Baca pelan-pelan agar tidak menjadi bingung. Dua anak, berusia 6 dan 7 tahun, lapor mereka disodomi oleh seorang anak berusia 11 tahun (sebutkan Pelaku A). Pelaku A ditangkap polisi, dan dia mengaku juga disodomi oleh anak lain berusia 12 tahun (sebutkan Pelaku B). Pelaku B ditangkap, dan dia mengaku juga disodomi oleh guru agamanya, bernama HA, usia 43 tahun (sebutkan Pelaku C). Kemudian, Pelaku C ditangkap, dan ketika itu ada dua anak asuh di rumahnya. Pelaku C mengaku dia telah cabuli mereka selama 3 bulan. Kata guru agama itu, dia juga menjadi korban sodomi dulu di SMA, tahun 1993. Dan sejak tahun 2006, dia menjadi pelaku sodomi terhadap anak SD. Totalnya 10 anak.
Mungkin ada banyak orang dewasa di sini yang disodomi ketika kecil. Tapi di Indonesia, tabu membahas hal terkait seks (walaupun pencarian pornografi termasuk paling tinggi di dunia). Jadi anak yg menjadi korban merasa malu dan tidak berani membahas kejadian itu dgn orang tuanya. Artinya, mereka juga tidak dapat terapi psikologi. Lalu ketika dewasa, sebagian korban menjadi pelaku. Sekarang ada "bantuan pemerintah" alias anak bisa dapat terapi bbrp kali. Tapi setahu saya, puluhan ribu anak yang menjadi korban itu tidak dipantau terus untuk memastikan mereka tidak menjadi pelaku.
Dan yang lebih mendesak, sudah terbukti dari berita ini bahwa anak yang menjadi korban sodomi juga bisa menjadi pelaku dengan cepat, sebelum menjadi dewasa! Saat ini, ada demo ttg RUU KUHP. Kapan akan ada demo dari 100 juta orang tua untuk menuntut semua anak Indonesia harus dilindungi? Pejabat pemerintah, tokoh agama, guru sekolah, dan orang tua belum mau peduli, lalu anak menjadi korban sodomi dan pemerkosaan terus. Siapa yang mau melindungi anak Indonesia? Tolong peduli pada semua anak, sebelum anak yang anda kenal menjadi korban.
-Gene Netto
Oknum Guru Honorer Cabuli 10 Bocah Laki-laki
Kompas.com - 25/09/2019
https://regional.kompas.com
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(45)
anak
(315)
anak yatim
(75)
bilingual
(21)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(84)
dhuafa
(6)
for fun
(12)
Gene
(168)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(32)
hukum
(57)
hukum islam
(51)
indonesia
(487)
islam
(541)
jakarta
(27)
kekerasan terhadap anak
(371)
kesehatan
(94)
Kisah Dakwah
(13)
Kisah Sedekah
(9)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(22)
KPK
(12)
Kristen
(14)
lingkungan
(18)
mohon bantuan
(13)
muallaf
(49)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(33)
parenting
(2)
pemerintah
(99)
Pemilu 2009
(36)
pendidikan
(497)
pengumuman
(23)
perang
(9)
perbandingan agama
(12)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(111)
Politik Indonesia
(29)
Progam Sosial
(15)
puasa
(35)
renungan
(187)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(11)
sosial
(281)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Orang sering berkomentar kepada saya, kok banyak orang bisa melakukan korupsi padahal mereka shalat dan puasa. Ka...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada beberapa komentar di blog saya dari orang yang inginkan hukum syariah diterapkan dengan cepat, dan mereka kecew...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Pada saat saya jalan-jalan dengan teman, saya diajak makan es krim di Pisa Café, Menteng, lalu saya diberitahu bahwa sebagian dari es krim d...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Email yang menyatakan Sunita Williams menjadi Muslim adalah rekayasa dan sudah ada lebih dari satu versi...
-
Source : Scholars for 9/11 Truth By: James H. Fetzer Founder and Co-Chair Scholars for 9/11 Truth SCHOLARS FOR 9/11 TRUTH ...
-
(Membalas komentar dari guru di milis pendidikan). Assalamu’alaikum wr.wb., Sudah ada beberapa guru di dalam milis pendidikan yang...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ada banyak guru yang setuju dengan kebiasaan memukul, menampar, menjewer, melempar barang, atau memberikan ...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment