Assalamu’alaikum wr.wb. Pada suatu hari, saya dapat sedekah yang cukup besar, jadi saya berniat traktir seorang anak yatim yang saya kenal. Sudah sering saya ajak dia makan, dan setiap kali masuk mall, dia selalu wajib melihat sepatu bola idamannya, merek Nike. Jadi saya memutuskan untuk beli sepatu bola itu baginya. Sambil makan, saya berikan tausiah, suruh dia memperbaiki ibadahnya, dan tambah bersyukur kepada Allah. Akhirnya dibeli sepatu bola itu, dan senyumnya begitu besar seakan-akan mukanya akan pecah.
Setelah pulang, saya tulis di Facebook tentang nikmatnya belikan sepatu bola bagus untuk anak yatim, agar menjadi motivasi bagi pembaca untuk melakukan yang serupa. Banyak orang bersyukur, tetapi juga ada komentar negatif. Katanya, sepatu bola tidak penting, dan merek Nike juga “terlalu mahal untuk anak yatim”. Katanya, saya berlebihan dan seharusnya kasih yang paling murah saja.
Saya merenung. Apa saya salah? Saya melakukan shalat taubat dan shalat istikharah, dan mohon petunjuk dari Allah. Tidak muncul perasaan bahwa saya bersalah. Jadi saya berhenti membalas komentar negatif itu, dan serahkan urusan itu kepada Allah.
Sekitar 10 hari kemudian, ada teman yang ajak makan siang. Saat ketemu, dia menjelaskan ada rezeki baru jadi dia ingin balas semua kebaikan saya, karena saya sudah sering menolongnya dengan nasehat yang bermanfaat. Dia bahas dengan istrinya, dan ide terbaik adalah mereka mau bayarkan saya umrah!
Ya Allah!! Saya setuju dan bilang akan mengatur jadwalnya. Malam itu, saya mulai merenung. Saya sudah mengeluarkan 1 juta untuk sepatu bola berkualitas bagi seorang anak yatim. Lalu, disalahkan dengan komentar yang tajam. Saya shalat taubat dan istikharah, dan tidak merasa bersalah. Jadi saya diam saja dan serahkan urusan itu kepada Allah. Dan 10 hari kemudian, Allah membalas 1 juta itu dengan undangan ke Baitullah senilai 20 juta lebih (pada saat itu), atau 20 kali lipat dari pengeluaran saya. Apa kita masih tidak mau percaya pada balasan Allah?
245. Siapakah yang mau memberi PINJAMAN kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN PEMBAYARAN KEPADANYA DENGAN LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)
Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya).” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud)
Jangan merasa takut untuk melakukan kebaikan bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Tidak ada istilah “anak yatim yang terlalu kaya” di dalam Al Qur'an atau hadits. Juga tidak ada barang yang “terlalu mahal untuk anak yatim”. Itu hanya persepsi buruk sebagian orang. Coba mulai saja dengan anak yatim yang dekat, terutama kalau ada saudara. Yakinlah bahwa Allah SWT yang akan membalas dan yakinlah bahwa balasan itu akan BERLIPAT GANDA.
Rasulullah SAW bersabda, “Bersikaplah kepada anak yatim, seperti seorang bapak yang penyayang.” (HR. Bukhari)
Kalau mau bantu anak yatim, jangan hanya kasih KFC, Hoka-Hoka Bento, dan Dunkin Donuts saja. Coba bicara dengan anak itu, menjadi saudaranya, dan bertanya dia mau dibelikan apa. Dengan memberikan barang yang diinginkannya, seperti sepatu bola, atau sepeda, atau baju bagus, dia akan terima sebagai bentuk kasih sayang dari Allah karena Allah-lah kirim orang Muslim yang baik untuk menolong dia. Dan setelah itu, insya Allah doanya anak itu bagi kita akan sangat luar biasa. Dan jangan lupa bahwa Allah Sendiri yang berjanji untuk membalas uang yang kita keluarkan. Kalau kita yakin!!
Semoga bermanfaat.
Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(45)
anak
(315)
anak yatim
(75)
bilingual
(21)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(84)
dhuafa
(6)
for fun
(12)
Gene
(168)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(32)
hukum
(57)
hukum islam
(51)
indonesia
(487)
islam
(541)
jakarta
(27)
kekerasan terhadap anak
(371)
kesehatan
(94)
Kisah Dakwah
(13)
Kisah Sedekah
(9)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(22)
KPK
(12)
Kristen
(14)
lingkungan
(18)
mohon bantuan
(13)
muallaf
(49)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(33)
parenting
(2)
pemerintah
(99)
Pemilu 2009
(36)
pendidikan
(497)
pengumuman
(23)
perang
(9)
perbandingan agama
(12)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(111)
Politik Indonesia
(29)
Progam Sosial
(15)
puasa
(35)
renungan
(187)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(11)
sosial
(281)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada beberapa komentar di blog saya dari orang yang inginkan hukum syariah diterapkan dengan cepat, dan mereka kecew...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ini Bab Pertama dari buku saya Mencari Tuhan, Menemukan Allah.(Baru terbit dalam bahasa Inggris. Bahasa Indonesia be...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Orang sering berkomentar kepada saya, kok banyak orang bisa melakukan korupsi padahal mereka shalat dan puasa. Ka...
-
Pada saat saya jalan-jalan dengan teman, saya diajak makan es krim di Pisa Café, Menteng, lalu saya diberitahu bahwa sebagian dari es krim d...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ada banyak guru yang setuju dengan kebiasaan memukul, menampar, menjewer, melempar barang, atau memberikan ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Email yang menyatakan Sunita Williams menjadi Muslim adalah rekayasa dan sudah ada lebih dari satu versi...
-
[Pertanyaan]: Assalamualaikum pak ustad. Saya mau tanya nih. Malam ini saya minum bir bintang, apakah puasa saya besok dan seterusnya masih ...
27 June, 2012
23 June, 2012
Nenek Yang Dihinakan Anak Remaja Dapat Sumbangan 500.000 Dolar
Di New York, Amerika Serikat, ada seorang Ibu yang menjadi
penjaga di dalam bis sekolah (disebut “bus monitor”). Tugasnya hanya untuk
duduk di bis pada saat anak sekolah sedang berangkat dan pulang, untuk
mengawasinya supaya tidak terjadi masalah. Gajinya kecil sekali, hanya 15 ribu
dolar per tahun.
Ibu ini yang bernama Mrs Karen Klein adalah seoarang nenek
dengan 8 cucu, dan sudah melakukan tugas sebagai pengaja bis ini selama
beberapa tahun karena peduli pada anak. Sebelum pensiun, dia kerja sebagai
sopir bis sekolah juga. Beberapa minggu yang lalu, 4 anak yang sedang naik bis
mulai mengejek dan menghinakan Mrs Klein. Anak2 itu berusia antara 12-13 tahun,
atau anak SMP. Mereka mengatakan Mrs Klein jelek, gemuk, bau badan, dan
bertanya alamat rumahnya karena mau merampoknya. Satu anak mengatakan anak2nya
Mrs Klein pasti akan bunuh diri karena tidak ingin berdekatan dengannya. (Anak
itu tidak tahu bahwa salah satu anaknya Mrs Klein memang bunuh diri 10 tahun
yang lalu).
Walaupun diejek dan dihinakan berkali2, Mrs Klein tetap
bersabar dan tidak membalas dengan mengejek anak2 itu juga, dan hanya sarankan
mereka diam saja kalau tidak bisa mengucapkan kata2 yang baik. Akhirnya dia
tidak tahan dan menangis juga, tetapi masih diam saja dan tidak mengucapkan
kata2 buruk kepada anak2 yang sedang menghinakannya. (Walaupun dia mengaku
kepada wartawan bahwa di dalam hati dia ingin sekali memukul mereka karena
kata2 mereka begitu menyakiti hatinya).
Salah satu anak membuat rekaman, dan kemudian di-upload ke
You Tube. Setelah mulai ditonton banyak orang, video ini menyebar secara cepat,
masuk berita, dan banyak sekali orang dewasa di Amerika mengatakan kaget dan
tidak percaya anak sekarang bisa begitu buruk perilakunya.
Seorang blogger yang nonton tidak mau diam dan biarkan Mrs
Klein menjadi korban begitu saja, padahal dia melakukan tugas mulia (menjaga
anak) dengan gaji yang kecil. Dia membuka situs baru untuk kumpulkan uang, dan
ajak semua orang menyumbang agar Mrs Klein bisa dapat liburan yang baik sebagai
tanda kepedulian masyarakat kepadanya.
Hasilnya? Uang yang disumbangkan oleh masyarakat sudah lewat
batas 500.000 dolar (lima ratus ribu dolar, atau setara dengan 5 milyar
rupiah).
Begitulah balasan bagi orang yang sabar.
Dalam berita di Amerika:
Video aslinya (10 min berisi penghinaan terhadap Mrs Klein):
09 June, 2012
Bahayanya Belajar Agama Islam Dengan Membaca Teks Sendiri
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Di dalam sebuah Facebook group yang saya ikuti, seringkali
ada orang yang mengutip hadiths atau ayat. Dengan jelas dan tegas, mereka
mengatakan “Ada hadithsnya!” lalu dikutip hadithsnya untuk mendukung
argumentasi mereka. Atau “Ada ayatnya” lalu dikutip ayatnya.
Biasanya,
apa yang disampaikan memang sangat benar sekali, dan penjelasan juga bagus dan
benar. Ayat itu benar ada, dan memang bisa digunakan untuk memperkuat suatu
pendapat atau argumentasi karena memang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh
ulama dan ahli tafsir. Begitu juga hadithsnya karena hadiths itu memang ada,
sahih dan sangat bisa digunakan dengan cara tersebut. Ini merupakan ilmu Islam
yang benar, yang kalau ditanyakan kepada para ustadz dan kyai akan dibenarkan
juga karena sesuai dengan apa yang mereka ajarkan.
Tetapi kadang juga, ada orang yang menyampaikan pendapat
yang belum tentu disetujui semua orang, atau pendapat yang tidak diyakini
secara umum oleh ummat Islam. Orang
itu mengatakan kita semua harus meyakini bahwa X itu wajib, atau X itu haram atau makna dari suatu keadaan adalah X.
Lalu dikutip ayat atau hadiths. Setelah dibaca, kalau dari isi teksnya,
sepertinya memang betul. Ayat dan hadiths tersebut tidak diragukan
kebenarannya, dan teks sudah jelas di depan mata dengan pernyataan yang sepertinya
sederhana.
Masalahnya cuma satu. Ayat atau hadiths tersebut punya
makna yang lain, yang tidak bisa dipahami dari sekedar membaca teksnya saja. Kalau
sebatas baca terjemahan dalam bahasa Indonesia, “sepertinya” jelas dan mudah
dipahami. Tetapi kalau bertanya kepada seorang ustadz yang punya ilmu yang baik,
maka dia mungkin akan senyum dan mengatakan, “Mohon maaf, tetapi anda salah
paham.”
01 June, 2012
Pembinaan Terhadap Muallaf
[Di dalam group muallaf, ada yang merasa saya
terlalu tegas dalam membatasi pembahasan dari orang2 yang bukan muallaf, tetapi
masuk ke group dengan niat “membina muallaf”. Karena sepertinya banyak orang
yang bukan muallaf tidak begitu paham, maka saya kasih penjelasan di bawah ini,
agar mereka bisa menyadari bahwa membina muallaf tidak sama dengan membina
orang dewasa yang Muslim dari lahir tetapi masih awam. Mungkin ada manfaatnya kalau
dibaca teman2 yang lain juga.]
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Saya
pernah bicara 8 jam non-stop (kecuali shalat) dengan seorang muallaf yang mau
murtad. Dia merasa semua yang dia alami sebagai seorang Muslim terlalu berat,
jadi dia mau murtad saja. Setelah bicara lama dengan saya, akhirnya dia banyak
menangis dan memilih sendiri untuk tetap sebagai seorang Muslim. Dalam diskusi
itu, saya sengaja kasih dia dua pilihan, menjadi Muslim terus atau kembali
Kristen, dan menjelaskan hasil yang baik dan buruk dari kedua pilihan itu. Hal itu
sengaja dilakukan untuk memancing logika dia jalan. Karena keputusan murtad
(setelah dia jelaskan semua alasannya) adalah keputusan dari emosi. Jadi saya
harus memaksa dia untuk menganalisa keadaannya. Dan hal itu sangat mudah bagi
saya karena setiap kali saya bertanya kepada dia, sebelum dia sempat berfikir
dan buka mulut, saya sudah tahu jawabannya akan seperti apa, dan sudah siapkan
pertanyaan susulan. Jadi dalam proses diskusi lama itu, saya bisa mengarahkan
pikiran dia dari kondisi bingung dan mau putus asa menjadi yakin dan kuat untuk
menghadapi semua ujian yang Allah berikan kepadanya.
30 May, 2012
Pendapat Yang Paling Benar
Di dalam group muallaf, ada post berjudul “hanya
intermezzo...” dengan gambar komik superhero sedang shalat. Sempat dibahas
beberapa orang dengan sikap ringan dan bercanda, tetapi tiba2 ditegor oleh satu
orang yang merasa tidak boleh membicarakan superhero shalat, lalu post itu
dihapus. Kenapa harus dihapus? Karena satu orang tidak suka? Karena satu orang
merasa tidak benar melihat superhero shalat (walapun semuanya tidak nyata)? Karena
satu orang merasa dengan melihat gambar yang lucu itu sama dengan “memperolok islam”?
Kenapa hanya satu pendapat itu yang boleh benar?
Begitulah ummat Islam sekarang. Satu orang ingin
mengendalikan semua, dengan merasa paling benar sendiri. Lalu yang komentari
gambar itu disuruh bertaubat, karena satu orang merasa paling benar
pengertiannya pada Islam, dan tugasnya adalah salahkan dan tegor semua orang
lain, sampai mereka setuju dengan pendapat dia. Ini pelajaran yang bagus untuk
muallaf dan orang awam. Di dalam ummat Islam ada komunitas kecil yang merasa
paling mengerti agama Islam, dan merasa paling benar dalam semua perkara. Mereka
merasa hanya mereka yang akan menjadi golongan yang selamat di akhirat karena
semua orang lain tidak mengerti Islam dengan benar. Dan mereka merasa tugas
mereka adalah untuk menyalahkan dan menegor semua orang Muslim yang lain,
bahkan termasuk menegor ustadz dan kyai, sehingga mau nurut dengan pendapat komunitas
mereka. Pendapat selain mereka automatis salah, dan mereka akan sembunyikan
ilmu dan pendapat yang tidak berasal dari komunitas mereka seolah-olah tidak
ada pendapat yang berbeda.
28 May, 2012
Hidayat Janji Bangun Stadion buat Persija
Nasional | Senin, 28 Mei 2012 12:33 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Para pendukung kesebelasan Persija
Jakarta meminta Calon Gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid membangun sebuah
stadion yang layak untuk Persija. Mereka merasa prihatin karena Persija, yang
merupakan salah satu klub elite di Tanah Air, tidak memiliki stadion sendiri.
Stadion dimaksud yang dinilai layak dipakai untuk pertandingan, baik di level
nasional maupun internasional.
Persija kerap tidak bisa menggelar pertandingan di kandang karena tak memiliki stadion sendiri. “Kita sering harus bertanding di luar Jakarta,” ungkap salah seorang Jak Mania, secara spontan ketika bertemu dengan pasangan Cagub dan Cawagub Hidayat+Didik di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, saat keduanya beniat menyaksikan pertandingan antara Persija melawan Persib, Ahad (27/5) petang.
Hidayat mengaku prihatin karena kota sebesar Jakarta tidak memiliki stadion sendiri yang bisa dibanggakan masyarakat Jakarta. Dia menegaskan, jika mendapat amanah menjadi Gubernur DKI Jakarta, dirinya akan membangun dua buah stadion sepak bola berstandar intenarsional untuk masyarakat Jakarta.
“Dan Persija tidak perlu mengungsi lagi ke kota lain untuk melaksanakan pertandingan kandang,” tandas Hidayat.
Sebaliknya, Hidayat juga minta agar para pendukung Jak Mania dapat menjaga ketertiban dan keamanan jika Persija bertanding. Sebab, percuma ada stadion jika ketertiban dan keamanan tidak terjaga. Nantinya aparat keamanan akan sulit mengeluarkan izin pertandingan.
Persija kerap tidak bisa menggelar pertandingan di kandang karena tak memiliki stadion sendiri. “Kita sering harus bertanding di luar Jakarta,” ungkap salah seorang Jak Mania, secara spontan ketika bertemu dengan pasangan Cagub dan Cawagub Hidayat+Didik di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, saat keduanya beniat menyaksikan pertandingan antara Persija melawan Persib, Ahad (27/5) petang.
Hidayat mengaku prihatin karena kota sebesar Jakarta tidak memiliki stadion sendiri yang bisa dibanggakan masyarakat Jakarta. Dia menegaskan, jika mendapat amanah menjadi Gubernur DKI Jakarta, dirinya akan membangun dua buah stadion sepak bola berstandar intenarsional untuk masyarakat Jakarta.
“Dan Persija tidak perlu mengungsi lagi ke kota lain untuk melaksanakan pertandingan kandang,” tandas Hidayat.
Sebaliknya, Hidayat juga minta agar para pendukung Jak Mania dapat menjaga ketertiban dan keamanan jika Persija bertanding. Sebab, percuma ada stadion jika ketertiban dan keamanan tidak terjaga. Nantinya aparat keamanan akan sulit mengeluarkan izin pertandingan.
Hikmahnya Sebuah Senyuman No.2
Ini hikmahnya
sebuah senyuman. Ini foto Yusuf (kanan) yang datang ke rumah kemarin untuk
menerima uang sekolah buat kakaknya, Dadang (kiri). Keduanya tidak kerja lagi
sebagai pemulung, tetapi bapak dan ibu masih, dan semuanya masih tinggal di
tempat pemulung, tanpa air dan WC di dalam gubuk mereka (ada satu tempat di
luar buat semua pemulung).
Dua hari yang
lalu, bapak mereka telfon saya dan minta bantuan dapat uang sekolah untuk masuk
SMK bagi Dadang. Saya kumpulkan dari beberapa teman karena tidak sanggup kasih
semuanya sendiri. Saat saya kasih tahu bapak uangnya sudah siap untuk diambil,
dan ini sedekah bukan pinjaman, dia menangis terus di telfon dan membaca doa
yang panjang buat saya dan teman2 saya yang bersedia membantu dia, tanpa minta
apa-apa dari dia.
Dia
mengatakan tidak menyangka bisa dapat bantuan yang begitu besar, dengan begitu
cepat, dan dalam bentuk sedekah bukan pinjaman, jadi tidak ada beban bayar
kembali. Harapan dia cuma satu: anaknya harus bisa dapat pekerjaan yang lebih
baik, dan jangan sampai mereka terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan dengan
menjadi pemulung juga. Sekarang, setelah saya mulai kasih uang bulanan ke Yusuf
dari dua tahun yang lalu, dia berhenti menjadi pemulung dan menjadi sangat
senang main bola dengan teman2nya setelah sekolah (daripada kerja). Dan
hubungan kami dimulai dari sebuah senyuman saja.
Teman2,
jangan takut membantu orang lain. Allah Maha Tahu, dan Allah yang berjanji
untuk bayar kembali uang yang kita keluarkan untuk membantu orang lain.
245.
Siapakah yang mau memberi PINJAMAN kepada Allah, pinjaman yang BAIK
(menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN
pembayaran kepadanya dengan LIPAT GANDA yang BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan
melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)
(QS. Al-Baqarah 2:245)
27 May, 2012
P3I: 1,4 Juta Pemilih Fiktif dalam DPS Pilgub DKI
Jumat, 18 Mei 2012 | 05:59
Dari sekitar 523.000 DPS terdapat 104.000 pemilih fiktif
pada setiap kelurahan di Jakarta.
Pusat Pergerakan Pemuda Indonesia (P3I) menemukan adanya 1,4 juta pemilih fiktif pada Pemilukada DKI Jakarta 2012. Pemilih fiktif tersebut sudah terdaftar dalam daftar pemilih sementara (DPS) Pemilukada DKI Jakarta.
"Apabila menghitung secara keseluruhan hasil temuan tersebut, maka dalam Pilkada 2012 mendatang terdapat sekitar 1,4 juta pemilih fiktif (ghost voters)," kata Ketua P3I Mustafa, dalam jumpa pers "Carut Marut Daftar Pemilih Pilkada DKI Jakarta" yang digelar P3I di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/5).
Menurut Mustafa, dari hasil investigasi yang dilakukan, dari sekitar 523.000 DPS terdapat 104.000 pemilih fiktif pada setiap kelurahan di Jakarta. Berdasarkan data tersebut, lanjut dia, hanya ada 5,6 juta pemilih sesungguhnya dalam Pemilukada DKI.
Pusat Pergerakan Pemuda Indonesia (P3I) menemukan adanya 1,4 juta pemilih fiktif pada Pemilukada DKI Jakarta 2012. Pemilih fiktif tersebut sudah terdaftar dalam daftar pemilih sementara (DPS) Pemilukada DKI Jakarta.
"Apabila menghitung secara keseluruhan hasil temuan tersebut, maka dalam Pilkada 2012 mendatang terdapat sekitar 1,4 juta pemilih fiktif (ghost voters)," kata Ketua P3I Mustafa, dalam jumpa pers "Carut Marut Daftar Pemilih Pilkada DKI Jakarta" yang digelar P3I di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (17/5).
Menurut Mustafa, dari hasil investigasi yang dilakukan, dari sekitar 523.000 DPS terdapat 104.000 pemilih fiktif pada setiap kelurahan di Jakarta. Berdasarkan data tersebut, lanjut dia, hanya ada 5,6 juta pemilih sesungguhnya dalam Pemilukada DKI.
23 May, 2012
Hikmahnya Sebuah Senyuman
Assalamu’alaikum
wr.wb.,
Mungkin
teman2 yang baca blog dan Facebook saya akan ingat Yusuf, anak SD yang menjadi
pemulung. Saya mulai memberikan santunan kepada dia lebih dari 2 tahun yang
lalu, supaya dia bisa lanjutkan sekolah ke SMP dan sekaligus berhenti menjadi
pemulung. Kemarin saya ditelfon bapaknya Yusuf. Dengan minta maaf berkali2, dia
tanya apa ada kemungkinan saya bisa membantu keluarganya lagi. (Bapak dan Ibu
masih kerja sebagai pemulung). Ternyata kakaknya Yusuf sudah selesai SMP dan
mau masuk SMK, jurusan Multimedia. Tetapi ada biaya masuk sekian juta, dan
tidak boleh dicicil. Harus bayar lunas sebelum akhir bulan Mei ini.
Dari
suara bapak, kedengaran bahwa dia tidak enak minta tolong lagi kepada saya. Soalnya,
bulan ini saya juga dapat sedikit sedekah dari teman2 yang mau bantu saya, dan
sebagai tanda syukur kepada Allah, saya sudah memberikan 1 juta kepada Yusuf
dan keluarganya kemarin. Jadi saya paham kenapa
bapak merasa tidak enak minta lagi. Tetapi dia tidak tahu bahwa saya sedang
senyum sambil mendengarkan permintaannya. Kenapa? Karena saya bersyukur bahwa
keluarga yang sangat miskin ini masih merasa ada tempat untuk mendapatkan
pertolongan. Alhamdulillah saya dianggap sebagai orang yang sanggup membantu,
dan bapak merasa bisa hubungi saya kalau ada masalah. Saya senyum sambil dengar
terus.
21 May, 2012
Perbuatan Homoseks Di Dunia Binatang
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, dalam beberapa forum dalam 1 bulan terakhir ini, saya
sudah beberapa komentar yang menolak penulis asal Kanada Irsyad Manji (yang
katanya aktivis hak orang homoseks), dan juga terhadap konser Lady Gaga yang
punya satu lagu “Aku Dilahirkan Begini” (yang membela orang homoseks karena
katanya dilahirkan begitu).
Dalam argumentasi yang disampaikan, kadang ada penulis yang
merasa larangan homoseks di dalam Al Qur'an tidak cukup. Untuk memperkuat
argumentasinya, mereka membuat pernyataan seperti ini; “Tidak ada perbuatan
homoseks di dunia binatang”.
Saya hanya sekedar mau informasikan bahwa pernyataan itu
kurang benar. (Catatan: Ini bukan pembelaan terhadap Irsyad Manji, Lady Gaga
atau orang homoseks). Ternyata, di dunia binatang ada juga perbuatan homoseks,
yang sudah diteliti bertahun2 oleh ilmuan. Tetapi mungkin hal itu tidak
diketahui oleh kebanyakan orang Muslim di Indonesia, karena kurang membaca, dan
hanya membaca apa yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Oleh karena
itu, hasil penelitian dari manca negara dalam bahasa Inggris tidak selalu masuk
berita Indonesia dan karena itu tidak diketahui di sini.
14 May, 2012
Apa Irshad Manji Boleh Diserang dan Bukunya Dilarang Beredar?
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Di Facebook saya dan di tempat lain, ada pendapat yang
mengatakan benar kalau Irshad Manji diserang, dan buku dia dilarang beredar. Saya
ingin memberikan sebuah tanggapan, kalau ada yang mau memikirkan perkara ini
dari sisi yang lain. Saya tidak mendukung penulis itu, dan tidak setuju dengan
pendapatnya dalam banyak hal. Tetapi saya juga tidak setuju kalau dia boleh diserang
sekelompok orang, tanpa landasan hukum. Saya juga tidak setuju dengan pendapat
yang minta agar bukunya dilarang beredar, karena dikuatirkan “efek buruk terhadap
ummat” kalau boleh dibaca.
Kalau Irshad Manji melanggar hukum, biarkan polisi dan
pemerintah bertindak. Ternyata, dia tidak melanggar hukum. Tetapi yang terjadi
adalah sekelompok orang Muslim mengatakan “Kami tidak suka pembicaraan anda,
atau buku anda, jadi kami berhak menyerang anda!”
Kalau tindakan itu dibenarkan, korban berikut siapa? Orang Ahmadiyah
diserang, Polisi diam dan biarkan. Orang Syiah diserang, Polisi diam dan
biarkan. Orang dalam aliran sesat diserang, Polisi diam dan biarkan. Yang berikut
siapa?
Mungkin saya yang menjadi sasaran berikut? Gene Netto mengritik
pemerintah, atau NU, atau Muhammadiyah, atau orang Muslim yang tidur saat
khutbah jumat, atau orang Muslim yang tidak peduli pada anak yatim karena sibuk
korupsi untuk sekolahkan anaknya di Amerika. Boleh dong diserang rumahnya Gene
Netto dan teman2 digebukin, dan Polisi harus diam. Betul? Pendapat Gene Netto
tidak boleh dibaca, karena bisa mengganggu “ketertiban ummat”.
Kalau sekelompok orang Muslim tidak suku pembicaraan orang
lain, atau tulisannya, maka orang itu boleh diserang. Betul? Ini negara hukum
rimba. Betul?
13 May, 2012
Kenapa Banyak Orang Merasa Sulit Untuk Peduli Pada Anak Yatim?
Assalamu’alaikum
wr.wb.,Ya
Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Kenapa
ada begitu banyak orang Muslim yang punya pandangan yang begitu sempit terhadap
anak yatim? Saya merasa sedikit heran terhadap saudara2 saya di sini yang
Muslim dari lahir, tetapi masih punya pandangan yang sempit terhadap anak
yatim, seolah-olah tidak pernah dapat ajaran agama berkaitan dengan anak yatim
dari Rasulullah SAW. Kenapa bisa begitu?
Ada
pesan yang dikirim kepada saya dari seorang Ibu. Dia menceritakan nasibnya
waktu menjadi anak yatim dulu. Setelah membacanya,
saya hampir tidak bisa percaya bahwa anggota keluarganya sendiri yang hidup
secara makmur masih tidak berfikir untuk memperhatikan nasibnya keponakan2 mereka yang anak yatim. Ibu itu bercerita bahwa dia dan kakaknya
harus mencari nafkah hidup untuk makan dan uang sekolah bagi mereka dan adik-adik mereka karena Ibu tidak sanggup mencari
nafkah hidup, dan tidak ada yang berusaha untuk membantu mereka. Tetangga yang
jauh tidak membantu, tetangga yang dekat tidak membantu, dan bahkah saudara
kandung sendiri tidak membantu.
Kenapa
bisa begitu sebagian dari ummatnya Nabi Muhammad ya
Allah?
Kemarin
saya menulis tentang anak yatim di Facebook saya, dan ada juga beberapa orang
yang berprotes lewat email, message dan sms. Keluarga yang saya bantu itu (yang
sudah menerima saya sebagai saudara angkat) “terlalu
kaya” dan tidak layak dibantu lagi, menurut pendapat penulis2 tersebut. Dan bukan
kali ini saja saya dapatkan pendapat seperti itu dari beberapa orang. Kok mereka
bisa begitu hitung-hitungan sama anak yatim? Bagaimana kalau Allah SWT mulai
menjadi hitung-hitungan kepada kita juga sebagai balasan?
“Kamu
sudah punya pekerjaan, jadi jangan berharap bisa dapat bantuan tambahan dari Allah
pada tahun ini. Jangan berharap ada uang
lebih untuk
beli motor atau mobil. Jangan berharap bisa ada uang lebih untuk beli baju
baru. Jangan berharap bisa ada uang untuk liburan tahun ini. Jangan berharap bisa
dapat uang untuk renovasi rumah yang sering bocor. Soalnya… kamu sudah “terlalu
kaya” untuk dapat bantuan lagi dari Allah!” (Apa mau kita menghadapi keadaan
seperti itu? Kalau tidak, kenapa kita bisa menjadi begitu hitung-hitungan dan
pilih-pilih terhadap anak yatim?)
Apakah ada hadiths satupun yang menyuruh kita memeriksa rekening atau dompetnya
seorang anak yatim sebelum kita kasih santunan kepadanya? Di mana hadiths yang luar biasa itu? Saya belum pernah baca dan setahu saya
tidak ada. ANAK YATIM ADALAH ANAK YATIM. Setahu saya, tidak ada istilah “anak
yatim yang terlalu kaya dan tidak perlu disayangi dan disantuni lagi” di dalam
Al Qur'an maupun di dalam hadiths. Artinya terlalu kaya apa? Dia punya 100ribu,
jadi tidak boleh dikasih lagi? Dia punya kasur,
jadi tidak perlu dikasih baju lagi? Dia bisa makan setiap minggu jadi tidak
perlu dikasih uang belanja lagi? Apa artinya “anak yatim yang terlalu kaya” itu?
Dari mana sebagian orang Muslim bisa dapatkan konsep yang aneh seperti itu? Kenapa
begitu banyak orang bisa berprotes kalau ada anak yatim yang disantuni dengan
pemberian apa saja?
Kalau
belajar tentang sedekah (bukunya sudah banyak), maka ditekankan bahwa
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk kasih kepada keluarga dulu, jauh sebelum
yang lain. Lalu tetangga yang dekat. Lalu yang jauh. Tetapi banyak orang merasa
bahwa itu bukan tindakan yang baik. (Apa Rasulullah kurang paham kali?) Mereka merasa
bahwa yang terbaik adalah datang kepada anak yatim, dan membuat audit terhadap
semua barang miliknya, cek saldo tabungan, cek isi dompet, tanya apa yang dia
makan setiap hari selama minggu ini, dan setelah lewat proses pemeriksaan, kalau si anak yatim dinilai “cukup miskin” maka baru boleh
dikasih 100 ribu lagi. Apakah begitu maunya kita terhadap anak yatim yang hatinya sedih dan
terpukul?
Dari
mana ummat Islam bisa mendapatkan pemikiran seperti itu? Belum tentu orang yang
kita menilai sebagai “orang mampu” adalah orang yang punya banyak! Rumah ada? Apa
milik sendiri, atau kontrak, atau cicil ke bank? Mobil ada? Apa milik sendiri,
atau cicil, atau apa ada yang pinjamkan (misalnya mertua)? Uang ada? Apa uang
bisa habis untuk belanja, bayar sekolah, bayar cicilan, bayar listrik,
memperbaiki ini dan itu yang rusak di rumah tanpa sepengetahuan siapapun selain Allah? Siapa yang berhak datang kepada anak yatim atau ibunya
(kalau masih ada) dan melakukan audit terhadap diri mereka, SEBELUM bersedia
membantunya? Saya sungguh tidak paham kenapa
orang Muslim bisa mendapatkan pemikiran seperti itu.
Saya
lebih tidak paham lagi kalau ada anak yatim yang masih menjadi anggota keluarga
sendiri dan tidak ada yang mau memperhatikan mereka duluan di atas
segala-galanya. Saya tidak paham dan tidak bisa setuju. Saya hanya bisa berharap bahwa mungkin lewat tulisan saya atau lewat
kisah nyata yang saya sebarkan, ummat Islam yang merasa beriman kepada Allah SWT
dan merasa mencintai Nabi Muhammad SAW bisa merenung dan melihat anak yatim di
depan mata mereka, dan berfikir di dalam hatinya, “Kalau seandainya anak yatim
ini di depan saya adalah Rasulullah SAW pada saat dia masih seorang anak yatim, apa yang akan saya berikan dan
lakukan UNTUK DIA?”
Lalu
setelah berfikir seperti itu, baru mereka
bertindak
dengan penuh kasih sayang dan sikap yang lembut dan mulia, seolah-olah sedang
bicara dengan seorang anak yatim bernama Muhammad bin Abdullah, yang akan
menjadi Nabi kesayangan Allah di masa depan. Lihat anak yatim di depan mata,
terutama yang anggota keluarga, dan jangan berfikir tentang isi tabungan
mereka, dan jangan berasumsi bahwa mereka dalam keadaan “oke-oke saja”.
Yang tahu keadaan mereka sebenarnya hanya mereka yang Allah, sedangkan kita hanya berasumsi saja. Bisa jadi asumsi kita salah 100% tetapi kita sudah buang muka duluan dengan sikap tidak peduli karena berasumsi mereka tidak perlu dibantu lagi. Kalau mereka memang benar orang kaya, biarkan mereka sendiri yang MENOLAK pemberian kita, dan insya Allah mereka akan melakukannya kalau merasa tidak berhak menerimanya dan masih bisa hidup secara makmur. Sungguh sombong dan sempit pemikiran kita kalau kita mau ambil keputusan itu atas nama mereka, padahal kita tidak tahu apa-apa tentang mereka selain persepsi dan asumsi kita saja!
Yang tahu keadaan mereka sebenarnya hanya mereka yang Allah, sedangkan kita hanya berasumsi saja. Bisa jadi asumsi kita salah 100% tetapi kita sudah buang muka duluan dengan sikap tidak peduli karena berasumsi mereka tidak perlu dibantu lagi. Kalau mereka memang benar orang kaya, biarkan mereka sendiri yang MENOLAK pemberian kita, dan insya Allah mereka akan melakukannya kalau merasa tidak berhak menerimanya dan masih bisa hidup secara makmur. Sungguh sombong dan sempit pemikiran kita kalau kita mau ambil keputusan itu atas nama mereka, padahal kita tidak tahu apa-apa tentang mereka selain persepsi dan asumsi kita saja!
Janganlah begitu, tetapi mari kita membuka hati kita dan lakukan yang terbaik
bagi mereka, tanpa rasa takut uang itu akan hilang karena Allah yang menjamin akan bayar kembali uang
itu kepada kita. Dan kalau hatinya anak yatim itu sudah mantap, dan mereka
sudah kuat dan independen, dan kita sudah tidak meragukan itu (apalagi mereka
sendiri yang menyatakannya) maka silahkan cari anak yatim yang lebih jauh, dan
bantu mereka juga. Tetapi jangan sampai anak yatim
yang paling dekat dengan kita diabaikan begitu saja karena kita berasumsi bahwa
mereka tidak perlu dapat bantuan dari kita.
Allah
SWT tidak pernah menciptakan istilah “anak yatim yang kaya” tetapi mungkin saja
itu berasal dari Setan, dan manusia yang
beriman kepada Allah SWT sedang menyebarkannya
dengan sikap yang sombong dan pemikiran yang sempit, berdasarkan asumsi dan
persepsi saja!
Berikut ini adalah kisah
nyata yang dikirim kepada saya oleh seorang Ibu. Saya, Gene Netto, yang
menjamin bahwa insya Allah ini adalah kisah nyata, dan nama Ibu yang
bersangkutan dirahasiakan. Silahkan membaca, dan silahkan berfikir sendiri, apa
ada orang dekat kita yang belum kita bantu?
********
Gene,
Assalammu'alaikum....
Saya terharu membaca cerita Gene membahagiakan seorang anak yatim & keluarganya. Bermacam macam komentar saya baca. Ada yang mendukung, tapi ada pula yang menyindir. Tidak masalah apa yang dikatakan orang lain.
Saya pernah di posisi seperti anak yang Gene santuni. Saat SMP ditinggal ayah satu2nya pencari nafkah dalam keluarga. Sementara ibu adalah sosok ibu rumah tangga murni yang tidak mengerti dan tidak punya keberanian untuk mencari uang. Tidak punya modal juga. Saya dan kakak saya harus putar otak supaya dapat uang untuk makan dan sekolah. Dua adik saya masih kecil2. Kami berdua [saya dan kakak] bahu membahu mencari nafkah sambil sekolah. Kakak mengamen, mencuci mobil orang, menjadi tukang parkir. Saya sekali2 ikut mengamen, menawarkan diri bekerja mencuci piring di warteg2, menjadi buruh tukang jahit dsb. Sering saya dan kakak saya selesai mengamen, tidur di jalan berselimut langit, beralas meja warung tenda atau lantai trotoar. Semua kami lakukan supaya kami berdua, ibu dan 2 adik saya bisa makan dan sekolah.
Tidak ada TV dirumah apalagi kulkas. Sering saat tidak punya uang sama sekali, saya berjalan kaki ke sekolah yang jaraknya kira2 sama dengan jarak Blok M ke Bunderan HI. Untuk makan saya terpaksa pergi ke pasar untuk memunguti sayuran yang dianggap tidak layak jual dan biasanya digunakan untuk pakan ikan lele. Atau memaksakan diri memohon belas kasihan penjual beras. Biasanya saya diberi segenggam atau dua genggam beras. Setiap kali mendapat makanan, saya selalu berbisik dalam hati mengucapkan terimakasih kpd Tuhan.
Sering saya sengaja puasa karena jatah makan saya, tidak saya makan tapi saya simpan untuk adik2 dan ibu. Karena belum tentu besok punya makanan.
Tidak ada sanak family yang membantu. Adik2 ayah saya yang kebanyakan orang sukses (dokter, direktur perkebunan, anggota dewan, dosen, ahli apoteker, peneliti) justru meributkan rumah yang kami tempati. Mereka menuntut rumah kami dijual dan uangnya di bagi2. Tapi untungnya ibu tetap bertahan. Kalau tidak, mungkin kami sekeluarga tinggal di kolong jembatan.
Gene, Tuhan memang maha pengasih. Di tengah2 penderitaan hidup, Tuhan memberi kelebihan lain untuk saya. Saat sekolah dulu, saya tidak pernah tidak jadi juara kelas. Padahal boleh dibilang saya tidak pernah punya buku paket. Karena memang tidak punya uang untuk beli buku. Beruntung, buku paket sesuatu yang tidak begitu diwajibkan harus dibeli pada waktu itu. Tidak seperti sekarang. Buku paket jadi bisnis sekolah. Saya hanya rajin mencatat dan membuat ringkasan pelajaran saat jam istirahat di sekolah. Teman2 pada jajan, saya mencatat. Percuma juga kalau jajan. Tidak punya uang.
Sampai sekarang, kalau lagi reunian dengan teman2 SMA, saya yang pendiam tapi pemikir, dikenal sebagai orang yang berotak encer.
Gene, Dengan modal otak yang kata orang encer, setamat SMA saya berhasil lulus test masuk kerja di sebuah Bank Pemerintah. Begitu pula kakak saya. Saat test tertulis, pengetahuan umum dan matematika (karena saya dari SMA IPA) nilai saya sempurna.
Meski di Bank saya cuma jadi typist, tapi gaji saya cukup membuat kehidupan keluarga saya membaik. Typist adalah pekerjaan yg tingkatannya paling rendah bagi seorang yg berpangkat Clerk. Karena dianggap pekerjaan yg mudah. Tapi meski demikian, saya berusaha menjadi typist yg baik. Boss2 di kantor menjadi suka jika surat2 atau notulen rapat saya yang mengetik.
Dari sini saya belajar bahwa hal yang dianggap sepele, yang sering tidak dilirik orang, jika dilakukan dengan baik, benar dan sungguh2 serta ikhlas maka akan bagus hasilnya.
Prinsip ini saya gunakan dalam menghadapi pekerjaan2 di kantor selanjutnya.
Meski saya hanya tamatan SMA, dipandang tidak berpendidikan, tapi Tuhan memberi saya berkah lain. Selama hidup saya bekerja di 5 company yang berbeda. Kecuali yang pertama ( di Bank Pemerintah) 4 perusahaan lain menerima saya bekerja tanpa test yang rumit. Paling2 hanya sekali wawancara. Saya sendiri tidak mengerti Gene...., padahal ada test macam2 termasuk psiko test. Tapi tidak pernah diberlakukan untuk saya.
Gene, kini saya memilih pensiun. Suami juga menghendaki saya istirahat di rumah. Ibu saya sehat walaafiat dan memilih tinggal berpindah2 sambil mengunjungi sanak family. Yang penting ibu happy. Kakak dan adik2 saya juga memiliki kehidupan yang baik meski sederhana. Semuanya berkah dari Tuhan. Jika sedang berkumpul, masa lalu yang penuh derita dan perjuangan menjadi cerita yang indah bagi kami. InsyaAllah kami seperti Gene, membantu anak yatim yang terdekat dulu. Meski hanya satu dua orang. Tapi jika suatu saat dia menjadi orang yang sukses dan tahu bersyukur, saya yakin ketika dewasa dia juga akan seperti Gene. Membantu anak yatim lain pula. Kebaikan Gene berlanjut. Berkesinambungan. Seperti rantai yang selalu terhubung, meski Tuhan sudah memanggil Gene kembali pulang.
Tetaplah seperti ini yha .... Gene....!! Apapun yang dikatakan orang lain, positif atau negatif tidak usah diambil pusing. Karena kegembiraan seorang anak yatim ketika bisa memiliki barang yang diidam-idamkan sejak lama...... rasanya sungguh luar biasa. Saya pernah merasakan. Dan ini akan selalu diingat sepanjang hidup.
Wassalam, Gene....
Semoga Allah melimpahkan kasih sayang dan rahmatNya untukmu yha....Gene !!
Saya terharu membaca cerita Gene membahagiakan seorang anak yatim & keluarganya. Bermacam macam komentar saya baca. Ada yang mendukung, tapi ada pula yang menyindir. Tidak masalah apa yang dikatakan orang lain.
Saya pernah di posisi seperti anak yang Gene santuni. Saat SMP ditinggal ayah satu2nya pencari nafkah dalam keluarga. Sementara ibu adalah sosok ibu rumah tangga murni yang tidak mengerti dan tidak punya keberanian untuk mencari uang. Tidak punya modal juga. Saya dan kakak saya harus putar otak supaya dapat uang untuk makan dan sekolah. Dua adik saya masih kecil2. Kami berdua [saya dan kakak] bahu membahu mencari nafkah sambil sekolah. Kakak mengamen, mencuci mobil orang, menjadi tukang parkir. Saya sekali2 ikut mengamen, menawarkan diri bekerja mencuci piring di warteg2, menjadi buruh tukang jahit dsb. Sering saya dan kakak saya selesai mengamen, tidur di jalan berselimut langit, beralas meja warung tenda atau lantai trotoar. Semua kami lakukan supaya kami berdua, ibu dan 2 adik saya bisa makan dan sekolah.
Tidak ada TV dirumah apalagi kulkas. Sering saat tidak punya uang sama sekali, saya berjalan kaki ke sekolah yang jaraknya kira2 sama dengan jarak Blok M ke Bunderan HI. Untuk makan saya terpaksa pergi ke pasar untuk memunguti sayuran yang dianggap tidak layak jual dan biasanya digunakan untuk pakan ikan lele. Atau memaksakan diri memohon belas kasihan penjual beras. Biasanya saya diberi segenggam atau dua genggam beras. Setiap kali mendapat makanan, saya selalu berbisik dalam hati mengucapkan terimakasih kpd Tuhan.
Sering saya sengaja puasa karena jatah makan saya, tidak saya makan tapi saya simpan untuk adik2 dan ibu. Karena belum tentu besok punya makanan.
Tidak ada sanak family yang membantu. Adik2 ayah saya yang kebanyakan orang sukses (dokter, direktur perkebunan, anggota dewan, dosen, ahli apoteker, peneliti) justru meributkan rumah yang kami tempati. Mereka menuntut rumah kami dijual dan uangnya di bagi2. Tapi untungnya ibu tetap bertahan. Kalau tidak, mungkin kami sekeluarga tinggal di kolong jembatan.
Gene, Tuhan memang maha pengasih. Di tengah2 penderitaan hidup, Tuhan memberi kelebihan lain untuk saya. Saat sekolah dulu, saya tidak pernah tidak jadi juara kelas. Padahal boleh dibilang saya tidak pernah punya buku paket. Karena memang tidak punya uang untuk beli buku. Beruntung, buku paket sesuatu yang tidak begitu diwajibkan harus dibeli pada waktu itu. Tidak seperti sekarang. Buku paket jadi bisnis sekolah. Saya hanya rajin mencatat dan membuat ringkasan pelajaran saat jam istirahat di sekolah. Teman2 pada jajan, saya mencatat. Percuma juga kalau jajan. Tidak punya uang.
Sampai sekarang, kalau lagi reunian dengan teman2 SMA, saya yang pendiam tapi pemikir, dikenal sebagai orang yang berotak encer.
Gene, Dengan modal otak yang kata orang encer, setamat SMA saya berhasil lulus test masuk kerja di sebuah Bank Pemerintah. Begitu pula kakak saya. Saat test tertulis, pengetahuan umum dan matematika (karena saya dari SMA IPA) nilai saya sempurna.
Meski di Bank saya cuma jadi typist, tapi gaji saya cukup membuat kehidupan keluarga saya membaik. Typist adalah pekerjaan yg tingkatannya paling rendah bagi seorang yg berpangkat Clerk. Karena dianggap pekerjaan yg mudah. Tapi meski demikian, saya berusaha menjadi typist yg baik. Boss2 di kantor menjadi suka jika surat2 atau notulen rapat saya yang mengetik.
Dari sini saya belajar bahwa hal yang dianggap sepele, yang sering tidak dilirik orang, jika dilakukan dengan baik, benar dan sungguh2 serta ikhlas maka akan bagus hasilnya.
Prinsip ini saya gunakan dalam menghadapi pekerjaan2 di kantor selanjutnya.
Meski saya hanya tamatan SMA, dipandang tidak berpendidikan, tapi Tuhan memberi saya berkah lain. Selama hidup saya bekerja di 5 company yang berbeda. Kecuali yang pertama ( di Bank Pemerintah) 4 perusahaan lain menerima saya bekerja tanpa test yang rumit. Paling2 hanya sekali wawancara. Saya sendiri tidak mengerti Gene...., padahal ada test macam2 termasuk psiko test. Tapi tidak pernah diberlakukan untuk saya.
Gene, kini saya memilih pensiun. Suami juga menghendaki saya istirahat di rumah. Ibu saya sehat walaafiat dan memilih tinggal berpindah2 sambil mengunjungi sanak family. Yang penting ibu happy. Kakak dan adik2 saya juga memiliki kehidupan yang baik meski sederhana. Semuanya berkah dari Tuhan. Jika sedang berkumpul, masa lalu yang penuh derita dan perjuangan menjadi cerita yang indah bagi kami. InsyaAllah kami seperti Gene, membantu anak yatim yang terdekat dulu. Meski hanya satu dua orang. Tapi jika suatu saat dia menjadi orang yang sukses dan tahu bersyukur, saya yakin ketika dewasa dia juga akan seperti Gene. Membantu anak yatim lain pula. Kebaikan Gene berlanjut. Berkesinambungan. Seperti rantai yang selalu terhubung, meski Tuhan sudah memanggil Gene kembali pulang.
Tetaplah seperti ini yha .... Gene....!! Apapun yang dikatakan orang lain, positif atau negatif tidak usah diambil pusing. Karena kegembiraan seorang anak yatim ketika bisa memiliki barang yang diidam-idamkan sejak lama...... rasanya sungguh luar biasa. Saya pernah merasakan. Dan ini akan selalu diingat sepanjang hidup.
Wassalam, Gene....
Semoga Allah melimpahkan kasih sayang dan rahmatNya untukmu yha....Gene !!
********
Sekian saja. Semoga
bermanfaat bagi para pembaca. Semoga bisa berfikir kembali tentang anak yatim
yang di dekat kita, dan membantu mereka dan memperkuat hati mereka sebelum yang
lain.
Wabillahi taufik walhidayah,
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
07 May, 2012
Plok! Lembar UN di Garut Terkena Kotoran Burung karena Atap Kelas Bolong
Mansur Hidayat - detikNews
Senin, 07/05/2012 11:16 WIB
Garut Sekitar 90 siswa SD Sukalilah, Cibatu, Garut, harus
bekerja ekstra keras hari ini. Selain mengerjakan soal UN, mereka diharuskan
waspada terhadap ulah burung. Karena atap kelas bolong, beberapa lembar jawaban
UN terkena kotoran burung.
"Sudah empat anak yang minta ganti karena lembaran jawabannya terkena kotoran burung," ungkap salah seorang guru pengawas UN, Dede, ketika ditemui di sekolah, Senin (7/5/2012). Kejadian itu berlangsung saat UN baru dimulai. Para pengawas memperingatkan siswa agar lembaran jawaban tidak terkena kotoran burung. Pasalnya, jumlah lembaran jawaban UN terbatas. Dede menambahkan, meskipun kondisi bangunan lumayan baik, sebagian atap bolong. Banyak burung membuat sarang di atap kelas.
"Jadi jika burung berak, ya langsung ke ruangan tempat UN," jelasnya. Indah, salah seorang siswa, mengaku cukup terganggu dengan kondisi itu. Sambil terus membaca soal dan mengisi jawaban, dia berusaha melindungi lembaran jawaban dengan kepala dan tubuhnya.
"Coba kalau kondisi kelas bagus, kami bisa mengerjakan soal UN dengan tenang," ujarnya. Ia dan rekan-rekannya berharap pemerintah segera mendanai pembangunan kelas baru. Jika tidak memungkinkan, paling tidak pemerintah memperbaiki kelas-kelas yang mulai rusak agar belajar siswa lebih nyaman. (try/nrl)
"Sudah empat anak yang minta ganti karena lembaran jawabannya terkena kotoran burung," ungkap salah seorang guru pengawas UN, Dede, ketika ditemui di sekolah, Senin (7/5/2012). Kejadian itu berlangsung saat UN baru dimulai. Para pengawas memperingatkan siswa agar lembaran jawaban tidak terkena kotoran burung. Pasalnya, jumlah lembaran jawaban UN terbatas. Dede menambahkan, meskipun kondisi bangunan lumayan baik, sebagian atap bolong. Banyak burung membuat sarang di atap kelas.
"Jadi jika burung berak, ya langsung ke ruangan tempat UN," jelasnya. Indah, salah seorang siswa, mengaku cukup terganggu dengan kondisi itu. Sambil terus membaca soal dan mengisi jawaban, dia berusaha melindungi lembaran jawaban dengan kepala dan tubuhnya.
"Coba kalau kondisi kelas bagus, kami bisa mengerjakan soal UN dengan tenang," ujarnya. Ia dan rekan-rekannya berharap pemerintah segera mendanai pembangunan kelas baru. Jika tidak memungkinkan, paling tidak pemerintah memperbaiki kelas-kelas yang mulai rusak agar belajar siswa lebih nyaman. (try/nrl)
Subscribe to:
Comments (Atom)

