Saturday, January 14, 2017

Sebelum Diperkosa 8 Pemuda, 3 Remaja Putri di Sumsel Dicekoki Miras



Setiap kali ada berita ttg anak yang diperkosa bergilir, hampir selalu ada dua faktor yang disebutkan: 1) pengaruh miras, 2) pengaruh film porno yg ditonton di HP.

Hampir tidak pernah ada berita ttg orang yang jual miras kepada anak yg kena masalah hukum. Tidak ditangkap, tidak didenda, tidak dipenjarakan. Bebas jual miras (seringkali miras oplosan) kepada anak, tanpa perlu takut pada penegak hukum.
Banyak sekolah melarang anak bawa HP ke sekolah. Melarang anak nonton film porno. Tapi tidak MENDIDIK anak untuk menahan diri, menghormati perempuan, atau menolak kiriman film porno dari teman.

Kalau orang dewasa bebas jual miras, dan bebas sebarkan film porno, pasti ada efek pada anak muda. Tetapi di seluruh negara, miras dan film porno bisa diakses secara gampang. Anehnya, di banyak negara maju spt Australia, film porno dan miras (yg legal) lebih bebas lagi. Tapi tidak ada berita setiap hari bahwa anak remaja di sana melakukan pemerkosaan bergilir setelah membuat korban mabuk. Kok di sana bisa akses film porno dan miras tanpa menjadi pemerkosa? Sedangkan Indonesia yg penuh dgn orang Muslim malah gagal mendidik anak untuk jaga diri dan menghormati perempuan? Kenapa begitu berbeda?
-Gene Netto

Sebelum Diperkosa 8 Pemuda, 3 Remaja Putri di Sumsel Dicekoki Miras
Selasa 10 Jan 2017, Chaidir Anwar Tanjung - detikNews

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...