Thursday, September 18, 2008

Gosok gigi kala puasa

Judul: gosok gigi kala puasa

Kategori: Puasa

Nama Pengirim: fendy

Tanggal Kirim: 2006-09-27 13:08:33

Tanggal Dijawab: 2008-08-22 09:59:08


Pertanyaan

Assalamualaikum Wr. Wb,

bagaimana hukum dari menggosok gigi kala sedang berpuasa, hal ini dilakukan kala hari kerja krn kebetulan saya bekerja diperusahaan orang asing shg sering berbicara dg mereka. kita memahami bhw bau mulut sebetulnya mengandung nilai pahala dalam Islam. Namun orang asing belum tentu, maka utk menghindari kesan kurang baik thd ibadah puasa (dari orang asing, krn bau mulut tsb), maka saya setiap mau shalat zhuhur terlebih dulu gosok gigi. mohon penjelasan Ustadz menurut hukum Islam ? terima kasih banyak atas penjelasannya


Jawaban

Assalamu alaikum wr.wb.

Semoga Allah memberikan rahmat dan petunjuk-Nya kepada kita semua.

Saudara Fendy, para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan hukum menggosok gigi di saat berpuasa. Sebagian dari mereka menyatakan bahwa hukumnya makruh. Dalil yang mereka pakai hadis Rasulullah saw. yang berbunyi,

Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, bau tidak sedap orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kesturi.” (HR al-Bukhari).

Menurut mereka makruh hukumnya jika bau tersebut dihilangkan karena ia adalah sesuatu yang diterima dan disukai oleh Allah.

Namun demikian sebagian ulama yang lain tidak memahaminya demikian. Apalagi jika hal tersebut mengganggu orang lain. Terlebih lagi dalam riwayat lain para sahabat meriwayatkan bahwa Rasul saw. sering bersiwak (menggosok gigi) di waktu sedang berpuasa. Secara umum Rasul saw. menegaskan, “Bersiwak (gosok gigi) membersihkan mulut dan mendatangkan keridhoan Allah.” (an-Nasa’i, Ibn Hibban, dan Ibn Khuzaimah).

Hanya saja yang perlu diperhatikan bahwa pada saat ini menggosok gigi biasanya disertai dengan penggunaan pasta gigi (berbeda dengan siwak) sehingga apabila ada bagian yang tertelan masuk ke dalam perut bisa membatalkan puasa.

Oleh karena itu, kalau ingin berhati-hati, Anda bisa menggosok gigi saat menjelang subuh dan sesudah magrib. Kalaupun akan dilakukan di siang hari, maka pemakaiannya harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak ada yang tertelan.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Wassalamu alaikum wr.wb.

Sumber: Syariahonline.com


5 comments:

  1. Cuma mau komentar saja,
    pertanyaan-pertanyaan model seperti ini sering sekali diulang-ulang di bulan ramadhan.
    Sama dengan pertanyaan apakah ibu hamil atau menyusui wajib berpuasa, apakah disuntik bikin batal, dll.
    Apakah umat islam terlalu malas untuk membaca sehingga pertanyaan ini diulang-ulang terus?
    Apakah harus dibuatkan semacam FAQ sehingga pertanyaan-pertanyaan seperti itu cukup dicari jawabannya sendiri ?

    ReplyDelete
  2. buat yang KOMEntar di ataS. . . .TOLONG sabar donk. . . . . . .
    pertanyaan2 itu kan demi ibadah jg,,demi bertakwa kEpada aLLOH. . .
    JD GPP DIULANG2..P. USTAD YG MENJAWAB AJA ...BIASA AJA . ...

    ReplyDelete
  3. Nice info. Syukron...

    Salam ukhuwah...

    ReplyDelete
  4. persoalan akn terus diulangi karna, anak2 yg bru dewasa akn trus belajar serta kita umat manusia yg sering kali terlupa, harus di ingati bahwa manusia itu dr pkataan "nasia" ertinya lupa..

    ReplyDelete
  5. Setuju, gak ada salahnya mengulang-ulang terus. lebih banyak yg bertanya lebih baik, itu berarti banyak yg mau belajar.
    saya pribadi suka menanyakan satu hal yg sama ke beberapa orang untuk menguatkan keyakinan atas sesuatu. hal ini penting biar kita gak asal ngikut hanya dari satu source saja. takutnya kita tanya ke orang yg salah dan malah menjadi bid'ah atau bahkan sesat.

    ReplyDelete