah “Triase”. Artinya, semua korban wajib disaring dulu untuk lihat siapa yang paling terluka, dan wajib dibawa duluan. Tetapi para guru tidak paham, jadi mereka hanya bisa ambil satu anak dan "bawa lari" ke rumah sakit. Walaupun (misalnya) anak itu sedang tidak bernafas. Dibawa jalan-jalan dalam kondisi tidak bernafas = dijamin akan mati. Kalau ada yang tidak bernafas, wajib dilakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP-CPR) langsung di tempat itu dulu.

Kalau tidak ada yang lakukan triase, juga bisa terjadi ada anak yang terluka berat, tetapi semua mobil dan motor sudah berangkat duluan karena buru-buru membawa anak dengan luka ringan saja. Sudah beredar video dan CCTV dari lokasinya. Yang jelas semuanya panik, teriak, dan guru mulai ambil 1 anak dan bawa pergi, tanpa pemeriksaan terlebih dahulu. Ini sangat berbahaya. Bahkan memindahkan anak yang baru terlindas mobil bisa membuatnya lebih sakit lagi. Selain masalah perdarahan di dalam, kalau ada luka pada tulang punggungnya, tindakan mengangkat badannya dan taruhnya di motor bisa membuatnya lumpuh. Syaraf terjepit di tulang punggung bisa putus setelah dipindah. Jadi ilmu P3K sangat dibutuhkan bagi semua guru sekolah. Tetapi selama ini, pemerintah tidak pernah wajibkan ilmu penting itu karena dianggap tidak penting. Kapan keselamatan 80 juta anak bangsa akan menjadi prioritas bagi pemerintah? 
-Gene Netto

Mobil MBG Tabrak Siswa di Cilincing Jakarta: 20 Orang Terluka 
Mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) menerobos masuk dan menabrak siswa di halaman SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara. Insiden itu menyebabkan 20 orang terluka, terdiri dari 19 siswa dan 1 guru.
https://www.detik.com



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...