Tuesday, September 23, 2008

Renungan Ramadhan 1: Puasa Tanpa Shalat

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Di bulan suci Ramadhan ada satu kelompok di tengah ummat Islam yang cukup aneh. Mereka adalah orang yang sangat peduli terhadap puasanya dan takut bisa batal, bahkan sampai mereka bertanya-tanya kepada ustadz tetang perkara ini dan itu karena takut puasanya akan dihitung batal atau nilainya berkurang. Kalau kita perhatikan kepedulian tinggi mereka terhadap puasanya, kita mungkin saja menyangka bahwa mereka adalah orang saleh karena sangat nampak kepedulian mereka terhadap puasa.

Tetapi anehnya, mereka itu justru tidak melakukan shalat wajib!

Selama satu hari dan satu malam ada kewajiban shalat 5 kali, dan juga boleh ditambah dengan puluhan shalat sunnah. Tetapi orang ini mengabaikan shalat wajib, dan juga shalat sunnah, dan hanya memberikan perhatian terhadap puasanya saja seakan-akan boleh pilih salah satunya.

Sebagai umpamaan, bayangkan kalau hal seperti ini terjadi:

Seorang bapak pulang dari kantor dan ketemu isterinya di pinggir jalan, sedang memandang rumah mereka yang setengah hancur setelah kebakaran. Isteri menggendong anak perempuannya tetapi anak laki-laki mereka tidak kelihatan di mana-mana.

Si suami bertanya, “Mana anak laki-laki kita?” dan dengan enteng sekali isteri menjawab, “Ohh, dia sudah mati Mas. Terbakar hidup-hidup.”

Sang suami kaget sekali, dan bertanya lagi, “Kenapa tidak diselamatkan juga?” Lalu dengan tenang si isteri menjawab, “Emang dua-duanya penting? Masih ada yang satu ini. Kenapa harus peduli pada yang lain?”

Jadi anak perempuan yang diselamatkan itu seperti puasanya yang mau diamankan dan dijaga dengan sangat hati-hati. Dan shalat wajibnya seperti anak laki-laki yang biarkan mati kebakaran saja, seakan-akan kalah penting dengan anak yang lain.

Bisa bayangkan? Bagaimana perasaan Allah ketika ada sebagian dari hambanya yang menujukkan sikap seperti ini terhadap puasa dan shalat? Satu sangat dijaga dan diutamakan, dan satu lagi diremehkan dan diabaikan. Bagaimana perasaan Allah? Kenyataan ini adalah suatu hal yang sungguh tidak masuk akal dan sangat disayangkan bila ada orang yang bisa utamakan puasa di atas shalat seakan-akan kita boleh pilih-pilih.


ANCAMAN TERHADAP ORANG YANG TIDAK SHALAT

38. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,

39. kecuali golongan kanan,

40. berada di dalam surga, mereka tanya menanya,

41. tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,

42. "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"

43. Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,

(QS. Al Mudatsir 74.38-43)

Saya ingat dengan betul seorang teman kantor beberapa tahun yang lalu. Pada saat kita buka puasa bersama di kantor, dia maju ke posisi depan untuk ambil makanan dengan cepat. Dengan suara bercanda, saya tegor dia dan mengatakan, “Ehh, orang Kristen belakangan dong. Kita yang puasa! Hahaha.” (Saya tidak serius dan hanya bercanda dengan dia.)

Tetapi saya kaget setengah mati ketika dia menjadi sedikit marah dan mengatakan “SAYA ORANG ISLAM!”

Selama beberapa tahun di kantor yang sama, saya tidak pernah melihat dia di musholla dan karena waktu shalat kita terbatas, saya yakin dia tidak akan sempat shalat di lain tempat. Ternyata dia termasuk kaum yang saya sebutkan dia atas: shalat diabaikan, tetapi puasa dijaga dengan sangat hati-hati.

Kenapa bisa begitu? Saya tidak tahu ada berapa banyak orang Muslim seperti itu di Indonesia, tetapi saya yakin bukan sedikit. Semoga saudara kita itu bisa segera menyadari pentingnya shalat sebelum waktu mereka di bumi ini sudah habis. Semoga mereka bisa segera bertaubat dan kembali melakukan shalat wajib yang tidak kalah penting dengan puasa.

Saya ingat sebuah tafsir dari kitab fiqih yang pernah dijelaskan kepada saya oleh guru saya almarhum KH Masyhuri Syahid, yang mengatakan bahwa seseorang yang dengan sengaja tinggalkan shalat wajib, walaupun hanya 1 kali saja, sudah menjadi kafir alias murtad dari agama Islam. (Ini hanya satu pendapat dan ada pendapat yang lain yang mengatakan bahwa dia masih Muslim tetapi berdosa besar.)

Alangkah baiknya bila saudara kita ini yang lebih peduli pada puasa di atas shalat bisa segera menjadi sadar dan kembali ke contoh Rasulullah SAW. Ibaratnya puasa dan shalat menjadi anak, masa satu anak diselamatkan dari api tetapi yang lain dibiarkan mati saja seakan-akan tidak punya nilai?

Semoga tahun depan, jumlah orang yang seperti itu sudah berkurang dan Insya Allah akan datang harinya di mana sudah tidak ada lagi orang Muslim yang bisa pilih-pilih antara dua ibadah yang Allah wajibkan bagi kita. Amin, amin, ya rabbal al amin.

Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum wr.wb.,

Gene Netto

1 comment:

  1. semua umat islam pasti tau hukum bagi orang yang tidak mengerjakan perintahnya, akan tetapi kebanyakan mereka lalai, tugas kita hanya menyampaikan, selebihnya kita serahkan kepada Allah

    ReplyDelete