Tuesday, December 04, 2012

Kenapa Harus Takut Kalau Uang Tidak Ada?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Tadi saya ajak seorang teman ketemu besok untuk makan malam bersama. Saya bilang dia yang harus traktir. Dia ketawa dan bilang tidak punya uang. Saya bilang saya yang akan traktir dia. Dia balas lagi bahwa dia tahu saya tidak punya uang. Dia sudah baca tulisan saya kemarin, Nikmatnya Seharian Dengan Anak Yatim. Hahahaha. Saya jawab lagi bahwa saya selalu punya uang insya Allah. Jadi kalau sekedar traktir makan anak yatim atau teman, insya Allah uang selalu cukup (masih ada sisa dari 1 juta yang diterima kemarin!). Uang dan tabungan sampai habis juga nggak masalah, karena Allah yang berjanji untuk bayar kembali bagi orang yang mau bersedekah. Hanya perlu bersabar saja sampai Allah siap balas kepada saya.

Kalau saya melihat tabungan sudah kosong, sebenarnya saya merasa sedih. Bukan sedih karena tidak punya uang untuk diri sendiri, tapi sedih karena rencana untuk membantu anak yatim harus ditunda. Orang lain simpan ratusan juta sampai milyaran rupiah, kadang tanpa tujuan jelas. Mereka hanya mau merasa “aman” dan tidak mau hidup tanpa harta. Kalau mereka sedang menghemat uang karena perlu beli rumah baru untuk keluarga, bisa dipahami dan tidak salah. Atau menghemat untuk biaya sekolah dan kuliah anak kandung juga bisa dipahami dan tidak salah.

Tapi banyak sekali orang tetap menyimpan harta yang banyak, tanpa ada tujuan jelas seperti itu. Mereka hanya ingin memiliki harta saja, biar merasa kaya, biar merasa kuat dan berkuasa. Tapi kalau mau merenung, sebenarnya mereka itu “lemah”. Mereka ambil kekuasaan dari harta itu, dan terbukti berkali2 dalam berbagai krisis keuangan internasional bahwa harta bisa hilang dalam sekejap. Tapi bagi orang yang mengeluarkan hartanya di jalan Allah, tidak ada rasa takut, karena Allah sendiri yang MENJAMIN akan bayar kembali uang itu dengan berlipat ganda. Manusia merasa aman kalau ada jaminan dari instansi pemerintah seperti Bank Indonesia. Surat berharga terasa aman kalau ada pihak lain yang menjamin. Tapi pemerintah dan negara juga bisa bankrut.

Yang tidak pernah bankrut dan tidak pernah kehabisan harta cuma ada satu: ALLAH SWT!!

Kalau mau cepat kaya, tidak perlu pusing mencari investasi yang aman lewat BEJ, saham, surat berharga atau investasi minyak kelapa sawit, dan sebagainya. Keluarkan uang di jalan Allah, untuk anak yatim, anak miskin, janda, jompo dan lain-lain, dan YAKINLAH bahwa Allah SWT akan membalas. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Allah tidak pernah tidur. Allah tidak pernah capek. Dan “Bank Allah” tidak pernah tutup. Investasi yang paling dijamin adalah yang dilakukan di jalan Allah. Tapi kita harus yakin. Bisakah ummat Islam di Indonesia menjadi YAKIN?

Ada orang yang mengeluarkan puluhan sampai ratusan juta untuk umrah berkali-kali. Tapi itu sifatnya “pribadi” dan hanya bawa nikmat bagi diri sendiri, tanpa ada jaminan uang itu akan kembali. Yang mengeluarkan uang di jalan Allah, bisa habiskan jumlah yang sama, membantu ummat Islam, dihapus semua dosanya, dipermudah semua urusannya, diberikan keselamatan di dunia dan diakhirat, dijamin masuk sorga dan hidup berdua dengan Rasulullah SAW, dan juga DIJAMIN uang itu akan dibayar kembali dengan berlipat ganda oleh Allah SWT.

Jadi kenapa memilih umrah daripada menyantuni anak yatim? Allah siap membuat kita kaya, asal kekayaan itu ada tujuan: membantu anak yatim dan fakir miskin, dan untuk berjuang di jalan Allah. Tapi kita harus yakin. Apakah kita bisa yakin?

245. Siapakah yang mau memberi PINJAMAN kepada Allah, pinjaman yang BAIK (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN pembayaran kepadanya dengan LIPAT GANDA yang BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)

Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya).” (HR. Bukhari, Turmidzi, Abu Daud)

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

1 comment:

  1. Bagaimana caranya yakin?

    saya menangis membaca artikel ini. Saya sedih belum bisa menjadi orang yang percaya akan balasan Allah yang berlipat ganda jika kita menghabiskan sebagian kepemilikan kita di jalan-Nya. Karena mgkn, saya terlalu berpikir dengan logika. Saya percaya akan perhitungan, apa yang dikeluarkan, akan mendapat seberapa, akan mendapat untung seberapa, dst. Ya, seperti itu.
    Saya masih mencari kepemahaman ini. Jujur saya sering merasa tidak tenang akan pikiran saya mengenai bahwa apa yang kita kerjakan, akan memperoleh keuntungan sesuai perjuangan kita. Seperti, apabila kita bekerja, kita akan memperoleh gaji sesuai berat, lama, dan krusial tanggung jawab yg kita emban. Percaya akan kekuatan pribadi, kekuatan manusia. Ya, kurang lebih seperti itu.
    Saya sangat gundah ketika orang-orang selalu mengatakan bahwa jangan pernah khawatir, Allah akan menjaga rejeki kita, akan memberi kita rejeki setiap hari, jangan pernah khawatir akan makan apa besok, karena Allah akan memberikannya kepada kita.
    Tapi terkadang saya masih sering merasa gundah, terlebih hingga sekarang saya belum mendapatkan pekerjaan sesuai yang saya impikan dan rencanakan. :)

    ReplyDelete