Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(45)
anak
(315)
anak yatim
(75)
bilingual
(21)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(84)
dhuafa
(6)
for fun
(12)
Gene
(168)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(32)
hukum
(57)
hukum islam
(51)
indonesia
(487)
islam
(541)
jakarta
(27)
kekerasan terhadap anak
(371)
kesehatan
(94)
Kisah Dakwah
(13)
Kisah Sedekah
(9)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(22)
KPK
(12)
Kristen
(14)
lingkungan
(18)
mohon bantuan
(13)
muallaf
(49)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(33)
parenting
(2)
pemerintah
(99)
Pemilu 2009
(36)
pendidikan
(497)
pengumuman
(23)
perang
(9)
perbandingan agama
(12)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(111)
Politik Indonesia
(29)
Progam Sosial
(15)
puasa
(35)
renungan
(187)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(11)
sosial
(281)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Walaupun Bermaksiat, Shalat Masih Wajib Ada orang yang mengaku sering melakukan maksiat dan tidak bisa tinggalkan. Temannya me...
-
Sabtu, 6 Okt 07 14:50 WIB Assalamu'alaikum Ustadz, Saya ingin menanyakantentang pemakaian Jilbab oleh muslimah, karena beberapa ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Memperkenalkan Radio for Education. Guru sekolah telah diseleksi untuk ikuti workshop yang dibuat oleh Ya...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ini Bab Pertama dari buku saya Mencari Tuhan, Menemukan Allah.(Baru terbit dalam bahasa Inggris. Bahasa Indonesia be...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Mau pindah rumah? Mau cari lokasi yang masih sepi dan belum banyak orang tinggal di sana? Coba pindah ke sini: MARS. (hehehe…). Dijamin ma...
-
Assalamu'alaikum wr.wb., Di milis pendidikan, seorang bapak bertanya bagaimana menghadapi anak didik atau anak kandung yang mau murtad. ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada seorang isteri yang bertanya apa benar bahwa dia mesti “taat pada suami” walaupun suaminya ketahuan ber...
15 September, 2012
Inilah Bukti Orang Indonesia Hobi Merokok
Rabu, 12
September 2012, 02:04 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Dari
16 negara yang menyelenggarakan "Global Adults Tobacco Survey"
(GATS), Indonesia memiliki jumlah
perokok aktif terbanyak dengan prevalensi 67 persen laki-laki dan 2,7
persen pada wanita atau 34,8 persen penduduk (sekitar 59,9 juta orang).
"Jumlah
perokok ini meningkat dibandingkan dengan Susenas (Survei Sosial dan Ekonomi
Nasional) sebelumnya. Angka (naik) ini menunjukkan kita gagal melindungi kesehatan
rakyat. Berarti kita sudah dikalahkan industri rokok," kata Menteri
Kesehatan Nafsiah Mboi dalam acara peluncuran hasil survei GATS 2011 di
Kementerian Kesehatan Jakarta.
Dari 16
negara berpenghasilan rendah dan menengah lainnya yang melakukan survei,
Indonesia memiliki prevalensi perokok aktif tertinggi dibandingkan dengan India
yang memiliki perokok laki-laki sebanyak 47,9 persen dan wanita 20,3 persen
(2009), Filipina dengan perokok laki-laki 47,7 persen dan wanita 9 persen
(2009), Vietnam dengan perokok laki-laki 47,4 persen dan wanita 1,4 persen
(2010) serta Polandia yang memiliki perokok laki-laki 33,5 persen dan wanita 21
persen (2009).
GATS
merupakan survei nasional yang representatif dengan menerapkan protokol standar
antarnegara untuk memonitor konsumsi tembakau pada penduduk usia 15 tahun atau
lebih, dan pencapaian upaya pengendaliannya.
11 September, 2012
Usai Dihukum Lari Keliling Lapangan, Seorang Pelajar Tewas
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Guru punya tugas menjaga dan mendidik anak, atas nama orang
tua, demi kepentingan masa depan masyarakat dan bangsa. Tetapi karena ilmu
pendidikannya kurang, sebagian guru menjadi terbiasa memberikan hukuman, dan
merasa harus langsung membalas suatu “kesalahan” dengan hukuman. Hukuman itu dibuat
secara sepihak oleh guru, dibuat secara spontan yang artinya untuk pelanggaran
yang sama, bisa kena hukuman yang berbeda setiap hari untuk siswa yang berbeda.
Dan guru tidak memikirkan efek buruknya hukuman tersebut terhadap siswa di
jangka panjang. Yang penting guru menunjukkan kekuasaan sekarang juga, sehingga
murid jadi takut dan siap nurut dengan perintah guru. Guru hanya melihat “ada
yang salah” dan merasa “saya harus menghukum”, dan setelah itu terserah dia
hukum siswa itu dengan apa saja.
Dalam contoh dari berita ini, seorang siswa yang sedang sakit
dipaksakan lari, hingga tewas. Dengan enteng sekali, guru lepaskan tanggung
jawab dengan mengatakan, “Kalau tadi saya tahu dia sedang sakit…”
Kalau guru punya ilmu pendidikan yang lebih luas, dia tidak
akan membutuhkan “hukuman fisik” untuk mengatur anak kecil. Cukup diajak bicara
saja. Dan kalau tidak berhasil, dan masih mau memberikan “hukuman” maka lebih
baik kalau tidak melibatkan kegiatan fisik, apalagi kekerasan, dan selalu sesuai
dengan aturan sekolah yang secara tertulis menjelaskan jenis pelanggaran dan
konsekuensi dari pelanggaran itu. Misalnya, datang telat ke sekolah, lebih dari
setengah jam dalam sekian hari, maka siswa harus menulis karangan yang
menjelaskan manfaat hadir di kelas tepat waktu.
10 September, 2012
Hukuman Fisik dalam Islam dan Pendidikan Moderen
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, kemarin ada pernyataan dari Mendikbud
yang mengatakan hukuman fisik terhadap siswa boleh, selama tidak berlebihan. ("Hukuman,
misalnya fisik, itu kan pelajaran juga, selama tidak dalam bentuk berlebihan.")
Dalam membahas pernyataan ini, saya dan banyak guru lain menjelaskan bahwa
pendapat seperti ini sudah ketinggalan zaman dan tidak tepat di ranah
pendidikan.
Dalam tanggapi diskusi ini, ada juga
suara yang muncul dari beberapa guru dan orang tua yang setuju dengan kekerasan
fisik terhadap anak. Kebanyakan mengatakan bahwa Islam “mengizinkan pemukulan”
terhadap anak kalau dia tinggalkan shalat. Ini dianggap sebagai
izin bebas untuk memukul anak, kapan saja, di mana saja, dengan cara apa saja,
selama dianggap “mendidik” oleh orang dewasa yang sedang memukul. Juga dikutip
hadiths yang berkaitan seperti ini:
Rasulullah SAW bersabda, “Perintahkan
anak-anakmu shalat apabila telah berumur 7 tahun dan pukullah mereka karena
meninggalkan shalat apabila telah berumur 10 tahun dan pisahkan tempat tidur
mereka. (HR. Abu Daud)
Jadi hadiths seperti ini jelas ada, dan
kalau dibaca secara tekstual saja, sepertinya memberikan “izin” memukul anak. Anak
saya tidak shalat? Saya boleh ambil rotan dan hajar dia sampai pingsan agar
takut dan tidak terulang lagi. Ada hadiths. Ada izin. Tidak perlu belajar lagi.
Sudah paham dari teksnya. Betul?
Dulu saya membaca hadiths ini, dan bagi
saya terasa tidak enak karena saya seorang guru, jadi tidak setuju dengan
kekerasan terhadap anak. Saya bahas dengan guru agama saya (KH Masyhuri Syahid
MA) yang menjelaskan bahwa hadiths seperti ini, dan banyak ayat juga, tidak
boleh dipahami secara tekstual saja. Islam harus dipahami secara lengkap (kaffah), bukan sepotong2 saja. Hampir semua ayat dan hadiths ada
KONTEKS, dan juga ada TAFSIR. Jadi tidak benar kalau dipahami dari teks saja,
apalagi dari teks terjemahan dan bukan dari bahasa Arab yang asli, lalu diaplikasikan
secara luas karena merasa “sudah paham”.
01 September, 2012
Anak di Kemang
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Kemarin malam saya di Kemang sampai pagi, ketemu
orang yang mau berkonsultasi. Sekitar jam 1 pagi, saya jalan kaki di Kemang Raya, dan
terlihat ada beberapa klub malam dan kafe yang ramai sampai pagi (padahal malam jumat
saja, bukan malam minggu). Di pinggir jalan ada banyak sekali
mobil mewah. Mercedes, BMW, Range Rover, dan sebagainya. Di samping mobil-mobilnya,
ada banyak anak muda yang berpakaian mewah, dengan rokok dan HP mahal di
tangannya. Banyak perempuan pakai rok mini. Kebanyakan kelihatan masih muda
seperti mahasiswa, mungkin sebagian sudah kerja. Semuanya sibuk dengan tugas
menikmati hiburan masing2, mencari teman2 yang sudah janjian untuk ketemu dan
bersenang2. Sambil jalan kaki, saya memperhatikan banyak anak muda seperti itu
saat lewat di depan mereka.
Tiba-tiba, seorang anak SD muncul dari
gang dan jalan kaki di depan saya. Masih pakai celana SDnya, tapi tidak pakai
sepatu. Di punggung ada karung besar. Ternyata dia pemulung. Dan mungkin
keluar malam karena pada jam segitu ada banyak orang kaya yang buang botol dan kaleng ke mana2 di pinggir jalan. Dia
berhenti beberapa kali di depan saya untuk ambil botol dan kaleng, dan semuanya dimasukkan ke dalam karungnya. Dia
jalan kaki terus, melintas di samping Mercedes, BMW, dan mobil mewah yang lain. Para pemuda yang sangat kaya itu
memandang dia untuk sekejap saja,
lalu mereka
kembali memperhatikan teman2 gaulnya yang lebih utama. Anak pemulung itu juga memandang
ke para
pemuda kaya, dan melintas di depan mereka tanpa bicara. Dia tidak minta-minta.
Dia bukan pengemis. Tapi dia keluar jam 1 pagi, di hari sekolah, untuk mencari
barang yang bisa dijual, agar bisa makan dan sekolah terus. Para pemuda yang kaya, yang tidak punya kesulitan makan
dan kuliah, tidak punya waktu untuk peduli pada anak kecil yang
melintas di depan mereka. Mereka sibuk menghibur diri sendiri
dengan harta kekayaan orang tua mereka.
28 August, 2012
Kasihan Para Isteri Indonesia
Apakah bisa lewat satu minggu tanpa ada perempuan hubungi
saya untuk curhat, bahwa dia tidak bahagia dalam pernikahannya? Sepertinya ada
suatu masalah besar di negara ini, di antara para suami-isteri. Di dunia barat,
lebih mungkin mereka akan ribut dan cerai. Di sini, lebih mungkin mereka akan
pura-pura bahagia di depan umum, di depan keluarga dan teman, tapi di dalam
rumah ribut terus dan tidak bahagia. Tapi karena merasa harus “dirahasiakan”
supaya tidak “malu”, maka si perempuan menderita terus, tanpa bisa
berkomunikasi dengan banyak orang, termasuk keluarga kandungnya sendiri.
Ada suami yang selingkuh, tapi isteri tidak mau cerai. Ada suami
yang narkoba, tapi isteri tidak mau cerai. Ada suami yang mabuk-mabukan, tapi
isteri tidak mau cerai. Ada suami yang menikah lagi tanpa memberitahu isteri
pertama, lalu abaikan isteri pertama, tapi isteri tidak mau cerai. Ada suami
yang tinggalkan isteri bertahun2, lalu ditemukan kembali hidup dengan perempuan
baru di kota lain, tapi isteri tidak mau cerai. Ada suami yang berjudi, dan
uang keluarga habis terus, tapi isteri tidak mau cerai. Ada suami yang berubah
dan bersikap dingin, alias tidak mencintai isterinya lagi dan malas bicara, tapi
isteri tidak mau cerai. Ada suami yang mengancam dan memukuli isterinya secara
rutin, tapi isteri tidak mau cerai. Ada suami yang menghinakan dan mengancam isteri
secara psikologis terus, tapi isteri tidak mau cerai. Dan seterusnya.
25 August, 2012
Separuh Makanan Warga Amerika Dibuang ke Tempat Sampah
Kamis, 23 Agustus 2012, 07:08 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, Warga Amerika membuang hampir setengah
makanannya setiap tahun, memboroskan sekitar 165 miliar dolar per tahun,
menurut sebuah penelitian yang hasilnya diumumkan Selasa (21/8).
“Sebagai negara, kita ini pada dasarnya membuang semua potongan makanan yang ditemui. Itu artinya membuang uang dan sumber daya berharga ke tempat sampah,” ujar Dana Gunders, ilmuwan dari program makanan dan pertanian di Dewan Ketahanan Sumber Daya Alam (NRDC).
Laporan lembaga tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Amerika membuang 40 persen dari persediaan makanannya setiap tahun, dan rata-rata keluarga beranggotakan empat orang membuang makanan senilai 2.275 dolar AS per tahun.
“Sebagai negara, kita ini pada dasarnya membuang semua potongan makanan yang ditemui. Itu artinya membuang uang dan sumber daya berharga ke tempat sampah,” ujar Dana Gunders, ilmuwan dari program makanan dan pertanian di Dewan Ketahanan Sumber Daya Alam (NRDC).
Laporan lembaga tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Amerika membuang 40 persen dari persediaan makanannya setiap tahun, dan rata-rata keluarga beranggotakan empat orang membuang makanan senilai 2.275 dolar AS per tahun.
19 August, 2012
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1433 H.
Taqabalallahu mina wa minkum. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini diterima Allah SWT dan kita dipertemukan lg dgn Ramadhan tahun depan.
Taqabalallahu mina wa minkum. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini diterima Allah SWT dan kita dipertemukan lg dgn Ramadhan tahun depan.
Mohon maaf lahir dan
batin. Gene Netto.
18 August, 2012
Merasa Kehidupan Anda Berat? Coba Simak Ini.
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, saya barusan ditelfon oleh seorang anak yang
muallaf, masih anak SMA. Dia sudah tertarik pada Islam dari beberapa bulan yang
lalu, dan bertanya2 terus di beberapa tempat. Akhirnya dia merasa yakin dan
masuk Islam secara lisan (baca syahaddat sendiri). Tapi karena kemudian
ketahuan oleh kakaknya, dia diancam akan dibunuh kalau berani main-main dengan Islam
lagi. Dikatakan sudah kena virus yang parah, yang merusak akal pikiran,
sehingga dia berani masuk Islam dan tinggalkan Tuhan Yesus. Untungnya, si kakak
belum memberitahu orang tuanya. Kalau orang tua tahu, dia tidak bisa bayangkan
reaksi mereka seperti apa, karena katanya, mereka orang yang keras dan fanatis terhadap
agama Kristen.
Walaupun sudah diancam dan takut dibunuh, dia masih nekat
saja mengucapkan syahaddat lagi secara formal dialam masjid di bulan puasa ini,
dibantu oleh para pengurus setempat. Dan sekarang dia jadi bingung. Shalat
tidak bisa, puasa tidak bisa. Kalau diusahakan, akan ketahuan oleh keluarga.
Dia bertanya kepada saya apa boleh menginap di rumah ustadz,
dan tinggalkan rumah keluarga? Tapi secara hukum, dia masih di bawah umur, jadi
saya bilang harus tanya dulu pada pengacara, untuk tahu dia punya hak apa. Dia sudah
memikirkan itu juga, dan tidak mau sampai orang tua laporkan ustadz ke polisi
sebagai “penculik”, dan nanti dia dipaksakan kembali ke rumah orang tua, di
mana dia merasa tidak aman.
Saya bilang mungkin bisa bawa pengacara ke pengadilan dan
laporkan bahwa kakak ancam akan membunuhnya. Tapi dia pintar sekali, dan
langsung menjawab bahwa tidak ada bukti, jadi kakak bisa berbohong dan
mengatakan tidak pernah mengancam. Jadi mesti bagaimana? Menunggu dibunuh? Atau
hidup sebagai seorang Muslim yang tidak bisa shalat dan puasa? Atau kabur dari
rumah, dan setelah itu putus sekolah? Apa solusi yang tepat kalau seorang anak
mau masuk Islam, dan orang tua tidak mungkin mengizinkan, dan kakak malah ancam
akan membunuh anak itu?
Kita Sibuk Sama Keluarga Saat Idul Fitri, Muallaf Sama Siapa?
Teman2, saya dapat sms dari seorang muallaf. Dia sudah
dewasa dan tinggal di rumah sendiri (mungkin kontrak). Dia mengeluh bahwa Idul
Fitri sudah mau datang lagi, tapi tidak membawa kebahagiaan. Dia baru setahun
menjadi muallaf, dan ini akan menjadi Idul Fitri kedua bagi dia.
Keluarga tidak mau mengenal dia sejak masuk Islam, dan semua
anggota keluarga putus hubungan. Jadi dia tinggal sendirian, tanpa keluarga,
dan siap menghadapi Idul Fitri sendirian. Saya bertanya kenapa tidak pergi ke
rumah teman, tapi dia bilang tidak ada. Mungkin semua “teman” lama yang non-Muslim
juga tidak mau kenal dia lagi, dan belum ada banyak teman baru, apalagi teman
dekat.
Saya bertanya lagi kenapa tidak ke rumah tetangga saja,
karena katanya semua tetangga dekat tahu bahwa dia muallaf dan tinggal
sendirian. Katanya, dia tidak enak mengganggu keluarga mereka yang sedang
kumpul, dan tidak enak kalau harus sampai minta izin datang (seolah agak memaksa).
Dia berharap mereka yang dengan senang hati akan mengundang dia, bukan dia yang
harus minta-minta. Katanya, dia merasa iri sekali dengan orang yang bisa
berkumpul sama keluarganya di saat Idul Fitri. Seperti apa rasanya? Tapi dia
bertanya apa mungkin ini bagian dari ujian keimanan bagi dia, agar harus
bertahan sendirian tanpa ada teman atau keluarga?
07 August, 2012
Software Murotal Al-Qur’an
King Su'ud
University mengembangkan software Murotal Al-Quran v 1.0, download gratis di
situs: http://quran.ksu.edu.sa/ayat/?l=en
Fitur:
- Terjemah lebih dari 20 bahasa (termasuk Indonesia, Jerman,dll.)
- Tafsir (penjelasan) dari 5 mufassir termasyhur, 1 Tafsir bahasa Inggris oleh Al-Maududi
- Bacaan 23 Imam Murottil ternama
- Tampilan ayat mengikuti bacaan Qori'
- Rasm standar Utsmaniy
- Ragam versi aplikasi Windows, Mac, Linux.
Segera download,
install dan rasakan manfaatnya.
06 August, 2012
Buat Apa Ujian Kompetensi Guru? Biar Bisa Dibuat Proyek Pelatihan Guru!
Sekarang ketahuan alasan sebenarnya kenapa dibuat Ujian
Kompetensi Guru (UKG) kemarin. Banyak guru yang ikuti “ujian” itu komplain. Ada
pertanyaan yang: tidak lengkap, suruh lihat gambar (untuk menjawab) tapi gambar
tidak nampak, berbasis penghafalan pantun saja, tidak punya jawaban yang benar,
dan ada juga yang punya lebih dari satu jawaban benar. Banyak guru komplain
bahwa ketahuan soal2 itu dibuat secara mendadak, dan juga dibuat secara asal!
Ada banyak guru yang sedang ikuti ujian ketika koneksinya ke
server di Dikbud putus, dan hasilnya
adalah mereka “tidak lulus” (dengan alasan “tidak menyelesaikan ujian”). Ada beberapa
guru yang lapor bahwa semua guru di dalam kelompoknya “tidak lulus”. (Kok bisa
semuanya “tidak kompeten”?
Jadi buat apa buang2 waktu bikin Ujian Kompetensi Guru ini? Sekarang
sudah ketahuan…
Yaitu: mulainya PROYEK PELATIHAN GURU DARI KEMENDIKBUD pada
tahun depan!!!
Jadi guru yang tidak lulus UKG (dan itu mayoritas) sekarang
disuruh siap-siap mengikuti “pelatihan”. Alias proyek yang nilainya pasti mencapai
ratusan milyar nanti (untuk mayoritas dari 2,8 juta guru se-Indonesia). Dan
yang “tidak lulus” ujian kemarin, alias “tidak kompeten” diwajibkan mengikuti “pelatihan”.
Luar biasa. Semoga KPK siap juga untuk memantau…
Wassalam,
Gene
Guru Bernilai
Jelek, Disiapkan Pelatihan Khusus Tahun Depan
Senin, 06 Agustus 2012 , 03:53:00
Pendidikan
YOGYAKARTA - Melihat hasil sementara uji komptensi guru
(UKG) yang jeblok, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) langsung
merancang agenda pembinaan. Guru-guru peserta yang mendapatkan nilai UKG jelek,
wajib mengikuti pembinaan khusus tahun depan.
Di sela safari Ramadan di Yogyakarta, Minggu (5/8) Mendikbud Mohammad Nuh mengakui jika rata-rata hasil sementara UKG yang hanya 44,5 adalah hasil cukup jelek. Nuh mengatakan para guru peserta UKG tidak perlu meratapi berlebihan hasil UKG tersebut.
Di sela safari Ramadan di Yogyakarta, Minggu (5/8) Mendikbud Mohammad Nuh mengakui jika rata-rata hasil sementara UKG yang hanya 44,5 adalah hasil cukup jelek. Nuh mengatakan para guru peserta UKG tidak perlu meratapi berlebihan hasil UKG tersebut.
04 August, 2012
Mengemis di Kota, Hidup Mewah di Desa
Membongkar Mafia Pengemis
Kamis, 08/09/2011 17:02 WIB
Deden Gunawan - detikNews
Jakarta Gang-gang sempit dengan rumah yang saling
berhimpitan menjadi pandangan khas di Kebon Singkong, Kelurahan Klender,
Jakarta Timur. Inilah kampung pengemis. Ada sekitar 3 RW di kawasan ini. Warga
yang tinggal di Kebon Singkong kebanyakan pendatang. Mayoritas mereka berasal
dari Indramayu, Jawan Barat. Dulunya kawasan padat penduduk ini hanyalah
hamparan kebun singkong. Namun sejak tahun 1980-an perlahan-lahan rumah semi
permanen dibangun menggantikan tanaman singkong. “Sampai sekarang meski
perkebunan singkong sudah tidak ada, kampung ini tetap disebut Kebon Singkong,”
kata Yayan, tokoh pemuda di Jakarta Timur.
Seiring perkembangan, daerah Kebon Singkong menjadi kawasan padat dan ramai. Bahkan kawasan ini belakangan dilabeli "danger" sebab banyak residivis yang bersembunyi dan tinggal di kawasan ini. Selain dikenal sebagai daerah yang rawan kriminalitas, daerah ini juga disebut-sebut sebagai kampung jablay. Dulu banyak perempuan penghibur yang sering mangkal di lokalisasi Prumpung, Jatinegara, mengontrak di daerah ini. Namun seiring meredupnya lokalisasi Prumpung, para pekerja seks komersial (PSK) yang tinggal di daerah tersebut perlahan berkurang. Sekarang di Kebon Singkong banyak dihuni para pengemis. Mereka adalah warga Indramayu.
Seiring perkembangan, daerah Kebon Singkong menjadi kawasan padat dan ramai. Bahkan kawasan ini belakangan dilabeli "danger" sebab banyak residivis yang bersembunyi dan tinggal di kawasan ini. Selain dikenal sebagai daerah yang rawan kriminalitas, daerah ini juga disebut-sebut sebagai kampung jablay. Dulu banyak perempuan penghibur yang sering mangkal di lokalisasi Prumpung, Jatinegara, mengontrak di daerah ini. Namun seiring meredupnya lokalisasi Prumpung, para pekerja seks komersial (PSK) yang tinggal di daerah tersebut perlahan berkurang. Sekarang di Kebon Singkong banyak dihuni para pengemis. Mereka adalah warga Indramayu.
Bapak Dan Anak Bersatu Untuk Main Di Marching Band
Mau mengeluh tentang semua kesulitan yang anda alami dalam
kehidupan? Coba lihat anak ini.
Patrick Hughes lahir tanpa mata. Ada juga penyakit yang
membuat anggota tubuh tidak bisa tumbuh secara normal. Jadi dia tidak bisa
jalan kaki. Orang tua kaget waktu anaknya lahir begitu, dan bertanya “Kenapa
kita dapat seperti ini?”
Tapi mulai dari usia satu tahun, Patrick mulai main piano. Pada
usia 2 tahun, sudah bisa terima permintaan lagu dan main di keyboard piano. Saat
remaja, main berbagai berbagai macam jenis musik di keyboard, lalu tambah
dengan trompet. Saat mulai kuliah, diminta masuk Marching Band dan main
terompet di situ (karena jagoan).
Dia langsung bingung. Bagaimana mungkin? Jalan kaki tidak
bisa.
Tapi karena diminta bergabung, bapaknya ambil keputusan:
bapak yang akan dorong Patrick dalam kursi roda. Jadi Patrick bergabung di Marching
Band dan menjadi terkenal di seluruh kota.
Karena menemani anak kuliah, dan juga ikut setiap latihan
Marching Band, bapaknya ambil shift kerja di malam hari, dari jam 23:00 s/d jam
6:00, lalu tidur sebentar, bangun jam 11:00 dan temanin anak ke kampus untuk
belajar sampai sore.
Ternyata, kehidupan kita tidak begitu buruk. Setuju?
Semoga bermanfaat.
“Father and Son 'Musical Team”
01 August, 2012
Kabar Buruk Dari Desa Purwadana, Karawang
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Teman2, tadi saya ditelfon Ust Muhtadin, teman saya di Desa
Purwadana, Karawang, yang juga Ketua MUI setempat. Dia bercerita bahwa kemarin
malam, ada maling yang masuk ke dalam rumahnya pada saat dia dan keluarga
berada di luar. Seperti biasa, di bulan Ramadhan Pak Ustadz ada banyak kegiatan
di luar.
Maling berhasil ambil semua perhiasan isteri, HP Pak Ustadz
(tidak dibawa ke masjid), dan semua uang tunai yang ada di kamar termasuk uang
anak yatim yang belum dipakai. Untungnya, uang anak yatim tinggal sisa beberapa
ratus ribu saja karena kemarin sudah dihabiskan 20 juta untuk 2 ekor sapi yang
dibeli dengan sedekah dari teman2 di Jakarta. (Anak2 yatim dapat 1,5 kilo daging
masing2 jadi mereka semua sangat bahagia dan bisa makan sapi untuk sahur dan
buka puasa pertama.)
Ust Muhtadin titip pesan. Dari kemarin ada beberapa orang
yang hubungi dia (setelah tahu tentang anak2 yatim Purwadana dari saya) dan
mengatakan siap menjadi donator untuk anak2 yatim di sana. Tapi karena HP-nya
hilang, maka semua contacts juga hilang, jadi dia tidak bisa hubungi semua
orang itu lagi. Dia hanya berhasil hubungi saya karena masih simpan kartu nama
saya di laci. Jadi kalau ada teman yang pernah hubungi Pak Ustadz untuk
menawarkan bantuan untuk anak yatim di Purwadana, minta tolong hubunginya lagi
di nomor HP 081310202278 supaya bisa
disimpan nomornya. (Ini salah satu nomor Hp yang lama, tapi diblokir dulu dan
dibuat kartu baru dengan nomor yang sama.)
Pak Ustadz minta doa dari teman2 di Jakarta, supaya bisa
sabar dan tetap berjuang untuk mensejahterakan 170 anak2 yatim dan 160 jompo di
Desa Purwadana. Katanya, kalau menjelang Lebaran, memang ada peningkatan aksi
maling karena semua orang ingin pulang kampung dengan baju baru dsb. Semoga Ust Muhtadin diberikan kesabaran dan rezeki yang
halal dari sumber yang baru.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene
Subscribe to:
Posts (Atom)




