Sunday, November 27, 2011

Puluhan Ulama Banten Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Ratu Atut

Kamis, 24/11/2011 17:02 WIB
Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Puluhan ulama Banten mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka meminta KPK agar menindaklanjuti laporan masyarakat tentang dugaan korupsi yang dilakukan oleh Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah terkait dana hibah.

"Forum Ulama Banten sangat berharap kepada KPK untuk segera menyelidiki dan menyidik kasus dugaan korupsi dana hibah bantuan sosial yang diduga dilakukan oleh Saudari Ratu Atut Chosiyah," kata salah satu perwakilan ulama, KH Muhtadi Dimiyati di kantor KPK, Kamis (24/11/2011) sore. Muhtadi datang bersama sekitar 40 orang ulama mendatangi kantor KPK. Mereka datang mengenakan pakaian muslim lengkap: sarung, kemeja koko, dan peci.

Muhtadi mengatakan, pihaknya akan terus memantau bahkan mengawasi KPK untuk menanyakan perkembangan kasus ini. Jika ada bukti yang membenarkan dugaan korupsi yang dilakukan Ratu Atut tersebut, maka KPK harus menyeret pihak-pihak yang terlibat ke dalam proses hukum. Rombongan ulama tersebut datang bersama aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Abdulah Dahlan. Abdulah mengatakan para ulama ini memang menanyakan laporan yang telah dimasukkan ICW sebelumnya. "Ya laporan yang itu," tutur Abdullah.

Anggaran Finger Print Rp 4 M Bisa Jadi Bahan Olokan DPR

Kata seorang anggota DPR yang tidak mau disebut namanya, “Sori deh, tidak ada uang untuk memperbaiki sekolah yang atapnya mau ambruk, atau lantainya dibuat dari tanah. Kami membutuhkan 4 M hanya untuk absen secara jujur di gedung DPR. Tanpa ada alat itu, kami tidak tahu caranya bertindak secara jujur. Dan untuk menyediakan alat itu, kami tetap tidak bisa jujur tentang harga sebenarnya.
Jadi intinya, kami terus terang tidak paham arti dari kata jujur itu. Oleh karena itu, kami sudah memutuskan untuk melakukan studi banding ke Itali, dengan perwakilan dari setiap komisi, dalam rangka mempelajari latar belakang kata jujur itu. Sesudahnya kami akan melanjutkan studi kami itu ke Perancis, Jerman, Belanda dan Inggris. Kami akan belajar dengan cara bertanya-tanya kepada warga negara di setiap pusat belanja tentang apa yang mereka memahami dari kata jujur. Dan numpung lagi di situ, kami dan isteri2 kami juga akan belanja dalam rangka mempelajari kualitas dari barang2 buatan luar negeri agar bisa membantu meningkatkan kualitas industri lokal di Indonesia.
Semoga setelah kami kembali tahun depan, setelah perjalanan dinas selama 2 bulan, kami akan bisa memahami kata jujur dan bisa mengajarkannya kepada anggota DPR yang lain. Kalau setelah itu mereka masih belum paham, kami terpaksa mengirim setiap anggota DPR ke negara2 tersebut sehingga mereka bisa belajar juga secara langsung. Mohon doa restunya. Pesawat kami berangkat pada pertengahan Desember. Terima kasih atas perhatiannya.”

Anggaran Finger Print Rp 4 M Bisa Jadi Bahan Olokan DPR

Sabtu, 26/11/2011 07:02 WIB
Anes Saputra - detikNews
Jakarta - DPR akan segera merealisasikan sistem absen finger print (sidik jari). Anggaran dari realisasi itu bergulir pada kisaran angka Rp 4 miliar. Hal itu dianggap kurang realistis dan bisa jadi bumerang buat DPR.

Reebok Menjual Sepatu Di India Dengan Harga 1 Dolar

Perusahaan olahraga Reebok punya rencana membuat sepatu baru, dengan harga jual 1 dolar untuk memenuhi kebutuhan pasar di India. Karena pembeli di India tidak sanggup bayar mahal, maka hanya ada 2 pilihan buat perusahaan yang mau jual di sana. Menunggu sampai daya beli masyarakat meningkat (bisa menunggu puluhan tahun, atau lebih), atau menurunkan harga barang sejauh mungkin sehingga masyarakat pada lapisan paling bawah menjadi sanggup beli. Reebok mengambil strategi terakhir dan sudah siap produksi sepatu di India dengan harga jual 1 dolar. Di Indonesia kapan? Sepertinya ide yang bagus untuk diikuti di sini.


Sporting giant Adidas is developing a type of Reebok training shoe to sell cheaply in rural India, possibly for as little as a dollar. How?
In many parts of the world, a standard Reebok trainer can cost anything between $50 (£32) and $100 (£64). But in India, they could soon be on sale for as little as $1.

Sunday, November 20, 2011

Walaupun Bermaksiat, Shalat Masih Wajib


Ada orang yang berkonsultasi. Dia mengaku sering melakukan maksiat dan tidak bisa tinggalkan. Temannya mengatakan kalau bermaksiat terus, maka shalatnya tidak akan diterima, jadi lebih baik tinggalkan shalat sehingga bisa berhenti melakukan maksiat itu nanti. Tanggapan itu salah sekali. Berikut ini adalah nasehat saya kepadanya. Semoga bermanfaat bagi yang lain juga.

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Bentuk maksiat yang dimaksudkan anda jangan disebutkan di sini ya, dan jangan memberitahu kepada teman2 yang lain, karena itu merupakan aib (rahasia keburukan anda) dan rahasia antara anda dengan Allah.

Pertama, perbuatan tersebut adalah suatu bentuk dosa. Perlu dipahami bahwa hampir semua dosa bisa diampuni oleh Allah kecuali sedikit yang tidak diampuni, seperti misalnya syirik, yaitu percaya dan berdoa kepada selain Allah dengan rasa yakin benda/mahluk tersebut punya kekuasaan seperti Allah untuk mengabulkan doa.  Dosa syirik itu tidak diampuni.
Tetapi kalau ada orang yang pernah berbuat maksiat dan telah mengumpulkan dosa sebanyak langit dan bumi, lalu dia mau bertaubat kepada Allah, maka dosanya akan diampuni oleh Allah. Bahkan penjahat yang pernah membunuh 100 orang bisa diampuni dosanya secara langsung, hanya karena ada niat untuk bertaubat.
Ampunan Allah sangat luas sekali. Jadi, perlu diingat bahwa Allah selalu bersedia mengampuni hambanya yang berbuat dosa dan mau bertaubat.

Friday, November 18, 2011

Hakim Di Amerika Menghajar Anaknya Karena Downloading Lagu Dari Internet

Ini menjadi berita hangat di Amerika minggu kemarin. Seorang anak perempuan berumur 16 tahun menggunakan komputer di rumah untuk download lagu dari internet. Bapaknya seorang hakim dan merasa bahwa anaknya melanggar hukum (download ilegal) jadi harus diberikan hukuman. Dia ambil sabuk kulit dan menghajar anak perempuannya berkali2 dalam 7 minit.
Karena sudah sering dihajar sebelumnya, anak itu memasang kamera di dalam kamar dan merekam terus, hingga juga menangkap adegan ini.
Hakim tersebut sudah terbiasa tangani kasus berkaitan dengan anak di dalam pengadilan. Apakah mungkin dia punya perasaan kasihan dan memberikan keadilan terhadap anak?
Karena sudah terjadi beberapa tahun yang lalu (anaknya sudah menjadi dewasa) maka bapak itu tidak akan kena masalah hukum (setelah sekian tahun, kasus seperti ini tidak boleh diproses lagi).
Setelah merasa ditekan dan diancam terus, walaupun sudah dewasa dan tinggal di rumah sendiri, akhirnya perempuan itu taruh rekamannya di internet, biar semua orang tahu bapaknya seperti apa.

Ini anak perempuan itu dan Ibunya saat masuk tivi di Amerika untuk membahasnya.


Ini video aslinya. Anaknya dihajar berkali2 dalam 7 minit.


Wednesday, November 16, 2011

Apa 80% dari Guru di Indonesia adalah Pengikut Setan?

(Membalas komentar dari guru di milis pendidikan).

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Sudah ada beberapa guru di dalam milis pendidikan yang saya ikuti yang membahas pemukulan terhadap para siswa, yang mereka anggap boleh dilakukan. Dan dalam penjelasan mereka digunakan istilah “memukul dengan kasih sayang” atau memukul dengan cinta, atau dengan lembut.
Dari mana mereka dapat konsep pemukulan dengan kasih sayang tersebut?

Apa ada guru yang bisa membuka buku teks pendidikan yang digunakan dalam fakultas pendidikan, dan menunjukkan Bab Pemukulan Murid Dengan Kasih Sayang?
Setahu saya tidak ada, karena saya belum pernah melihat bab seperti itu dalam semua buku pendidikan yang pernah saya baca. Jadi guru yang berpendapat boleh memukul murid sudah jelas tidak mengikuti ilmu pendidikan.

Apa ada yang bisa menunjukkan bab itu dalam buku teks psikologi anak yang digunakan dalam fakultas pendidikan dan fakultas psikologi? Setahu saya tidak ada. Jadi guru yang berpendapat boleh memukul murid juga tidak mengikuti ilmu psikologi anak.

Tidak Ada Pemukulan Yang Wajar Terhadap Murid


(Membalas komentar dari guru di milis pendidikan).

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Ada guru yang mengatakan memukul siswa bukan masalah, selama pemukulan itu adalah pemukulan yang wajar. Saya balas sebagai berikut.

Mohon maaf Pak, pemukulan yang “wajar” itu seperti apa? Bisa dijelaskan? Sekuat apa? Pada bagian tubuh apa? Apa memang ada ukurannya? Apa ada alat di sekolah untuk mengukur tenaga dan kekuatan dari “pemukulan wajar” tersebut? Apa ada buku panduan yang sudah pernah dibagikan kepada para guru?
Misalnya, dengan judul: Kitab Pemukulan yang Wajar Bagi Guru - Cara Efektif untuk Memukul Anak Kecil Yang Tidak Sanggup Bela Diri Untuk Menjadikan Mereka Orang Sukses.

Saya bisa beli buku itu dimana? Apa memang bisa diukur kekuatan yang digunakan dalam pemukulan wajar tersebut? Siapa yang menciptakan skala pemukulan wajar itu? Untuk gempa bumi, ada Skala Richter. Untuk pemukulan yang wajar terhadap siswa, pakai skala apa?

Memukul Murid adalah Pelanggaran Profesi Guru


(Saya menulis artikel ini untuk membalas komentar seorang guru di milis pendidikan yang mengatakan sudah terbiasa memukul dan menghinakan murid-muridnya, tetapi dengan rasa kasih sayang agar mereka menjadi orang sukses.)

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Mohon  maaf Pak, tetapi saya merasa keberatan dengan tulisan anda. Saya tidak paham kenapa anda bisa menjadi seorang guru, dan malah merasa oke saja dengan kebiasaan memukul dan menghinakan murid di sekolah. Saya mau memberikan contoh lain sebagai perumpamaan, supaya anda bisa paham dengan jelas.

Para dokter mendapat pelatihan dan pembinaan pada waktu kuliah, dan sesudahnya laksanakan tugas sesuai dengan ajaran yang didapatkan di fakultas kedokteran. Diagnosis, pengobatan, operasi, terapi dan sebagainya, semuanya DIAJARKAN oleh dokter senior yang menjadi dosen dan professor (ahli di bidangnya masing-masing).
Dokter (sebagai anggota suatu profesi) melakukan tugas yang DIAJARKAN kepadanya saat kuliah. Begitu juga akuntan, pengacara, pilot, insinyur, arsitek, manager perusahaan dan seterusnya. Saya baru saja cari daftar asosiasi profesi internasional di internet. Ada ratusan. Bukannya guru juga merupakan profesi? Setuju atau tidak? Perlu latihan khusus selama bertahun2 untuk menjadi seorang guru yang menguasaikan ilmu pendidikan dengan baik dan benar? Atau apakah semua orang biasa seperti tukang bangunan yang putus sekolah di SD bisa menjadi guru juga dengan cara pakai dasi dan berdiri di depan murid di dalam kelas?
Menjadi seorang guru adalah profesi yang dijalankan oleh pakarnya? Atau pekerjaan biasa, yang bisa dilakukan oleh orang biasa manapun? Silahkan pilih satu.

Tuesday, November 15, 2011

Fenomena Suporter Bayaran di Arena SEA Games

...Salah satu pelajar yang ditemui mengaku mereka datang dan mendukung negara lain karena disuruh guru pembimbing mereka di sekolah. "Kami disuruh pak guru memakai kaos Malaysia dan mendukung saat mereka bertanding," ujar salah satu siswi SMP di Palembang kepada okezone. Rata-rata pelajar ini tidak bisa menolak perintah guru mereka untuk ikut menyemarakan SEA Games walau harus mendukung negara lain. "Takut dimarahi kalau menolak ikut kak, kami ikut salah satu kegiatan ekstrakulikuler di sekolah, angggotanya disuruh ikut semua," jelasnya.

….“Kami sangat menyayangkan kenapa mereka mau menggadaikan harga diri bangsa hanya karena diberi baju dan atribut negara lain," ujar Syamsul. Tanzil Zulkarnain, salah satu penonton yang melihat ulah tersebut hanya bisa menggelengkan kepala dan merasa heran. "Kalau yang bertanding Thailand lawan Laos, silahkan mereka dukung yang mana saja, tapi kalau Indonesia yang sedang bertanding, harus dukung Indonesia jangan negara lain," cetusnya.


Saturday, November 12, 2011

Anak Muda Mencari Pekerjaan Baru


Assalamu’alaikum wr.wb.,
Ada pembantu di rumah saya yang sedang berusaha mencari pekerjaan baru untuk kakak laki-lakinya. Dia bisa menjadi penjaga toko, pembantu raumah tangga, penjaga kebun, tukang kebersihan, dsb.
Kalau ada yang bisa membantu dengan tawaran kerja, tolong hubungi saya di email (genenetto@gmail.com), atau juga boleh langsung ke HP dia saja. Terima kasih.

Nama: Radianto (Radi). Umur 23 tahun. Laki-laki. Lulus SD saja. Tidak merokok. Rajin shalat. Insya Allah berahklak bagus. Belum menikah. Nomor HP: 08170885233
Sekarang berada di Ciputat (masih kerja menjaga toko, tetapi mau cari kondisi kerja yang lebih baik). Pernah jaga toko, berdagang, jaga kandang ayam, jadi tukang bangunan, bisa jaga anak.
Belum bisa nyupir.
Mencari pekerjaan sebagai: Penjaga toko. Pembantu rumah tangga. Penjaga kebun. Tukang kebersihan. Office Boy. Dan sebagainya.
Terima kasih kalau bisa membantu.

Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene

Thursday, November 10, 2011

Mengapa Bangsa Indonesia Kalah Kreatif Dari Negara-Negara Maju


Tulisan dari milis sebelah.

Mengapa Bangsa Indonesia Kalah Kreatif Dari Negara-Negara Maju

Sebenarnya ini adalah ringkasan dari buku Prof. Ng Aik Kwang dari University of Queensland yang berjudul "Why Asians Are Less Creative Than Westerners"(Mengapa bangsa Asia kalah kreatif dari negara-negara barat), tapi berhubung saya tinggal di Indonesia dan lebih mengenal Indonesia, maka saya mengganti judulnya, karena saya merasa bahwa bangsa Indonesia memiliki ciri-ciri yang paling mirip seperti yang tertulis dalam buku itu.

1. Bagi kebanyakan orang Indonesia, ukuran sukses dalam hidup adalah banyaknya materi yang dimiliki (rumah, mobil, uang dan harta lain). Passion (rasa cinta terhadap sesuatu) kurang dihargai. Akibatnya, bidang kreatifitas kalah populer oleh profesi dokter, pengacara, dan sejenisnya yang dianggap bisa lebih cepat menjadikan seorang untuk memiliki banyak kekayaan.

2. Bagi orang Indonesia, banyaknya kekayaan yang dimiliki lebih dihargai daripada cara memperoleh kekayaan tersebut. Tidak heran bila lebih banyak orang menyukai ceritera, novel, sinetron atau film yang bertema orang miskin jadi kaya mendadak karena beruntung menemukan harta karun, atau dijadikan istri oleh pangeran dan sejenis itu. Tidak heran pula bila perilaku korupsi pun ditolerir/diterima sebagai sesuatu yang wajar.

Wednesday, November 09, 2011

Kalau Memandang Anak Yatim, Kenapa Tidak Melihat Muhammad Bin Abdullah?


Assalamu’alaikum wr.wb.,
(Saya menulis artikel ini untuk membalas beberapa komentar yang masuk di blog dan facebook, berkaitan dengan anak yatim dan sikap saya kepada mereka. Semoga bermanfaat sebagai renungan.)
Terima kasih kepada semua teman yang kasih komentar yang mendukung tulisan saya tentang anak yatim kemarin. Saya sudah lama hidup seperti itu dengan niat memperhatikan dan membantu anak yatim sebanyak mungkin. Itu bukan sikap yang baru buat saya, dan teman lama yang kenal saya sudah tahu pemikiran saya memang seperti itu (dan belum berubah). Sejak saya masuk Islam, saya merasa harus ada usaha yang lebih untuk membalas semua kenikmatan yang Allah kasih kepada saya (walaupun memang tidak mungkin bisa dibalas). Saya sering melihat seorang anak yatim dan mulai bayangkan: Bagaimana kalau ini adalah anak yatim bernama Muhammad bin Abdullah (nama lengkapnya Nabi Muhammad SAW)? Dan saya bisa bertemu dengan dia, menghibur dia dan membuat dia bahagia, dan ajak dia untuk menjadi seorang anak yang baik, membina dia, dan menjadi orang yang selalu siap melindungi dan menjaga dia! (Memang tidak mungkin ketemu dengan Nabi SAW saat dia masih seorang anak, tetapi saya suka bayangkan sebagai renungan saja).
Apa yang akan saya lakukan untuk anak yatim itu, kalau saya tahu dia akan menjadi seorang pemimpin ummat Islam nanti, dan sekaligus memandang saya dengan rasa kasih sayang yang besar, seolah2 menjadi bapak angkat (di dalam hatinya) karena dia selalu merasakan kebaikan dari saya? Kalau saya tahu anak yatim yang kecil itu akan menjadi Nabi Muhammad SAW, saya pasti siap kasih segala sesuatu kepada dia, bahkan sampai menyimpan sisanya untuk memenuhi kebutuhan hidup saya menjadi tidak penting lagi. Tetapi karena diberikan kepada Nabi Muhammad (yang masih seorang anak yatim) maka saya tidak bakalan sedih, kecuali mungkin akan ada rasa sedih bahwa saya tidak bisa kasih lebih banyak lagi kepada dia untuk membuat dia bahagia dan semangat.

Tuesday, November 08, 2011

Selandia Baru Adalah Negara Paling Islami di Dunia?

Keislaman Indonesia
KOMPAS | Sabtu, 5 November 2011 | 09:03 WIB
Oleh : Komaruddin Hidayat,
Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Sebuah penelitian sosial bertema ” How Islamic are Islamic Countries”  menilai Selandia Baru berada di urutan pertama  negara yang paling islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan  kedua. Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140. Adalah Scheherazade S Rehman dan Hossein Askari dari The George Washington University yang melakukan penelitian ini. Hasilnya dipublikasikan dalam  Global Economy Journal (Berkeley Electronic Press, 2010). Pertanyaan dasarnya adalah seberapa jauh ajaran Islam dipahami dan memengaruhi perilaku masyarakat  Muslim dalam kehidupan bernegara dan sosial?

"Kehidupan sosial di Jepang lebih mencerminkan nilai-nilai Islam ketimbang yang mereka jumpai, baik di Indonesia maupun di Timur Tengah " Ajaran dasar Islam yang dijadikan indikator dimaksud diambil dari Al Quran dan hadis, dikelompokkan menjadi lima aspek. Pertama, ajaran Islam mengenai hubungan seseorang dengan Tuhan dan hubungan sesama manusia. Kedua, sistem ekonomi dan prinsip keadilan dalam politik serta kehidupan sosial. Ketiga, sistem perundang-undangan dan pemerintahan. Keempat, hak asasi manusia dan hak politik. Kelima, ajaran Islam berkaitan dengan hubungan internasional dan masyarakat non-Muslim. Setelah ditentukan indikatornya, lalu diproyeksikan untuk menimbang kualitas keberislaman 56 negara Muslim yang menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang rata-rata berada di urutan ke-139 dari sebanyak 208 negara yang disurvei.