Wednesday, January 28, 2009

Taliban merusak 180 sekolah di Pakistan

Selama 1-2 tahun terakhir, Taliban di Pakistan telah menyerang dan meledakan sekolah-sekolah di beberapa daerah di Pakistan, dengan mengatakan sekolah dilarang untuk perempuan. Salah satu daerah yang paling terganggu adalah daerah Swat (di bagian utara Pakistan) di mana Taliban telah berkuasa dan tentara Pakistan tidak sanggup mengusirnya. 

Pada bulan Januari, 2009, lima sekolah lagi diledakkan di bagian utara Pakistan, walaupun pemerintah telah menyatakan akan menjaga sekolah dan sistem pendidikan negeri. Lima sekolah tersebut diledakkan di daerah Swat, dan Taliban telah membuat pernyataan bahwa mulai 15 Januari 2009, semua sekolah untuk perempuan harus tutup. 
Seorang pejabat negara, Shaukat Yousafzai, mengatakan pada Reuters “Kita bisa paham kalau mereka [Taliban] menyerang tentara kita, tetapi kenapa mereka merusak sekolah juga?”

Taliban telah menghancurkan lebih dari 180 sekolah negeri dalam 1 tahun terakhir, mayoritas dari sekolah tersebut adalah sekolah khusus perempuan tetapi juga ada sekolah untuk anak laki-laki. Taliban inginkan negara menerapkan hukum syariah (menurut tafsir mereka) di mana perempuan dilarang mendapatkan pendidikan (yaitu pendidikan untuk perempuan dinilai tidak islamiah).

Sebagian sekolah swasta tetap buka, tetapi semua pemilik sekolah swasta di daerah Mingora telah menuruti larangan tersebut, dan sekolahnya tidak akan dibuka lagi sampai konflik antara Taliban dan pemerintah di daerah Swat telah selesai. Para pemilik sekolah mengatakan walaupun mereka buka pintu, sangat mungkin orang tua tidak akan berani kirim anak perempuannya ke sekolah karena takut pada Taliban. Para guru juga menolak kerja karena mereka takut akan dibunuh kalau mengajar perempuan. Mereka (guru) merasa yakin pemerintah tidak bisa melindungi mereka dari Taliban. 

Masalah ini telah mengganggu proses belajar bagi 60.000 murid di daerah Swat saja. Dan masalah tidak terbatas pada SD s/d SMA saja. Perguruan tinggi juga dapat ancaman. Tiga bulan yang lalu, Taliban mengeluarkan pernyataan bahwa calon dokter pria dilarang belajar ginekologi (gynaecology) di mana mereka harus belajar memeriksa kemaluan wanita, dan calon dokter juga dilarang mendekati ruangan persalinan. Setelah larangan itu diberikan, Taliban juga mengirim utusan terhadap universitas kedokteran tersebut untuk memastikan bahwa larangan mereka dituruti. Kata seorang profesor, mereka terpaksa pindahkan kelas ginekologi itu ke daerah Mardan (sebuah daerah yang lain) dan sekarang juga berfikir untuk memindahkan seluruh universitas kedokteran ke sana biar aman dari Taliban. 

Sebuah panti asuhan juga dapat masalah di daerah Swat karena biaya operasional mereka didapatkan dari subsidi silang. Dari setiap 5 anak mampu yang bersekolah, dikumpulkan uang beasiswa untuk 1 anak yatim. Sekarang, banyak orang mampu telah pindahkan anaknya (dan juga ada yang pindahkan seluruh keluarganya) ke daerah yang lain biar aman dari ancaman Taliban. Karena itu, sudah tidak ada lagi subsidi silang dari anak mampu tersebut untuk anak yatim, dan pengurus panti asuhan tidak tahu bisa dapat dana dari mana lagi. 

Dalam catatan harian (diary) untuk BBC dalam bahasa Urdu, seorang perempuan dari kelas 7 menjelaskan bahwa sekarang sudah masuk waktu libur tahunan di sekolah, tetapi tidak jelas kapan sekolah akan bisa buka lagi. Di daerah Swat, ada 2.000 sekolah. Di antaranya, 1.600 adalah sekolah negeri, termasuk sekitar 500 sekolah khusus perempuan. Sisa dari sekolah tersebut milik swasta. Seorang menteri Pakistan mengatakan mereka akan berusaha membuka kembali semua sekolah pada tanggal 1 Maret, walaupun ada ancaman dari Taliban. 

Sumber: BBC News
Fresh attacks on Pakistan schools
Children in Swat face bleak future

Private schools in Pakistan's troubled north-western Swat district have been ordered to close in a Taleban edict banning girls' education. Militants seeking to impose their austere interpretation of Sharia law have destroyed about 150 schools in the past year. Five more were blown up despite a government pledge to safeguard education, it was reported on Monday. Here a seventh grade schoolgirl from Swat chronicles how the ban has affected her and her classmates. The diary first appeared on BBC Urdu online.

Diary of a Pakistani schoolgirl (i)
Diary of a Pakistani schoolgirl (ii)

9 comments:

  1. Picik sekali penafsiran mereka (Taliban). Emangnya ada dalil dari Al Quran dan Hadits yang melarang perempuan sekolah ?
    Kalau kita tidak boleh belajar gynaecology (ilmu kebidanan) bagaimana bisa menolong persalinan yang kondisinya tidak normal ?
    Mereka (Taliban) inilah yang berpotensi merusak citra Islam di mata semua orang.

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum

    Bingung deh, sebenarnya taliban itu manhajnya apa ya? kok semua serba nggak boleh.

    Kalau di Afganistan, dulu Taliban melarang adu anjing yang diikuti taruhan (judi), hiburan yang tidak Islami, ini sih emang benar. ( sekarang adu anjing ini sangat populer semenjak Taliban jatuh).

    Gene, kalau pendidikan agama untuk wanita dibolehin nggak ama Taliban?

    Susah ya kalau disuatu negara ada kelompok yang berkuasa tapi tidak dibawah pemerintahan. Yang ada jadinya perebutan kekuasaan terus......

    Banyak negara yang penduduknya mayorits Islam tp tidak diberkahi oleh Allah Subhanahuwata'ala, yang ada hanya perang dan perang, mungkin ini saatnya untuk kembali ke ajaran Islam yang murni, wallohua'lam bishowwab.

    ReplyDelete
  3. assalamu'alaykum wr wb
    hi gene, nice to know your blog

    kenapa pendidikan dinilai tidak islamiah ya bagi perempuan untuk mendapatkannya ? apakah metodenya, caranya atau ilmu yang diajarkan ?

    Dalam surah At Taubah ayat 71, lelaki dan perempuan itu berkedudukan sama, mengerjakan yang ma'ruf mencegah yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, taat kepada Allah & RasulNya. jadi kalo memang mendatangkan kemungkaran harusnya laki2 pun dilarang untuk bersekolah ????

    Entahlah apakah ini masalah gender atau hal lain tetapi yang jelas bener banget kata ustadz di pengajian kantor kemarin bahwa rasa aman itu memang suatu keberkahan yang harus disyukuri setiap saat.
    Balik lagi kalo semisalnya ini masalah gender, Rasulullah SAW tidak pernah menomorduakan perempuan, selalu menghargai perempuan...memang Rasulullah tiada duanya :-)

    wassalamu'alaykum wr wb

    ReplyDelete
  4. Anonymous, di dalam Al Qur’an tidak ada larangan pendidikan bagi wanita. Bahkan nabi Muhammad SAW sendiri juga membuat pengajian buat perempuan. Kalau soal dokter, saya kira mereka tidak peduli. Yang penting dokter laki-laki tidak boleh melihat aurat wanita. Dan wanita dilarang belajar, jadi tidak ada dokter wanita. Dan kalau ibu yang melahirkan wafat (karena tidak tertolong dokter) itu pasti disebut “takdir”. Justru orang seperti itu membuat orang barat menilai Islam dari tindakan kelompok yang ekstrim.

    Nit, Taliban di Afghanistan melarang adu anjing, benar. Tetapi berita yang lain tentang mereka yang beredar di luar negeri sepertinya ditutupi di sini. Jadi kebanyakan orang cenderung melihat Taliban sebagai kaum yang baik. Sepertinya berita tidak seimbang, dan hanya berikan sisi baik mereka, dna menutupi semua kedzaliman mereka.
    Kalau pendidikan agama, nggak jelas. Soalnya di sekolah juga ada pendidikan agama, dan gurunya bisa dibunuh karena mengajar perempuan. Jadi, kayanya tidak boleh dididik sama sekali, dan tidak boleh keluar dari rumah.

    Irma, saya belum pernah membaca sebuah penjelasan dari Taliban yang menjelaskan kenapa mereka tidak inginkan perempuan dapat pendidikan. Yang jelas, sekolah diledakkan, guru dibunuh, dan perempuan yang kerja juga ada yang diancam dan dibunuh. (Wanita hanya boleh di rumah, dan tidak boleh kelihatan di luar rumah.)
    Memang dalam Islam laki dna perempuan sama, tetapi kita tidak tahu Taliban belajar agama dari mana.

    Wassalam,
    Gene

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum Wr Wb,

    Masya Allah, kalau spt itu kejam banget ya gerakan taliban, masak sih wanita tidak boleh mendapat pendidikan yang layak, prosesi melahirkan memang seharusnya dgn dokter gynekolog wanita (utk menjaga aurat), tp kalau wanita tdk boleh belajar ilmu kedokteran, gimana dong & kalau memang adanya dokter lk & itu memang sangat darurat … ehm bingung jadinya … kasian banget wanita disana terisolir dari dunia luar, hanya di dalam rumah tidak boleh keluar … pemikirannya kok sempit banget, hari gini gitu lho

    Dan yang plg kebangetan yaitu banyak sekolah di bom, gimana dengan generasi muda kedepan nantinya, apa tidak dipikirkan, kan ngga hanya angkat senjata aja tp the most important thing hrs ada kaum intelektual muslimnya juga, krn peperangan sekarang bkn hanya peperangan fisik tp juga pemikiran.

    Memang dlm islam kedudukan pria & wanita sama, tp tetap Arijalu kowamu alanissa (lk adl pemimpin wanita) … setuju …ehm tp kalau yg diceritakan itu sih mah beneran kebangetan.

    Sepertinya Rasul tidak mengajarkan spt itu, memang ada hadist yang menganjurkan bahwa sholat seorang wanita di dalam kamarnya lebih baik daripada di tmp lain, tp Rasul juga tidak melarang wanita yg akan pergi ke masjid utk berjamaah atau mencari ilmu asal dilaks sesuai yg disyariatkan.

    Kalau seperti itu pemahaman gerakan taliban sulit untuk dicerna atau gerakan tsb mengendus kalau pendidikan yang terjadi disana byk dicampuri pemahaman barat, jd takut kalau generasi mudanya terkontaminasi penyakit wahn (cinta dunia takut akhirat)

    Waullahuallam, hanya Allah SWT yang Maha Tahu segala sesuatu

    Tetapi yang menjadi pertanyaan, kenapa Amerika akan memindahkan tentaranya dari Irak ke Afganistan (esp perbatasan Afganistan & Pakistan)utk memberantas gerakan Taliban, kenapa kalau hanya masalah internal bkn pemerintah Afganistan sendiri bekerjasama dgn Pakistan utk memberantas mereka, atau pasukan di bawah bendera PBB. Pemerintah resmi Afganistan sendiri sekarang adl bentukan Amerika.

    Apa untungnya bagi Amerika untuk memindahkan invansinya ke wilayah tersebut yang hampir keseluruhan wilayahnya tandus. Atau karena Amerika takut atas Al Qaeda yang didukung oleh Taliban.

    Negara-negara Barat memandang Taliban sebagai kelompok pejuang Islam teroris dan terbelakang. Padahal seorang wartawan Inggris bernama Yvonne Ridley, malah masuk Islam setelah ia ditawan Taliban ketika meliput di Afghanistan dan mengamati cara hidup para anggota Taliban. Ridley, saat ini bahkan menjadi seorang juru dakwah yang sangat membela Islam.

    Lha bingung saya jadinya … itulah dunia

    Wassallam,
    faza

    ReplyDelete
  6. Sebelum saling menyalahkan ada baiknya kita lihat dulu duduk perkaranya. Kejadiannya terjadi setelah amerikan dkk menyerang afghanistan, padahal sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti itu. Patut dicuragai bahwa ini dilakukan untuk memberikan stigma buruk pada taliban.
    Yang saya tahu memang taliban "sempat" melarang perempuan sekolah disebabkan kondisi keamanan yang sangat buruk di afghanistan pada saat itu. Jadi keselamatan kaum perempuan diharuskan tinggal di rumah atau sekolah di rumah agar tidak diculik atau diperkosa di tengah jalan.
    Di arab saudi saja kaum perempuan sangat berbahaya kalo sendirian di jalan, apalagi di afghanistan...
    Bahkan kaum perempuan yang tinggal di rumah saja seperti PRT di arab saudi bisa diperkosa atau dibunuh, apalagi di afghanistan yang kondisinya sangat-sangat kacau.
    Selain itu ini kejadiannya di pakistan, sangat dipertanyakan apakah itu taliban yang asli atau taliban sempalan? Mengapa militer pakistan tidak bisa berbuat apa2 menghadapi "fundamentalis abad pertengahan" yang cuma bersenjata kalasnikhov di negaranya sendiri ?
    Daerah perbatasan pakistan-taliban adalah daearah perang, sangat sulit mendapatkan informasi yang netral dan tidak menyudutkan satu pihak saja.
    Juga mengenai ladang opium taliban adakah bukti link dari sumber yang kredibel ?


    Wassalam

    ReplyDelete
  7. Satu lagi:

    A January 21, 2009 issue of the Pakistan daily newspaper The News, reports Taliban enforcement of a complete ban on female education in the Swat district. Some 400 private schools enrolling 40,000 girls have been shut down. At least 10 girls' schools that tried to open after the January 15, 2009 deadline by the Fazlullah-led Taliban were blown up by the militants in the town of Mingora, the headquarters of the Swat district.[7][not in citation given] "More than 170 schools have been bombed or torched, along with other government-owned buildings."

    Hebat banget nih untuk sebuah distrik yang penduduknya sedikit ada 400 buah sekolah swasta khusus perempuan yg punya murid 40000 orang perempuan. Bahkan di tempat saya di sebuah ibukota kabupaten di indonesia yg berpenduduk padat saja belum tentu mempunyai 400 sekolah swasta khusus perempuan.
    Apakah ini hanya dibesar-besarkan ?
    Apakah benar itu 400 sekolah dihancurkan ?
    Apakah benar itu kelakuan taliban ?
    Harus dicari lagi lebih dalam apakah ini merupakan perang informasi.

    Wassalam

    ReplyDelete
  8. Assalamualaikum,

    Mengapa seorang muslim begitu percaya atas berita yang disebarkan oleh pihak Barat dalam memojokkan islam, tanpa bertabayun.

    Yang perlu dipertanyakan adalah muslim tersebut ada di pihak mana.

    Jangan sampai anda berprasangka buruk terhadap para mujahid yang berjihad di jalan Allah untuk menegakkan amal maruf nahi munkar, yang anda sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik itu.

    Janganlah seorang muslim menjelekkan muslim lainnya dimana berita tersebut disebarkan oleh orang fasik, lebih baik anda berkunjung ke sana lihat kondisi real yang terjadi, lalu buat beritanya.

    Hanya Allah SWT yang mengetahui apa yang ada di dalam dada manusia dan apa yang dikerjakan.


    Wassallam

    ReplyDelete
  9. Assalamu'alaikum.....

    Kita semua tidak benar-benar tahu apa yang sebenarnya terjadi di sana.....
    Kita semua tidak benar-benar tahu siapa Taliban sebenarnya....
    Jadi, sebelum melihat dengan mata kepala sendiri....
    Pikirkan baik-baik penilaian kita terhadap orang lain...

    ReplyDelete