Assalamu’alaikum wr.wb.,
Setelah saya menulis artikel Jangan
Menolak Vaksinasi Untuk Utamakan ASI tadi siang, ternyata langsung diprotes
beberapa orang, di Blog, Facebook dan juga lewat email. Saya menulis artikel
itu karena ada teman yang menegaskan bahwa ada sebuah konspirasi global untuk
merusak ummat Islam lewat vaksinasi. Anehnya, dokter, ilmuan dan rakyat di
negara2 barat justru memberikan vaksin yang sama kepada anak kandung mereka. Dan
lebih aneh lagi, mereka sembuh dari penyakit (tentu saja dengan izin dari Allah).
Polio tidak ada di negara barat. Di sini masih bisa muncul.
Variola atau cacar (disebut smallpox dalam bahasa Inggris) tidak ada di SELURUH DUNIA sejak 1979 karena
dibuat program vaksinasi massal. Kok bisa hilang? Mestinya masih ada, karena vaksinasi hanya
akan membuat ummat Islam sakit, rusak dan mandul (katanya).
Beberapa orang yang langsung
berprotes terhadap artikel saya berpegang pada pendapat fanatik aslinya,
yaitu cukup cara “pengobatan Nabi SAW” sebagai terapi yang terbaik. Obat dari dunia barat
tidak perlu. Lalu dikutip hadiths2 di mana Nabi SAW
mengunyah kurma, dan ludahkan pada mulut seorang bayi. Cukup begitu sebagai “pengobatan”
katanya. Anehnya, di dalam
semua hadiths tersebut, tidak ada satu kalimat di mana Nabi Muhammad SAW
mengatakan “Setelah dikasih kurma dan ludah, bayi ini akan selamat dari semua
penyakit seumur hidup.” Dalam kata lain, Nabi SAW sendiri tidak pernah
mengatakan bahwa itu adalah upaya “pengobatan” yang paling sempurna untuk semua
penyakit. Jadi kenapa perbuatan tersebut
dikaitkan dengan pengobatan terhadap berbagai macam penyakit, seperti polio,
cacar, dan difteri yang mungkin saja tidak dikenal di
zaman Nabi SAW?
Anak kena Cacar? Kasih kurma saja. Polio? Kurma
saja. Demam berdarah? Kurma. Tifus? Kurma. Kanker? Kurma saja yang dibutuhkan. Begitu
fanatik orang2 tersebut, mereka merasa bahwa sesuatu yang “tidak berasal dari Nabi SAW”, seperti vaksinasi,
harus ditinggalkan begitu saja.