Monday, January 09, 2017

Untuk Mengenal Tuhan Harus Pakai Akal



[Komentar]: Memahami kekristenan dengan pola pikir islami hanya akan memunculkan kekonyolan belaka. Ada istilah teman, "Bepergian ke Singapura mengunakan peta Surabaya".

[Gene]: Menurut saya tidak begitu. Peta Singapura atau Surabaya bisa dijelaskan dgn logika. Satu benar, satu salah. Sedangkan pengalaman saya diskusi dgn orang Kristen berbeda. Perupamaannya seperti diskusi dgn anak balita. Apapun yg dikatakan tidak akan diterima. Ngotot dirinya benar, walaupun kesalahannya dijelaskan secara logis. Hanya peduli pada perasaan hati. Logika tidak penting.

Diskusi saya dgn orang Kristen terasa mirip. Fakta dan logika akan dibantah. Org Kristen tetap percaya bahwa Tuhan lahir sebagai manusia, lalu dibunuh. Dari kematian itu, mrk akan masuk sorga bebas dari dosa. Berdosa banyak, atau sedikit, tetap masuk sorga. Berdasarkan sebuah kitab yang tidak diketahui siapa yg menulisnya, atau kapan, atau dimana. Tanpa ada bahasa aslinya Yesus.
Kaisar Romawi dukung Yesus dijadikan Anak Tuhan agar bisa disembah spt anak dewa yg lain oleh rakyat Romawi penyembah berhala. Rekayasa manusia itu dianggap kebenaran. Apa setiap hari Yesus suruh manusia berdoa kepadanya karena dia adalah Tuhan? Apa setiap hari Yesus menyatakan dirinya bagian dari Trinitas? Apa setiap hari Minggu Yesus masuk Gereja utk baca Alkitab? Bagi orang Kristen, tidak penting Yesus katakan apa, atau lakukan apa. Tetap mau disembah sbg Anak Tuhan. Logika tidak penting.

Menurut saya, orang Kristen hanya bisa jalankan agama Kristen dgn cara lepaskan akal, dan mengatakan, "JANGAN lihat contoh Yesus. JANGAN ikuti dia! Taat pada doktrin Gereja dan Kaisar Romawi!" Sebaliknya, orang Muslim hanya bisa jalankan Islam dgn cara mengatakan, "Lihat contoh Nabi Muhammad SAW. Ikutilah dia dan taat pada dia!"

Orang Kristen setara dgn penyembah berhala zaman Romawi, yang utamakan perasaan hati daripada akal. Siap hadapi patung Yesus sambil berdoa. Tapi mengutuk "penyembah berhala" yang sembah patung. Tuhan kasih otak kepada manusia, tapi kebanyakan manusia tidak mau pakai otak itu untuk mencari Tuhan.

Saya dulu berusaha memahami agama Kristen dgn logika dan akal. Lalu saya tinggalkan agama Kristen, setelah dipahami tidak masuk akal. Lalu Allah izinkan saya memahami Islam. Selama 5 tahun, saya mencari ajaran dasar Islam yang tidak logis, tapi tidak temukan. Jadi saya merasa "terpaksa masuk Islam". Itu bedanya antara gunakan otak dan akal untuk mencari Tuhan, atau ikuti perasaan hati saja. Kalau mau beriman kepada Yesus berdasarkan perasaan hati, silahkan saja. Saya mau beriman kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan AKAL yang Tuhan berikan.  
-Gene Netto

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...