[Pertanyaan]: Assalamu'alaikum, pak ustadz, saya onani di waktu malam hari tetapi sesudah itu saya langsung mandi wajib karena mau sahur dan shalat subuh. Apakah pahala puasa saya di hari sebelumnya akan dihapus?
[Jawaban]: Wa‘alaikumsalam wr.wb., Coba dipahami bahwa 95% dari semua anak remaja laki2 di seluruh dunia melakukan onani (masturbasi) selama beberapa tahun sampai menjadi dewasa. Yang berikan nafsu itu juga Allah, betul? Artinya, sebelum anda diciptakan, Allah sudah tahu anda akan melakukan onani. Ada banyak pemuda lain yang nonton film porno di siang hari dan onani sampai puasanya batal. Ada yang berzina. Jadi kalau hal yang "paling buruk" yang anda lakukan adalah onani di malam hari, kondisi anda tidak begitu buruk, dan bahkan sangat normal untuk pemuda laki-laki.
Yang tahu jumlahnya pahala puasa dan jumlah dosanya onani hanya Allah. Yang jelas, tidak ada hadits yang mengatakan, "Anak remaja yang onani akan masuk neraka!" Artinya, jangan menjadikan hal itu suatu perkara yang besar. Hindari sebanyak mungkin, dan kalau merasa tidak tahan, lebih baik anda lakukan di malam hari daripada di siang hari yang akan batalkan puasa.
Jangan berpikir, "Apa semua pahala puasa saya hilang?" karena tidak ada manusia yang tahu. Dan insya Allah pahalanya puasa tidak akan hilang begitu saja. Coba berpikir sebaliknya. Setelah onani di malam hari, dengan puasa besok, seluruh dosanya dihapus! Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Jadi coba merasa tenang!
53. Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar 39:53)
Berusaha untuk menjadi anak saleh, memperbanyak semua ibadah, dan fokus pada puasa di siang hari. Jaga hati, jaga mulut, dan jaga sikap. Berbaik hati sama orang lain, bantu orang tua, bersedekah, hindari semua dosa besar, dan tidak perlu menjadikan onani di malam hari sebagai beban hati. Insya Allah dengan banyak ibadah, pahalanya akan banyak juga dan dosa cepat terhapus. Kl takut berdosa, itu bagus, tapi tidak ada manusia yang hidup tanpa dosa. Jadi fokus pada yang baik, dan yakinlah bahwa Allah akan berikan pahala yang banyak kepada anda. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(45)
anak
(315)
anak yatim
(75)
bilingual
(21)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(84)
dhuafa
(6)
for fun
(12)
Gene
(168)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(32)
hukum
(57)
hukum islam
(51)
indonesia
(487)
islam
(541)
jakarta
(27)
kekerasan terhadap anak
(371)
kesehatan
(94)
Kisah Dakwah
(13)
Kisah Sedekah
(9)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(22)
KPK
(12)
Kristen
(14)
lingkungan
(18)
mohon bantuan
(13)
muallaf
(49)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(33)
parenting
(2)
pemerintah
(99)
Pemilu 2009
(36)
pendidikan
(497)
pengumuman
(23)
perang
(9)
perbandingan agama
(12)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(111)
Politik Indonesia
(29)
Progam Sosial
(15)
puasa
(35)
renungan
(187)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(11)
sosial
(281)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada beberapa komentar di blog saya dari orang yang inginkan hukum syariah diterapkan dengan cepat, dan mereka kecew...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Orang sering berkomentar kepada saya, kok banyak orang bisa melakukan korupsi padahal mereka shalat dan puasa. Ka...
-
Pada saat saya jalan-jalan dengan teman, saya diajak makan es krim di Pisa Café, Menteng, lalu saya diberitahu bahwa sebagian dari es krim d...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ada banyak guru yang setuju dengan kebiasaan memukul, menampar, menjewer, melempar barang, atau memberikan ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Email yang menyatakan Sunita Williams menjadi Muslim adalah rekayasa dan sudah ada lebih dari satu versi...
-
[Pertanyaan]: Assalamualaikum pak ustad. Saya mau tanya nih. Malam ini saya minum bir bintang, apakah puasa saya besok dan seterusnya masih ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ini Bab Pertama dari buku saya Mencari Tuhan, Menemukan Allah.(Baru terbit dalam bahasa Inggris. Bahasa Indonesia be...
12 June, 2016
09 June, 2016
Guru Suruh Semua Siswa Memukul Anak Yang Tidak Bisa Jawab Soal, Pakai Penggaris Kayu Besar
Saya ingin lupakan pengalaman ini, namun demi kebaikan saya mau berbagi dgn pak Gene. TK smp SD kelas 4 saya di sebuah desa kecil di pulau Sumatra, ibu di Jakarta. Saat saya naik kelas 5 SD, saya ikut ke Jakarta dan masuk SD Negeri. Di sinilah drama dimulai... Saya yg 'anak desa', menurut mereka jelek, bodoh dan miskin. Setiap hari bullyan demi bullyan saya terima. Keadaan saya bertambah parah karena wali kelas saya ga peduli sama murid muridnya. Setiap kali saya tidak bisa mengerjakan tugas dikelas saya selalu dipukul pake penggaris, di telapak tangan. Tangan saya merah dan perih. Berkali kali kejadian seperti itu.
Suatu hari pelajaran matematika. Bu guru
menerangkan satu bahasan (saya lupa materi apa). Lalu saya disuruh maju
mengerjakan soal itu. Saya mulai takut dan gemetar karena memang saya ga bisa.
Tp kali ini berbeda. Selain bu guru memukul tangan saya, kali ini seluruh siswa
disuruh memukul kaki saya menggunakan penggaris kayu yg besar (kebanyakan
memukul dibagian betis) satu persatu. Hari itu pertahanan saya runtuh, saya
menangis terisak. Sedih, sakit dan malu bercampur. Teman2 laki laki yang memang
selalu membuly, memukul dengan sangat keras.
07 June, 2016
Suara Keras Guru Bikin Trauma Sampai Dewasa
Ini yang saya alami sewaktu saya masih
duduk di sekolah dasar hingga SMP. Saya bersekolah di sebuah sekolah swasta. Awalnya
saya cukup senang bersekolah disana namun saat naik tingkat ke kelas 3 SD
hingga 3 SMP, banyak hal yang saya takutkan untuk pergi ke sekolah. Hal yang
paling utama adalah pengajar, di mana bila murid yang salah atau tidak bisa [pahami]
mata pelajaran tertentu, pasti pengajar tersebut marah hingga tidak mengijinkan
kita untuk beristirahat. Di mana kondisi para murid pun sudah lelah dan lapar,
untuk melanjutkan pelajaran pun mungkin sudah tidak sanggup pada saat itu.
Lalu hukuman fisik seperti pukul, jewer
kuping, cubit, disetrap didepan kelas sambil angkat kaki dan untuk anak
laki" mengangkat kursi diatas kepalanya selama berjam", dijemur
dilapangan di mana kondisi panas terik dan banyak lagi. Ada hal yang paling
saya tidak sukai adalah pengajar yang memilih" murid, [yaitu] murid yang
pintar dan murid yang keluarganya memiliki perekonomian tinggi menjadi murid
kesayangan dan menjadi perhatian paling utama untuk si pengajar tersebut
sehingga anak yang bodoh atau anak yg tidak bisa akan menjadi bodoh karena
tidak ada perhatian dari pengajar tersebut. Hingga pada saat itu saya menjadi
pribadi yang tidak percaya diri, bodoh, kurang pergaulan dan penakut.
Korban Kekerasan Dari Guru, Masih Trauma Sampai Kuliah
Saya dulu dilempar pakai penghapus sampe memar dan berdarah,
dikatain tolol dan dihinakan. Hal itu terlihat memang sangat sepele, tp hal itu
membekas sekali. Dulu saya laporan ke orangtua saya, terus ortu saya tdk terima.
Otomatis ortu saya mendatangi guru tsb, dan keesokan harinya saya tidak boleh
ditemani oleh siapapun di kelas itu, saya murung setiap hari. Saya dibully guru
itu krn saya dianggap "tumbak cucukan" itu dlm bhs jawa mungkin arti "tukang
ngadu". Hal itu terjadi saat saya kelas 4 SD ditahun 2004. Saat ini saya
sudah kuliah semester buncit.
Sampai saat ini saya masih trauma dgn perlakuan guru itu. Karena
3 tahun saya dibully dikelas itu sambil dikatain bebek oleh guru tsb. Kelas 4
sampai kelas 6 SD saya hrs menanggung kesakitan tiada terkira tanpa teman dan
terus2an ditekan. Sampai saat ini, 2016 saya masih menjalani terapi dengan
psikolog dan psikiater karena saya masih trauma sampai sekarang. 12 tahun sudah
peristiwa itu berlalu, tapi sakit dan tekanan itu masih ada sampai sekarang. Coba
bayangkan berapa uang yang sudah saya keluarkan demi membayar psikolog dan
psikiater.. Dan sampai skrg saya pun blm sembuh. Saya hrs pindah kelas krn saya
lihat ada dosen yg mukanya mirip dgn guru yg dulu memukuli saya, jadi saya
lari2 ketakutan dan muntah terus2an krn saya masih trauma. Benar2 tiada terkira
rasanya.. Sakit sekali penderitaan korban bullyan ini. – Siti (nama samaran)
[Semoga kisah ini menjadi bahan renungan bagi teman2 guru ttg
efek samping kekerasan dari guru terhadap siswa di kelas. – Gene Netto]
Subscribe to:
Comments (Atom)