Sebelas anak, usia 4 sampai 11 tahun, diiming-iming ikan cupang. Lalu disodomi oleh seorang pemuda usia 19 tahun. Itu sudah merupakan suatu kejadian yang sangat umum di seluruh Indonesia sekarang. Tapi dalam berita kali ini, ada satu kalimat yang mengejutkan: "Sebagian besar korban banyak menganggap perbuatan keji tersebut [disodomi pelaku] adalah sesuatu yang biasa."
Jadi anak SD, yang polos dan tidak berdosa, menggangap disodomi oleh seorang anak besar adalah hal "biasa" dan tidak mengherankan bagi mereka. Coba renungkan pernyataan itu secara dalam. Lalu memikirkan masa depan anak bangsa ini. Dan coba jelaskan kepada para pemimpin negara dan pemimpin agama belum merasa ada keadaan darurat kekerasan seks terhadap anak di negara ini.
-Gene Netto
Kasus Sodomi 11 Bocah, Remaja di Cirebon Ancam Bunuh Para Korban Jika Melapor
Jumat, 22 November 2019 19:37 RIBUNJABAR.ID, CIREBON- Pelaku sodomi terhadap 11 bocah, MN (19), ditangkap petugas dari Kepolisian Resor (Polres) Cirebon.
Warga Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, itu mengaku perbuatan cabulnya terhadap belasan bocah lantaran ia sering menonton film porno.
Ke-11 korban yang dicabuli oleh MN, setiap hari sering bermain di dekat rumah korban, kemudian satu per satu korban tersebut dibujuk oleh MN, diming-imingi hadiah berupa ikan cupang. Selain diiming-imingi ikan cupang oleh tersangka, korban pun diancam akan dibunuh kalau melaporkan perbuatannya tersebut ke orangtua atau pun kepolisian. Dalam hasil pemeriksaan pun, kata Suhermanto, SEBAGIAN BESAR KORBAN BANYAK MENGANGGAP PERBUATAN KEJI TERSEBUT ADALAH SESUATU YANG BIASA.
https://jabar.tribunnews.com
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(45)
anak
(315)
anak yatim
(75)
bilingual
(21)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(86)
dhuafa
(6)
for fun
(12)
Gene
(168)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(32)
hukum
(57)
hukum islam
(52)
indonesia
(487)
islam
(544)
jakarta
(27)
kekerasan terhadap anak
(371)
kesehatan
(94)
Kisah Dakwah
(13)
Kisah Sedekah
(9)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(22)
KPK
(12)
Kristen
(14)
lingkungan
(18)
mohon bantuan
(13)
muallaf
(51)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(33)
parenting
(2)
pemerintah
(99)
Pemilu 2009
(36)
pendidikan
(498)
pengumuman
(23)
perang
(9)
perbandingan agama
(12)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(111)
Politik Indonesia
(29)
Progam Sosial
(15)
puasa
(35)
renungan
(188)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(11)
sosial
(281)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada beberapa komentar di blog saya dari orang yang inginkan hukum syariah diterapkan dengan cepat, dan mereka kecew...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ini Bab Pertama dari buku saya Mencari Tuhan, Menemukan Allah.(Baru terbit dalam bahasa Inggris. Bahasa Indonesia be...
-
[email dari orang tua di milis pendidikan] Dear all, Saya orang tua murid kelas-1 yg anaknya bersekolah di salah satu SD swasta Islam di Ban...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Email yang menyatakan Sunita Williams menjadi Muslim adalah rekayasa dan sudah ada lebih dari satu versi...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ada orang yang mengatakan dia capek dan kesiangan, jadi baru bangun jam 8 pagi, dan tidak bisa shalat subuh. Saya b...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Orang sering berkomentar kepada saya, kok banyak orang bisa melakukan korupsi padahal mereka shalat dan puasa. Ka...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Dari tahun kemarin ada kabar dari teman2 tentang Peraturan Menteri baru, yang mempersulit guru asing yang mau...
-
Sabtu, 6 Okt 07 14:50 WIB Assalamu'alaikum Ustadz, Saya ingin menanyakantentang pemakaian Jilbab oleh muslimah, karena beberapa ...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Pratanu Banerjee is a highly dedicated and experienced keyboard teacher who has been teaching online and offline keyboard classes for the last 13 years. His teaching journey is connected with the Performing Artist Society, which is affiliated under Srijony Sangeet Kala Kendra—a platform known for promoting quality music education and cultural values.
ReplyDeleteStrong Training Under Reputed Teachers
Pratanu Banerjee’s keyboard journey was shaped by disciplined learning under respected musicians.
Training Under Tarak Roy (10 Years)
One of the strongest foundations of his keyboard education came from Mr. Tarak Roy, a highly caring and talented teacher. Pratanu learned keyboard under him for 10 long years, which gave him deep knowledge of:
musical fundamentals
notation and ear training
finger technique and speed building
melody and chord understanding
discipline in regular practice
This long-term training helped him develop strong skills and confidence as a performer and teacher.
Training Under V. Balasara (8 Months)
Pratanu Banerjee also had the privilege of learning keyboard from V. Balasara, a reputed music composer, for 8 months at Sourabh, located on Sarat Bose Road.
This training added a professional touch to his music, helping him understand:
advanced musical expression
composition-based playing
performance-level keyboard techniques
creative approach to melodies and harmony
Teaching Students from India and Abroad
Pratanu Banerjee’s teaching experience is not limited to one city or one group of students. Over the years, he has taught students from many places, both offline and online.
One of the proud highlights of his teaching career is that he even taught a student who came from the USA to learn keyboard. This reflects the trust and reputation he has built through his dedication and quality teaching.
He has also taught keyboard to students from:
Hyderabad
different districts of West Bengal
various cities and localities
online learners from different parts of India
His online teaching system has made it possible for students from distant places to learn keyboard effectively from home.
Online and Offline Classes with Personal Attention
Pratanu Banerjee believes that every student is unique. Some learn quickly, some take time, and some need extra motivation. That is why his teaching method focuses on:
personal attention
step-by-step learning
easy explanation of theory and practical
regular practice routines
confidence-building through songs
Whether it is online or offline, he ensures that students learn properly and enjoy the process of learning music.
A Teacher with Passion and Discipline
For Pratanu Banerjee, teaching keyboard is not just a profession—it is a passion. He believes that keyboard music helps students develop:
concentration
patience
creativity
emotional balance
confidence
He teaches not only keyboard playing but also the love and respect for music.
Conclusion
Pratanu Banerjee is an experienced and respected keyboard teacher with 13 years of teaching experience, offering both online and offline keyboard classes through the Performing Artist Society, affiliated under Srijony Sangeet Kala Kendra.
With strong training under Tarak Roy for 10 years and V. Balasara for 8 months, and with students from India and abroad—including a student from the USA, learners from Hyderabad, and different districts of West Bengal—Pratanu Banerjee continues to inspire students and spread the joy of keyboard music with dedication and excellence.