Monday, April 11, 2016

Cara Hilangkan Rasa Kecanduan Pada Narkoba



[Pertanyaan]: assalammu'alaykum wr wb, ustad. sah kah kita mengerjakan shalat, apabila kita habis menggunakan shabu shabu? terima kasih ustad.
wassalammu'alaykum wr wb.

[Jawaban]: Assalamu’alaikum wr.wb.,
Orang yang mabuk (atau teler dari narkoba) dilarang shalat. Jadi shalatnya tidak sah.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendekati shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan…
(QS.An- Nisa’:43)

Yang perlu dipikirkan bukan sah atau tidak. Tapi DITERIMA atau tidak. Saat orang minum alkohol (atau pakai narkoba, dianggap sama), maka shalat tidak diterima utk 40 hari. Masih wajib dikerjakan, tapi Allah tidak peduli pada shalat itu, alias tidak dikasih pahala.  Rugi sekali kl pakai narkoba, menjadi bahagia utk satu jam saja, tapi bikin Allah marah utk 40 hari, dan semua shalat yang dikerjakan selama 40 hari itu menjadi sia-sia dan tidak dapat pahala. Jadi hanya ada dosa pakai narkoba. Apalagi kl juga tinggalkan shalat, maka dosanya tambah lagi.

Calon Suami Mau Bersyahaddat Asal Boleh Menikah



[Pertanyaan]: Assalamu 'alaikum Pak Gene Netto. Saya berkenalan dengan seorang pria bule yang mengajak saya menikah. Dia mau menjadi Muslim asal bisa menikah dengan saya. Tapi mau Muslim KTP saja. Saya ikhlas menerima kondisinya termasuk dia menjadi Islam KTP karena saya pikir berjalannya waktu akan bisa membimbing dia.

[Jawaban]: Wa‘alaikumsalam wr.wb. Secara rutin ada wanita Indonesia yang konsultasi dgn saya. Mereka putus asa setelah sudah menikah 5-20 tahun dgn pria asing yang "asal masuk Islam" utk menikah, lalu menjadi Muslim KTP. Semua ibu itu mengeluh bahwa suaminya tidak pernah mau serius utk belajar Islam. Dan ada yang begitu kesal sampai mau cerai, dan hanya tahan karena kasihan sama anak. Semuanya menikah dgn rasa YAKIN bisa "membina" pria itu setelah menikah.  Sayangnya, sekitar 99,9% gagal membina suaminya.

Siswi SMP Diperkosa 13 Pemuda, Dan Dibunuh. Setelah Tewas, Diperkosa Lagi (Rejang Lebong, Bengkulu)

Seorang siswa SMP di Rejang Lebong, Bengkulu, diserang saat jalan kaki pulang dari sekolah. Pelakunya 13 (atau 14) remaja dan pemuda, dua di antaranya adalah kakak kelas. Kata Polisi, setelah diperkosa bergilir sekali oleh semuanya, satu pelaku mencekik korban sampai mati, lalu mayatnya korban diperkosa sekali lagi oleh semua. Jadi diperkosa 26 kali, saat masih hidup dan saat sudah tewas.
Banyak orang tua dan guru tidak mau tahu ttg berita seperti ini. Tapi ini menjadi indikasi ada masalah sangat serius di kalangan anak muda di Indonesia. (Ini hanya pemerkosaan, belum bahas sodomi, tawuran, dll.) Setiap hari ada berita ttg pemerkosaan terhadap anak sekolah di semua daerah, termasuk desa kecil (yang selama ini mungkin dianggap aman), dan makin banyak kasus yang sadis juga. Pelakunya rata2 anak sekolah atau pemuda, usia 12-25 tahun. Korban usia 4-16 tahun. Dan ini hanya kasus2 yang ketahuan karena dilaporkan ke polisi dan masuk media. Mungkin ada ratusan kasus lain setiap hari yg tidak masuk media atau tidak dilaporkan ke polisi.

Saturday, April 09, 2016

Hakim Bebaskan Guru Yang Potong Rambut Siswa



Seorang hakim bebaskan guru yang potong rambut siswa dan disidangkan oleh orang tuanya siswa. Banyak guru langsung gembira, dan merasa dibenarkan. Dalam kasus itu, guru sudah salah, dan orang tua lebih salah lagi. Kl orang tua tidak senang, mau laporkan guru, silahkan. Ancam dan menyerang guru salah sekali. Tapi dari awalnya, guru sudah salah. Memotong rambut siswa dgn cara memalukan bukan bagian dari tugas guru. Tidak pernah ada dosen yang ajarkan di Fakultas Pendidikan. Guru sendiri yang memutuskan utk lakukan hal itu terhadap siswa. Itu bukan “bagian dari disiplin sekolah” spt yg dikatakan oleh hakim. Itu bagian dari penyiksaan emosional terhadap siswa, dan salah.

Sampai sekarang, tidak pernah ada yang bisa berikan argumen yang kuat ttg KENAPA guru harus potong rambut siswa secara paksa. Dan tahun 1960-80an, rambut siswa tidak pernah menjadi masalah. Sepertinya hanya menjadi masalah setelah Petrus (penembak misterius) yg mulai di tahun 1980an, dan rambut panjang serta tato dianggap “tanda orang tidak benar, yang layak dibunuh tanpa sidang”. Sepertinya sesudah itu, guru baru mulai razia rambut gondrong di sekolah. Dan guru2 itu tetap tidak peduli pada rambut perempuan (silahkan gondrong dan tidak rapi kl perempuan). Di dalam kasus Petrus, hanya laki-laki dgn rambut gondrong yg dibunuh, perempuan tidak. Jadi para guru yg takut pada pemerintahan Soeharto memilih utk diam dan taat, dan mulai pedulikan pada ukuran rambut siswa laki-laki. Dan masih diteruskan sampai sekarang.

ABG di Cirebon Bunuh Kekasih dengan Membiarkan Tergilas Kereta



Kalau ini terjadi di negara lain, mungkin akan menjadi berita besar selama beberapa minggu, atau bulan, atau masih dibahas sampai tahun depan. Semua orang dewasa akan bertanya, “Kok bisa seorang pemuda begitu kejam?” Tapi di sini, paling menjadi berita untuk sehari saja, karena 1) kebanyakan orang tidak mau tahu, 2) korban bukan artis atau anak pejabat, 3) besok akan ada berita yang setara, jadi yg ini akan dilupakan dgn cepat.
Seorang pemuda Indonesia, yang punya orang tua, om, tante, kakak, adik, guru sekolah, guru ngaji dan tetangga, membekap mulut pacarnya sampai pingsan, lalu badannya ditaruh di rel kereta dlm keadaan tidak berdaya, dan dibiarkan mati tergilas kereta api. Lebih lagi, anak muda itu tidak sendirian, melainkan DIBANTU oleh temannya. Tapi ini bukan anak saya, jadi bukan urusan saya. Welcome to Indonesia?
-Gene Netto

Kejam! ABG di Cirebon Bunuh Kekasih dengan Membiarkan Tergilas Kereta

Bandung - Perbuatan keji dilakukan JK, anak baru gede (ABG) warga Cirebon, Jawa Barat. Lelaki berusia 16 tahun itu mengaku membunuh perempuan yang tak lain kekasihnya, Faturohkmah (15), dengan cara membaringkan tubuh korban di rel sehingga tergilas kereta api. JK tak sendirian melakukan aksi kejam. Dia dibantu temannya, VN (16). Kedua ABG tersebut kini menyandang status tersangka.

Saturday, April 02, 2016

Marshmallows Halal, Yang Tidak Halal??



Halal atau tidak halal? Ada yang bisa menjelaskan? Di Carrefour, saya mau beli marshmallows. Tapi ada yang halal dan tidak halal. Semua marshmallows mengandung  "gelatin" (agar-agar), yang berasal dari lemak babi atau lemak sapi. Gelatin yang halal berasal dari sapi yang halal. Saya periksa satu paket. Tidak ada lambang halal. Saya ambil merek lain, juga tidak ada lambang halal. Saya kembali ke merek CorNiche dan cek paket sebelah (beda rasa). Ada lambang halal besar di belakang. Kembali ke paket pertama, saya baru sadar: Di pojok kanan,  ada STIKER putih. Saya copot. Di bawahnya ada lambang halal. Jadi dari pabrik dicap halal, sampai di Carrefour di Indonesia dicap "tidak halal" (lambang halal disembunyikan). Tapi bungkusan sebelah dari merek yg sama masih "halal".
Jadi? Artinya apa? HALAL berarti: "Halal dari pabrik, selama tidak ada yang pasang stiker putih"? Dan TIDAK HALAL berarti:  "Kalau karyawan toko swalayan ingat untuk pasang stiker di atas lambang halal, maka tidak halal"?

Monday, March 14, 2016

Apa Sulit Bagi Orang Muslim Untuk Sayangi Saudaranya?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Ketika saya masih sakit habis operasi hernia, dan menunggu kabar dari dokter ttg operasi tambahan, saya menjadi depresi dan menangis setiap hari. Saya sudah siap bunuh diri, kl tidak haram. Saya memberitahu semua teman Muslim saya, tapi yang balas tidak sampai sepuluh orang. Yang telfon hanya dua orang, yang bertemu saya hanya dua orang. Kebanyakan hanya mengatakan "Semoga cepat sembuh". Beginilah kualitas dari umat Islam? Ketidakpedulian orang Muslim terhadap sesama sudah menjadi perkara umum. Banyak orang merasa kewajibannya sudah lunas kl ucapkan tiga kata sakti: "Semoga cepat sembuh".

Contoh Rasulullah SAW tidak seperti itu. Dia menjenuk musuh Yahudi yang sakit, lalu orang itu masuk Islam karena terpesona. Nabi mengatakan umat Islam ibaratnya satu tubuh: Ketika satu anggota sakit, yang lain ikut merasakan sakitnya. Jadi kenapa umat Islam tidak penuh kasih sayang terhadap sesama, sesuai dengan harapan Nabi SAW? Umat yang digambarkan oleh Nabi seperti umat khayalan yang hanya ada di dunia mimpi.

Saturday, March 12, 2016

Mohon Bantuan Untuk Nizam, Anak Tuli Di Bekasi



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Hari ini, 12 Maret 2016, dilakukan pemeriksaan telinga untuk anak yatim bernama Muhammad Nizam Faturahman. Nizam adalah anak ketiga dari Ibu Rani dan alm. Pak Basir. Nizam lahir dalam keadaan tuli, dan baru skg dapat pemeriksaan lengkap. Sayangnya, syaraf telinga mati. Kata dokter THT, kalau dipasang alat bantu dengar, lalu teriak dgn toa sekuat mungkin, Nizam hanya akan dengar biskan kecil yang terpotong2. Sekarang disarankan agar Nizam dan keluarga belajar bahasa isyarat, dan belajar keterampilan di SLB nanti agar bisa menjadi mandiri.

Thursday, March 10, 2016

Nizam Bisa Shalat, Kenapa Anda Tidak Mau?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Kenalkan. Ini Muhammad Nizam Faturahman. Anak yatim. Usia 5 tahun. Tinggal di Bekasi. Lahir dalam kondisi tuli. Nizam belum pernah dengar suara ibunya sekalipun. Dan karena tuli, Nizam belum bicara karena tidak tahu caranya! Ibunya jualan nasi uduk keliling, jadi kondisi hidup sangat sederhana, serba kurang. Di usia kecil begini, Nizam belum masuk sekolah. Tapi sudah coba main dengan anak lain di TK dan TPA. Ternyata, mereka tidak senang ada "anak aneh" di tengah mereka, jadi Nizam dipukul, didorong dan dicakar. Dia menangis dan tidak mengerti kenapa anak lain tidak suka dia.

Tapi ketika Nizam melihat adzan maghrib di tivi, atau ibunya angkat tangan spt takbir, dia paham sudah waktu shalat, dan Nizam lari. Dia mencari tempat shalat, ambil wudhu sendiri, dan lakukan takbir, ruku dan sujud sendiri, semuanya tanpa suara apapun. Nizam tidak paham arti shalat. Tidak tahu istilah "Allahu Akbar". Seumur hidup belum pernah dengar Al Fatihah. Dia tidak tahu artinya "Allah, Rasulullah, atau Al Qur'an". Yang dia paham adalah "Ini adalah waktunya untuk melakukan gerakan ini, biar ibu senang!' Jadi dia laksanakan shalat versi dia, tentu saja tanpa paham ttg Allah SWT yang menciptakan dia.

Monday, March 07, 2016

Janda Dan Tetangga Yang Menagih Hutang

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Nizam adalah seorang anak yatim, usia 5 tahun, yang tuli, dan belum dapat pemeriksaan dokter THT. Kl pakai alat bantu dengar (ABD), mungkin dia bisa dengar suara ibunya untuk pertama kali. Alhamdulillah saya berhasil kumpulkan 30 juta bagi dia, dan ada teman yg juga kumpulkan 17 juta dari jemaah pengajian dia. Lalu ada tetangga yang dengar kabar Ibunya Nizam dapat "rezeki". Mulai datanglah orang kepada Ibu Rani. Ada yang minta pinjam, dan ada yang minta hutang almarhum suaminya segera dilunasi. (Dan ada hutang biaya sekolah kakak Nizam). Setiap orang yang tagih hutang alm. suami tidak punya bukti pinjaman. Jadi janda itu merasa terdesak, dan terpaksa menghabiskan uang Nizam.

Dia lunasi semua "hutang" tersebut, sesuai permintaan orang, tanpa bukti. Hasilnya, dalam hitungan hari, dari 17 juta tunai tinggal 3 juta. Uang yang saya transfer terblokir dalam rekening suami. Tidak boleh diambil tanpa akte kematian, yang belum keluar dari kecamatan. Jadi alhamdulillah masih ada uang, tapi jumlah total yang sebenarnya hak milik Nizam sudah berkurang 30-40% dalam satu minggu.

Monday, February 15, 2016

Pemuda Kristen Belajar Bahasa Isyarat Utk Sebarkan Kasih Sayang, Kita Kenapa Tidak?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Tadi saya mampir ke Sevel. Ada 5 orang di satu meja. Saya lihat mrk pakai bahasa isyarat. Saya berhenti dan bertanya2. Saya jelaskan ttg anak yatim yg tuli di Bekasi, yg keluarganya perlu belajar bahasa isyarat. Apa ada pusat pelatihan? Bisa belajar di mana? Berapa lama untuk belajar? Dsb. Mereka sptnya ragu2 untuk menjawab. Lalu dikatakan mereka belajar sendiri dari internet, dan ada teman yang melatih mereka di "pusat mereka". Jadi ada pusatnya dong? Tidak! Bukan tempat belajar bahasa isyarat, tapi tempat berkumpul saja.

Mungkin karena saya bertanya2 terus, akhirnya salah satunya menjawab. Katanya mereka (berempat) adalah Saksi Yehuwa. Dan sedang ajak satu bapak diskusi…. Saya menduga bapak itu orang miskin, tuli, dan mungkin juga Muslim. Lalu ada 4 pemuda Saksi Yehuwa yang mau habiskan waktunya untuk sayangi dia…. Lalu ke saya, mereka minta alamat dan nomor telfon untuk anak yatim di Bekasi itu…

Wednesday, February 10, 2016

Anak Yatim yang Tuli Kok Dipukul dan Didorong?



Kemarin saya bertemu dgn Ibu Rani, ibunya Nizam, anak tuli di Bekasi yg pada usia 5 tahun belum bisa bicara atau dengar. Saya diskusi sama Ibu Rani ttg kondisi hidup Nizam sehari2. Saya amati dari cara dia bermain dgn mobil2an bahwa IQ dia oke dan dia punya daya pikir yang normal utk usianya. Tapi karena belum bisa bicara, atau mendengar, saya bertanya ttg sosialisasi Nizam sama anak lain.

Ibu Rani sudah coba kirim Nizam ke sebuah TK agar dia bisa interaksi, ikut menggambar dsb. Tapi sayangnya, di TK itu, Nizam dipukul, didorong dan dicakar oleh anak2 lain. Untungnya dia tuli karena ketika mereka mengejeknya, dia tidak bisa dengar (tapi dari ekspresi mukanya, pasti sudah mengerti mereka benci dia). Nizam sudah bbrp kali dibawa ke TK untuk uji coba, tapi selalu pulang dalam keadaan menangis, jadi skg tidak boleh lagi. Dia dianggap "aneh"  oleh anak lain, tetapi daripada menunjukan EMPATI, mereka ingin membuang dia.

Saturday, February 06, 2016

Mendidik siswa untuk masa depan, bukan masa lalu



Tugasnya seorang guru sekarang adalah untuk menyiapkan anak untuk menghadapi masa depan yang tidak jelas. Tahun ini, ada siswa yg masuk SD kelas 1. Ada hal2 yang belum terwujud dan belum diciptakan di dunia. Ketika siswa lulus dalm 12 tahun, mungkin hal2 baru itu sudah menjadi bagian dari kehidupan normal. Contohnya banyak: komputer, internet, HP, iPad, Twitter, Facebook, Amazon, Uber, Instagram, dan seterusnya. Tidak ada di saat siswa masuk sekolah dulu, tapi setelah lulus, sudah menjadi normal.
Jadi guru harus siapkan siswa bukan untuk memahami sistem2 dunia yang lama, tapi harus siapkan siswa untuk menjadi mandiri dalam belajar, dan fleksibel untuk menggunakan sistem2 baru, yang belum pernah dipikirkan oleh manusia pada saat ini.
Jangan menjadi guru untuk masa lalu. Menjadi guru untuk masa depan.Dan siapkan generasi siswa yang hidup sekarang untuk menghadapi masa depan. 


Thursday, February 04, 2016

Pekerja Sosial Abdul Sattar Edhi



Abdul Sattar Edhi adalah orang Pakistan yang kerja selama 60 tahun untuk menolong orang lain. Dia telah selamatkan 20 ribu bayi yang tidak diinginkan, telah melatih 40 ribu perawat, dan 50 ribu anak yatim dapat tempat tinggal di panti asuhannya. Satu juta bayi telah lahir dalam Klinik Persalinan Edhi, ada 8 rumah sakit yang berikan pengobatan gratis, rumah sakit mata, klinik diabet, unit bedah, dan rumah sakit kanker.
Semuanya didirikan oleh satu orang bernama Abdul Sattar Edhi, yang punya keinginan untuk menolong orang lain. Jangan pernah ragu bahwa dunia bisa berubah dari usaha satu orang saja. Apalagi kl kita semua bersatu dengan satu tujuan.

Abdul Sattar Edhi
Abdul Sattar Edhi, NI (Memoni, Urdu: عبدالستار ایدھی‎) is a prominent Pakistani philanthropist, social activist, ascetic and humanitarian. He is the founder and head of the Edhi Foundation. Abdul Sattar Edhi has been running the Edhi Foundation in Pakistan for the better part of six decades. The foundation owns and operates a large ambulance service, free nursing homes, orphanages, clinics, women’s shelters, food kitchens, etc. In 1947, at the age of 19, Mr. Edhi's family was forced to flee to Karachi. Finding himself in a new city without any resources, Edhi resolved to dedicate his life to aiding the poor, and over the last sixty years, he has single handedly changed the face of welfare in Pakistan. Edhi founded the Edhi Foundation, with an initial sum of a mere five thousand rupees. Regarded as a guardian for the poor, Edhi began receiving numerous donations, which allowed him to expand his services. To this day, the Edhi Foundation continues to grow in both size and service, and is currently the largest welfare organisation in Pakistan.
Edhi has remained a simple and humble man. To this day, he owns two pairs of clothes, has never taken a salary from his organisation and lives in a small two bedroom apartment over his clinic in Karachi.

 

Friday, January 29, 2016

Harga Beras Makin Mahal, Puan: Jangan Banyak-Banyak Makan lah, Diet Sedikit Tidak Apa-Apa



Apa benar Puan mengatakan itu (walaupun bercanda)? Luar biasa seorang menteri bisa bicara seperti itu. Mungkin dia belum tahu rasanya menjadi orang miskin, karena sejak lahir punya pembantu, babysitter, sopir, pengawal, dan harta yang banyak dari orang tua. Mohon maaf, tapi menteri apa dia? Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan? Apa artinya? Pembangungan manusia dilakukan dgn cara apa? Kementerian Pendidikan sudah ada. Kementerian Tenaga Kerja dan sekolah kejuaraan sudah ada. Kementerian Kesehatan sudah ada. Kementerian Riset dan Teknologi sudah ada. Jadi? Bagaimana caranya “membangun manusia”, apalagi kl hanya bisa “berkoordinasi” dgn yang lain, yang sudah kerja sendiri di dalam kementerian mereka? Lalu “Budaya? Sudah ada di Kementerian Pendidikan dan BUDAYA. Jadi kepengurusan “budaya” dalam pemerintah tidak cukup dari Kemdikbud, dan harus ada orang di luar Kemdikbud untuk menjadi “koordinatornya”??

Thursday, January 14, 2016

Sakit Habis Operasi, Kok Pengurus Masjid “Melarang” Saya Tidur?



Assalamu’alaikum wr.wb.,
Satu bulan yang lalu, saya dioperasi, jadi ada rasa sakit dan gangguan terhadap kehidupan yang cukup besar. Setelah operasi hernia selesai, ada komplikasi pembengkakan, tapi setelah 3 hari akhirnya boleh pulang utk istirahat di rumah. Tapi ternyata sulit istirahat.

Habis operasi, seluruh daerah perut sakit sekali. Saya minim obat tidur, tapi karena badan sakit, baru bisa tidur pada jam 1 pagi. Lalu tiba2 bangun pada jam 3:20 pagi, karena pengurus masjid teriak “La illaha ilallah” dgn suara keras lewat toa, lalu pasang kaset ngaji. Lalu setelah 50 menit, ada adzan, lalu iqomat, lalu shalat, lalu dzikir, lalu doa, lalu shalawat Nabi. Totalnya 1 jam 45 menit. Semuanya disiarkan lewat toa. Karena ada suara keras utk hampir 2 jam itu, otak saya terlalu “segar” dan saya tidak bisa tidur lagi sampai jam 8 pagi. Lalu bangun siang dalam keadaan lemas sekali.

Monday, January 11, 2016

Maaf Anak Yatim Yg Tuli, Kamu Kurang Penting!



Untuk membantu Muhammad Nizam Faturahman, anak yatim usia 5 tahun yang tuli sejak lahir, hanya ada 4 juta rupiah yang masuk dalam waktu 7 hari. (Dari pengalaman saya dalam semua program sosial sebelumnya, setelah 1 minggu, sumbangan berhenti!). Sudah saya sebarkan informasinya Nizam kepada ribuan teman Muslim dan minta tolong, tapi ternyata, hanya 17 orang yang peduli.

Di rekening sosial BCA saya, ada 2 juta dari 15 orang, dan di rekening Mandiri Yayasan Bambu Biru, ada 2 juta dari 3 orang. Dibutuhkan 10-30 juta untuk bantu Nizam dan pasang alat bantu dengar sehingga anak yatim itu bisa mendengar suara ibunya untuk pertama kali seumur hidup, jadi dana yg masuk jauh dari cukup. Belum termasuk biaya utk terapi bicara selama 1-5 tahun. Mungkin saya akan terpaksa menjelaskan kepada Ibu Rani bahwa ternyata Nizam tidak bisa dibantu, karena umat Islam sedang sibuk menikmati kehidupan sendiri, jadi anak yatim tidak bisa menjadi sebuah prioritas.

Gadis Cacat Terkulai Telanjang Didepan Pintu Diperkosa Tetangga Hingga Alami



Saya hanya mau bagikan berita ini utk teman2 di sini yang masih mau protes ttg berita kekerasan terhadap anak, dan tidak mau buka mata untuk hadapi realitas di Indonesia sekarang. Anak cacat yang lumpuh diperkosa di rumah sendiri, karena ibu dan neneknya sedang kerja di sawah. (Mungkin dia anak yatim karena bapaknya tidak dibahas). TETANGGA berusia 45 tahun, yang punya 3 anak sendiri, melihat anak itu, memperkosanya sampai mengalami perdarahan hebat, dan tinggalkan di rumahnya sendiri dalam keadaan telanjang.
Apakah terjadi di daerah liar di kota besar yg penuh dgn kriminal dan preman? TIDAK. Terjadi di DESA Ponjong, Gunungkidul, Yogya. Dan setiap hari saya melihat berita seperti ini, yang terjadi di semua daerah, di seluruh Indonesia, termasuk di desa2 kecil, di mana semua orang kenal tetangganya, dan penduduknya 98% Muslim.
Kalau anda mau anggap “tidak ada masalah”, atau tidak perlu dibahas, atau belum menjadi masalah nasional, maka itu tanda anda belum peduli pada tetangga. Jangan sampai anak anda diperkosa di rumah sendiri, baru anda mau peduli ttg nasibnya semua anak Indonesia. Semua orang tua di Indonesia harus segera bangkit dan bersatu, sebelum 25% dari anak Indonesia menjadi korban kejahatan seks (seperti yg sudah terjadi di beberapa negara Afrika).
-Gene Netto

Balita Di Nunukan Diperkosa Dan Dibuang Ke Laut

Untung bukan anak presiden atau anak pejabat. Hanya anaknya orang miskin yang biasa. Kalau anaknya orang kaya, bisa menjadi berita nasional berminggu-minggu. Tapi ternyata hanya satu dari sekian banyak korban pemerkosaan di Indonesia, yang terjadi di semua kota, semua propinsi, di seluruh negara, setiap hari. Dan hanya sebagian kecil sekali yang menjadi berita besar. Kebanyakan kasus spt ini hilang dalam sehari, dan tidak pernah dibahas lagi. Untung juga bukan anak turis yang diperkosa dan dibuang ke laut. Negara bisa malu. Tapi kalau anak pribumi yang diperkosa setiap hari, buat apa malu? Kita cukup mengucapkan mantra nasional “Memprihatinkan ya!” dan lupakan saja anak itu, sampai kasus berikut.
Welcome to Indonesia? Anak Indonesia bisa aman di mana?
-Gene

Gorontalo: 62 Persen Siswi SMP Tidak Perawan, 21 Persen Aborsi



Seringkali dalam survei seperti ini, responden sedikit, jadi kurang dipercayai. Tapi dalam survei ini, repsonden sebanyak 4.500 anak. Dgn jumlah seperti itu, hasilnya lebih kredibel. Mungkin sebagian dari anak berbohong, karena iseng saja. Walaupun begitu, jumlah yang didapatkan dari survei merupakan indikasi bahwa ada masalah besar di kalangan remaja di Indonesia. Sayangnya kebanyakan pemimpin negara tidak mau membahasnya, dan kebanyakan orang tua tidak mau dengar, selama anaknya orang lain yang menjadi korban. Selalu ada berita ttg banyak anak yang dinikahan dalam keadaan hamil di setiap daerah, dan meningkat terus. Ditambahkan lagi dgn kasus pemerkosaan dan sodomi, di mana kebanyakan pelaku juga anak remaja, dan mengaku tidak tahan nafsunya setelah sering nonton film porno di HP.
Tapi belum dianggap masalah nasional yang perlu diperhatikan. Seratus juta orang tua di Indonesia harus bersatu untuk selamatkan SEMUA anak bangsa. Tidak cukup kalau hanya pedulikan anak sendiri dan abaikan nasib anaknya orang lain. Anaknya orang lain itu bisa saja menjadi pelaku yang menyerang anak anda nanti.
-Gene Netto