Search This Blog

Labels

Popular Posts

14 October, 2026

Setiap Hari Ada Bayi Yang Dibuang, Siapa Yang Mau Ciptakan Solusi?

Setiap hari ada berita tentang bayi yang ditemukan setelah dibuang oleh ibunya, atau kedua orang tuanya. Hampir semua ibu tersebut adalah anak remaja (usia 14-18 tahun), dan bapaknya adalah remaja atau pemuda (usia 16-25 tahun). Sebagian dari anak perempuan itu adalah korban pemerkosaan atau pencabulan, dan yang lain telah berzina. Banyak anak yang menjadi hamil di luar menikah mencari cara untuk melakukan aborsi, baik di rumah sendiri maupun mencari jasa ilegal. Tetapi ada banyak anak lain yang tidak menemukan caranya melakukan aborsi, jadi anak itu melahirkan bayi di rumah. Lalu menjadi bingung. Sekarang punya bayi yang tidak diinginkan. Pada saat itu, ada 3 reaksi. 

Pertama, bayi itu dibuang ke suatu tempat dalam kondisi masih hidup. Bisa di rumah orang, di tempat umum seperti toilet, di semak-semak, di kardus di pinggir jalan, dsb. Kedua, bayi itu dibuang ke suatu tempat di mana bisa terjamin akan tewas (tanpa dibunuh secara langsung), seperti di sungai, sumur, bendungan, laut, dll. Ketiga, bayi itu dibunuh terlebih dahulu dengan cara dibekap mulutnya, ditenggelamkan di bak mandi, atau dicekik. Setelah tewas, baru jenazahnya dibuang atau dikuburkan.

Sekarang, ada 2 perkara yang sepertinya tidak pernah dipikirkan. Pertama, kenapa bisa terjadi ada begitu banyak anak remaja yang hamil sampai 9 bulan, dan melahirkan bayi, tanpa diketahui oleh siapapun? Kurang masuk akal. Jadi seharusnya ada orang dewasa yang tahu, minimal keluarga sendiri, guru sekolah, tetangga, dll. Jadi mereka bisa saja mencari bantuan. Tetapi bisa dapat bantuan dari mana? Siapa yang mau peduli? Kedua, kenapa tidak ada tempat untuk menampung semua anak remaja yang hamil itu, membantunya dengan proses persalinan, dan menerima bayi yang tidak diinginkan itu agar tidak perlu dibuang atau dibunuh? 

Kalau ada yang mau peduli, anak remaja yang hamil bisa dilaporkan ke puskesmas. Lalu bidan dan psikolog anak bisa ditugas sebagai “pengawas” untuk setiap saru anak, untuk membina dan mendidiknya agar menjaga bayinya sampai usia 8 bulan (makan dan minum yang benar, jangan bahayakan nyawanya, dll.). Lalu kalau usia kehamilan sudah mencapai 8 bulan, bisa diterima di sebuah rumah milik dinas sosial, dan menginap selama 3-4 minggu terakhir, sampai melahirkan bayi dengan bantuan bidan. Lalu anaknya diambil, dan menjadi anak asuh negara, yang bisa diberikan kepada orang tua tanpa anak, atau dicari solusi yang lain. 

Yang jelas, dengan sangat mudah bisa dibangun suatu sistem yang di mana remaja yang hamil bisa diterima, dijaga, dibantu, dipantau, dan diberikan pertolongan dalam proses melahirkan anak, sehingga tidak ada lagi berita harian “bayi ditemukan” dalam kondisi hidup atau tewas. Juga bisa dibuat UU baru bahwa orang yang mengetahui seorang remaja (saudara, teman sekolah, tetangga, dll.) hamil di luar nikah, lalu TIDAK melaporkan ke pukesmas, bidan atau polisi, kena pidana. Orang dewasa yang “tahu” wajib melaporkan. Bayi-bayi yang dibuang itu tidak berdosa. Berapa banyak anak remaja akan dibiarkan menjadi pembunuh yang sadis di usia 14 tahun, sebelum ada yang mau berikan solusi?
-Gene Netto 
 
Tega, Bayi Sehat Dibuang di Pinggir Jalan Denpasar, Mulutnya Dilakban  


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...