Search This Blog

Labels

alam (8) amal (45) anak (315) anak yatim (75) bilingual (21) bisnis dan pelayanan (6) budaya (8) dakwah (84) dhuafa (6) for fun (12) Gene (168) guru (68) hadiths (9) halal-haram (24) Hoax dan Rekayasa (32) hukum (57) hukum islam (51) indonesia (487) islam (541) jakarta (27) kekerasan terhadap anak (371) kesehatan (94) Kisah Dakwah (13) Kisah Sedekah (9) konsultasi (13) kontroversi (5) korupsi (22) KPK (12) Kristen (14) lingkungan (18) mohon bantuan (13) muallaf (49) my books (2) orang tua (11) palestina (33) parenting (2) pemerintah (99) Pemilu 2009 (36) pendidikan (497) pengumuman (23) perang (9) perbandingan agama (12) pernikahan (11) pesantren (48) politik (111) Politik Indonesia (29) Progam Sosial (15) puasa (35) renungan (187) Sejarah (5) sekolah (94) shalat (11) sosial (281) tanya-jawab (15) taubat (6) umum (13) Virus Corona (24)

Popular Posts

29 May, 2009

Muslim clerics, Facebook, and the Post’s hidden agenda

Teman-teman, 3 hari yang lalu saya menulis surat ini dan kirim ke Jakarta Post. Saya berniat protes atas berita miring dari Associated Press yang diangkat dan masuk Jakarta Post selama beberapa hari. Berita heboh tentang Facebook muncul setelah sebuah forum kecil di Kediri membahas baik-buruknya situs jaringan sosial seperti Facebook, dan bahas apa lebih baik diharamkan atau tidak kalau digunakan secara berlebihan dan tidak benar. Ternyata berita ini di Republika dan Kompas cukup jauh berbeda dengan Associated Press dan Jakarta Post yang mengatakan 700 kyai/ustadz (lalu besoknya menjadi 1.700 kyai) berkumpul untuk membahas beberapa perkara, dan kemudian membuat fatwa bahwa Facebook haram.

Tapi di Kompas, dijelaskan bahwa ini hanya sebuah forum kecil antar pesantren yang dihadiri oleh 700 SANTRI dan nama 3 kyai disebut sebagai perumus makalah yang dibahas.

Saya kirim surat ini dalam bahasa Inggris ke Jakarta Post untuk memprotes sikap mereka yang selalu menghujat dan meremehkan Islam dengan sengaja, seakan-akan Jakarta Post lebih tahu Islam yang baik seperti apa (= Islam Liberal), dan mereka punya program tersembunyi untuk menjelekkan nama baik Islam dan menggantikannya dengan Islam Liberal.

Saya dapat balasan dari Jakarta Post yang mengatakan bahwa isi dari surat saya “akan dibahas secara internal saja”, atau dalam kata lain, mereka tidak mau menerbitkannya. Sayang sekali. Setiap hari, Readers Forum dipadati dengan surat, email dan bahkan sms dari pembaca yang membahas berbagai isu. Forum untuk tukar pikiran ini sangat bagus dan jauh lebih baik dari forum “surat pembaca” di dalam koran lokal yang lain. Sayangnya, tidak semua surat berhasil masuk. Silahkan baca.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

########

Letter for publication in Readers Forum

Muslim clerics, Facebook, and the Post’s hidden agenda

Over the past few days, I have been saddened at the continuous distortion of the news in the Jakarta Post. It started on the front page last Thursday with an item from the Associated Press (AP) which stated that 700 clerics were considering an edict [fatwa] to ban Facebook, as it might be used for illicit sex or flirting (Post, 21 May).

On Saturday, the Post said that “many were shocked” to learn that “1,700 Muslim clerics of Nahdlatul Ulama (NU)” had actually banned Facebook (Post, 23 May) and then this issue made the front page yet again on Sunday (Post, 24 May). On Monday, the issue finally left the front page, moving all the way back to page two (Post, 25 May).

So what’s the problem? The problem is essentially that this is not “news” but rather carefully constructed sensationalism that I believe was created to serve an unstated agenda. The Indonesian newspapers Kompas and Republika, that also carried this story from the AP, revealed that the gathering in Kediri, East Java, actually consisted of 700 “students” from Islamic boarding schools for girls. They had gathered as part of a regular activity to discuss Islamic issues.

Kompas lists the names of only “three” Islamic clerics in attendance (and says a few others were present, without giving their names). It also says that these 3 real-life Muslim clerics (not 700, and not 1,700) created the list of questions for everyone to discuss in the forum. So, the real news (if you can call it news) was that 3 Muslim clerics created several questions for some boarding school students to discuss (as a regular academic exercise), and one question was about the possible inappropriate use of sites such as Facebook. That’s all.

However, when the AP and the Jakarta Post had finished distorting this non-event, the impression given is that either 700 or 1,700 “clerics” (not school students) wanted Facebook banned immediately. However, the “real news” carried by Indonesian newspapers, and also shown on Indonesian television, was merely a gathering of school students who were discussing topical issues in the privacy of their boarding school forum.

Is that what the Associated Press and the Jakarta Post consider a major news event deserving front-page coverage? How does such an insignificant forum of students end up becoming so heavily distorted and placed at the front of the Jakarta Post several days in a row? What is the real agenda here?

From observing the direction of Jakarta Post articles over several years, I have noticed a strong desire to sideline mainstream Islamic thought and promote irregular Islamic teachings that are not representative of the Indonesian Muslim population, or the overwhelming majority of ordinary clerics here. Rather than serving as a gateway for foreigners to learn about Muslim culture in Indonesia, the Jakarta Post prefers to decide unilaterally what Islam “should be like”, and then promote that idea of alternative Islam (specifically “liberal Islam”) at every opportunity. Thus, anything which doesn’t fit in with that agenda needs to be twisted, distorted, sensationalized, smeared and then scorned as if somehow mainstream Islamic thought (that is followed by almost 1 billion people) is some sort of naughty child that needs a good spanking from the Post in order to be corrected.

It is unfortunate and saddening that the Post continues to do this. I would be prouder of the Post if the editors maintained a neutral and more balanced approach to Islamic issues, and used the Post’s considerable influence to educate and enlighten others, and open doors so that non-Muslims could learn more about Islam as it is currently practiced by ordinary Muslims. If the Post continues to pursue an unstated agenda to demean mainstream Islamic teachings then the Post will continue to disappoint ordinary mainstream Muslims who expect a higher standard journalism.

Gene Netto
Jakarta, Indonesia

25 May, 2009

28 May, 2009

Dugaan Korupsi Busway ke KPK

By Republika Newsroom
Rabu, 27 Mei 2009 pukul 18:53:00
JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melaporkan dugaan korupsi dalam pengelolaan Busway koridor 4,5, 6, dan 7 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

ICW menemukan indikasi penyimpangan pada proses pengadaan empat koridor Busway tersebut. “Indikasi kerugian negaranya mencapai Rp 61 miliar,” kata peneliti hukum ICW, Febri Diansyah, di gedung KPK, Jakarta, Rabu (27/5).

Dugaan penyimpangan pertama, rinci Febri, terjadi para proses penunjukan langsung konsorsium pengelola Busway koridor 4 sampai 7 kepada PT Jakarta Mega Trans (JMT) dan PT Jakarta Trans Metropolitan (JTM). ICW yakin, penunjukan langsung kedua konsorsium tersebut akibat adanya Peraturan Gubernur (Sutiyoso) DKI Jakarta No 123 tahun 2006.

Pergub tersebut, kata Febri, diterbitkan untuk mengakomodasi perusahaan-perusahaan bus kota yang terkena dampak penataan karena bersinggungan dengan koridor 4,5,6 dan 7.

Koordinator Divisi Investigasi ICW, Agus Sunaryanto, menambahkan, penunjukan langsung konsorsium PT JMT dan PT JTM menyalahi Keppres No 80 tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

ICW juga menggarisbawahi penunjukan langsung kedua konsorsium tersebut dilaksanakan terlebih dahulu sebelum tarif resmi pemerintah diberlakukan. “Ada kecenderungan proses penunjukan langsung ke depannya akan tetap dilakukan,” tegas Agus.

Selain mekanisme penunjukan langsung, tambah Agus, penentuan tarif konsorsium yang ditentukan tanpa melalui proses tender juga menyalahi aturan. Pada tahun 2008, kata Agus, PT JMT dan PT JTM pernah mengancam akan menghentikan operasional seluruh armada karena tidak sepakat dengan penyesuaian taruf hasil tender.

Terbukti, Badan Layanan Umum (BLU) belakangan melakukan sistem tender tarif yang ternyata hasilnya lebih murah dibanding tarif negosiasi. “Kalau tarif tender bukan negosiasi seperti sekarang, mungkin tarif Busway untuk masyarakat hanya Rp 2.000,” tambah Agus.

Adapun, anggota pengurus YLKI, Sudaryatmo, meminta operasionalisasi Busway harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. YLKI, kata Sudaryatmo, tetap mengapresiasi pengoperasian Busway sebagai upaya pemerintah membenahi pelayanan transportasi masyarakat. “Dengan adanya subsidi dari pemerintah harusnya tarif Busway bisa lebih murah dari sekarang,” kata Sudaryatmo. - dri/ahi

Sumber: Republika.co.id

Dukung Hamas, 2 Pemimpin Badan Amal AS Divonis Penjara 65 Tahun

Kamis, 28/05/2009 10:43 WIB
Rita Uli Hutapea - detikNews
Texas - Dua pemimpin yayasan amal di AS dihukum 65 tahun penjara karena mendukung militan Hamas Palestina. Yayasan yang mereka pimpin, Holy Land Foundation yang berbasis di Texas, pernah menjadi badan amal muslim terbesar di AS.

Dewan juri menyatakan kedua pemimpin badan amal tersebut bersalah atas 108 dakwaan menyediakan dukungan materi ke para teroris, pencucian uang dan penggelapan pajak.

"Hukuman ini hendaknya menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang dengan sadar menyediakan bantuan finansial kepada para teroris dengan dalih bantuan kemanusiaan," kata David Kris, wakil jaksa agung AS untuk keamanan nasional seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/5/2009).

Kedua orang yang divonis 65 tahun penjara itu adalah kepala eksekutif Shukri Abu Baker, yang saudara laki-lakinya, Jamal Issa merupakan kepala operasi Hamas di Yaman.

Ketua dan wakil pendiri Ghassan Elashi juga menerima vonis hukuman 65 tahun penjara. Dia merupakan kerabat pemimpin politik Hamas Mousa Abu Marzook. Elashi mengklaim dirinya tidak bersalah atas semua dakwaan. Menurutnya, kasus ini merupakan "persidangan politik yang tidak adil."

Selain kedua orang itu, dua pemimpin Holy Land lainnya juga dijatuhi hukuman penjara 15 tahun dan seorang lagi divonis 20 tahun penjara. Mereka semua didakwa telah menyalurkan dana lebih dari US$ 12 juta untuk Hamas. Ini merupakan kasus pendanaan teroris terbesar sepanjang sejarah AS.

Holy Land merupakan satu dari beberapa organisasi muslim semasa pemerintahan Presiden George W Bush yang ditutup menyusul serangan teroris 11 September 2001. Organisasi-organisasi itu dituduh menggalang dana untuk para ekstremis di luar negeri. (ita/iy)

Sumber: Detiknews.com

27 May, 2009

Rumah baru di gaza dibuat dari batu bangunan lumpur

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Sejak perang Israel di Gaza pada bulan Januari 2009, perbatasan sering ditutup, dan banyak keperluan dilarang masuk ke Gaza oleh pemerintah dan tentara Israel. Di antara barang2 yang tidak boleh masuk ke Gaza adalah batu bangunan, kayu baru, semen dan lain-lain. Semuanya dibutuhkan untuk membangun rumah baru. Di dalam perang, ribuan rumah orang sipil dihancurkan oleh tentara Israel, dan oleh karena itu, penduduk di Gaza mencari cara baru untuk membangun rumah. Solusinya: bangun rumah dari batu bangunan yang dibuat dari lumpur.

Lumpur didapatkan dari terowongan bawah tanah yang dibuat suapya ada akses untuk barang yang mau dibawa masuk ke Gaza (karena perbatasan selalu tutup). Tanah dan lumpur dari terowongan dicampur dengan pasir dan rumput kering, lalu dibuat batu bangunan yang dikeringkan saja dan digunakan untuk membuat tembok.

Di BBC ada gambar-gambar dari orang yang sudah berhasil membangun rumah dengan batu bangunan lumpur itu. Sungguh luar biasa. Alhamdulillah. Kasihan mereka harus bertahan begitu terus, tanpa bantuan dari dunia. Sejak perang selesai, sepertinya ummat Islam jadi lupa pada mereka.

In pictures: Gaza's new mud homes

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

26 May, 2009

Ceramah di Bekasi hari Minggu 31 Mei 2009

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Saya diundang ceramah di Bekasi pada hari minggu ini. Tempat di dalam kompleks dan untuk pengajian/ceramah Duha ini biasannya hanya penghuni kompleks yang datang. Tapi kata pengurus, kalau ummat Islam dari luar yang mau bergabung, silahkan. Jadi, kalau ada yang tinggal di daerah Bekasi dan mau hadir, silahkan datang. Kata pengurus, lokasi ini sudah cukup terkenal bagi semua orang di Bekasi.
Insya Allah temanya: Kepemimpinan dan Masa Depan Bangsa.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

Masjid Baiturrahman
Jam 8.30-10.30 hari Minggu 31 Mei, 2009
Kompleks Perumahan Sakura Regency/Bumi Asih Indah,
Jatiasih - Bekasi

(Jika lewat tol, ada tol gate 'Jatiasih'.)

25 May, 2009

Parpol Besar Diduga Manipulasi Laporan Dana Kampanye

Senin, 25/05/2009 20:53 WIB
Shohib Masykur - detikPemilu
Jakarta - Beberapa parpol besar ditengarai memanipulasi laporan dana kampanye. Hal ini terlihat dari adanya selisih antara dana yang dilaporkan ke KPU dengan belanja aktual parpol di media massa.

"Dari data yang dikumpulkan dan dilaporkan masyarakat ke ICW, ditemukan indikasi manipulasi laporan dana kampanye," kata peneliti ICW Ibrahim Fahmi Badoh dalam jumpa pers di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2009).

Berdasarkan data yang dikumpulkan ICW, terjadi selisih cukup besar antara laporan dana kampanye parpol dengan belanja riil. 6 Parpol besar terindikasi tidak menyerahkan laporan yang sebenarnya, yakni Partai Golkar, PKS, PDIP, PPP, PAN, dan Hanura.

Belanja aktual Golkar adalah Rp 277,2 miliar, sedangkan laporannya hanya 142,9 miliar (selisih Rp 134,3 miliar). Adapun belanja aktual PDIP adalah Rp 102,8 miliar, namun di laporan hanya ditulis Rp 7,2 miliar (selisih 95,6 miliar).

Belanja aktual PAN mencapai Rp 71 miliar, sedangkan laporannya hanya 17,8 miliar (selisih Rp 53,2 miliar). Adapun belanja PKS mencapai Rp 74,6 miliar, tetapi laporannya hanya Rp 36,2 miliar (selisih Rp 38,3 miliar).

Belanja aktual PPP sebesar Rp 40,3 miliar, namun di laporan hanya ditampilkan Rp Rp 3,6 miliar (selisih Rp 36,6 miliar). Adapun Hanura membelanjakan Rp 44,7 miliar, namun di laporan hanya dicantumkan Rp 19,1 miliar (selisih 25,5 miliar).

"Selisih ini makin memperkuat perlunya laporan audit dana kampanye dibuka ke publik," imbuh Fahmi.

Sedangkan Partai Demokrat dan Gerindra dianggap tidak memanipulasi laporan, karena dana iklan masih berada di bawah jumlah laporan. Belanja aktual Partai Demokrat Rp 214,4 miliar dilaporkan Rp 234,6 miliar. Partai Gerindra belanja aktualnya Rp 151,2 miliar, dilaporkan Rp 308,7 miliar. ( sho / rdf )

Sumber: Pemilu.detiknews.com

Info Kost bagi Perempuan di Tebet Barat

Kost khusus perempuan

Kamar berAC: 800rb per bulan ( ada 2 kamar)

Kamar tanpa AC: 600rb per bulan (ada 2 kamar)

Alamat:
Jl. Tebet Barat Dalam IA, No. 23
Tebet Barat Dalam

(Di belakang McDonalds Tebet).


Untuk info lebih lanjut, hubungi :

Pak Lukman di 021 829 5155

24 May, 2009

Britain’s Got Talent : Amazing Dancer

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Kalau suka acara Britain’s Got Talent, coba lihat ini. Anak ini berumur 11 tahun. Lihat koordinasi tubuhnya. Dan dia belajar ini sendiri, tanpa ada yang mengajarkannya.

Aiden Davis - Britain's Got Talent - Show 6

Tunggu saja sampai selesai, dan dengarkan komentar dari Simon Cowell. Sungguh luar biasa anak kecil bisa menunjukkan bakat seperti ini. Mungkin bisa jadi pemenang nanti.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,

22 May, 2009

Buku saya belum selesai

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Masalah seperti ini (Bab 1 dari buku saya menjadi copyright orang lain?) tidak perlu dipersoalkan. Sudah terjadi dengan majalah beberapa kali (3-4 kali). Saya diwawancarai oleh wartawan majalah, dan setelah artikel itu terbit, ternyata hampir semuanya (dan juga pernah semuanya) adalah Bab1 dari buku saya. Ini baru pertama kali masuk buku.

Saya tidak mau buang waktu dengan protes terhadap perkara kecil seperti ini. Masih banyak tugas saya yang lebih utama. Awalnya saya pasang bab 1 di blog, sekitar 1,5 tahun yang lalu, adalah untuk melihat kalau ada yang tertarik pada isinya (karena saya belum punya nama sebagai penulis). Alasan kedua, karena saya malas ceritakan kembali bagaimana saya menjadi Muslim kepada semua orang baru, yang selalu menanyakan hal yang sama kepada saya. Sekarang, setiap email yg masuk dengan pertanyaan itu, saya kasih link ke Bab 1 di blog aja. Jadi tidak perlu dijelaskan lagi.

Ada yang bertanya kenapa saya tidak kerja full time untuk menulis buku dari dulu, biar cepat selesai. Kalau bisa begitu, dan tidak harus kerja di perusahaan lain untuk mendapat visa kerja dan gaji, mungkin enak. Tetapi untuk orang asing yang mau tinggal di sini, harus ada sponsor yang berikan visa kerja. Jadi orang bule tidak bisa sebebas itu.

Dan dari tahun kemarin ada banyak halangan juga. Komputer saya rusak. Listrik di rumah jadi bermasalah. Saya sakit 3 minggu di bulan Desember. Orang lain minta bantuan editing buku/teks mereka dengan cepat. Saya keluar kota, bantu orang lain dengan masalahnya, dan juga balas ratusan sampai ribuan email dari orang yang minta tolong setiap minggu. Jadi tidak segampang “kerja lebih cepat saja!”

Dan karena masih belum terbit, saya merasakan hikmahnya juga, karena dalam proses mempelajari teks yang sudah saya anggap “final”, saya malah dapat ide baru atau melihat suatu kekurangan di dalam teksnya yang bisa diperbaiki sekarang. Mungkin perlu ditambah 3-4 paragraf baru supaya makna dari teks sesudahnya lebih jelas. Ada juga bagian di mana saya dapat ide untuk menambahkan suatu contoh yang belum ada sebelumnya, yang terasa lebih tepat dan tajam untuk mendukung argumentasi saya. Jadi, insya Allah ada juga hikmah di balik buku yang sudah sering ditunda ini.

Dan karena saya bicarakan 2 agama terbesar di dunia, dengan jumlah pengikut sekitar 2,5 milyar orang, saya tidak mau terbitkan buku yang mengandung banyak kesalahan karena kalau terbit seperti itu, pasti dihujani dengan kritikan dan komplain dari orang lain (dan saya akan terpaksa mengaku bahwa mereka benar). Berarti untuk menghindari kejadian seperti itu, saya harus memilih kata-kata yang mau digunakan dengan sangat hati-hati karena takut salah. Percuma kalau baru terbit dan harus ditarik dari peredaran karena mengandung suatu kesalahan besar di dalam teksnya. Jadi semua perlu dicek secara teliti, biar nanti tinggal cetak ulang saja tanpa harus direvisi terus.

(Pernah terjadi, waktu saya periksa teks yang sudah selesai, saya ketemu suatu kesalahan yang tidak terlihat sebelumnya oleh saya, penerjemah, dan bahkan editor: di tengah suatu penjelasan yang cukup rumit, ada satu frase yang mengatakan “… dan Yesus jelas-jelas merupakan Tuhan…” – kata TIDAK menjadi hilang dalam proses editing, secara tidak sengaja. Mestinya: “… dan Yesus jelas-jelas TIDAK merupakan Tuhan…” Itu suatu kesalahan kecil, tetapi bisa membuat kami malu sekali kalau sudah terbit seperti itu.

Oleh karena itu, saya juga sangat aktif menjaga proses terjemahan (bersama dengan Penerjemah dan Editor saya), karena sering terjadi perubahan makna dari bahasa Inggris. Untuk penulis yang lain, ini pasti tidak menjadi masalah karena kebanyakan orang tidak bisa menjaga teks dalam 2 bahasa sekaligus. Kebanyakan orang hanya menulis dan serahkan ke penerbit, tanpa bisa kontrol terjemahan. Tetapi karena saya berharap buku ini bermanfaat untuk banyak orang, saya tidak mau ada teks dalam bahasa Indonesia yang membingungkan karena kesalahan penerjemahan, atau karena si penerjemah salah paham arti dari teks aslinya.

Semua itu membuat prosesnya panjang. Apalagi saya tidak bebas untuk mengerjakan teksnya setiap hari kalau ada banyak perkara lain yang juga perlu ditangani.

Dari buku pertama ini, sekitar 8 bab (dari 11) sudah 100% final. Dan saya masih mengedit 3 bab terakhir, dengan juga menambahkan sedikit teks baru. Hanya sedikit lagi yg dibutuhkan. Tetapi setiap kali ada halangan untuk beberapa hari sampai beberapa minggu, saya jadi lupa semua yang dikerjakan sebelumnya, dan harus dipelajari lagi supaya tidak salah. Sekarang saja, saya sudah tidak buka file buku untuk sekitar 2 minggu karena sibuk dengan yang lain. Baru mau mulai lagi hari ini karena sudah tidak ada tugas lagi. (Tapi masih ada puluhan email yang belum dibalas. Dan sebagian dari email itu harus dibalas cepat karena sangat penting bagi yang bersangkutan yang punya masalah.)

Insya Allah bisa cepat selesai buku pertama ini, dan setelah dapat income dari buku pertama, saya bisa lebih bebas untuk berfokus pada buku2 berikut yang sudah direncanakan juga. Mohon doa dari semuanya ya. Terima kasih atas semua dukungannya selama ini.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

20 May, 2009

Bab 1 dari buku saya menjadi copyright orang lain?


Islam, Eropa & logika By Syarifah Salwasalsabila

Cover bukunya di sini: Islam, Eropa & logika

Dan Bab 1 dari buku saya mulai di sini, pada halaman 84.

Untuk beberapa halaman sesudahnya, isinya adalah bab 1 dari buku saya yang ada di blog. Bedanya hanya kata “saya” diganti dengan kata “dia”. Dan ternyata, isi dari bab ini sudah menjadi “copyright” bagi Syarifah Salwasalsabila sebagai penulis buku Islam, Eropa & logika, tanpa bicara kepada saya.

Pengarang : Syarifah Salwasalsabila
Penerbit : [Yang dicatat sebagai penerbit hubungi saya dan mengatakan bukan penerbit, dan minta namanya dihapus. Mereka juga bilang tidak mengurus copyright dan hanya cetak saja!!??]
Edition Cet. 1.
ISBN 979173433X
Stok : Tersedia Harga : Rp. 28.000 Rp. 22.400
145 p. ; 21 cm.

Jadi Bab1 dari buku saya diambil begitu saja, dan dicopyright oleh orang lain. Lucu.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

19 May, 2009

Ketua MK: KPU Tak Serius Hadapi Gugatan Pemilu

Selasa, 19/05/2009 11:37 WIB
Muhammad Nur Abdurrahman - detikPemilu
Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak serius menghadapi gugatan perselisihan hasil pemilu (PHPU) yang digelar di MK. Padahal ini dapat berakibat pada kerugian KPU sendiri.

"Kami ingin menyampaikan beberapa informasi terkait sengketa pemilu yang sudah masuk pada hari kedua. Bahwa sampai dengan hari ini nampaknya KPU tak serius menanggapi sidang ini," kata Mahfud.

Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers di Kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2009).

Madfud memberi contoh, jaksa pengacara negara (JPN) yang mewakili KPU dan KPU sendiri tidak datang dalam 11 sidang yang digelar hari ini. Dengan demikian, KPU tidak memberikan bantahan terhadap gugatan yang diajukan pemohon.

"Jadi ada 11 kasus yang dilewatkan hari ini, dan KPU tidak membantah gugatan tadi," jelasnya.

Sedangkan kemarin, lanjut dia, banyak jaksa yang tidak siap menjawab gugatan yang diajukan peserta pemilu. Kalaupun siap, rata-rata jawaban para jaksa tersebut seragam.

"Bahwa permohonan dan gugatan dari pemohon dikatakan bukti dokumennya harus otentik atau sudah kadaluwarsa," kata Mahfud.

Mahfud menyarankan agar KPU lebih serius menanggapi persidangan di MK. Sebab MK tetap akan mengeluarkan keputusan. Jika KPU tidak memberikan bantahan, MK akan memutus berdasarkan bukti dari pemohon. Itu artinya KPU akan kalah.

"Hingga kini masih ada 500 kasus yang harus diputus. Kalau ini dilewatkan kasihan orang yang digugat. Kan yang digugat atas nama KPU dan KPUD," cetus Mahfud.

Menurut Mahfud, 96 JPN yang dikerahkan untuk membela KPU tentu tidak bisa mencari bukti sendiri ke daerah-daerah. Karena itu, dia menyarankan agar KPU memfasilitasi para jaksa untuk mencari bukti-bukti tersebut.

"Sehingga nantinya tidak ada sikap pasrah bongkokan KPU dan jika ditanya kepada jaksa-jaksa jawabannya tidak sama. Kadaluwarsalah, bukti tidak otentiklah," pungkasnya. ( irw / nrl )

Sumber: Pemilu.detiknews.com

17 May, 2009

Parpol Jangan Sibuk Koalisi dan Hitung Suara, Awasi Perbaikan DPS!

Jumat, 15/05/2009 12:10 WIB
Yogi Wirawan - detikPemilu
Jakarta - Partai politik diminta tidak hanya sibuk menghitung suara Pileg dan berkoalisi. Parpol diminta memperhatikan hak konstituen yang terancam terabaikan karena tidak tercantum di daftar pemilih sementara (DPS) Pemilihan Presiden (Pilpres).

"Parpol jangan sibuk dengan penghitungan suara saja dan berelit politik saja. Pikirkan hak-hak konstituen mereka agar tidak terjadi penggelembungan suara nantinya," pinta Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Daniel Zuchron.

Hal itu disampaikan Daniel di Galeri Cafe, Jl Cikini Raya 7, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/5/2009).

Selain meminta parpol mengawal validasi perbaikan DPS, Daniel juga meminta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengetatkan pengawasan dan mempublikasikan hasil pengawasan pemutakhiran DPS itu.

Yang utama, mereka mendesak KPU melakukan validasi data DPS yang diumumkan.

"DPS Pilpres akan jadi bom waktu. Karena dari mekanisme surat edaran yang dikeluarkan oleh KPU sampai saat ini masih bermasalah. Dari sampel data yang kami temukan dari 70 sampel di 30 provinsi di Indonesia banyak pemilih tidak masuk dalam DPS," tukas dia.

JPPR menemukan DPS tidak diumumkan, kemudian data-data orang yang meninggal masih terdaftar. "Lalu juga masih ada yang dobel nama dan tidak dicantumkannya nomor induk kependudukan (NIK) dan ini menurut saya sama seperti DPT Pileg yang tidak lebih baik," jelas dia. ( nwk / iy )

Sumber: Pemilu.detiknews.com

15 May, 2009

Spanduk "Say No To Boediono" Sudah Tidak Ada

Assalamu'alaikum wr.wb.,
Bagaimana masa depan bangsa Indonesia? Apakah ini sudah awal dari Orde Baru versi II?
Semua orang akan bertindak untuk membuat “bapak senang”. Dan kebebasan bicara, kebebasan pers dan berbagai kebebasan lain akan hilang satu demi satu. Yang penting “asal bapak senang”. Dan kalau ternyata bapak tidak senang, para pendukung akan lari cepat untuk mengatasi keadaan tersebut sehingga bapak kembali senang lagi.
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

********

Spanduk "Say No To Boediono" Sudah Tidak Ada

Jumat, 15 Mei 2009 | 10:57 WIB
BANDUNG, KOMPAS.com — Satpol PP Kota Bandung mencopot spanduk-spanduk penolakan terhadap Boediono, Gubernur Bank Indonesia yang dicalonkan sebagai cawapres mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono, bertuliskan "Say No To Budiono, Say Yes To Budi Anduk".

"Setelah dilakukan pertemuan dengan dinas pertamanan, spanduk yang terpasang di beberapa titik sudah kami copot tadi malam," kata Kepala Bidang Operasional Satpol PP Kota Bandung Kurnaedi, Jumat.

Ia mengatakan, keputusan menurunkan spanduk bernada sindiran tersebut dilakukan setelah sebelumnya dilakukan koordinasi antara Satpol PP dan Dinas Pertamanan Kota Bandung. Sebelumnya, sebuah organisasi masyarakat yang mengatasnamakan Forum Peduli Bangsa (FPB) memasang sejumlah spanduk bertuliskan "Say No To Budiono, Say Yes To Budi Anduk" di beberapa titik jalan di Kota Bandung, seperti di depan Pasar Induk Caringin, Jalan Diponegoro, Jalan Ir H Djuanda (Dago), dan kawasan Pelajar Pejuang.

Spanduk berlatar kain putih yang warna tulisannya bercampur, antara hitam, merah, dan biru tersebut dipasang karena banyaknya penolakan berbagai pihak terhadap Boediono yang disebut-sebut sebagai calon kuat cawapres yang mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono pada Pilpres 2009 mendatang.

Sumber: Kompas.com

Sejumlah LSM Laporkan Dugaan Korupsi IT KPU

[13/5/09]

Pengakuan KPU tentang gagalnya sistem tabulasi nasional hasil pemilu legislatif 2009 berbuntut panjang. Sejumlah LSM tergabung dalam tim Independent Monitoring Organization (IMO) melaporkan kepada KPK tentang dugaan korupsi dalam pengadaan peralatan information technology (IT) di KPU. Berdasarkan penelusuran IMO, dari pagu biaya secara keseluruhan sebesar Rp69,98 milyar, terdapat selisih terhadap harga pasar sebesar Rp36,5 milyar atau sekitar 63 persen.

Khusus untuk pengadaan Intelligent Character Recognition (ICR) yang disebut-sebut sebagai biang kegagalan sistem tabulasi KPU, IMO menemukan potensi pemborosan anggaran sebesar Rp8,88 milyar atau 38 persen dari total pagu yang dipatok sebesar Rp23,18 milyar. Perencanaan yang buruk, menurut IMO, menjadi pangkal penyebab terjadinya pemborosan di KPU.

IMO menilai pengadaan peralatan IT di KPU melanggar sejumlah peraturan perundang-undangan. Salah satunya, Pasal 3 dan Pasal 13 Keppres No 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, terkait prinsip pengadaan yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel.

“Kami meminta KPK segera menindaklanjuti temuan ini di dalam penyidikan atas indikasi korupsi terkait pengadaan fasilitas IT KPU,” ujar Roy Salam dari Indonesia Budget Center. Selain itu, Roy juga meminta BPK melakukan audit investigatif atas proyek yang ditaksir bernilai Rp234 milyar ini.

Sumber: Hukumonline.com

14 May, 2009

Al-Azhar: Korban Pemerkosaan Boleh Aborsi

By Republika Newsroom
Selasa, 12 Mei 2009 pukul 11:24:00

KAIRO -- Fatwa yang disampaikan Grand Syekh Al-Azhar Dr. Muhammad Sayyed Tantawi tentang bolehnya aborsi bagi wanita korban pemerkosaan telah menuai pro dan kontra.

Fatwa tersebut disampaikannya minggu lalu dalam sebuah pertemuan ilmiyah diniyah untuk menjawab pertanyaan sekitar hukum aborsi bagi wanita korban perkosaan dan dinyatakan hamil. Syekh Al-Azhar menjawab, "Aborsi diperbolehkan dengan syarat wanita tersebut mempunyai track record yang baik dan persetubuhan yang terjadi di luar keinginannya."

Dr. Musthofa Sak'ah, anggota Majma' al-Buhust al-Islamiyah Al-Azhar, mendukung fatwa Syekh Al-Azhar tersebut. Menurutnya, diperbolehkannya aborsi dari hasil persetubuhan yang tidak diinginkan oleh pihak wanita (pemerkosaan) bersifat dharurat. Dan kaidah Fiqih mengatakan bahwa dalam kondisi dharurat sesuatu yang dilarang menjadi diperbolehkan.

Syarat diperbolehkannya aborsi tersebut adalah usia kehamilan akibat pemerkosaan tersebut tidak lebih 120 hari. Jika aborsi dilakukan setelah batas ini maka terhitung sebagai pembunuhan, dan ini tidak diperbolehkan dalam syariat Islam.

Sepakat dengan hal ini, Syekh Mahmud Asyur, mantan wakil Syekh Al-Azhar, mengatakan bahwa diperbolehkannya aborsi bagi wanita korban pemerkosaan sebelum usia kehamilan memasuki 120 hari adalah hukum yang telah disepakati ulama Majma' al-Buhuts al-Islamiyah dalam fatwa-fatwa yang telah dikeluarkan dalam beberapa bulan lalu.

Sementara itu, menurut Dr. Muhamad Dasuqi, Profesor Syariat Islamiyah, Kulyat Dar Ulum Universitas Kairo, hitungan 120 hari yang dianggap sebagai permulaan kehidupan, merupakan pernyatan yang berlawanan dengan realita sebagaimana dinyatakan oleh kedokteran.

"Kehidupan dimulai ketika sperma telah bertemu dengan indung telur, karenanya aborsi hukumnya haram sejak pembuahan tersebut terjadi. Dan setelah 120 hari baru janin mulai bergerak yang dirasakan oleh sang ibu," ujarnya.

Senada dengan hal ini, Dr. Abdul fatah Idries, Kepala Bidang Fiqih Muqarin Kuliah Syariah AL-Azhar, menyatakan bahwa aborsi bagi wanita korban pemerkosaan tidak diperbolehkan baik stelah amaupun sebelum 120 hari. hal ini menurutnya, berdasarkan hadis Nabi, " Jika sperma telah lewat 42 malam, Allah mengutus malikat untuk menuruhnya membuat daging dan tulang."alawsat /taq

Sumber: Republika.co.id

Bawaslu : Tiga Anggota KPU Bermasalah

Kamis, 14/05/2009 17:35 WIB

Elvan Dany Sutrisno - detikPemilu
Jakarta - Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera membentuk Dewan Kehormatan (DK). DK diharapkan dapat segera menindak tiga nama anggota KPU yang bermasalah.

"Dewan kehormatan harus segera dibentuk untuk mengevaluasi laporan kami terkait pelanggaran yang dilakukan KPU," tutur Anggota Bawaslu, Wirdyaningsih, dalam konferensi pers di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (14/5/2009).

Bawaslu kemudian mengulas kembali kesalahan KPU selama mengawal pemilu legislatif 9 April lalu. Bawaslu berharap DK nantinya dapat menindaklanjuti kesalahan KPU.

"Pemungutan suara pada tanggal 9 April menuai beberapa kendala seperti surat suara tertukar, surat suara cacat, surat suara tidak akurat, dan keterlambatan distribusi surat suara," tutur Wirdyaningsih.

Wirdyaningsih kemudian membeberkan nama-nama yang dianggap bermasalah. Orang-orang ini dituding Bawaslu gagal melaksanakan tugas sebagai pelaksana pemilu.

"Pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran tersebut adalah Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, Anggota KPU Andi Nurpati, dan Sekjen KPU Soeripto Bambang Setyadi," tutur Wirdyaningsih.

Anggota Bawaslu lainnya, Wahidah Suaeb, menganggap KPU sudah melanggar tata tertib yang ditetapkan selanjutkan.

"KPU tidak mendengarkan saran masukan dari Bawaslu, kami tidak pernah ditanggapi, ini melanggar sistem proporsionalitas," tutur Suaeb.

Suaeb menganggap KPU tidak profesional, terlalu banyak masalah tidak terselesaikan hingga saat ini. Suaeb menyayangkan KPU tidak membuat rencana cadangan sama sekali.

"Profesionalitas tidak dijalankan, mereka tidak membuat contingency plan, karena merasa sesuatu tepat sasaran, hasilnya jauh dari target," tegasnya dengan nada emosi. ( van / gah )

Sumber: Pemilu.detiknews.com

12 May, 2009

80 Juta Orang Buang Air Besar Sembarangan

By Republika Newsroom
Selasa, 28 April 2009 pukul 16:21:00

SOLO -- Ingin tahu berapa jumlah penduduk Indonesia yang buang air besar di tempat sembarangan?. Menurut perhitungan Nugroho Tri Utomo, Kepala Sekretariat Tim Teknis Pembangunan Sanitasi/Kepala Sub-Direktorat Air Minum dan Air Limbah, Direktorat Pemukiman dan Perumahan Bappenas, yang melakukan hal itu sebanyak 80 juta orang.
''Jadi, sekitar 30 persen dari jumlah penduduk Indonesia buang air besar atau berak di kali, pematang sawah, pantai, waduk, dan alam terbuka lainnya,'' tutur dia dalam acara Media Gathering City Summit Surakarta, Selasa (28/4).

Lokakarya Sanitasi Perkotaan (City Summit), diikuti 13 kota, tiga kota metropolitan dan empat kota program sanitasi lain, berlangsung di Solo, 28-30 April. Mereka disamping lokakarya juga akan mengunjungi lokasi sejumlah proyek sanitasi di Kota Bengawan.
Menurut Nugroho, saban hari sungai, danau, waduk, pantai, sawah, dan sungai di Indonesia kebanjiran 14.000 ton tinja manusia. Angka ini setara dengan 14.000 gajah. Padahal, gajah yang hidup di negeri ini tidak sebanyak itu.

Saking banyaknya orang buang air besar sembarangan, kata dia, menimbulkan dampak buruk terhadap kondisi sanitasi lingkungan. ''Kita sudah tidak sanggup lagi menangani masalah ini, karena sudah menyangkut sikap mental manusia yang sejak awal kurang sadar akan sanitasi sehat,'' katanya.

Salah satu dampak sanitasi buruk yang dihadapi sekarang adalah, 50 dari 1.000 bayi lahir tidak mencapai usia limja tahun. Ini disebabkan faktor dominan sanitasi yang sangat buruk. Tapi, menurut Nugroho, ''kalau kita sadar membantu perbaikan sanitasi Rp 1, kita akan dapat manfaat Rp 11. Namun, kalau kita memperburuk sanitasi lingkungan, kitab harus mengeluarkan ongkos Rp 36.

Ini salah satu contoh betapa buruknya sanitasi di negeri ini. Buruknya sanitasi lingkungan, menurut dia, bukan disokong oleh limbah industri. Tapi, 80 persen justru disokong oleh limbah domestik. Termasuk buang air besar disembarang tempat, atau tidak dilakukan di WC (water close) yang baik. Jadi, kebanyakan orang belum sadar akan krisis sanitasi.

Dikatakan juga oleh Nugroho, dampak buang air besar sembarangan juga menyebabkan 75 persen sungai-sungai yang melintas kota-kota di Indonesia tidak layak untuk air minum. Ini karena merupakan air limbah. Oleh karena itu, PDAM se-Indonesia harus kerja ekstra keras untuk mengolah air limbah menjadi air layak kunsumsi.

Atau dampak air sanitasi butuk tersebut, PDAM paling tidak harus mengeluarkan ongkos sekitar 15 sampai 30 persen lebih mahal -- jika dibandingkan dengan mengolah air yang terjaga sanitasinya. Kondisi sebagian kecil ini, menurut Nugroho, yang disebut krisis sanitasi. Baik sanitasi perorangan oleh limbah tinja manusia, persampahan, maupun selokan atau drainase. Hal ini banyak tidak disadari oleh sebagian besar pejabat pemerintah, swasta maupun masyarakat pada umumnya.

Yang lebih menyedihkan, hingga saat ini pemerintah terlalu sedikit mangalokasikan anggaran yang diperuntukan untuk perbaikan sanitasi. APBD I dan II hanya satu persen. APBD sekitar delapan permilnya. Jadi, perhatian terhadap sanitasi lingkungan masih sangat minim sekali. eds/pur

Sumber: Republika.co.id

09 May, 2009

Renungan Malam – Merasa Miskin Sementara

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Mengalami penurunan uang ada dua sisi. Pada satu sisi ada rasa enak. Bisa mengurangi pengluaran dan tidak beli yang tidak dibutuhkan (tidak penting). Jadi, bisa mengalami kehidupan yang dirasakan oelh mayoritas penduduk di sini dan seluruh dunia. (Mayoritas dari semua orang di dunia hidup dengan uang kurang dari $2 per hari!)

Jadi, ada rasa "miskin sementara" walaupun tidak semiskin pemulung dan pengemis, atau petani dan anak yatim. Pakaian masih cukup mewah, dan masih punya Hp yang mahal. (Dan juga komputer dan internet). Jadi bukan "miskin" yang sebenarnya, tetapi tidak bisa hidup terlalu makmur. Bisa merasa bersyukur kalau ada teman yang traktir ngopi (kaya tadi). Tagihan hanya 60 ribu, tapi 60 ribu sudah berubah menjadi mahal. Hehe

Tetapi pada sisi lain, ada juga rasa sedih. Tidak bisa bantu orang seperti yang biasanya dilakukan. Ada seorang anak SD yang menjadi pemulung dekat rumah aku. Setiap beberapa hari, aku melihat dia berjalan kali dengan masih memakai seragam sekolahnya. Dia masuk ke bak sampah dan mencari botol atau koran.

Dari beberapa bulan yang lalu, aku punya kebiasaan memberikan uang 50 ribu kepada dia setiap kali melihatnya. Biasanya hanya seminggu sekali melihat dia, karena waktu aku keluar-masuk tidak sama setiap hari. Dulu, 50 ribu tidak terasa berat untuk satu anak yang masih bertahan sekolah. Tetapi sekarang, 50 ribu terasa besar. Dan aku jadi mikir 2 kali sebelum kasih uang kepada dia. Minggu kemarin aku melihat dia dari jauh saat aku beli minuman. Karena dia tidak dekat, dan karena aku menjadi "hitung2an" aku tidak berusaha mengejar dia untuk memberikan uang.

Jadi, ada sisi baik dan sisi buruk kalau uang kita berkurang untuk sementara. Kita bisa belajar untuk lebih bersyukur atas uang yang ada sebelumnya, sehingga kita bisa hidup dengan makmur atas izin Allah. Tetapi pada saat yang sama, kita menjadi ragu2 untuk membantu orang lain karena takut bahwa kita sendiri yang akan mengalami kekurangan, sehingga mungkin kita harus minta pinjaman dari teman. Kebanyakan orang akan berfikir, "Daripada uang aku kurang, tidak usah kasih orang miskin dulu". Sayang sekali kalau kita mengalami perasaan seperti itu.

Sesungguh kekuasaan Allah itu besar, dan yang kita anggap uang yang banyak sebenarnya adalah jumlah yang sepele bagi Allah SWT. Ada orang yang pernah diskusi sama aku, dan dia mengatakan bahwa kita wajar kalau lebih hati2 dengan uang kita, karena, katanya, "Uang tidak tumbuh di pohon seperti daun!" Sambil senyum, saya hanya mengatakan, "Tetapi kalau Allah menghendaki..."
Dia ketawa, dan mengatakan, "Iya, tetapi tidak mungkin!"
Aku jawab, "Iya, dan kalau kamu terbiasa mengatakan 'tidak mungkin' buat apa Allah mau buktikan bahwa itu mungkin? Kamu tidak yakin pada Allah, jadi buat apa Allah tumbuhkan uang di pohon? Nanti kalau kamu melihatnya, kamu tidak akan percaya bahwa itu dari Allah!"

Aku tambah lagi, "Coba merasa yakin dulu pada Allah, dan tidak usah takut! Rezeki yang Allah siapkan bagi kamu tidak akan bisa dirampas oleh 1 juta preman, dibantu pula oleh 1 juta setan! Allah yang Maha Kuasa! Kalau yakin, tidak akan ada rasa takut!"

Kira-kira begitulah renungannya pada malam hari ini (Renungan Malam yang pertama). Semoga bermanfaat. Dan jangan sampai kita merasa takut kasih uang kepada anak yatim, walaupun dompet menjadi kosong! Yakin pada Allah saja. Dan bantulah orang miskin dengan mengucapkan "Bismillah hirrahman nirahhim". Tidak usah teriak! Allah Maha Mendengar juga!

Wabillahi taufik walhidayah,
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarahkatuh.
Gene

08 May, 2009

Renungan Malam – Renovasi Masjid

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Ada sebuah masjid yang melakukan renovasi. Lantainya dikasih marmer, dan bukan hanya lantai saja, tetapi tiang dan tembok juga. Indah sekali. Setelah bertanya2, ternyata sebagian dari marmer itu diimpor dari Itali, dan sisanya dari sini. Tetap dipandang indah. (Untung belum dikasih kubah emas!)

Tetapi di sebarang jalan, ada anak kecil lewat depan masjid membawa kantong plastik besar. Dia terpaksa menjadi pemulung karena tidak ada cukup uang untuk bersekolah dan makan setiap hari. Ada marmer dari Itali. Ada anak yang lapar. (Jangan2 dia juga anak yatim.) Saya jadi berfikir: mana yang lebih UTAMA bagi UMMAT Islam (bukan pengurus masjid) pada saat ini?

Katanya ada krisis ekonomi dunia. Banyak orang di-PHK. Ada anak yang tidur dalam keadaan lapar, tanpa punya kesalahan atau dosa. Tetapi dekat rumah dia ada masjid yang habiskan ratusan juta atau milyaran rupiah untuk beli marmer dari Itali! Kenapa marmer dari luar negeri yang menjadi prioritas?

Kalau pengurus masjid mau pamer dengan masjid yang indah yang bisa dibangga-banggakan di depan teman2nya dan tentangga, kayanya marmer dari Itali sangat perlu.
Tetapi kalau pengurus masjid merasa beban sebagai penjaga Rumah Allah dan pelayan terhadap ummat Islam, kayanya ubin yang berkualitas sudah cukup baik. Marmer dari Itali buat hotel saja!

Dan kalau pengurus masjid tidak merasa beban untuk melayani ummat Islam dengan semaksimal mungkin, semua argumentasi tentang prioritas utama yaitu anak yatim dan orang miskin tidak akan didengarkan. Pernah ada orang yang mengatakan kepada saya "Orang miskin selalu akan ada!" dan karena itu marmer oke! Bolehlah masjid menjadi keren dan indah karena, menurut dia, apa saja yang kita lakukan, kita tetap tidak bisa memberantas kemiskinan. Jadi biarkan saja masjid beli marmer dari Itali.

Sayangnya, dia tidak yakin pada Allah untuk melakukan perubahan pada ummat Islam di Indonesia. Dia yakin akan selalu ada orang miskin di sini dan kondisi itu tidak bisa diubah = marmer no problem. Sayang sekali.

Bayangkan kalau anak yang tadi itu adalah calon genius. Setelah dia dapat uang sekolah dan uang makan dari masjid, tetangga yang dermawan, serta dari beasiswa dan sebagainya, dia menciptakan sesuatu yang belum pernah ada di dunia sebelumnya. Inovasi tersebut membuat dia 10 kali lebih kaya dari Bill Gates dan orang datang dari manca negara untuk belajar dari perusahaan dia di sini. Lewat berbagai teknologi yagn dia ciptakan, Indonesia berubah menjadi negara maju, pendidikan menjadi gratis, jaminan kesehatan ada buat semua warga, dan tidak ada lagi anak yang menjadi pemulung.

Tidak mungkin? Apa masih tidak mungkin kalau Allah menghendaki begitu?

Sayangnya, pengurus masjid dan orang kaya lebih utamakan marmer dari Itali daripada pendidikan yang berkualitas dan makanan yang bergizi bagi anak bangsa. Dan calon genius itu tidak sempat lulus sekolah, karena sibuk jadi pemulung.

“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS Ar-Ra’d 13:11)

Semoga bermanfaat,
Wa billahi taufiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum wr.wb.,

Gene

07 May, 2009

Kok nggak ada post baru?

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Aku baru sadar tidak ada usaha membuat post baru sejak hari Selasa. Haha. Benar-benar kelupaan. Kok bisa begitu ya? Di satu sisi, aku sibuk mencari nafkah hidup dari sumber yang baru sebelum buku aku selesai dan bisa terbit. Tetapi anehnya, dalam 10 hari terakhir, aku jadi sibuk sekali hampir setiap hari dengan berbagai kegiatan dan karena itu jadi lupa bahwa aku punya blog. (Aku masuk chatroll, tapi nggak pikir untuk bikin post baru.) Selama beberapa hari, aku keluar terus, dan pulang malam.

Pada satu hari, aku ketemu orang yang mau bikin sekolah Islam, karena dia mencari konsultan pendidikan jadi kita dikusi dulu tentang baik-buruknya sekolah swasta di sini dan aku berikan beberapa saran untuk dipertimbangkan. Pada satu hari lain, aku ketemu seorang Kyai yang punya yayasan yang baik dan tawarkan bantuan untuk mengembangkan yayasannya menjadi lebih besar dan masuk beberapa bidang lain yang belum dia pikirkan. Pada hari lain, aku ketemu orang untuk membahas program wakaf Al Qur'an yang sudah siap dijalankan, dan nanti kalau aku punya penerbitan sendiri, mungkin bisa dioper dan ditangani sendiri daripada kasih kepada penerbitan lain.

Dan selain itu semua, ada juga bapak teman yang jadi sakit dan masuk rumah sakit untuk operasi. Oleh karena itu, aku jadi babysitter untuk kedua anaknya sepanjang hari untuk beberapa hari biar teman itu dan isterinya bisa ke rumah sakit. Lalu ada tukang listrik di rumah lagi ganti kabel jadi aku harus matikan komputer dan internet untuk berjam-jam. Lalu keluar lagi untuk ketemu orang! Tadi seharusnya ketemu orang dari kedutaan Australia, tapi aku tidak konfirmasi biar bisa di rumah terus. Dan ada kemungkinan besok harus temanin orang lain ke MUI untuk diskusi tentang pemurtadan di Indonesia.

Dan pada satu hari setelah pulang malam dan cek email, ada masalah yang dianggap cukup urgent yang harus ditangani dengan cepat. Itu menyebabkan saya ketik email panjang sampai jam 1 pagi untuk membantu memberikan masukan bagi suatu organisasi. Capek deh. Lalu ada beberapa email lain dari orang yang bertanya kenapa aku belum membalas emailnya dari minggu kemarin. Hahaha. Rasanya ini hari pertama dalam sekitar 10 hari aku bisa di rumah dan ketik2 sepanjang hari tanpa gangguan yang lain. Dan sekarang, tiba-tiba ada 3 proyek editing yang datang sendiri yang perlu diatur sekaligus (dan juga ada buku saya). Mana dulu ya?

Jadi, di luar dugaan saya, selama sekitar 10 hari aku menjadi sibuk sekali dengan beberapa kegiatan yang tidak biasa. (Dan masih ada beberapa pertemuan yang lain yang dibatalkan atau tidak dihadiri.)

Kurang lebih begitulah dunia bagi orang yang pengangguran dan tidak dapat gaji lagi. Hahaha. Bikin pusing kan? Jadi kalau tidak selalu ada post baru setiap hari, mohon maklum dan memaafkan. Dan kalau ada yang emailnya belum dibalas, mohon sabar saja dulu. Belum tentu aku bisa berada di rumah untuk ketik2 post buat blog dan balas puluhan email. Kalau ada post yang baru setiap hari, orang lain senang, tapi jari tangan dan otak aku capek. Haha. Semoga semua bisa sabar dan tidak menjadi jenuh kalau menunggu lama untuk berita dan info baru. Sekarang saatnya untuk nyalakan aromatherapy dan balas beberapa email sebelum tidur. Sampai jumpa.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

05 May, 2009

Gerakan 1 Alumni 1 Buku untuk SMA 1 Raih 699 Buku

Insya Allah ini sebuah ide dan gerakan yang sangat bagus. Semoga mendapat dukungan yang luas. –Gene

Gerakan 1 Alumni 1 Buku untuk SMA 1 Raih 699 Buku
Selasa, 05/05/2009 09:09 WIB
Magelang
Eddi Santosa – detikNews

Magelang - Gerakan 1 Alumni 1 Buku untuk SMA 1 Magelang berhasil mengumpulkan 699 buku untuk Perpustakaan SMA 1 Magelang. Jika para alumni tiap sekolah melakukan hal sama, sungguh akan sangat membantu.

Penyerahan buku sumbangan para alumni dari berbagai angkatan tersebut telah diserahkan oleh Fuzna Marzuqoh mewakili Panitia pada Sabtu (2/ 5/2009), bertepatan dengan Peringatan Hardiknas di sekolah tersebut.

Dalam laporannya, panitia menjelaskan bahwa buku-buku tersebut berdatangan dari para alumni yang berdomisili tidak saja di Indonesia tetapi juga di mancanegara antara lain Ceko, Belanda, dan Singapura.

Gerakan untuk turut mencerdaskan anak bangsa ini digagas oleh para alumni yakni Azis Nurwahyudi, Fuzna Marzuqoh, Mohamad Achya dan Iftinah Wulandari yang prihatin bahwa perpustakaan sekolah belum mempunyai buku yang cukup untuk siswanya.

"Dari jumlah ideal buku yang seharusnya dimiliki, yakni 8.000 eksemplar, SMA 1 Magelang hanya memiliki 3.000 saja, sehingga jumlahnya masih jauh dari yang diperlukan," kata Kepala Sekolah SMA 1 Magelang Drs. H. Hadi Sutomo, seperti disampaikan kepada detikcom (5/5/2009).

Gerakan yang baru pertama kali diluncurkan tersebut disambut baik oleh para alumni. Sampai batas waktu penyerahan, masih ada sejumlah buku yang sudah dikirimkan ke panitia namun belum tiba di tempat dan diperkirakan akan mencapai 800 eksemplar.

Buku-buku tersebut akan disusulkan oleh Fuzna Marzuqoh ke sekolah yang telah menelorkan sejumlah siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional tersebut.

"Gerakan ini tidak akan berhenti sampai tahun ini, tetapi akan terus dilakukan pada tahun-tahun mendatang dengan mengikutsertakan lebih banyak alumni dan pihak-pihak pendukung lainnya," ujar Azis Nurwahyudi, salah satu alumnus yang pernah terpilih mengikuti Program Pertukaran Pelajar AFS ke Amerika Serikat.

Panitia dan Kepala Sekolah SMA 1 Magelang mengucapkan banyak terimakasih kepada para alumni yang telah berpartisipasi dalam Gerakan 1 Alumni 1 Buku Untuk SMA 1 Magelang Tahun 2009. (es/es)

Sumber: detiknews.com

DPS Pilpres Dipasang di RT/RW, Warga Bisa Daftar Hingga 17 Mei

Pertanyaan hanya satu: KENAPA ini tidak dilakukan SEBELUM pemilu legislatif bulan kemarin? Apa sengaja biar hasilnya bisa direkayasa dengan lebih mudah?
-Gene

DPS Pilpres Dipasang di RT/RW, Warga Bisa Daftar Hingga 17 Mei

Selasa, 05/05/2009 11:39 WIB
Shohib Masykur - detikPemilu

Jakarta - Daftar Pemilih Sementara (DPS) pilpres akan dipasang di tiap RT/RW. Warga yang belum terdaftar memiliki waktu hingga 17 Mei untuk mendaftar.

"Kita telah mengumpulkan KPU Provinsi. Kita minta agar DPS tidak hanya dipasang di kelurahan, tapi juga di RT/RW sehingga masyarakat bisa lebih dekat mencermati namanya ada atau tidak," ujar anggota KPU Endang Sulastri dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2009).

Menurut Endang, dalam jadwal tahapan pilpres, pemutakhiran data pemilih memang hanya sampai tanggal 10 Mei. Namun pengumuman DPS, tanggapan dari masyarakat, dan perbaikan DPS berlangsung 11-17 Mei.

"Jadi sebenarnya masyarakat memiliki waktu sampai 17 Mei. Kalau setelah 10 Mei ada masyarakat yang belum terdaftar, masih bisa mendatangi petugas untuk didaftar," terang Endang. ( sho / anw )

Sumber: Detiknews.com

04 May, 2009

5.000 Guru di NTB Miliki Ijazah Ilegal

Ini baru yang ketahuan, dan baru di NTB saja. Bagaimana dengan guru-guru lain di seluruh negara?
-Gene

5.000 Guru di NTB Miliki Ijazah Ilegal

Rabu, 22 April 2009 | 15:54 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Khaerul Anwar

MATARAM, KOMPAS.com-Sedikitnya 5.000 lembar ijazah sarjana/S1 dan sekitar 400 ijzasah S2 yang dimiliki para guru di Nusa Tenggara Barat dinyatakan illegal.

Karena, ijazah itu diperoleh dari perguruan tinggi swasta/PTS yang tidak memiliki kampus di NTB, melainkan menumpang pada sekolah-sekolah untuk melaksanakan perkuliahan.
"Sejalan dengan UU Pendidikan, hanya Universitas Terbuka yang diizinkan membuka kelas belajar jarak jauh, perguruan tinggi lainnya tidak diizinkan," ujar M Ali A Rahman, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia NTB, Rabu (22/4) di Mataram.

Menurut Ali, adanya ijazah illegal itu diketahui ketika para guru mengusulkan kenaikan pangkat maupun usulan untuk akreditasi. Namun PGRI NTB menolak ijazah itu disyahkan, karena tidak sesuai dengan UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang antara lain melarang beroperasinya PTS membuka kelas jauh.

Para guru pun tidak memiliki izin mengikuti pendidikan, keabsahan ijazah itu diragukan, mengingat diperoleh dalam waktu relatif singkat, seperti ada yang masuk kuliah awal 2007, lalu yang bersangkutan diwisuda akhair tahun 2007. Ali menambahkan ada juga yang kuliah enam bulan, lalu dibuat skripsi dan tesis, kemudian diwisuda di Kampus PTS itu .

Bahkan PTS dalam melakukan perkuliahan meminjam gedung sekolah dasar, madrasah dan lainnya di NTB. Ijazah itu dikeluarkan oleh 17 PTS yang berada di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya dan Malang (Jawa Timur). Para pemegang ijazah illegal itu mengeluarkan uang selama perkuliahan Rp 10 juta-Rp 11 juta per orang.

Kepada para guru yang anggota PGRI, ucap Ali, diimbau tidak tergiur oleh lembaga-lembaga pendidikan yang memberikan kemudahan gelar sarjana pendidikan, namun justru kemudian mencoreng citra para guru dan dunia pendidikan di NTB. Kalau mau memperoleh gelar S1 dan S2, silakan mengikuti mekanisme dan institusi pendidikan yang resmi.

Mereka yang telanjur memiliki ijazah itu, diminta melapor ke PGRI NTB, yang bermaksud akan menindak-lanjuti hal itu melalui jalur hukum, baik secara pidana maupun perdata. "Gugatan perdata kami ajukan, agar dana yang dikeluarkan para untuk kegiatan kuliah itu dikembalikan. Gugatan pidana kami tempuh karena melanggar UU Sistem Pendidikan Nasional," kata Ali.

Sumber: Kompas.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...