Tuesday, November 19, 2019

Atta Halilintar Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penistaan Agama


Ini kondisi Indonesia sekarang. Satu kalimat, satu tindakan, bisa menjadi penyebab  pelaku kena pasal penistaan agama dan masuk penjara. Cukup satu orang yang merasa dalam hatinya, "Saya tersinggung atas nama agama saya" dan pelaku bisa ditangkap. Tidak ada kebebasan bicara. Tidak ada kebebasan beragama. Yang ada hanyalah kebebasan untuk "tidak pernah berbeda pendapat dengan semua orang yang lain". Hanya ada satu bentuk kebenaran, yang dimiliki orang yang merasa sebagai korban. Pendapat orang lain tidak penting.

Satu orang yang merasa "tersinggung", atas nama sebuah agama dengan 1,8 milyar pengikut, berhak penjarakan orang lain untuk mengatasi rasa sakit hati pribadinya. Definisi "penghinaan" milik 3 hakim. Niat dan tujuan pelaku tidak penting. Permintaan maaf dari pelaku tidak penting. Yang penting hanya "korban" yang merasa agamanya telah disakiti oleh 1 kalimat atau 1 tindakan. Toleransi berasal dari kemampuan untuk tidak setuju dengan orang lain dan tetap sopan dan bersahabat. Sedangkan di sini, toleransi diartikan semua orang takut membahas agama karena terancam masuk penjara.

Semoga pemerintah punya rencana bangun banyak penjara baru. Soalnya, dengan pasal penistaan agama, pembahasan agama apapun oleh siapapun (termasuk membahas agama sendiri) menjadi penuh risiko. Kasihan anak Indonesia yang harus hidup di negara seperti ini.
-Gene Netto


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...