Friday, January 20, 2017

Nasib Pedagang Cobek: Ditodong Pistol, Masuk Penjara, Terjerat Utang



BACA SEMUANYA! Beginilah nasibnya orang kecil di Indonesia? Umat Islam yang menjadi mayoritas seharusnya malu karena tidak bisa menegakkan KEADILAN. Rasulullah SAW akan katakan apa kl melihat negara ini? -Gene Netto

Nasib Pedagang Cobek: Ditodong Pistol, Masuk Penjara, Terjerat Utang

Kamis , 19 January 2017, Rep: Singgih Wiryono/ Red: Joko Sadewo, Republika/Singgih Wiryono,
REPUBLIKA.CO.ID, Malang nian nasib Tajudin, pedagang cobek asal Bandung ini. Sekalipun pengadilan negeri sudah memutus bebas dirinya, pihak Jaksa masih belum puas dan tetap mengajukan kasasi atas kasusnya. Tajudin tak pernah menyangka dirinya harus berurusan dengan hukum lantaran mengajak kedua anak kerabatnya, yang berasal dari kampung, untuk ikut berjualan cobek. Hingga kini, pria asal Pagalarang, Bandung itu, tidak mengerti hukum apa yang sudah dilanggarnya.
Tajudin mengaku ditangkap di sekitar rumahnya, di daerah BSD Regency. Sekitar pukul 02.00 WIB, seorang polisi berpakaian mendekati dan langsung menodongkan senjata api pada dirinya. "Saya ditangkap di tengah jalan. Disergap begitu aja. Saya kaget, ini polisi apa penjahat, kan pakai pakaian preman semua. Kan saya bingung. Malem jam 02.00 WIB kan bawa motor, langsung dibawa kapolres. Waktu itu dia nanyain, itu punya siapa? saya bilang nggak tahu. Akhirnya saya dipukul pakai sandal," katanya saat konferensi pers, Rabu (18/1).

Tajudin kemudian dibawa ke Polres daerah Bintaro. Di sana dia disebut sudah mempekerjakan anak di bawah umur. Tajudin pun terkejut. Saat investigasi, dia mengaku mendapat paksaan yang mengharuskan dia mengaku mempekerjakan anak-anak di bawah umur, untuk berjualan cobek keliling.

"Diomelin harus ngaku saya mempekerjakan anak di bawah umur. Saya mah nggak ngerti, pasal apalah, pasal 88 yang mempekerjakan di bawah umur, Perdagangan manusia. Saya jawab, saya bukan dagang orang, saya dagang cobek Pak," kata Tajudin polos. Setelah diberikan pertanyaan beruntut selama dua hari untuk keperluan BAP, nasibnya kian tak jelas. Ia dipindahkan dari sel tahanan  Polres Bintaro ke Polsek Serpong.

Di Serpong, Tajudin menjalani masa tahanan selama 3 bulan 20 hari. Saat itu, Tajudin mengaku diperintahkan menandatangani sebuah berkas, yang dia sendiri tidak tahu apa isi dari berkas tersebut. "Saya tanya, Pak ini kertas apaan? dijawab, udah tanda tangan aja! Saya mau baca dulu. Lu mau pulang atau ke rutan? Saya jawab saya mau pulang, akhirnya saya tanda tangan," jelasnya.

Setelah menandatangani berkas tersebut, janji bebas tak kunjung dirasakan Tajudin. Malah, Tajudin kembali dipindah ke Rutan Jambe. Hukum seperti tak punya ampun atas kesalahpahaman yang diterima Tajudin. Padahal saat ditahan istrinya sedang hamil empat bulan. Dalam tahanan ia tidak bisa memberi ataupun menerima kabar dari keluarganya, yang sedang berada di Bandung. Setelah pengadilan memutuskan dia tak bersalah, Tajudin bisa pulang dan bertemu dengan keluarga. Ia akhirnya bisa melihat buah hatinya, yang lahir saat dia masih di sel tahanan.

Namun Tajudin kembali harus dibuat pusing kepala. Ia mendapat cerita dari tetangganya tentang utang-piutang yang ia tidak tahu. Jumlahnya pun bagi Tajudin sangat besar, mencapai Rp 41,5 juta. "Ada yang kasih tahu, katanya pinjam uang, semuanya dihitung-hitung Rp 41,5 juta. Nggak tahu katanya dibohongin, ada yang nipu ke mertua saya," katanya.

 

Berhasil: 30 Juta Utk Tuti, Yatim Yg Kena Luka Bakar



Assalamu’alaikum wr.wb., Alhamdulillah sudah terkumpul 30 juta utk Tuti, anak yatim yg kena luka bakar besar di kakinya, saat kerja di Jakarta sebagai pembantu. Tuti yg menjadi anak yatim sejak usia 6 tahun sekarang mau menetap di Desa Karangdawa, Tegal, bersama Ibu dan adiknya. Mrk mau dagang sayuran dan buah. Dan bersama pamannya, mau ternak kambing dan bagi hasil.
Sekarang Tuti, 4 kakak-adik, dan ibu punya kesempatan utk hidup mandiri, dan anak2 tidak perlu tinggalkan ibu sendirian di kampung. Tuti masih berobat dan luka bakar di kakinya sudah mulai sembuh. Kl mau kasih tambah ke Tuti dan keluarganya, silahkan kirim ke rekeningnya. Terima kasih kepada semua teman yang turut membantu dalam program ini. Semoga Allah SWT membalas dgn berlipat ganda. Amin..
Wassalamu’alaikum wr.wb., Gene Netto

BRI, No. 6066-0100-2086-507, a/n Tuti umaroh


Wednesday, January 18, 2017

Tidak Yakin Allah Akan Balas Sedekah?



Assalamu’alaikum wr.wb., Tadi sore seorang mahasiswa minta 50 ribu dari saya. Saya kasihan sama dia, jadi saya kirim 150 ribu, biar dia punya uang makan. Lalu sisa di rekening saya hanya 66 ribu. Belum ada dana utk gaji dari yayasan baru saya, jadi saya hanya bisa hidup secara sederhana. Walaupun begitu, selalu ada yang minta uang dari saya terus. (Semua orang bule kaya, katanya. Hahaha).

Jam 5 sore, saya kirim 150rb, dan sisa di rekening buat saya 66rb. Nggak masalah. Insya Allah masih bisa makan utk seminggu lagi. Tiba2 saya dapat pesan, pd jam 8 malam. Seorang ibu kirim uang utk Tuti, anak yatim yg kena luka bakar (saya sedang galang dana utk dia). Tapi sekaligus, kirim tambahan buat saya (tanpa penjelasan, karena tidak diminta). Insya Allah saya dapat 1,5 juta. Hanya tiga jam setelah saya kasih seorang mahasiswa 150 ribu, dan sekaligus habiskan uang di rekening saya.

Masih banyak orang Muslim yang sangat takut bersedekah, dan tidak yakin akan dibalas oleh Allah SWT. Tapi sangat yakin pada gaji yg "dijamin" masuk setiap bulan, yakin pada isi tabungan (tidak mungkin hilang), yakin pada deposito, emas, tanah, saham, rumah, dll. Yakin pada segala sesuatu kecuali Allah SWT. Janganlah begitu. Menjadi Muslim yang YAKIN pada Allah, dan yakin Allah akan selalu penuhi janji utk bayar kembali sedekah kita dgn berlipat ganda. Amin. Jadi Muslim yang yakin!

FYI, ini kisah nyata, tanpa rekasaya, dan saya alami sendiri pada malam ini, jadi saya saksikan bahwa Allah memang cepat balasannya, kapan saja Dia hendaki. Allah Maha Kuasa, tapi kita sendiri yang tidak yakin kepada-Nya. Semoga bermanfaat.
Wa billahi taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto

245. Siapakah yang mau memberi PINJAMAN kepada Allah, pinjaman yang BAIK (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN pembayaran kepadanya dengan LIPAT GANDA yang BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)

Berdoa Minta Rp.500 Ribu, Allah Kasih 30 Juta!



Assalamu’alaikum wr.wb. Ibu Maemunah adalah seorang janda dgn dua anak yg bertahun2 dititip dgn saudara di Bandung, sambil Ibunya jualan kopi di pinggir jalan di Jakarta (dan sering diusir dan diancam oleh Satpol PP). Kemarin saya berhasil galang dana baginya. Semoga kisah ini menjadi motivasi bagi orang lain utk tidak berputus asa terhadap rahmat dari Allah.

****Kang Gene... Sebelum aku jumpa dgn orang yg memberi no hp akang, hidup aku penuh dgn tekanan dan kesulitan. Dari yg menerima ancaman pembunuhan, perkosaan, walaupun hanya melalui sms, tp itu bikin aku stress. Blm lg kesulitan secara ekonomi. Pokoknya stres berat aku kemarin itu. Sampe akhirnya aku bete n marah ma Allah hehehe… Beneran. Sampe satu hari aku kesel banget. Aku ngomong ma Allah sambil dgn nada mengancam, "Allah jauhkan aku dari orang yg ancam aku itu. Keluarkan aku dari masalah kesulitan hidup ini. Kalo nggak, kita musuhan aja!!" Itu kata2 aku dulu. Nyebelin bgt ya kang?

Bsknya, aku dah lupa dgn apa yg aku omongin kmrn, sampai pd akhirnya aku ktmu orang yg memberikan no.hp akang ma aku. Trus aku sms akang, minta 500rb utk beli sepeda utk jualan kopi. Tahu2 akang yg lg sakit nggak enak badan ngajak ketemu. Yg aku pikir tdnya orang jawa, malah ternyata seorang bule hahaha.. Bingung aku waktu itu kang. Cuma aku berusaha cuex aja. Dlm hati aku berdoa, terserah aja mau diapain ni ma bule, make ditanya2 segala masalah pribadi. Pdhl aku paling pantang ditanya masalah itu. Cuma ya itu td Allah menuntun mulut ini.

Saat ini aku merenung kembali apa yg terjadi. Jd malu aku ma Allah… Udah diancam eh malah ngasih rejeki berlimpah! Berdoa minta 500rb, malah dikasih 30jt. Aduuuuhhh… Malu buanget aku kang. Nggak tau diri banget ya? Kalo Allah bisa terlihat pastinya aku pelukin sambil minta maaf. Sekarang yg bs aku lakukan hanya memohon ampun dan semakin giat ibadah aja. Semoga Allah mengampuni aku dan sllu memberikan hidayah dlm hati aku. Itu kang ingin aku bagi cerita ttg renungan aku hari ini. Maaf kepanjangan ya.****

BRI, No. 399701001712507, a/n MAEMUNAH.

Ibu Maemunah masih tidur di warung. Belum ada dana utk kontrakan. Dana kemarin habis utk bayar hutang, beli gerobak, dan izin jualan di kampus. Kalau ada yg mau bantu dgn tambahan dana utk kontrakan, supaya dia bisa tinggal bersama anak2nya, silahkan kirim ke rekening di atas. Semoga Allah berikan kemudahan, dan rezeki yang halal terus kepada Ibu Maemunah dan anak2nya. Dan kepada semua anak yatim dan janda di seluruh Indonesia. Kita bisa bantu semuanya, satu per satu. Hanya perlu NIAT utk menolong yg lain. Dan apapun keadaan anda, jangan putus asa terhadap rahmat dari Allah! Wassalamu’alaikum wr.wb., – Gene Netto

Tuesday, January 17, 2017

Jangan Menilai Orang Lain Dari Pakaiannya



Assalamu’alaikum wr.wb., Teman saya bernama Yasir sedang makan malam di warung. Tiba2 muncul orang yg pakai baju panjang gaya Pakistan, sorban, celana dipotong setinggi betis, dan sandal jepit. Jenggotnya panjang dan tidak rapi. Orang itu tanya apakah Yasir seorang Muslim. Yasir jawab iya. Orang itu mulai menegor Yasir,  tetapi dengan senyuman yang kaku di mukanya, seperti ingin mengancam.

Dia bertanya, kok Yasir duduk di warung saat adzan? Seorang Muslim "yang benar" akan tinggalkan makanannya dan buru2 shalat di masjid, daripada duduk di warung pada saat adzan. Dia kutip 2 ayat dalam bahasa Arab sbg bukti bahwa keimanan Yasir kurang baik. Dia juga menegor Yasir karena pakai celana jeans dan kaos padahal itu adalah pakaian orang kafir. Katanya seorang Muslim yang benar akan memakai baju Muslim seperti dia, atau memakai gamis dan sorban, karena itu adalah pakaian Muslim. Jeans dan kaos tidak boleh dipakai untuk shalat, karena “meniru orang kafir, berarti kafir juga”, katanya.

Yasir senyum, dan mulai menjelaskan. Pertama, Yasir adalah "Musafir" (orang dalam perjalanan). Shalat maghrib dan isya sudah digabung tadi. Kedua, ayat yang dikutip kurang tepat, dan Yasir kutip ayat2 yang lain dalam bahasa Arab, dgn tafsirnya, ditambahkan hadiths2 ttg dakwah, semuanya dalam bahasa Arab. Orang itu jadi bingung. Dia berusaha bela diri dgn mengatakan "hanya niat berdakwah", jadi boleh saja menegor dan menyalahkan orang Muslim lain. Yasir senyum lagi dan menjelaskan ayat2 berkaitan dengan dakwah dan tata cara dakwah yg diajarkan oleh Nabi SAW. Ternyata orang itu belum paham.

Orang itu kelihatan malu, lalu bertanya Yasir "siapa"? Yasir menjawab: “Saya seorang ustadz yg mengajar ilmu Al Qur'an di pesantren dan insya Allah seorang hafiz Qur’an. Saya di Jakarta untuk bertemu guru saya dari MUI. Permisi, saya mau ke rumah Pak Kyai. Dan karena anda sibuk menegor saya dari tadi, mungkin anda telat dan tidak akan dapat shalat isya berjemaah di masjid.”

Lalu Yasir tinggalkan orang itu di warung. Saat Yasir ceritakan semuanya, saya gelengkan kepala. Orang itu yang semangat menyalahkan orang Muslim lain, tanpa tahu sedang bicara dengan Ustadz yang hafiz Qur'an. Dia BERASUMSI Yasir tidak mengerti agama, disebabkan Yasir memakai jeans dan kaos, dan berada di warung pada saat adzan. Kita bisa menilai orang lain dari pakaiannya, dan kita bisa salah sekali. Orang non-Muslim di negara2 Arab juga pakai gamis dan punya jenggot. Dan orang Muslim yg ahli juga ada yang pakai jeans dan kaos. Jadi hati-hati kalau banyak berasumsi terhadap orang lain. Jangan buru2 membuat penilaian bahwa orang lain pasti begini atau begitu disebabkan penampilannya. Semoga bermanfaat.
Wabillahi taufik walhidayah, Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto