Berita harian ttg jumlah korban Corona kurang bermanfaat. Sejak awal, yang diprotes adalah JUMLAH tes yang dilakukan di sini. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan persentase tes yang paling kecil. Ketahuan dari angka kematian hampir 10%, Ketika di negara lain hanya 1%. Itu terjadi karena jumlah orang yang dites terlalu kecil.
Kalau ada yang belum paham, penjelasannya begini. Ada tes terhadap 10 orang:
Positif: 7, Tewas: 3, Sembuh: 4. Jadi kita dapat statistik: Yang kena penyakit adalah 70% dari jumlah yang dites. Yang tewas 30%, dan sembuh 40%. Jadi kesannya penyakit itu berbahaya sekali (30% yang kena mati), karena kita tidak tahu jumlah orang yang dites.
Lalu, kita tambahkan jumlah tes sampai 100.000 orang. Positif: 7.000, Tewas: 300, Sembuh: 4.000. Sekarang kita dapat statistik yang sangat berbeda: Yang kena penyakit hanya 7% dari jumlah orang yang dites. Yang tewas 0,3%, dan sembuh 4% (dan masih banyak pasien yg sedang sakit). Jadi kesannya penyakit itu tidak begitu berbahaya karena kita dapat bukti yang lebih kuat bahwa hanya 0,3% dari orang yang kena akan meninggal dunia. Itu menjadi lebih jelas tingkat bahayanya karena kita tahu jumlah orang yang dites. Jadi berita harian yang menyebutkan sekian banyak orang sakit dan tewas tidak begitu berguna. Seharusnya ditulis, "yang ketahuan " karena jumlah pastinya tidak ada, dan ada terlalu banyak kasus yang tidak masuk data pemerintah.
-Gene Netto
Update Corona di Indonesia 13 April: 4.557 Positif, 380 Sembuh, 399 Meninggal
Senin, 13 Apr 2020 AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
https://health.detik.com
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(97)
anak
(324)
anak yatim
(117)
bilingual
(22)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(89)
dhuafa
(18)
for fun
(12)
Gene
(223)
guru
(69)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(34)
hukum
(69)
hukum islam
(51)
indonesia
(593)
islam
(561)
jakarta
(34)
kekerasan terhadap anak
(378)
kesehatan
(100)
Kisah Dakwah
(12)
Kisah Sedekah
(11)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(28)
KPK
(16)
Kristen
(14)
lingkungan
(19)
mohon bantuan
(40)
muallaf
(52)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(34)
parenting
(2)
pemerintah
(138)
Pemilu 2009
(63)
pendidikan
(527)
pengumuman
(27)
perang
(10)
perbandingan agama
(11)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(127)
Politik Indonesia
(53)
Progam Sosial
(60)
puasa
(37)
renungan
(196)
Sejarah
(5)
sekolah
(95)
shalat
(10)
sosial
(324)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ada banyak guru yang setuju dengan kebiasaan memukul, menampar, menjewer, melempar barang, atau memberikan ...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Orang sering berkomentar kepada saya, kok banyak orang bisa melakukan korupsi padahal mereka shalat dan puasa. Ka...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ini sebagian dari judul berita kekerasan terhadap anak selama 2025. Coba baca semuanya dan berpikir tentang masa dep...
-
[Komentar]: Menurut saya, kekerasan boleh kalau masih dalam koridor mendidik. Murid jadi takut, termotivasi belajar, dan hormati gurunya. Za...
-
[Ini adalah penjelasan tambahan dari saya di group pendidikan. Kaitannya dengan post ini: Komentar Tentang Rambut Gondrong Siswa . ...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
[Komentar]: Di SMP saya dulu, tahun 1981, Kepala Sekolahnya memutar cincinnya dulu kalau mau menempeleng muridnya. Kalau ada muridnya berkel...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ada orang yang mengatakan dia capek dan kesiangan, jadi baru bangun jam 8 pagi, dan tidak bisa shalat subuh. Saya b...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment