Search This Blog

Labels

alam (8) amal (45) anak (315) anak yatim (75) bilingual (21) bisnis dan pelayanan (6) budaya (8) dakwah (84) dhuafa (6) for fun (12) Gene (168) guru (68) hadiths (9) halal-haram (24) Hoax dan Rekayasa (32) hukum (57) hukum islam (51) indonesia (487) islam (541) jakarta (27) kekerasan terhadap anak (371) kesehatan (94) Kisah Dakwah (13) Kisah Sedekah (9) konsultasi (13) kontroversi (5) korupsi (22) KPK (12) Kristen (14) lingkungan (18) mohon bantuan (13) muallaf (49) my books (2) orang tua (11) palestina (33) parenting (2) pemerintah (99) Pemilu 2009 (36) pendidikan (497) pengumuman (23) perang (9) perbandingan agama (12) pernikahan (11) pesantren (48) politik (111) Politik Indonesia (29) Progam Sosial (15) puasa (35) renungan (187) Sejarah (5) sekolah (94) shalat (11) sosial (281) tanya-jawab (15) taubat (6) umum (13) Virus Corona (24)

Popular Posts

29 June, 2009

Partai Islam Dan Spanduk Politik

[Email dari teman di milis sebelah]

Assalamualaikum ww,
Saya barusan pulang dari resepsi pernikahan di sports mall kelapa gading. Saya sempat kecewa melihat keadaan di jalan, padahal ini bukan masa kampanye. Apa maksud partai itu mengibarkan panji2 partainya disepanjang jalan sejak rumah sakit mitra keluarga kelapa gading sampai sports mall. Sebuah partai islam yg memperoleh suara 5 besar. saya gak usah sebutkan nama partai ini karena mungkin banyak simpatisan ataupun kadernya di milist ini. Tahu apa yg saya lihat? DI SETIAP POHON YG SAYA LEWATI, SEJAK DARI R.S MITRA KELAPA GADING S/D SPORTS MALL KELAPA GADING, ditempeli bendera kira2 seukuran handuk, dgn attribut partai islam tersebut. Bendera yg diikatkan dg kayu (mungkin bambu), dan dipaku ke SETIAP POHON SEPANJANG JALAN ITU. saya gak tau akhirnya sampai mana, mungkin sampai di perempatan lampu merah mall kelapa gading III (depan mesjid kelapa gading) dan boulevard, karena saya emang tujuannya cuman sampai sports mall. Yg jelas disepanjang jalan depan sports mall DI SETIAP POHON nya dipaku bendera partai ini. Bukankah Islam mengajarkan kita menjadi 'rahmatan lil 'alamin'? Bukankah Islam mengajarkan kita harmonisasi hidup dg alam sekitar???
mohon maaf kalau ada salah2 kata, kebenaran milik Allah semata.
terima kasih
Wassalam,
Martin

********

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Saya kira hal seperti ini bisa terjadi karena semua partai Islam mengikuti konsep politik yang diimpor dari negara sekuler di barat. Hasil pemilu di barat membuktikan bahwa orang yang menghabiskan uang yang paling banyak untuk iklan, khususnya di tivi, adalah pihak yang rata2 menang dalam pemilu atau pilpres. (Jadi tim sukses di sini yang sudah tahu tentang ini pasti sibuk pasang iklan sebanyak2nya di tivi.)

Kalau semua partai Islam benar2 peduli pada ummat Islam, khususnya orang kurang mampu, dan benar2 yakin pada Allah sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa, saya kira mereka akan terbuka untuk mencari jalan lain,selain mengikuti pola kampanye politik yang sudah terbentuk di negara barat. Mereka tidak akan mau menghabiskan uang yang banyak untuk iklan, atau poster dan spanduk, yang belum pasti memberikan manfaat dan belum pasti membawa kemenangan.

Satu cara adalah dengan mengumpulkan uang spanduk, lalu uang itu dibagi dua: satu bagian untuk spanduk dan poster, dan bagian lain untuk anak yatim dan orang miskin. Cukup pasang poster dan spanduk di lokasi strategis, dan cukup hanya sekian saja. Bukan ratusan sampai ribuan spanduk, poster dan bendera di lokasi yang sama.

Kalau mereka mau seperti itu, maka tindakan tersebut bisa menjadi ciri khas dari kampanye mereka. Orang akan lihat bahwa spanduk dari partai Islam itu tidak ada di jalan, dan partai bisa menyebarkan info bahwa mereka telah berikan uang spanduk kepada anak yatim yang membutuhkannya, dengan minta anak yatim mendoakan bangsa supaya dapat pemimpin Muslim yang terbaik, menurut perhitungan Allah.

Pembagian yang terbaik, mungkin 50/50 (yaitu, 50% dari uang spanduk/iklan yang terkumpul diberikan kepada anak yatim, 50% untuk spanduk), atau 70/30 (yaitu 70% untuk anak yatim, 30% untuk spanduk) atau pembagian yang lain.

Kalau partai Islam itu kalah dalam pemilu, maka mereka tetap dapat pahala dari menyantuni anak yatim jadi mereka menang 1 kali. Kalau menang dalam pemilu, maka mereka menang dua kali karena tetap ada pahala dari menyantuni anak yatim dan ada kekuasaan terhadap anggaran yang bisa disalurkan kepada anak yatim juga. Jadi ini merupakan win-win solution bagi partai Islam.

Dengan menggunakan gaya kampanye seperti itu, maka bisa dijamin masyarakat akan tertarik pada partai itu dan insya Allah akan mau mendukung saat partai Islam itu ketahuan lebih peduli pada anak yatim daripada iklan politik. Dan kalau seandainya strategi itu berhasil dan partai itu menang dalam pemilihan dan mendapatkan kekuasaan, bisa dijamin bahwa partai politik yang lain, termasuk sekuler, akan berbondong2 menyalurkan uang kepada anak yatim juga pada pemilihan (atau pilkada) berikut. Setelah kelihatan bahwa strategi itu membawa kemenangan, partai yang belum coba strategi itu akan berusaha untuk mengalahkan partai2 lain dengan memberikan lebih banyak uang kepada anak yatim. Siapapun menang dalam pemilihan, anak yatim dijamin “menang” terlebih dahulu.

Ide ini sudah disampaikan kepada pemimpin salah satu partai Islam dari satu tahun yang lalu. Dan disampaikan berulang kali sejak itu. Secara lisan, disetujui, dan dinyatakan sebagai ide yang sangat baik, tetapi sampai saat ini (setahu saya), belum dicoba sama sekali oleh partai Islam itu, dan partai Islam lainnya juga tidak. Sepertinya tidak ada dari mereka yang berani ambil risiko, karena mereka takut kalah terhadap partai sekuler yang habiskan milyaran rupiah untuk spanduk, poster, bendera, stiker, kaos, topi, iklan koran, iklan tivi, dsb.

Begitulah kelemahan partai Islam di indonesia. Secara lisan, mereka menyatakan peduli pada anak yatim. Secara kenyataan, mereka merasa wajib ikut-ikutan main politik dengan gaya sekuler yang diimpor dari barat. Mereka tidak berani membuat gaya kampanye sendiri dan ambil risiko kalah bersaing. Tetapi kalau mereka benar2 yakin kepada Allah SWT, mereka tidak akan takut kalah, dan karena mengerit fiqih prioritas, mereka akan merasa malu untuk menghabiskan milyaran rupiah untuk spanduk, poster, bendera, stiker, kaos, topi, iklan koran, iklan tivi, dsb. pada saat masih ada anak yatim yang lapar dan putus sekolah. Ditambah lagi dengan anak miskin yang juga lapar dan terpaksa menjadi pemulung di sore hari (daripada bermain) biar bisa makan dan bersekolah!

Semua partai Islam itu bisa saja membuat argumentasi bahwa bila mereka menang, mereka dapat kekuasaan terhadap anggaran negara, dan oleh karena itu, lebih baik habiskan uang milyaran rupiah sekarang untuk spanduk dan iklan lainnya, daripada berikan uang itu kepada anak yatim yang lapar. Tetapi hal itu berarti mereka sedang “berjudi”. Mereka keluarkan jumlah uang X (uang iklan), sebagai usaha meraih uang X kali 1000 (anggaran negara). Dan kalau mereka kalah dalam pemilu, anak yatim dan anak miskin tetap lapar dan putus sekolah.

Tetapi partai Islam tidak akan peduli. Yang terpenting di dalam hati mereka hanya niat untuk memperbaiki bangsa ini, dan mereka yakin bahwa hal itu hanya bisa dilakukan lewat tangan mereka, dan untuk itu harus pasang spanduk dan poster sebanyak2nya di mana2 biar bisa menang dalam pemilu. Mereka tidak pikir bisa kalah dan uangnya bisa hangus, tanpa membawa hasil sama sekali. Dan orang yang berjudi benaran di kasino juga tidak berfikir begitu.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

28 June, 2009

Anak Sekolah Diajarkan Tentang Homoseks Di London, Orang Tua Muslim Yang Keberatan Akan Dituntut Oleh Pemda

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Ini surat yang masuk Jakarta Post dari seorang Muslim di London. Katanya di sebuah sekolah di London, dibuat sebuah acara khusus selama satu minggu untuk mengajarkan anak2 tentang orang homoseks dan lesbi. Dongeng2 anak diubah supaya ceritanya menunjukkan laki-laki yang jatuh cinta dengan laki-laki, dan drama Romeo dan Juliet dari Shakespeare diubah menjadi Romeo dan Julian (nama pria). Karena sangat keberatan, 30 orang tua Muslim tarik anaknya dari sekolah selama satu minggu itu. Oleh karena itu, sekarang pemda setempat mengancam akan menuntut 30 orang tua Muslim itu di pengadilan dengan tuntutan “promoting intolerance” (menyebarkan ketidaksetaraan”). Di bawah surat ini ada tanggapan saya yang sudah dikirim ke Jakarta Post.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

Children and sex education

Sat, 06/27/2009 11:13 AM
Muslim parents teach their children to respect their teachers. From a very young age, we are taught that Islam teaches us that after our parents, our teachers are most deserving of respect.
It must be an extremely confusing time for the Muslim parent in Leytonstone, London. For up to 30 parents may face prosecution for withdrawing their children from school, disobeying the teachers in the school, simply to secure a decent moral upbringing for their children. The school had decided to have a week of lessons about lesbian, gay, bisexual and transgender history. Part of this was a special adaptation of Shakespeare's Romeo and Juliet retitled Romeo and Julian as well as fairytales and stories changed to show men falling in love with men.

Rather than filling the heads of impressionable boys and girls with fatuous drivel about gay penguins, schools should be ashamed of the fact that they are sending children out into the world barely able to read, write and add up properly. Muslim children are leaving schools without learning their cultural roots and linguistic skills. The action was being taken against the parents as part of a policy of "promoting tolerance". So why not tolerate parents, who, for sincerely-held reasons, consider their children too young to be taught about gay relationships? This isn't education, its cultural fascism.

A record numbers of pupils persistently played truant in 2006-07, with around 272,950 pupils persistently absent in 2007, missing more than 20 percent of school. We rarely see councils prosecute the parents of these persistent truants. Yet, the parents who removed their children as a one-off to protect their morality may be prosecuted!

If the local council does decide to go through with a prosecution, it would be in line with the government's approach to the Muslim community. Muslims who believe homosexuality is a sin would be labeled as extremists. Liberal totalitarianism is a growing phenomenon in Britain and the west in general but many people will be shocked that the school can override a parent's view of what's appropriate or inappropriate to teach their children.

This latest episode should be a wakeup call for Muslim parents. Muslim parents must explain our moral standards to schools and be prepared to take steps to protect our children's morals and values from a growing agenda to impose liberal values upon them. This is an eye opening for those Muslim parents who keep on sending their children to state schools to be mis-educated and de-educated by non-Muslim monolingual teachers.

The solution of all the problems facing Muslim children is state-funded Muslim schools with bilingual Muslim teachers. Those state schools where Muslim children are in majority may be designated as Muslim community schools. Bilingual Muslim children need state-funded Muslim schools with bilingual Muslim teachers as role models during their developmental periods.

Iftikhar Ahmad
London

Source: The Jakarta Post


[I sent this response to the Jakarta Post]

I find this letter very interesting and feel very sorry for those Muslim parents who are forced to watch their children being taught such concepts in a public school (which their taxes pay for). I think it is unbelievable that the local council would even consider legal action against the parents for not wanting their children to be indoctrinated with such cultural beliefs about homosexuality, which clearly go against the religious beliefs of the parents in question.

I wonder what would happen if those 30 Muslim parents wanted to make another “cultural event” themselves, and sought permission to hold it at the same school. One idea would be to hold a “Truth About Christmas” event, where the Muslim parents could make presentations and read books about how Santa Claus is not real and it is actually the parents who buy all the presents. So, parents who tell their kids about Santa coming down the chimney and leaving presents for good little boys and girls are actually liars. And the letters that the kids write to Santa are all thrown away by the postal service. Also, the Santas at the shopping malls are all big fakes as well, and they have no ability whatsoever to provide the presents that the kids ask for when sitting on Santa’s lap. It’s all a big lie. Isn’t the real truth about Santa more important than gay penguins? The children are being deceived every year and they have the right to know about it!

Then those Muslim parents could also teach the kids that Jesus was not born on the 25th of December and that the whole idea behind Christmas as a festival comes from a pagan celebration that was incorporated into Christianity in approximately the 4th Century AD. Most historians are quite certain that Jesus was not born on the 25th of December, and so the whole reason for having Christmas on that day has nothing to do with Jesus. Yet another big lie by the parents, but this time including the Church as well as.

So, if the Muslim parents wanted to put on that “cultural event”, to help those innocent little children understand what big liars their parents are, and what a big scam Christmas is, would the school show the same amount of support as they did for gay penguins or Romeo and Julian? And if the school refused permission for those Muslim parents to hold their special “Truth About Christmas” event, would those parents also be allowed to sue the school and the local council for bigotry or intolerance?

Or is it only called bigotry and intolerance when you try to follow your own religious beliefs even though they are not the same as the beliefs held by the members of the local council or the school board?

Gene Netto
Jakarta, Indonesia

Masjid Tua Dihancurkan Di India

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Saya sangat kaget dan sedih membaca berita ini di BBC. Wartawan ini sedang tinggal di kota Delhi di India. Di dekat rumahnya, di pusat kota, ada tanah liar yang disebut “taman” padahal lebih mirip hutan dengan tempat jalan kaki di tengahnya. Di dalam taman tersebut, ada reruntuhan dan gedung peninggalan dari zaman dulu, dan salah satunya adalah sebuah masjid berumur 700 tahun. Bangunan tua di dalam taman tersebut tidak dipedulikan oleh Pemda setempat, dan tidak dilestarikan.

Si wartawan berusaha untuk membuat orang lain tertarik pada gedung2 itu, tetapi tidak ada yang mau peduli. Akhirnya dia gabung di sebuah situs internet untuk orang yang suka pura-pura mencari harta karung. Dia menaruh sebuah botol kecil dengan paperclip di dalamnya di dalam masjid tua tersebut, sebagai “harta karun” yang bisa ditemukan oleh seorang petualang. Lalu dia membuat petunjuk dan memberikan koordinat supaya orang lain bisa mencarinya bila mereka datang ke Delhi.

Setelah beberapa waktu, ada balasan di situs dari seorang turis Amerika yang mengatakan koordinatnya salah. Si wartawan kembali ke taman dan ngecek apakah koordinatnya benar dan apakah botol kecil itu masih ada di dalam masjid tua itu. Ternyata koordinatnya memang benar. Tetapi botol tidak bisa ditemukan lagi, karena masjid berumur 700 tahun itu sudah tidak ada lagi. Sudah dihancurkan rata dengan tanah, karena sedang dibangun tempat bulu tangkis di situ, untuk pertandingan antara negara sekutu Inggris (Commonwealth Games) pada tahun 2010.

Saya carikan info di Wikipedia. Ternyata, jumlah penduduk Muslim di Delhi adalah 1.6 juta orang Muslim, atau sekitar 11% dari jumlah penduduk total (sekitar 10 juta). Sangat disayangkan kalau 1.6 juta orang Muslim itu tidak sanggup melindungi dan melestarikan sebuah masjid tua di pusat kota. Sangat menyedihkan bahwa semua penduduk yang diajak bicara oleh si wartawan malah tidak tahu ada masjid tua di dalam taman tersebut.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

********

Secret parks and forgotten ruins

As Delhi prepares for the Commonwealth Games in 2010, former BBC South Asia correspondent Sam Miller finds how the ancient city is changing at breathtaking speed.
It is now - depending on how you calculate such things - one of the five most populous cities in the world, with a cultural life that equals or surpasses that of its Indian rivals.
Unsurprisingly, then, there are construction sites all over the city. But despite this extraordinary speed of development, Delhi remains both the leafiest and most archaeologically impressive of the world's megacities.

Magnificent ruins
Most evenings, just before sunset, I walk or run in a huge secret park in the heart of modern Delhi. It is really a jungle with footpaths, known only to those who live close by. And peeking out of the jungle are the ruins of one of Delhi's earlier incarnations, known as Siri Fort, the capital of the Khilji dynasty built in the early 14th Century.
These ruins include one magnificent cathedral-like building - three stories high - that always seems destined to topple over in the next storm. It is popular with peacocks, but I have never seen another human there. Delhi is littered with such ancient ruins, so many indeed that the ones in my park are not even included by the Archaeological Survey of India in a list of more than 1,000 heritage buildings in the city.
Anywhere else in the world these ruins would be a major tourist attraction. Parts of the walls of Siri were recently excavated and restored and the workmen told me why they were doing it.
"It's for the Commonwealth Games," they said. Except of course it is not. These ancient walls have absolutely nothing to do with the Games, which have become kind of Delhi shorthand for any piece of urban development that the authorities want to be completed by 2010.

Hidden heritage
Two summers ago, back in my local jungle park, I found another ruin, in an area of wilderness so thick with undergrowth that I had to beat my way through it with a stick. There, long-forgotten, was half a mosque, a tree growing out of one of its walls, but the perfect rosettes and squinches created by artisans 700 years ago still intact. I tried to interest my friends and fellow journalists in my discovery of an unlisted ancient mosque in the heart of modern Delhi.
I told people about it at Delhi parties and they yawned. I telephoned a leading historian of the medieval Sultanate period, who promised he would get back to me. A guide book writer did come to see and she told me it will be mentioned in the next edition. But I failed to get anyone else half as excited as me.

'Treasure hunt'
I tried the internet, joining a "treasure hunt" website called geocaching.com. I hid my treasure - a few coloured paper clips in a plastic jar - inside the mosque, and posted the map co-ordinates on the website. I waited for eager treasure hunters to track down the mosque.
I went away on holiday and an irate American traveller posted a note on the website to say the co-ordinates were wrong and that he had been chased away by an angry pig.

On my return I went back to the mosque and discovered that my co-ordinates were correct. The American had not gone to the wrong place. The mosque had gone. It had been bulldozed and there was no sign it had ever existed. The wilderness had become a building site and squash and badminton courts were being built for - yes - the Commonwealth Games. No-one made a fuss and I have found it hard to make the case that this archaeologically super-rich city is much poorer without one old tumbledown mosque.

And though I have been able to immortalise it in photos and text in a book I wrote about my adoptive city, I am also aware that it is just one of dozens of minor ruins that have disappeared in recent years. And more will almost certainly go as the pace of development continues to accelerate. Delhi is a city that is more proud of its future than its past.

Story from BBC NEWS:
Secret parks and forgotten ruins

27 June, 2009

Menjadikan Ceramah Sebagai Profesi

Assalamualaikum wr, . Wb

Salam sejahtera pa ust saya mau tanya bagaimana apabila seorang penceramah menjadikan dakwahnya sebagai profesi, sehingga ditakutkan niat mereka tidak ikhlas., dan banyak dari mereka yang mengtargetkan materi apabila ingiin memengil mereka untuk berceramah

Fahry ramadhan

jawaban

Assalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pekerjaan berceramah memang sering dipandang orang dari dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Sehingga apakah layak seorang menjadikan ceramah sebagai profesi, tentu saja pandangannya menjadi sangat beragam.
Ada kalangan yang membolehkan hal itu namun ada juga yang justru beranggapan hal itu tidak layak. Apalagi bila sampai menjadi sebuah kegiatan profit dan dikemas dengan managemen bisnis ala perusahan komersial.

Ceramah = Mengajar

Ada orang yang memandang bahwa ceramah tidak lain dari kegiatan sebagaimana layaknya seorang guru atau dosen yang mengajar.
Kalau kita mensejajarkan tindakan berceramah dengan tindakan mengajar, rasanya berceramah tidak mengharamkan imbalan atau honor. Masak sih kita melarang pak guru dan pak dosen menerima gaji?

Nantibeliau-beliau itu mau makan apa? Bagaimana pula dengan anak dan isteri mereka? Siapa yang harus menafkahi?
Mereka yang mensejajarkan kegiatan berceramah dengan mengajar, mengatakan bahwa amat layak seorang yang berceramah mendapatkan honor atau gaji dari usahanya. Selain sangat berjasa, para pengajar secara umum dalam pandangan kita memang berhak dan layak menerima honor.

Bahkan di masa nabi, seorang yang bisa mengajarkan 10 orang lain untuk bisa sekedar membaca dan menulis, mendapat imbalan yang sangat besar. Bahkan para tawanan perang Badar yang non muslim itu, akan dibebaskan dengan syarat bisa selesai mengajar baca tulis.
Padahal kita tahu bahwa harga tebusan untuk tawanan perang sangat tinggi. Dan itu terbayarkan hanya dengan mengajar baca tulis untuk 10 orang saja.
Hal ini menunjukkan bahwa seorang yang mengajarkan ilmunya berhak mendapat honor atau imbalan materi, bahkan dengan nilai yang lumayan menggiurkan.

Ceramah = Perjuangan

Namun ada juga kalangan yang memandang bahwa ceramah seharusnya tidak sesederhana mengajar seperti pak guru dan dosen, melainkan ceramah adalah sarana penyebaran ide, fikrah, aqidah, nilai-nilai agama sekaligus nilai-nilai perjuangan.

Kalangan ini lebih cenderung menganggap bahwa berceramah dianggap bukan pekerjaan profit eriented, namun lebih sebagai aktifitas seorang nabi kepada kaumnya. Bagi mereka yang berpandangan demikian, maka seorang penceramah tidak layak menerima imbalan berupa materi, sebagaimana seorang nabi tidak berharap sisi finansial dari aktifitasnya itu. Dan para nabi memang tidak pernah meminta upah, honor, gaji, atau amplop.
Mereka pun berpedoman kepada ayat-ayat Al-Quran yang menyebukan ketidak-layakan menerima honor.

Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan?" (QS. Huud: 51)

Katakanlah, "Aku tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan nya.(QS. Al-Furqan: 57)

Katakanlah, "Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas dakwahku. Dan aku bukan termasuk orang yang mengada-adakan. (QS. Shaad: 86)

Para murobbi dan pembina halaqah tarbiyahbisa kita jadikan sebagai contoh sederhana, mereka umumnya tidak pernah menerima imbalan uang atau honor. Meski mereka bersibuk-sibuk dengan beragam jenis pembinaannya.

Semua dilakukan dengan ikhlas karena tuntutan perjuangan. Padahal jumlah halaqah pengkaderan mungkinribuan jumlahnya. Namun tidak ada anggaran yang turun dari pusat, tidak ada slip gaji dan tidak ada tunjangan pensiun. Namun semua berjalan serta bisa melahirkan lapis demi lapis generasi rabbani.

Ceramah= Showbiss

Di negeri kita yang ummatnya hobi dengan tontonan, entah sudah bosan dengan beragam aliran musik atau sebab lain, ternyata selipan acara ceramah lumayan menarik minat. Berikutnya, seringkali kegiatan ceramah dielaborasi dengan seni pentas dan pertunjukan. Kegiatan berceramah disejajarkan dengan pentas seni.

Dan bicara pementasan, tentu tidak bisa dilepaskan dari urusan dana dan finansial. Dan tidak aneh kalau kita sering mendengar bahwa seorang ustadz menerima honor sekian puluh juta rupiah untuk sekali mentas yang durasinya hanya beberapa menit saja. Maka terkenal istilah da''i sejuta umat dan da''i sejuta rupiah.

Da''i Sejuta Rupiah

Logikanya, seorang artis yang kerjanya menebar maksiat dan cuma menghadirkan kebahagiaan sesaat, bisa menerima honor puluhan juga rupiah. Masak seorang ustadz yang sebenarnya juga diminati oleh khalayak, kok cuma disampaikan ucapan terima kasih alias syukron?
Bagi mereka, amat layak bila pak ustadz yang menebar kedamaian, kebenaran dan kesejukan iman, juga menerima honor sepadan dengan para artis.

Bahkan ada yang bilang, seharusnya honor pak ustadz lebih tinggi dari honor para artis. Sebab yang diberikan pak ustadz itu adalah kebenaran hakiki, sedangkan para artis hanya bisa memberikan hiburan sesaat.

Layak atau Tidak?

Yang jadi pertanyaan barangkali, bolehkah ceramah dan dakwah dikemas sedemikian rupa dengan kegiatan pementasan atau pertunjukan? Adakah analisa dan contoh keberhasilan dakwah dengan cara seperti itu?

Jawabannya tergantung dari target dakwah yang diinginkan. Kalau ceramah di atas pentas seni ditujukan agar lahir pada kader yang militan, rasanya memang terlalu jauh. Tetapi kalau sekedar menjadi alternatif pentas dunia hiburan yang sebelumnya sangat sekuler berganti menjadi pertujukan yang bernuansa religi, mungkin tidak terlalu sulit.

Jadi tergantung target dan tujuannya, bukan masalah layak atau tidak layak. Sebab tidak kegiatan pasti punya tingkat efektifitas dan kemampuannya. Setiap senjata punya keampuhannya masing-masing.

Dakwah ala Sunan Kalijaga

Sejarah dakwah dibaurkan dengan seni pementasan di negeri kita, sebenarnya bukan hal yang aneh. Bahkan sejak zaman para wali songo dulu, sudah ada Sunan Kalijaga yang mentas berdakwah dengan pertunjukan wayang kulitnya, serta berhasil mempermak tokoh jagad pewayangan menjadi media dakwah.

Entah bagaimana logika yang dikembangkan oleh sunan Kalijaga itu, yang jelas tindakan beliau memang tidak lantas disetujui oleh wali penyebar agama Islam yang lain. Sejarah mencatat bahwa perdebatan antar dua pendekatan pernah terjadi. Ada kubu yang lebih cenderung ingin berdakwah apa adanya, tapi ada yang ingin berdakwah lewat seni pertunjukan.

Juga tidak jelas apakah Sunan Kalijaga memungut karcis pertunjukan wayang atau pementasan itu digelar secara gratis. Namun yang pasti, masyarakat Jawa amat menggandrungi wayang sekaligus terIslamisasi dengan cukup merata, meski dengan berbagai tingkat penerimaannya masing-masing.

Bahwa masih tersebar bid''ah, khurafat, tahayyul, atau aqidah yang menyimpang, barangkali memang masih menadi pe-er besar. Tapi setidaknya, metode Sunan Kalijaga itu sudah berhasil membuat bangsa Jawa yang beragama Hindu atau Budha menjadi berstatus muslim secara sah.
Barangkali di masa itu, problem dakwah terbesar adalah masalah pengakuan keberadaan agama Islam. Belum masuk ke urusan bid''ah dan khurafat. Sehingga target yang terpenting adalah bagaimana agar orang-orang berstatus muslim saja dulu. Urusan pembinaan lebih dalam, nanti ada program khususnya. Barangkali...

Wallahu a''lam bishshawab, wassalamu ''alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Sumber: UstSarwat.com

Tertangkap Berjudi, 10 Anak Disidang di PN Tangerang

26/06/2009 13:45 wib - Nasional Aktual
Tangerang, CyberNews. Sebanyak 10 bocah warga satu kampung ditangkap polisi Bandara Soekarno Hatta (BSH) Tangerang, Banten, mereka menangis di balik jeruji besi Pengadilan Negeri (PN) ketika akan disidang.

Ke-10 anak dibawah usia 14 tahun itu yakni, Abdul Rohim, Abdul Rahman, Abdul Gofur, Musa, Hakim, Bahruddin, Sarifuddin, Dalih, Ifran dan Rosidik.

Ke-10 bocah tersebut merupakan warga Rawarenga, Rawajati, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.

"Saya bersama sembilan teman saya ketika itu sedang main judi koin Rp 500 di parkiran terminal I Bandara, lagi main judi datang polisi Bandara dan kita semua langsung ditangkap," ungkap Irfan (14) kepada ANTARA News, Jum`at.

Menurut Irfan, dia bersama teman-temannya ditangkap pada 29 Mei 2009, pukul 13.00 WIB, dan kini akan memasuki sidang pertama di PN Tangerang.

"Saya masih pakai baju sekolah ketika itu dan langsung dimasukan ke dalam penjara Anak, padahal saya cuman main-main saja tidak ingin berjudi," aku Hakim (12) teman Irfan.

Sementara itu Basar ayah Bahruddin (10) dan Sarifuddin (12), mengaku apa yang diperlakukan polisi Bandara tidak memiliki hati hingga berakibat kedua anaknya disidang.

"Mereka kan masih anak kecil belum mengerti dengan apa yang dilakukan,dan tidak ada unsur judi mereka hanya bermain untuk senang-senang saja kok,"ungkap Basar.

Sumber: Suaramerdeka.com

********
Assalamu'alaikum wr.wb.,

Kalau tidak salah, di manca negara (negara maju) ada pengadilan khusus untuk anak. Apakah di Indonesia belum ada? Dengan lebih dari 80 juta anak, bukannya sudah saat bagi pemerintah untuk mulai memperhatikan anak bangsa dan lebih peduli pada nasib mereka?
Indonesia sangat membutuhkan seorang Menteri Anak yang bisa bertindak atas nama 80 juta anak bangsa yang tidak punya perwakilan dalam pemerintah, dan tidak punya orang yang kuat (seorang menteri) yang akan berjuang untuk hak2 mereka. Semoga pemenang dari Pilpres 2009 akan bersedia membentuk posisi Menteri Anak dalam kabinet barunya.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

25 June, 2009

Anak Tidur Dengan Lampu Menyala Tidak Baik Untuk Kesehatan

[Kiriman dari teman. Info di bawah ini ada di beberapa blog, tetapi tidak ada sumber aslinya. Jadi nggak tahu kalau benar atau tidak. –Gene]

Tidur Dengan Lampu Menyala Dapat Menyebabkan Kanker

Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia.
Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.
Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.
Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.
Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.
Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.

Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan. -

Source: Mastersuhu.wordpress.com

########

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Saya cuma mau tambahkan komentar sedikit. Kalau tidur dengan lampu menyala, memang mengganggu produksi melatonin di dalam badan kita (dewasa dan anak). Badan kita memang membutuhkan melatonin tetapi saya belum baca hubungan antara melatonin dan kanker seperti yang dijelaskan di atas. Mungkin saja benar.
Benar atau tidak, anak akan tumbuh lebih sehat dan tidurnya lebih tenang dan menyegarkan kalau produksi melatonin sesuai dengan semestinya. Jadi, kalau lampu nyala dan oleh karena itu, produksi melatonin turun, bisa dijamin ada efek halus di dalam tubuh anak. Mungkin tidak terdeteksi oleh orang tua secara cepat, tetapi dalam jangka panjang, mungkin saja efek kelihatan tanpa ada yang tahu sebabnya.
Misalnya, anak terlalu gemuk atau terlalu kurus karena ada gangguan halus pada metabolisme tubuh. Atau anak cepat marah, atau tidak bisa tenang karena otaknya tidak mendapatkan penyegaran penuh dari tidur, dll. (Ibaratnya mengisi bateri, dia hanya dapat 90% dan bukan 100%). Mungkin antara sekian banyak penyebab dari gangguan kecil tersebut adalah anak tidak pernah dapat tidur yang sempurna, disebabkan lampu nyala, dan oleh karena itu produksi melatonin terlalu kurang.

Jadi, sebaiknya membiasakan anak untuk tidur dalam kegelapan. Kalau ada lampu di luar rumah/kamar yang memberikan sedikit sinar ke dalam kamar seharusnya sudah cukup. Yang penting anak tidak dikasih yang 100% gelap, sehingga dia akan ketakutan kalau bangun di tengah malam.
Satu solusi lagi adalah lampu tidur, tetapi mungkin itu masih terlalu terang (tergantung lampunya). Tetapi walaupun masih terlalu terang (5-10 watt), lebih baik demikian daripada lampu kamar yang besar.

Solusi lain adalah menyediakan senter buat anak. Ada beberapa senter yang dijual lengkap dengan pegangannya, yang bisa ditempel di tembok. Jadi, anak diajarkan untuk tidur dalam kegelapan, dan sudah tahu ada senter di mana kalau dia bangun dengan rasa takut.

Anak biasanya cepat sekali beradaptasi dengan perubahan kondisi di dalam kehidupannya. Jadi, seandainya anak berprotes pada awalnya bahwa dia tidak suka tidur dalam kegelapan, setelah beberapa minggu kemungkinan besar dia akan lupa dan anggap kegelapan itu yang normal.

Semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

{dari wikipedia}
Antioxidant
Besides its primary function as synchronizer of the biological clock, melatonin also exerts a powerful antioxidant activity.
Immune system
Some studies also suggest that melatonin might be useful fighting infectious disease including viral, such as HIV, and bacterial infections, and potentially in the treatment of cancer.

23 June, 2009

Din Syamsudin: Pasangan Capres-cawapres Masih Pakai 'Topeng'

Selasa, 23/06/2009 16:12 WIB
Ari Saputra - detikPemilu
Jakarta - Kampanye pasangan capres-cawapres dinilai masih semu. Masing-masing pasangan belum membuka diri dan bersembunyi di balik 'topeng' politik pencitraan.

"Masih semu, penuh 'topeng' dan belum terbuka. Kampanye pilpres masih
terbungkus kesemuan, berorientasi pencitraan, mempesona di hadapan pemilih," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin saat diskusi "Revitalisasi Visi dan Karakter Bangsa" di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta, Selasa (23/6/2009).

Ia menilai, kampanye masih sebatas perdebatan normatif belum menyentuh
persoalan sehari-hari kehidupan masyarakat. Adapun capres-cawapres yang
berani menulis maupun melakukan kontrak sosial politik belum dapat diyakini
pembuktiannya.

"Kami berharap, para capres sungguh-sunguh melakukan kontrak sosial politik. Tidak hanya formalitas saja. Saat saya bertemu petani tomat di pengalengan mereka cerita harga jatuh dari Rp 3.000/kg menjadi Rp 400/kg dan tidak ada proteksi dari pemerintah," imbuh Din.

Untuk itu, ia meminta para pasangan untuk lebih lugas. Tidak memberi retorika politik saja melainkan pembuktian ke masyarakat.

"Retorika itu enak didengar. Tapi membosankan. Perlu pembuktian, pendekatan
kemandirian dan negara harus berperan. Kita berharap betul ada perubahan.
Pemimpin yang berwatak dan berbuat nyata untuk kesejahteraan," pungkasnya. (Ari /anw)

Sumber: Pemilu.detiknews.com

Protes di Iran Setelah Pemilu 2009

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Sejak pemilu Iran berakhir 1 minggu yang lalu, pihak oposisi menolak hasilnya dan mengatakan bahwa kemenangan Ahmadinejad direkayasa, dan mereka menuntut pemilihan ulang.
Setelah protes membesar pada minggu kemarin, yang diperkirakan mencapai ratusan ribu sampai 1 juta orang, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei melarang semua warga berprotes.

Yang saya baca di berita dari berbagai sumber selama 1 minggu terakhir ini sebagai berikut:

  • Presiden Ahmadinejad menang dengan 63% dari suara, sedangkan Mir Hossein Mousavi dapat 34%.
  • Sebeum Pemilu, prediksi adalah Mousavi akan menang karena banyak warga sudah jenuh dengan Ahmadinejad.
  • Setelah dinyatakan Ahmadinejad menang, warga mulai berprotes. Kata seorang professor dari Universitas Tehran waktu diwawancarai Al Jazeera, diperkirakan 1 juta orang, karena warga sudah penuhi semua jalan besar ibu kota.
  • Setelah protes besar itu terjadi minggu kemarin, pemerintah mulai bertindak secara represif pada hari Sabtu dengan menyerang para pendemo, dan menembak juga dengan peluru tajam.
  • Sekarang dikatakan lebih dari 20 orang telah dibunuh. Ratusan orang luka-luka dan sekitar 500 orang lain juga ditangkap.
  • Di antara yang ditangkap adalah 100 tokoh oposisi dan juga sebagian dari keluarganya.
  • Yang belum ditangkap hanya Mousavi saja. Dia sudah mengeluarkan petunjuk pada pendukungnya untuk terus berdemo kalau dia ditangkap atau dibunuh oleh pemerintah.

Yang membuat pihak oposisi tidak percaya pada hasil pemilu adalah banyak sekali indikasi kecurangan. Mereka tidak punya bukti konkret, karena semua pemantau dari oposisi dilarang memantau proses pemilu, walaupun mereka berhak secara hukum.
Antara lain ada kejadian sebagai berikut:

  • Sebelum pemilu, para pemantau dari semua partai oposisi diberikan kartu identitas yang tidak sah (supaya tidak bisa masuk TPS), atau mereka ditolak begitu saja waktu hadir di TPS.
  • 30% dari semua TPS adalah TPS Berjalan, yang berada di belakang truk yang berpindah2 pada hari pemilu. Yang membawa TPS Berjalan itu adalah petugas dari Departemen Dalam Negeri, dan pihak oposisi tidak boleh ikut. Tidak ada yang tahu TPS Berjalan itu dibawa ke mana, dan tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada surat suara yang dikumpulkan (kalau memang ada yang dikumpulkan).
  • Semua komentator setuju bahwa jumlah orang yang hadir di TPS sangat luar biasa, dan jauh lebih besar dari yang normal. Banyak orang mengatakan mereka ikuti pemilu untuk pertama kali karena sudah jenuh dengan Ahmadinejad dan hadir di TPS secara khusus untuk mendukung Mousavi. (Sebelumnya, banyak orang golput karena merasa tidak akan ada yang bisa menggantikan pemerintah. Setelah Mousavi muncul sebagi tokoh oposisi dan calon presiden, baru ada harapan.)
  • Pada hari pemilu, jaringan sms ditutup oleh pemerintah.
  • Depdagri mengurangi stafnya, dan suruh semua petugas yang seharusnya menjaga untuk keluar dari gedung, sehingga tinggal jumlah staf yang paling minim.
  • Hasil pemilu mulai disediakan dalam waktu 4 jam saja, padahal dalam semua pemilu sebelumnya tidak ada hasil awal selama 24 jam.
  • Mousavi dapat hasil yang sangat kecil di daerah Azerbaijan, padahal dia berasal dari sana, dan orang di sana sudah ketahuan selalu mendukung kandidat dari wilayah mereka (seperti sering terjadi di Indonesia juga).
  • Setara dengan itu, kandidat lain bernama Mehdi Karroubi dapat hanya 5% suara di wilayah Lorestan, padahal dia mendapat 55% di situ dalam pilkada tahun 2005.
  • Dalam beberapa wilayah, jumlah orang yang ikut dalam pilpres melebihi jumlah orang yang tinggal di wilayah tersebut.

Di antara tindakan lain yang diambil dari pemerintah adalah:

  • Memblokir jaringan telfon supaya pendukung Mousavi tidak bisa menggunakan sms untuk berkomunikasi dan mengatur aski demo. (Para pendukung Mousavi adalah anak muda, yang sudah terbiasa dengan teknologi).
  • Siaran televisi juga diganggu suapaya orang tidak bisa dapat berita dari luar negeri, dan hanya bisa dapat info dari tivi milik negara.
  • Internet diblokir, karena digunakan untuk menyebarkan pesan antara anak muda secara cepat. Koneksi internet juga dibuat lebih lambat supaya pemerintah lebih mudah kontrol penggunaannya.
  • Ada anak muda yang mengatakan bahwa beberapa orang sedang dilacak keberadaannya lewat HPnya. Dan kalau mereka menggunakan HP dan sebutkan salah satu dari kata kunci tertentu (seperti kata “demo”), maka HPnya mati mendadak (telfonnya dimatikan dari provider).
  • Wartawan dari BBC disuruh keluar dari Iran dan siaran televisi Al-Arabiya TV dari Dubai disuruh tutup kantornya di Tehran.
  • Maziar Bahari, seorang wartawan dengan paspor Kanada yang kerja untuk Newsweek di Tehran, juga ditahan sejak minggu kemarin, dan tidak ada kabar lagi tentang dirinya (telah hilang).
  • Lebih dari 30 wartawan dan juga Blogger telah ditahan oleh pemerintah sejak awalnya protes pada minggu kemarin.
  • Pemerintah telah keluarkan kebijakan bahwa semua bentuk protes melanggar hukum.
  • Pemerintah sudah menyatakan bawah semua pendemo adalah “teroris” dan mereka akan dilawan dengan penuh kekuatan. Pernyataan tersebut ditafsirkan sebagai izin untuk menggunakan peluru tajam untuk melawan mereka.
  • Pada hari Senin 22 Juni, setiap lampu merah di Tehran dijaga oleh polisi dan militer dengan senjata lengkap. Belum ada demo lagi.

Apakah ini yang dianggap “demokrasi” oleh Ahmadinejad? Kalau sekiranya dia menang secara mutlak, tanpa kecurangan, buat apa perlu memblokir HP, SMS, internet, dan televisi? Buat apa penjarakan wartawan dan blogger? Buat apa penjarakan tohok oposisi? Buat apa suruh polisi dan militer menyerang warga sipil yang sebatas jalan kaki dan teriak2, tanpa membawa senjata? Hal-Hal seperti itu tidak wajar dalam sebuah negara demokrasi, tetapi sering terlihat di negara diktator di mana sang diktator tidak mau dilawan oleh siapapun.

Sayang sekali Ayatollah Ali Khamenei langsung mendukung Ahmadinejad, dan setelah protes membesar, tetap mendukung pemerintah dan mengatakan semua bentuk protes dilarang dan semua orang harus tetap setia pada Ahmadinejad dan pemerintah. Kalau dia benar2 dekat sama Allah, seharusnya dia lebih peduli pada keadilan daripada membela pihak yang berkuasa.

Kata orang di Tehran, setiap malam para pemuda naik ke atap rumah dan apartemen dan teriak2 untuk beberapa jam. Yang diteriakkan antara lain adalah “Allahu Akbar”, “Matilah Diktator”, “Mousavi”, dan lain-lain. Ada juga laporan bahwa ada teriakan “Matilah Khamenei”.

Yang membuat saya sedih atas perkembangan ini adalah inilah yang dilihat oleh semua orang non-Muslim dan negara barat sebagai apa yang terjadi kalau agama masuk ke dalam politik. Mereka akan menilai Islam dari tindakan represif pemerintah Iran. Kalau kita mau menyatakan bahwa Islam adalah agama yang benar, yang membawa rahmat bagi seluruh alam semesta, mereka cukup menujuk Iran sebagai contoh dari apa yang dilakukan oleh pemerintahan Iran (yang menyatakan diri pemerintahan Islam) untuk berpegang pada kekuasaan.

Untungnya Indonesia telah memberikan contoh demokrasi yang lebih baik. Saat juga terjadi kecurangan dalam Pilpres 2009 di Indonesia, dengan 40-50 juta nama menjadi hilang dari DPT, dan banyak sekali bentuk kecurangan yang lain, ternyata tidak ada protes dari siapapun. Semua warga diam, semua partai Islam diam, dan tidak ada yang mau berprotes atas hasilnya Pemilu, sekalipun beberapa pemimpin partai politik merasa dicurangi. Itulah demokrasi versi Indonesia. Kecurangan tidak perlu dipersoalkan. Cukup nonton sinetron dan lupakan semua. Kenapa warga Iran tidak ikhlas dicurangi seperti warga Indonesia?

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

Protest against fake elections TEHRAN IRAN 13 June 2009 17:45 PM

iran riot control officers completely surrounded by protesters June 13 2009

Riot Control Officers Beaten By Protesters

18 June, 2009

Debat Capres Pertama Digelar Malam Ini

Kamis, 18/06/2009 08:56 WIB
Shohib Masykur - detikPemilu
Jakarta - Debat capres pertama akan digelar sebagai bagian dari rangkaian 5 kali debat. Tema untuk debat kali ini adalah 'Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih serta Menegakkan Supremasi Hukum dan HAM.'

Debat digelar Kamis (18/6/2009) pukul 19.00-21.00 WIB di Studio TransCorp, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan. Tampil sebagai moderator adalah Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan.

Alokasi waktu untuk tiap debat adalah 2x60 menit dengan konten debat 90 menit. Rinciannya, pemaparan visi, misi, dan program kandidat selama 7-10 menit, pertanyaan pendalaman oleh moderator dan jawaban kandidat selama 30 menit, dan pertanyaan dan jawaban antarkandidat 30 menit.

Dari 5 kali debat capres-cawapres, 3 kali untuk debat capres dan 2 kali untuk cawapres. Berikut jadwal keempat debat lainnya.

- Selasa 23 Juni, debat cawapres dengan tema "Pembangunan Jati Diri Bangsa." Moderator: Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Dr Komarudin Hidayat. Tuan rumah: SCTV.

- Kamis 25 Juni, debat capres dengan tema "Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran." Moderator: Ekonom INDEF Aviliani, M. Sc. Tuan rumah: Metro TV.

- Selasa 30 Juni, debat cawapres dengan tema "Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia." Moderator: Ketua IDI Dr dr Fachmi Idris. Tuan rumah: TV One.

- Kamis 2 Juli, debat capres dengan tema "NKRI, Demokrasi, dan Otonomi Daerah." Moderator: Dekan Fisipol UGM Dr Pratikno. ( sho / ndr )

Sumber: Pemilu.detiknews.com

16 June, 2009

Bawaslu Tetap Yakin SBY-Boediono Curi Start Kampanye

Selasa, 16/06/2009 19:50 WIB
Elvan Dany Sutrisno - detikPemilu
Jakarta - Sikap kepolisian yang menghentikan penyidikan kasus pelanggaran kampanye oleh pasangan SBY-Boediono disesalkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), selaku pelapor. Bawaslu tetap yakin pasangan nomor urut 2 itu mencuri start kampanye saat acara silaturahmi parpol pendukung SBY-Boediono di PRJ Kemayoran 30 Mei lalu.

"Sekalipun kepolisian menolak, tetapi kami tetap yakin bahwa yang dilakukan SBY-Boediono di PRJ adalah pelanggaran pemilu," kata anggota Bawaslu Bambang Eka Cahya saat dihubungi detikcom, Selasa (16/6/2009).

Menurut Bambang, tugas kepolisian seharusnya mengumpulkan bukti-bukti untuk melengkapi bukti permulaan yang dilaporkan Bawaslu, bukan malah menolaknya. Pihak kepolisian melalui Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duaji mengatakan kasus ini dihentikan karena tidak cukup bukti.

"Semestinya kepolisian jeli dan melengkapi apa yang kurang," katanya.

Bambang menjelaskan, yang kerap menjadi masalah sehingga banyak dugaan pidana pemilu terhenti di tangan kepolisian adalah adanya perbedaan persepsi antara Bawaslu dan Kepolisian tentang kategori yang masuk pelanggaran dan mana yang tidak.

"Kepolisian bekerja dengan hukum positif, sedangkan pemilu banyak sekali hal-hal yang masuk ranah nggak pernah jelas. Banyak sekali zona abu-abu yang tidak bisa dilihat dengan hukum positif," jelasnya.

"Sekalipun kami belum laporan penolakan dari kepolisian, kami tetap meminta kejalasan mengenai bukti apa yang kurang," tandasnya. ( lrn / ndr )

Sumber: Pemilu.detiknews

Dukungan terhadap SBY makin merosot

60 DPD II PAN Dukung JK-Wiranto

Selasa, 16/06/2009 18:45 WIB
Gunawan Mashar - detikPemilu
Jakarta - Dukungan terus mengalir untuk para capres-cawapres yang akan berlaga di Pilpres 2009. Sore ini, Selasa (16/6/2009) ratusan kader Partai Amanat Nasional (PAN) dari 60 DPD II menyatakan dukungannya pada pasangan JK-Wiranto.

Ratusan kader yang berasal dari 15 provinsi dan menamakan diri Garda Amanat Nasional ini mendatangi Posko Slipi II, Jl Ki Mangunsarkoro, Jakpus sekitar pukul 17.30 WIB. Mereka mengenakan rompi dan topi seragam berwarna biru bertulis 'Garda Amanat Nasional'. Hadir juga kader PAN yang menjadi tim sukses JK-Wiranto, Dradjad Wibowo.


Riak Kekecewaan Parpol Pendukung SBY-Boediono Mulai Muncul

Menurut sumber yang saat ini menjabat sebagai pengurus pusat di parpolnya itu, penyebab kekecewaan sejumlah parpol koalisi yang mendukung SBY-Boediono, karena peran untuk menyukseskan pasangan ini lebih didominasi para konsultan politik pemenangan SBY-Boediono yang saat ini dikendalikan oleh Fox Indonesia.

Benarkah adanya kekecewaan sejumlah parpol koalisi, seperti PKS, PPP, PAN dan PKB itu? Sekjen DPP PPP Irgan Chaerul Mahfiz menilai, kekecewaan itu bisa saja terjadi dan menjadi pengingat kepada SBY untuk lebih serius memperhatikan parpol koalisinya itu.

14 June, 2009

Guru Diancam Dengan Penjara Karena Tulisan Di Facebook

Seorang PNS Terancam Dipecat Akibat Tulisan di Facebook
Selasa, 09 Juni 2009 17:07 WIB 1 Komentar

MANADO--MI: Seorang PNS di Sulawesi Utara terancam dipecat gara-gara membuat tulisan tentang kejelekan Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Kotamubagu, Sulut di facebook.

Indra Sutriafi Pipil, PNS yang mengajar di salah satu sekolah kejuruan, dituduh telah melakukan pencemaran nama baik Walikota Kotamubagu, Drs. Djelantik Mokodompit setelah menulis lewat blog-nya di facebook kalau Pemerintah Kota Kotamubagu telah melakukan "korupsi waktu".

Indra ketika dikonfirmasi di Kotamubagu, Selasa (9/6), mengatakan mengaku tidak menyangka kalau tulisannya itu membuat pemerintah kota menjadi gerang.

Sementara kabar yang beredar, kausus terebut telah masuk tahap satu dan saat ini sudah dilakukan pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu, dengan menggunakan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektroik dengan ancaman enam tahun penjara.

"Laporan sudah kami terima dan kasusnya telah dilimpahkan ke kejaksaan," ungkap Kapolsek Kotamubagu, Iptu. Muhammad Monoarfa,S.Sos.

Secara terpisah, Sekretaris Kota Kotamubagu, Muhamad Mokoginta, menyesalkan dengan adanya kejadian tersebut karena dinilai sangat merugikan pemerintah kota terutama pencemaran nama baik, dan dia pun mengakui kalau pihaknya telah melaporkan kasus ini kepada kepolisian untuk diproses.

"Kami telah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib sekitar sebulan yang lalu untuk ditindak lanjuti," katanya.(Ant/OL-04)

Sumber: Mediaindonesia.com

********

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Berapa kali hal seperti ini harus terjadi sebelum rakyat dapat perlindungan yang benar?
Berapa banyak orang biasa harus diancam oleh pihak yang punya kekuatan lebih besar dan pengacara yang bayarannya lebih mahal?
Berapa kali rakyat Indonesia harus diancam dengan penjara gara-gara bicara saja?
Berapa kali ini harus terjadi sebelum ada aksi dari masyarakat dan para politikus yang baik hati untuk menolaknya?

Kebebasan bicara adalah salah satu ciri khas negara demokrasi modern. Para pejabat dan penguasa di Indonesia ingin mengatakan bahwa ini adalah negara demokrasi, tetapi pada saat yang sama mereka menunjukkan sikap yang sama seperti para diktator di negara lain seperti Korea Utara, Myanmar, dll. Di negara-negara itu, jangankan salah bicara, “salah berfikir” saja sudah bisa menyebabkan orang masuk penjara.

Apakah Indonesia mau seperti itu?

Kapan UU yang menjamin kebebasan bicara akan diperkuat supaya rakyat punya hak untuk mengeluh tentang apa saja, sesuka hati mereka? Dan kalau ada yang mau mengeluh tentang seorang pejabat, sekalipun Presiden, seharusnya boleh dengan izin yang seluas-luasnya. Kalau Presiden atau pejabat hanya mau dipuji terus dan ancam orang yang mengritiknya dengan penjara, berarti Presiden atau pejabat itu ada calon diktator.

Apakah kita terima kalau Indonesia dikuasai oleh diktator (lagi)?

Apakah kita tidak bisa bersatu untuk menolak sikap buruk itu dari pejabat dan pemerintah?

Ayo, jangan diam saja. Komplain. Kirim email. Gabung sama kelompok di Facebook. Diskusi sama teman. Tanya kepada para calon Presiden apakah mereka akan menjamin hak rakyat untuk bicara secara bebas. Jangan berharap orang lain akan bertindak untuk melindungi hak-hak anda. Anda sendiri yang harus peduli. Kalau anda tidak peduli dan mengatakan “Paling tidak ada yang berubah nanti!” maka jangan heran kalau suatu hari anda bangun dan semua hak anda sudah dihilangkan. Kalau tidak mau seperti itu, anda harus peduli sekarang!

Mungkin anda terlalu sibuk untuk peduli pada guru yang satu ini karena dia hanya orang kecil dan bukan orang penting atau terkenal. Tetapi kalau anda tidak mau peduli pada dia, jangan heran kalau besok adik kandung anda, isteri anda, suami anda, atau teman dekat anda yang menjadi sasaran. Dan bagaimana rasa anda kalau tidak ada yang mau membantu, dan tidak ada yang mau peduli karena semua orang lain juga “sibuk”.

Peduli sekarang! Jangan biarkan kasus seperti ini terjadi terus-terusan. Protes! Dan paksakan para calon Presiden menjelaskan sikap mereka terhadap hak “kebebasan bicara”.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene Netto

12 June, 2009

Hadiri Shalat Tahajjud dan Subuh Berjemaah di Istiqlal

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh,

Setiap hari Sabtu kedua, pada setiap bulan, diadakan acara Shalat Tahajjud dan Shalat Subuh berjemaah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Bagi orang yang ingin iktikaf, silahkan hadir di masjid dari malam sebelumnya. Masjid tidak ditutup dari Shalat Isya (Jumat malam) hingga Subuh (Sabtu pagi).

Acara : Shalat Tahajjud dan Shalat Subuh berjemaah

Jam: Mulai Jam 2:00 pagi s/d Subuh

Tanggal: Sabtu 13 Juni,2009 (setiap hari sabtu kedua, setiap bulan)

Iktikaf: Iktikaf boleh dilakukan dari hari Jumat, setelah Shalat Isya. Masjid terbuka terus hingga Subuh.

Hadirin: Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof.Dr. Ali Mustafa Yaqub, dan para undangan lain.

Terima kasih atas partisipasi anda. Silahkan menyebarkan email ini kepada teman-teman di semua organisasi Islam, kampus, kantor, jemaah pengajian, situs, blog dan mailing list bagi ummat Islam biar acara ini bisa dikembangkan terus.

Dengan hormat,

Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Atas nama
Panitia Shalat Tahajjud Masjid Istiqlal

11 June, 2009

Astaga: Boediono Belum Naik Haji???

Seorang calon wakil presiden. Seorang mantan gubenur Bank Indonesia. Harta naik 3 milyar per tahun, dan sekarang adanya 22 milyar. Seorang Muslim. Dan… belum naik haji?

Pertanyaan saya cuma satu:
Apakah ini orang yang paling layak untuk menjadi wakil atas 200 juta orang Muslim di Indonesia selama 5 tahun ke depan?

Awalnya, PKS menolak Boediono. Diharapkan cawapres untuk SBY diambil dari partai Islam, untuk mewakili ummat Islam di dalam kepemimpinan negara. Lalu PKS berubah dan menerima Boediono. (Partai Islam lain lebih banyak diam dan PKS saja yang berprotes paling banyak).

Ada isu tentang shalat dan keimanan. PKS mengatakan shalat Jumat saja bukan cermin atas kualitas keimanan seseorang, jadi orang yang ketahuan shalat Jumat belum tentu bisa dikatakan “beriman”. Lalu PKS berubah dan menerima Boediono.

Ada isu neo-liberal. Beberapa kalangan menolak Boediono dengan mengatakan dia mendukung pemikiran neo-liberal. Lalu PKS menerima Boediono dan mengatakan dia bukan orang neo-liberal.

Ada isu jilbab. Ada yang berkomentar tentang SBY dan Boediono yang isteri-isterinya tidak memakai jilbab. Lalu PKS membela dan menerima wanita yang tidak berjilbab itu dengan mengatakan apabila seseorang memakai jilbab, apakah masalah ekonomi menjadi selesai?

Sekarang, saat berkunjung ke pesantren, Pak Boediono diajak membahas kewajiban Haji oleh Kyai setempat. Kata Pak Kyai Maruf Al Hasaniyah di Pasuruan, “Sebagai Muslim, Pak Boediono, saya berharap [anda] naik haji ketika terpilih.”

Jawaban dari Pak Boediono:

“Perilaku dan amal harus mencerminkan seorang haji, Insya Allah saya dan istri pada waktunya dan saat pas di hati, kita akan memenuhi rukun Islam itu.”

(Dan sekarang kita bisa tunggu saja dan melihat apakah PKS dan partai Islam lain juga akan mengatakan bahwa seorang Muslim dengan harta 22 milyar yang belum mau melakukan haji juga bukan masalah, dan mereka akan menerima Boediono lagi).

Pertanyaan saya cuma satu:
Apakah ini orang yang paling layak untuk menjadi wakil atas 200 juta orang Muslim di Indonesia selama 5 tahun ke depan?

Sudah punya 22 milyar, tetapi tidak terpikir untuk menunaikan ibadah Haji yang diwajibkan dari Allah kepada semua orang yang beriman dan mampu.

Di dekat rumah saya, ada tukang ojek yang sudah naik haji setelah menabung bertahun-tahun. (Dan isterinya juga berjilbab). Di sini cukup banyak guru sekolah, sopir taksi, satpam, tukang bakso, dan lain-lain yang berhasil menabung uangnya dan menunaikan kewajiban ini dari Allah. Tetapi seorang calon wakil president dengan harta 22 Milyar masih merasa haji itu tidak begitu penting dan boleh ditunda-tunda sampai terasa “pas di hati”???

Dan orang itulah yang diterima oleh PKS, PAN, PKB dan PPP sebagai CALON YANG TERBAIK untuk MEWAKILI 200 juta orang Muslim, dengan tugas penting di dalam dan diluar negeri?

Astagfirullah aladzhim. Hati saya terpukul.

Dan apa yang sebenarnya yang dimaksudkan Pak Boediono dengan pernyataan ini: “Perilaku dan amal harus mencerminkan seorang haji”??
Apakah berarti bahwa calon wakil president ini ingin jujur menjelaskan bahwa perilakunya dan amalnya sekarang terlalu jauh dari yang layak sebagai seorang muslim yang sudah naik haji?

Mohon maaf, tetapi APA sebenarnya yang dia lakukan sekarang yang begitu buruk sehingga dia merasa tidak sanggup atau tidak layak melakukan ibadah haji?

Kalau seorang preman, bandar judi, pecandu narkoba, pezina, pemabok, dll. bicara seperti itu, saya kira kita semua akan maklum, dan akan berusaha untuk membujuk orang buruk itu untuk bertaubat, tinggalkan perbuatan buruknya, dan melakukan shalat, puasa dan haji sebagai kewajiban dari Allah.
Kita akan maklum kalau orang yang paling buruk di tengah kita bicara seperti itu.

Lalu apa artinya kalau seorang CALON WAKIL PRESIDEN bicara seperti itu???

Saya sungguh tidak bisa bayangkan apa yang Pak Boediono maksudkan dengan pernyataan itu. Apapun artinya, semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan hidayah kepada Pak Boediono dan membantunya untuk segera tinggalkan perilaku-perilaku buruk itu, yang dia anggap tidak pantas untuk seorang “bapak haji”, membantunya untuk segera bertaubat dan mohon ampun kepada Allah SWT, dan segera menunaikan ibadah haji yang WAJIB bagi semua orang Muslim yang mampu, sekalipun mereka itu preman, pejudi, pezina dan lain-lain.

Allah tidak pernah menutupi pintu untuk menerima taubat dari hambanya, dan tidak pernah tutup pintu untuk menerima seorang Muslim (walaupun Muslim yang buruk) yang ingin menjalankan kewajibannya.

Wa billahi taufiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene Netto

Lihat juga:

PKS Tetap Tolak Boediono Jadi Cawapres SBY

PKS Ragukan Elektabilitas SBY-Boediono

Naik Rp 3 Miliar Setahun, Harta Boediono Rp 22,06 Miliar

Tifatul: PKS Dapat Kursi di Kabinet Banyak
"Kalau soal kursi, kita dapat banyak," kata Tifatul sambil tertawa. […] Dikatakan dia, PKS telah sepakat mendukung duet SBY-Boediono. "Pada dasarnya, kita bicara soal the right man on the right place untuk memimpin Indonesia 5 tahun ke depan.

Tifatul: PKS 100 Persen Dukung SBY-Boediono

Kiai & Ulama di Pasuruan Doakan Boediono Segera Naik Haji

Bayi Prematur Jadi Buta, Keluarga Laporkan RS Omni ke Polisi

Rabu, 10/06/2009 15:56 WIB
Ken Yunita - detikNews
Jakarta - Rupanya tidak cuma Prita Mulyasari yang merasa dizalimi RS Omni International Alam Sutera. Perasaan itu juga dirasakan seorang ibu bernama Juliana.

Kuasa hukum Juliana, Slamet Yuwono menduga, rumah sakit berlabel internasional itu telah melakukan malpraktek terhadap 2 putra kembar Juliana, Jared dan Jayden. Dugaan malpraktek tersebut menyebabkan salah satu anak Juliana buta.

"Hingga menyebabkan salah satunya mengalami kebutaan," kata Slamet kepada detikcom, Rabu (10/6/2009).

Pengacara dari tim OC Kaligis itu mengatakan, pihaknya akan melaporkan RS Omni International dengan pasal 360 KUHP dan pasal 79 UU Praktek Kedokteran.

"Kita sudah melaporkan ke Polres Tangerang, tapi kita diarahkan ke Polda Metro Jaya biar tidak salah penanganan," kata Slamet.

Lalu kapan akan ke Polda Metro Jaya? "Kalau tidak sore ini ya besok pagi," kata Slamet.

Informasi yang diterima detikcom, peristiwa ini terjadi sekitar setahun yang lalu. Pada 26 Mei 2008, Juliana melahirkan dua anak kembar prematur. Kedua anak yang diberi nama Jared (1,5 kg) dan Jayden (1,3 kg) itu dirawat dalam incubator selama 42 hari.

Kondisi fisik Jared dan Jayden sebenarnya baik-baik saja, namun mata kedua bayi tersebut bermasalah. Mata Jayden mengalami silinder 2,5 sedangkan Jared lebih parah karena kedua matanya buta.

Diduga, masalah kedua bayi mungil itu terjadi karena dokter specialis anak yang menangani Jayden dan Jared kurang mengkontrol bahkan tidak melakukan SOP (Standar Operasional Prosedure). Jared diduga mengalami kebutaan fatal akibat kelebihan oksigen selama berada di inkubator di ICU.

Setelah dirawat di RS Omni International, Juliana sempat membawa kedua Jayden dan Jared untuk diperiksa di Klinik Mata Nusantara di Kebon Jeruk. Hasil pemeriksaan menyatakan, sel syaraf mata Jared lepas dari retina sudah mencapai stadium 4. Jared pun tidak bisa melihat.

Juliana juga sempat membawa Jared ke RS Aini dan hasilnya pun sama. Tidak menyerah, Juliana pun terbang bersama Jared ke Westmead International Children Hospital di Sydney namun tetap tidak ada harapan.

Hasil pemeriksaan dari 3 RS itu menyatakan, Jared menjadi buta akibat kelebihan oksigen selama di inkubator. (ken/iy)

Sumber: Detiknews.com

PRT Indonesia Berhasil Kabur Setelah Disiksa 34 Bulan

Yang tidak saya pahami, kenapa dia bisa menerima ini selama 3 tahun baru kabur?

Tapi yang terpenting, jangan membahas kegagalan pemerintah untuk mencipatakan lapangan kerja dalam negeri sehingga tidak ada TKW lagi .
Cukup masyarakat menjadi marah saja, dan dukung pemerintah dalam menuntut kasus ini dengan teriak2 tentang "kehormatan negara", "Ambalat", "Manohara" dan lain-lain.

Nggak usah tanya kenapa kasus seperti ini bisa terjadi terus-terusan. Dukung pemerintah saja, dan marah-marah pada orang Malaysia saja, bukan pejabat Indonesia yang dapat cincin emas pada saat warga negara lain sedang disiksa untuk mencari nafkah hidupnya di luar ngeri!!!

Wassalam,
Gene

********

PRT Indonesia Berhasil Kabur Setelah Disiksa 34 Bulan
Selasa, 09/06/2009 08:58 WIB

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Kuala Lumpur - Nasib tragis lagi-lagi dialami TKW Indonesia di Malaysia. Setelah 34 bulan disiksa oleh majikannya warga Malaysia keturunan China, Siti Hajar akhirnya berhasil melarikan diri dan melapor ke Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur.

Siti Hajar (33), wanita asal Garut, Jawa Barat berhasil kabur dari rumah majikannya di 1/19/1 Lanai Kiara Condominium, Jalan Kiara 3, Bukit Kiara, Mont Kiara, Kuala Lumpur pada Senin 8 Juni 2009 pukul 01.00 pagi.

Setelah berhasil kabur, Siti lalu bersembunyi di sebuah pohon di tepi jalan tidak jauh dari kondominium majikannya hingga pukul 8 pagi.

"Kemudian dia menyetop taksi dan pergi ke KBRI untuk melaporkan penganiayaan yang dialaminya. Siti melapor ke KBRI pukul 8.30 waktu setempat dan diterima oleh konsuler," ujar Minister Konsuler Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Widyarka Ryananta kepada wartawan, Selasa (9/6/2009).

Widyarka menjelaskan, Siti bekerja sebagai PRT di Malaysia sejak 2 Juli 2006. Awalnya Siti bekerja pada majikan bernama Lim Hu Su selama 4 hari lalu pindah ke majikan Michel hingga 2009. Ketika bekerja pada majikan yang kedua inilah, lanjut Widyarka, Siti mengalami penganiayaan dan penyiksaan.

Penganiayaan yang dialami Siti sangat parah dan mengenaskan. Tidak saja disiram air panas, Siti juga sering dipukul dengan kayu di sekujur tubuhnya jika melakukan kesalahan dalam bekerja.

Bahkan tidak sampai disitu, Michel pun tidak membayarkan gaji Siti selama 34 bulan atau 3 tahun.

"Kondisinya memang sangat mengenaskan. Bahkan beberapa staf KBRI dan wartawan yang melihat fotonya bilang ini lebih parah dari Nirmala Bonat, ini Nirmala Bonat kedua," kata Widyarka.

Setelah menerima laporan dan melihat langsung kondisi Siti yang mengenaskan, Widyarka mengungkapkan, KBRI lalu memanggil Michel dan agen TKI yang memperkerjakan Siti untuk dikonfirmasi.

Agen TKI tersebut diketahui PT A.T Venture Provision dengan pemilik Mark Neo yang beralamat di Kucai Maju I, Jalan Kucai Lama, Kuala Lumpur.

Kepada KBRI, kata Widyarka, Mark mengaku terkejut ketika melihat poto-poto penyiksaan yang dialami Siti. Bahkan Michel mengakui perbuatannya dan meminta maaf sambil menangis.

"Kami tidak berhenti sampai disitu. KBRI kemudian mendampingi Siti untuk melapor ke kantor Polisi daerah Mont Kiara Kuala Lumpur. Setelah selesai melapor, kami bawa Siti untuk divisum di Medical Centre Universiti Malaya," jelas Widyarka.

Widyarka mengatakan, hingga kini Siti masih dirawat di rumah sakit tersebut sampai batas waktu yang tidak ditentukan karena harus mendapatkan perawatan intensif akibat luka-luka parah yang dialaminya.

KBRI juga menuntut Michel untuk segera membayarkan gaji Siti yang tertunda 34 bulan sebesar RM 17 ribu atau sekitar Rp 51 juta.

Michel kemudian diserahkan kepada polisi Malaysia pukul 7 malam tadi. "Yang menyerahkan langsung SLO Polri KBRI dan Fungsi Konsuler kepada polisi yang kita undang ke KBRI," lanjut Widyarka.

Sementara itu Dubes Da'i Bakhtiar, sebagaimana dikutip Widyarka, meminta agar polisi Malaysia bertindak tegas sesuai hukum terhadap pelaku.

"KBRI sigap terhadap perlindungan WNI. Kita ingin Malaysia mengambil tindakan tegas melakukan proses hukum terhadap pelaku," kata Widyarka mengutip Dai.

Widyarka juga mengatakan, telah mengubungi pihak keluarga Siti di Indonesia. Menurutnya, pihak keluarga sangat berterima kasih atas upaya perlindungan yang dilakukan oleh KBRI.

Di Indonesia, Siti diketahui beralamat di Desa Limbang Barat RT 02/05 Limbangan, Garut, Jawa Barat. (rmd/mad)

Sumber: Detiknews.com

09 June, 2009

ICW: Usut Gratifikasi dari RS Omni Untuk Jaksa Kasus Prita

Indra Subagja – detikNews
Selasa, 09/06/2009 15:13 WIB
Jakarta - Para jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang diduga menerima fasilitas berobat gratis dari RS Omni Internasional. Hal ini dinilai sebagai pelanggaran kode etik. Para oknum jaksa itu pun harus diperiksa.

"Usut dugaan gratifikasi terhadap jaksa dalam kasus Prita Mulyasari," kata Koordinator Divisi Hukum Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Diansyah dalam siaran pers yang diterima, Selasa (9/6/2009).

Dia menjelaskan, jika benar ada surat resmi tentang fasilitas berobat gratis, jaksa di Kejari Tangerang dapat dijerat dengan delik gratifikasi. "Pasal 11 dan 12B UU 31/1999 jo UU 20 tahun 2001. Pasal 12B memberi ancaman pidana seumur hidup atau minimal 4 tahun penjara," jelas Febri.

Lebih lanjut, menurut dia, sesuai pasal 12B ayat 1 UU No 20 tahun 2001 disebutkan, gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas meliputi barang, uang, discount, pinjaman tanpa bunga, dan fasilitas penginapan. "Juga pengobatan cuma-cuma," tutupnya. (ndr/asy)

Sumber: Detiknews.com

08 June, 2009

Mirip Prita, Khoe Seng Seng Terancam Dibui Akibat Surat Pembaca

Senin, 08/06/2009 11:41 WIB
Indra Subagja - detikNews

Jakarta - Kasus mirip Prita Mulyasari terjadi pada Khoe Seng Seng. Bila Prita menulis dalam email, Khoe menulis di surat pembaca sebuah koran nasional. Khoe kini menghadapi tuntutan pidana 1 tahun penjara.

"Dia bersama Winny dilaporkan pengembang ITC Mangga Dua PT Duta Pertiwi ke Mabes Polri pada November 2006 lalu, karena menulis surat pembaca di Kompas dan Suara Pembaruan," kata Kepala Divisi Litigasi LBH Pers, Sholeh Ali, saat dihubungi melalui telepon, Senin (8/6/2009).

Khoe juga telah kalah di perdata dan mesti membayar denda Rp 1 miliar dalam putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Sedang sidang pidana dia masih diadili di PN Jakarta Timur dan akan kembali disidangkan pada 17 Juni dengan agenda pembacaan pledoi.

"Jadi dia dulu membeli ruko di Mangga Dua, yang dikelola PT Duta pertiwi, tapi ternyata kios yang dia beli itu tanah milik pemda dan tanah itu statusnya hanya hak pengelolaan lahan (HPL) bukan hak milik," jelas Sholeh.

Lalu surat pembaca Khoe dimuat di 26 September 2006 di Kompas dan pada 21 November 2006 di Suara Pembaruan.

"Dia merasa dirugikan karena statusnya hanya HPL, artinya kalau dijual lebih murah. Ini tidak sesuai dengan perjanjian semula. Dia sudah meminta surat penjelasan tapi tidak diindahkan, kemudian sempat diancam-ancam dan akhirnya membuat surat pembaca," jelasnya.

Namun yang aneh, lanjut Sholeh yang juga masuk dalam tim advokasi bagi Khoe Seng Seng dan Winny, kasus seperti ini ditangani Mabes Polri dan kasusnya juga dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Kedua terdakwa itu diancam pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik, pasal yang juga dijeratkan pada Prita. "Masa kasus seperti ini ditangani Mabes Polri. Apalagi saat sidang korban (pengembang) tidak pernah dihadirkan jaksa, hanya saksi saja," tambahnya.
(ndr/nrl)

Sumber: Detiknews.com

Hadiri Shalat Tahajjud dan Subuh Berjemaah di Istiqlal

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh,

Setiap hari Sabtu kedua, pada setiap bulan, diadakan acara Shalat Tahajjud dan Shalat Subuh berjemaah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Bagi orang yang ingin iktikaf, silahkan hadir di masjid dari malam sebelumnya. Masjid tidak ditutup dari Shalat Isya (Jumat malam) hingga Subuh (Sabtu pagi).

Acara : Shalat Tahajjud dan Shalat Subuh berjemaah

Jam: Mulai Jam 2:00 pagi s/d Subuh

Tanggal: Sabtu 13 Juni,2009 (setiap hari sabtu kedua, setiap bulan)

Iktikaf: Iktikaf boleh dilakukan dari hari Jumat, setelah Shalat Isya. Masjid terbuka terus hingga Subuh.

Hadirin: Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof.Dr. Ali Mustafa Yaqub, dan para undangan lain.

Terima kasih atas partisipasi anda. Silahkan menyebarkan email ini kepada teman-teman di semua organisasi Islam, kampus, kantor, jemaah pengajian, situs, blog dan mailing list bagi ummat Islam biar acara ini bisa dikembangkan terus.

Dengan hormat,

Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Atas nama
Panitia Shalat Tahajjud Masjid Istiqlal

Daging Australia dan Selandia Tak Boleh Masuk

Hati-hati makan daging dari Australia dan Selandia Baru di rumah makan dan kafe ya. Karyawan pasti bilang “halal” karena mau jual dagingnya. Tetapi saya rasa yang lebih aman adalah daging lokal saja. Walaupun juga tidak ada keterangan, saya kira lebih mungkin daging lokal itu halal daripada daging impor. - Gene

Daging Australia dan Selandia Tak Boleh Masuk
Kehalalannya diragukan.

JAKARTA - Pemerintah melarang impor daging dari Australia dan Selandia Baru sampai ada kejelasan sertifikasi halal dari lembaga berwenang negara itu. Pelarangan berlaku mulai 2 Juni 2009, menyusul penahanan 76 kontainer daging impor oleh badan karantina.
Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengatakan, pada 25 Maret lalu Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan surat yang berisi tentang keraguan atas kehalalan daging dari Australia dan Selandia Baru. "Menurut MUI semua lembaga sertifikasi di Selandia Baru tidak diakui, juga tiga lembaga di Australia," katanya kemarin.

Pelarangan impor sementara berdasarkan surat Direktur Jenderal Peternakan Nomor 0215/HK.340/F/06/2009 tentang Pelarangan Sementara Daging Karkas dan Jeroan dari luar negeri, khususnya Australia dan Selandia Baru.
Anton menjelaskan, daging yang masuk ke Indonesia harus terjamin keamanan dan kehalalannya. Menurut dia, tugas MUI adalah memberikan persetujuan kehalalan. Izin keluar-masuknya daging merupakan kewenangan pemerintah.
Dia mengusulkan agar 76 kontainer daging impor dikembalikan ke negara asal jika diragukan kehalalannya. "Kecuali MUI mengizinkannya," kata Anton.

Kepala Badan Karantina Departemen Pertanian Hari Priyono mengatakan pihaknya akan melakukan verifikasi 76 kontainer daging impor yang ditahan. "Beberapa kontainer yang sudah memenuhi persyaratan hasil tes laboratorium dan kehalalan sudah dilepas," katanya.
Dari 76 kontainer yang ditahan itu, sebanyak 40 kontainer berasal dari Selandia Baru dan 36 kontainer dari Australia. Menurut Priyono, sembilan kontainer dari Australia dipastikan tidak memenuhi persyaratan. Kontainer daging lainnya masih dalam verifikasi apakah kedatangannya sebelum atau sesudah adanya surat dari MUI.
Priyono mengatakan pengimpor 76 kontainer adalah 10 perusahaan. Namun, dia mengaku tidak hafal nama-nama perusahaan itu.

Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia meminta pemerintah segera mengeluarkan kontainer yang masih ditahan Badan Karantina Departemen Pertanian. Ketua Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia Thomas Sembiring meminta pemerintah mengeluarkan kontainer daging impor. Dia juga meminta pemerintah tidak membuat aturan yang merugikan banyak pihak. "Kami para importir ini belajar mengikuti kebijakan pemerintah, tapi jangan lantas membuat aturan seenaknya," ujarnya kemarin.
Menurut Thomas, sejak 21 Mei hingga saat ini tidak kurang 200 kontainer daging impor ditahan badan karantina. “Tidak ada satu pernyataan tertulis (penahanan kontainer),” katanya. DIAN YULIASTUTI

Sumber: Korantempo.com

Tim JK-Wiranto: PKS Berpikiran Picik

Senin, 08/06/2009 08:06 WIB
Tolak Gabung 'Kelompok Orba'
Laurencius Simanjuntak - detikPemilu
Jakarta - Salah satu alasan mengapa PKS memilih berkoalisi dengan barisan SBY-Boediono adalah karena mereka tidak mau bergabung dengan kelompok yang bermental Orde Baru. Hal itu ini cepat ditanggapi oleh kubu JK-Wiranto yang yang didukung oleh Golkar, partai yang dikenal sebagai warisan Orba.

Juru Bicara JK-Wiranto, Indra J Piliang, menilai pernyataan PKS lewat Presiden Tifatul Sembiring adalah sebuah hal yang picik. Hal ini mengingat tidak ada satu pasang calon pun yang tidak ada unsur Orbanya.

"Membawa-bawa Orba adalah pikiran yang picik dan tidak terhormat. Kalau kita mau lihat Pak Sarwo Edhie Wibowo juga salah satu pendiri Orde Baru bersama Pak Harto," kata Indra menyebut mertua SBY yang juga mantan panglima RPKAD, kepada detikcom, Senin (8/7/2009).

Tidak hanya itu, lanjut Indra, anggota tim sukses SBY-Boediono juga banyak diisi para jenderal yang erat hubungannya dengan orde pimpinan Soeharto tersebut.

"Seperti TB Silalahi, Hadi Utomo, Hartono. 23 Parpol di belakang SBY juga kebanyakan tokoh-tokoh Orde Baru. Hampir 80 persen," tegasnya.

Menurut Indra, yang menjadi hal penting sekarang adalah partai mana yang masih mengadopsi nilai-nilai Orde Baru. Bukan unsur Orde Barunya.

"Mengakuisisi semua parpol itu nilai Orde Baru yang paling kental di SBY-Boediono," tandasnya. ( lrn / nrl )

Sumber: Pemilu.detiknews.com

06 June, 2009

Presiden Indomie

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Nonton di You Tube: SBY - Presiden Indomie

Saya sudah dengar dan baca beberapa kritikan tentang iklan SBY di tivi, yang menggunakan iklan Indomie. Ada yang mengatakan tidak kreatif karena hanya meniru iklan yang sudah ada. Ada juga yang komplain karena memberi kesan bahwa Indonesia sudah makmur, dan kemakmuran itu adalah hasil dari kinerja SBY. Lalu dicatat masalah Ibu Prita (yang ditahan karena komplain di internet, masalah korban Lapindo yang masih menunggu bantuan nyata, banyak pelanggaran HAM dan hukum yang masih belum tuntas, kinerja pemerintah yang kurang memuaskan, dan setetusnya. Ada juga yang komplain bahwa iklan itu yang kaitkan seorang Presiden RI dengan mie instan malah menurunkan martabat bangsa.

Bagaimana pendapat anda tentang iklan itu?

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

Jika Terpilih Jadi Presiden, JK Akan Pensiun Politik Pada 2014

(Cool. Satu alasan lagi untuk pilih JK.)

Jumat, 05/06/2009 16:10 WIB
Gunawan Mashar - detikPemilu
Jakarta - Calon Presiden (capres) Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) mengatakan ia hanya butuh waktu satu periode untuk memakmurkan bangsa ini. Jika terpilih jadi presiden pada Pilpres 2009, JK berjanji akan pensiun dari politik pada 2014 nanti.

"Jika saya terpilih jadi presiden periode berikutnya saya akan pensiun pada 2014," ucap JK di hadapan ratusan pendukung saat pelantikan tim pemenangan JK-Wiranto di Gedung DPD Partai Golkar Sulteng, Jl Moh Yamin Palu, Sulteng, Jumat (5/6/2009).

Menurut JK, satu periode menjadi orang nomor satu di negeri ini sudah cukup untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Satu kali jadi wapres dan satu kali jadi presiden sudah cukup bagi saya untuk mengabdi pada bangsa ini," imbuhnya.

Lebih lanjut JK mengatakan, pada 2014 nanti saatnya generasi muda yang berkesempatan memimpin tampuk pemerintahan. "Generasi harus berkelanjutan," tutup JK. ( ape / iy )

Sumber: pemilu.detiknews

05 June, 2009

Re: Pidato Obama di Cairo 4 Juni 2009

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Saya anggap ini salah satu pidato politik terbaik yang pernah diberikan oleh seorang Presiden Amerika. Saya yakin pidato ini masih akan dibicarakan oleh seluruh dunia dalam waktu 50 tahun mendatang. Ingatlah pidato ini. Insya Allah ini adalah permulaan dari hubungan baru antara dunia Islam dan dunia barat, khususnya Amerika.

Ini hanya permulaan saja, tetapi Presiden Obama telah menawarkan tangannya sebagai tanda persahabatan, dengan sebuah pidato yang halus dan mulia. Sekarang ummat Islam harus membalas dengan pidato dan komentar yang serupa, dan kita harus menerima tawaran ini dengan merasa yakin bahwa Allah akan mewujudkan tindakan nyata bagi kita semua.

Semua orang tua menginginkan anaknya dibesarkan di dunia tanpa kekerasan, perang, penyakit dan sebagainya. Semua orang tua berharap anaknya menerima dunia yang bahagia dan sejahtera. Kalau Presiden Obama serius dengan semua tawarannya, kita harus menerimanya dan membuka hati kita supaya bisa duduk pada meja yang sama dan membahas apa yang telah membuat kita sakit hati selama ini. Insya Allah Presiden Obama akan bersedia mendengar dengan baik. Semoga benar, dan semoga Allah memberikan keberhasilan pada usaha ini untuk menciptakan dunia baru bagi kita semua. Amin.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

Terjemahan Pidato Obama dalam Bahasa Indonesia di sini

English Text of Obama’s Speech here

Watch Online at You Tube (In English, no subtitles)

Video also available here

Terjemahan Pidato Obama di Cairo 4 Juni 2009

04 June 2009
Obama’s Remarks at Cairo University, Egypt (Indonesian)
President seeks new beginning between U.S., Muslims based on mutual respect

(begin transcript)

GEDUNG PUTIH

Kantor Sekretaris Pers
Kairo, Mesir
Untuk Dirilis Segera

Juni 2009
PIDATO PRESIDEN PERMULAAN YANG BARU

Cairo University
Kairo, Mesir
1:10 Siang (Lokal)

PRESIDEN OBAMA: Terima kasih. Selamat siang. Saya merasa terhormat untuk berada di kota Kairo yang tak lekang oleh waktu, dan dijamu oleh dua institusi yang luar biasa. Selama lebih seribu tahun, Al Azhar telah menjadi ujung tombak pembelajaran Islam, dan selama lebih seabad, Universitas Kairo telah menjadi sumber kemajuan Mesir. Bersama, anda mewakili keselarasan antara tradisi dan kemajuan. Saya berterima kasih atas keramahan anda, dan keramahan rakyat Mesir. Dan saya juga bangga untuk membawa bersama saya niat baik rakyat Amerika, dan salam perdamaian dari warga muslim di negara saya: “assalamu’alaikum”.
Kita bertemu pada saat ada ketegangan besar antara Amerika Serikat dan warga Muslim seluruh dunia – ketegangan yang berakar pada kekuatan-kekuatan sejarah yang melampaui setiap perdebatan kebijakan yang kini berlangsung. Hubungan antara Islam dan Barat selama ini mencakup berabad-abad koeksistensi dan kerja sama, tapi juga konflik dan perang-perang bernuansa agama. Akhir-akhir ini, ketegangan muncul akibat kolonialisme yang menyangkal hak dan peluang bagi banyak warga Muslim, serta sebuah Perang Dingin yang membuat banyak negara dengan mayoritas penduduk Muslim diperlakukan sebagai boneka tanpa mengacuhkan aspirasi mereka sendiri. Lebih jauh lagi, perubahan besar yang dibawa modernitas dan globalisasi membuat banyak Muslim menilai Barat bersikap memusuhi tradisi Islam.

Kalangan ekstrimis yang keras telah mengeksploitasi ketegangan-ketegangan yang ada dalam segmen kecil namun merupakan minoritas kuat di kalangan Muslim ini. Serangan pada tanggal 11 September 2001 dan upaya berkelanjutan dari kalangan ekstrimis ini untuk menyerang warga sipil telah membuat sebagian kalangan di negara saya untuk menilai Islam tidak saja memusuhi Amerika dan negara-negara Barat, tapi juga hak asasi manusia. Semua ini telah memupuk rasa takut dan lebih banyak rasa tidak percaya.

Selama hubungan kita ditentukan oleh perbedaan-perbedaan kita, kita akan memperkuat mereka yang menyebarkan kebencian bukan perdamaian, mereka yang mempromosikan konflik bukan kerja sama yang dapat membantu semua rakyat kita mencapai keadilan dan kemakmuran. Lingkaran kecurigaan dan permusuhan ini harus kita akhiri.

Saya datang ke Kairo untuk mencari sebuah awal baru antara Amerika Serikat dan Muslim diseluruh dunia, berdasarkan kepentingan bersama dan rasa saling menghormati – dan didasarkan kenyataan bahwa Amerika dan Islam tidaklah eksklusif satu sama lain, dan tidak perlu bersaing. Justru keduanya bertemu dan berbagi prinsip-prinsip yang sama – yaitu prinsip-prinsip keadilan dan kemajuan; toleransi dan martabat semua umat manusia.

Saya mengakui bahwa perubahan tidak dapat terjadi dalam semalam. Saya tahu sudah banyak pemberitaan mengenai pidato ini, tetapi tidak ada satu pidato tunggal yang mampu menghapus ketidakpercayaan yang terpupuk selama bertahun-tahun, dan saya pun tidak mampu dalam waktu yang saya miliki siang ini menjawab semua pertanyaan rumit yang membawa kita ke titik ini. Tapi saya percaya bahwa supaya kita bisa melangkah maju, kita harus secara terbuka mengatakan kepada satu sama lain hal-hal yang ada dalam hati kita, dan yang seringkali hanya diungkapkan di belakang pintu tertutup. Harus ada upaya yang terus menerus dilakukan untuk mendengarkan satu sama lain; untuk belajar dari satu sama lain; untuk saling menghormati, dan untuk mencari persamaan. Sebagaimana kitab suci Al Qur’an mengatakan, “Ingatlah kepada Allah dan bicaralah selalu tentang kebenaran.” (Tepuk tangan.) Ini yang saya akan coba lakukan hari ini – untuk berbicara tentang kebenaran sebaik kemampuan saya, dengan direndahkan hati oleh tugas di depan kita, dan dengan keyakinan bahwa kepentingan yang sama-sama kita miliki sebagai umat manusia jauh lebih kuat daripada kekuatan-kekuatan yang memisahkan kita.

Nah, sebagian dari keyakinan ini berakar dari pengalaman saya pribadi. Saya penganut Kristiani, tapi ayah saya berasal dari keluarga asal Kenya yang mencakup sejumlah generasi penganut Muslim. Sewaktu kecil, saya tinggal beberapa tahun di Indonesia dan mendengar lantunan adzan di waktu subuh dan maghrib. Ketika pemuda, saya bekerja di komunitas-komunitas kota Chicago yang banyak anggotanya menemukan martabat dan kedamaian dalam keimanan Islam mereka.

Sebagai pelajar sejarah, saya juga mengetahui peradaban berhutang besar terhadap Islam. Adalah Islam – di tempat-tempat seperti Universitas Al-Azhar – yang mengusung lentera ilmu selama berabad-abad, dan membuka jalan bagi era Kebangkitan Kembali dan era Pencerahan di Eropa. Adalah inovasi dalam masyarakat Muslim – (tepuk tangan) -- yang mengembangkan urutan aljabar; kompas magnet dan alat navigasi; keahlian dalam menggunakan pena dan percetakan; dan pemahaman mengenai penularan penyakit serta pengobatannya. Budaya Islam telah memberikan kita gerbang-gerbang yang megah dan puncak-puncak menara yang menjunjung tinggi; puisi-puisi yang tak lekang oleh waktu dan musik yang dihargai; kaligrafi yang anggun dan tempat-tempat untuk melakukan kontemplasi secara damai. Dan sepanjang sejarah, Islam telah menunjukkan melalui kata-kata dan perbuatan bahwa toleransi beragama dan persamaan ras adalah hal-hal yang mungkin. – (tepuk tangan)

Saya juga tahu bahwa Islam selalu menjadi bagian dari riwayat Amerika. Negara pertama yang mengakui negara saya adalah Maroko. Saat menandatangani Perjanjian Tripoli pada tahun 1796, presiden kedua kami John Adams menulis, “Amerika Serikat tidaklah memiliki karakter bermusuhan dengan hukum, agama, maupun ketentraman umat Muslim.” Dan sejak berdirinya negara kami, umat Muslim Amerika telah memperkaya Amerika Serikat. Mereka telah berjuang dalam perang-perang kami, bekerja dalam pemerintahan, memperjuangkan hak-hak sipil, mengajar di perguruan-perguruan tinggi kami, unggul dalam arena-arena olah raga kami, memenangkan Hadiah Nobel, membangun gedung-gedung kami yang tertinggi, dan menyalakan obor Olimpiade. Dan ketika warga Muslim-Amerika pertama terpilih sebagai anggota Kongres belum lama ini, ia mengambil sumpah untuk membela Konstitusi kami dengan menggunakan Al Quran yang disimpan oleh salah satu Bapak Pendiri kami – Thomas Jefferson – di perpustakaan pribadinya. (tepuk tangan)

Jadi saya telah mengenal Islam di tiga benua sebelum datang ke kawasan tempat agama ini pertama kali diturunkan. Pengalaman tersebut memandu keyakinan saya bahwa kemitraan antara Amerika dan Islam harus didasarkan pada apakah Islam itu, bukan pada apakah yang bukan Islam. Dan saya menganggap ini adalah bagian dari tanggung jawab saya sebagai Presiden Amerika Serikat untuk memerangi stereotip negatif tentang Islam di mana pun munculnya. (tepuk tangan)

Tapi prinsip yang sama harus diterapkan pada persepsi tentang Amerika. (tepuk tangan) Seperti halnya umat Muslim tidak sesuai dengan stereotip yang mentah, Amerika juga bukan stereotip mentah tentang sebuah kerajaan yang hanya punya kepentingan sendiri. Amerika Serikat telah menjadi salah satu sumber kemajuan terbesar yang dikenali dunia. Kami lahir akibat revolusi melawan sebuah kerajaan. Kami didirikan berdasarkan sebuah ide bahwa semua orang diciptakan sama, dan kami telah menumpahkan darah dan berjuang selama berabad-abad untuk memberikan arti kepada kata-kata tersebut – di dalam batas negara kami, dan di sekeliling dunia. Kami terbentuk oleh setiap budaya, yang datang dari setiap sudut bumi, dan berdedikasi pada sebuah konsep sederhana: E pluribus unum: “Dari banyak menjadi satu”.
Banyak yang telah dikatakan mengenai fakta bahwa seorang Amerika keturunan Afrika dengan nama Barack Hussein Obama dapat terpilih sebagai presiden. (tepuk tangan) Tapi kisah pribadi saya bukanlah sesuatu yang unik. Mimpi akan kesempatan bagi semua belumlah terwujud bagi setiap orang di Amerika, tapi janji itu diberikan bagi semua yang datang ke pantai kami – termasuk hampir tujuh juta warga Muslim Amerika di negara kami saat ini yang memiliki pendapatan dan pendidikan lebih tinggi dari rata-rata. (tepuk tangan)

Lebih jauh lagi, kebebasan di Amerika tidaklah terpisahkan dari kebebasan memraktikkan agama. Itu sebabnya ada masjid di setiap negara bagian di negeri kami, dan ada lebih dari 1200 masjid di dalam batas negara kami. Itu sebabnya pemerintah Amerika telah maju ke pengadilan untuk membela hak wanita dan anak perempuan mengenakan hijab, dan untuk menghukum mereka yang mengingkarinya. (tepuk tangan)

Jadi janganlah ada keraguan: Islam adalah bagian dari Amerika. Dan saya percaya bahwa Amerika memegang kebenaran dalam dirinya bahwa terlepas dari ras, agama, dan posisi dalam hidup, kita semua memiliki aspirasi yang sama – untuk hidup dalam damai dan keamanan; untuk memperoleh pendidikan dan untuk bekerja dengan martabat; untuk mengasihi keluarga kita, masyarakat kita, dan Tuhan kita. Ini adalah hal-hal yang sama-sama kita yakini. Ini adalah harapan dari semua kemanusiaan.

Tentu saja, mengenali persamaan kemanusiaan kita hanyalah awal dari tugas kita. Justru ini adalah sebuah awal. Kata-kata saja tidak dapat memenuhi kebutuhan rakyat kita. Kebutuhan-kebutuhan itu baru terpenuhi jika kita bertindak berani di tahun-tahun mendatang; Dan kita harus bertindak dengan pemahaman bahwa tantangan-tantangan yang kita hadapi adalah tantangan bersama, dan kegagalan kita mengatasinya akan merugikan kita semua.

Karena kita telah belajar dari pengalaman baru-baru ini bahwa ketika sistem keuangan melemah di satu negara, kemakmuran di mana pun ikut dirugikan. Ketika jenis flu baru menulari satu orang, semua terkena risiko. Ketika satu negara membangun senjata nuklir, risiko serangan nuklir bagi semua negara ikut naik. Ketika kelompok ekstrim keras beroperasi di satu rangkaian pegunungan, rakyat di seberang samudera pun ikut menghadapi bahaya. Dan ketika mereka yang tak bersalah di Bosnia dan Darfur dibantai, itu menjadi noda dalam nurani kita bersama. (tepuk tangan) Itulah artinya berbagi dunia di abad ke-21. Inilah tanggung jawab kita kepada satu sama lain sebagai umat manusia.

Dan ini adalah tanggung jawab yang sulit diemban. Karena sejarah manusia telah merekam berbagai bangsa dan suku yang mencoba menaklukkan satu sama lain demi kepentingan sendiri. Tapi di era baru ini, sikap seperti itu justru akan mengalahkan diri sendiri. Karena saling ketergantungan kita, setiap tatanan dunia yang mengangkat satu bangsa atau sekelompok orang lebih tinggi dari yang lain pada akhirnya akan gagal. Jadi apa pun pikiran kita mengenai masa lalu, kita tidak boleh terperangkap olehnya. Masalah-masalah kita harus ditangani dengan kemitraan; kemajuan harus dibagi bersama. (tepuk tangan)

Nah, itu tidak berarti kita tidak mengindahkan sumber-sumber ketegangan. Justru yang disarankan adalah sebaliknya: kita harus menghadapi ketegangan-ketegangan ini secara langsung. Dan dalam semangat ini, saya akan berbicara sejelas dan segamblang mungkin mengenai isu-isu spesifik yang saya percaya akhirnya harus kita hadapi bersama.
Isu pertama yang harus kita hadapi adalah ekstrimisme keras dalam semua wujudnya.

Di Ankara, saya telah menjelaskan bahwa Amerika tidak sedang – dan tidak akan pernah – berperang dengan Islam. (tepuk tangan) Kami akan, meski demikian, tak lelah-lelahnya melawan kelompok ekstrim keras yang mengancam serius keamanan kami. Karena kami menolak apa yang juga ditolak oleh semua orang beragama: yaitu pembunuhan laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tidak bersalah. Dan adalah tugas saya yang pertama sebagai Presiden untuk melindungi rakyat Amerika.

Situasi di Afghanistan mendemonstrasikan sasaran-sasaran Amerika dan kebutuhan kita untuk bekerja sama. Lebih tujuh tahun lalu, Amerika Serikat mengejar Al Qaida dan Taliban dengan dukungan internasional yang luas. Kami tidak melakukannya karena ada pilihan, kami melakukannya karena perlu. Saya sadar bahwa sejumlah orang mempertanyakan atau membenarkan peristiwa serangan 11 September. Tapi mari kita perjelas: Al Qaida membunuh hampir 3000 orang pada hari itu. Para korban adalah kaum pria, wanita, dan anak-anak yang tidak bersalah dari Amerika dan banyak negara lain yang tidak berbuat apa-apa untuk melukai orang lain. Tapi Al Qaida memilih untuk dengan kejam membunuh mereka, mengklaim pujian atas serangan tersebut, dan bahkan sekarang menyatakan tekad mereka untuk membunuh lagi dalam skala sangat besar. Mereka memiliki kaki tangan di banyak negara dan sedang mencoba untuk memperluas jangkauan mereka. Ini bukan opini yang dapat diperdebatkan; ini adalah fakta yang harus dihadapi.

Janganlah salah paham: kami tidak menginginkan tentara kami di Afghanistan. Kami tidak berencana mendirikan basis militer di sana. Sangat menyakitkan bagi Amerika untuk kehilangan nyawa banyak warga pria dan wanita kami. Adalah mahal dan sulit secara politik untuk melanjutkan konflik ini. Kami dengan senang hati akan memulangkan setiap tentara kami jika kami bisa yakin bahwa tidak ada kaum ekstrimis keras di Afghanistan dan Pakistan yang bertekad membunuh sebanyak mungkin orang Amerika sebisa mereka. Tetapi hal itu tidak bukanlah kenyataan yang ada sekarang.

Itulah sebabnya kami bermitra dengan koalisi 46 negara. Dan meksi biayanya besar, niat Amerika tidak akan melemah. Tak satu pun dari kita yang seharusnya mentoleransi kaum ekstrimis seperti ini. Mereka telah membunuh di banyak negara. Mereka telah membunuh orang dari beragam agama – lebih dari yang lain, mereka telah membunuh umat Muslim. Tindakan-tindakan mereka sangat bertentangan dengan hak umat manusia, kemajuan bangsa-bangsa, dan dengan Islam. Kitab suci Al Quran mengajarkan bahwa siapa yang membunuh orang tak bersalah, maka ia seperti telah membunuh semua umat manusia; dan siapa yang menyelamatkan satu orang; maka ia telah menyelamatkan semua umat manusia. (tepuk tangan) Iman indah yang diyakini oleh lebih semiliar orang sungguh lebih besar daripada kebencian sempit sekelompok orang. Islam bukanlah bagian dari masalah dalam memerangi ekstrimisme keras – Islam haruslah menjadi bagian penting dari penggalakkan perdamaian.
Kami juga tahu bahwa kekuatan militer saja tidak akan memecahkan masalah di Afghanistan dan Pakistan. Itu sebabnya kami berencana untuk menanam investasi sebesar 1,5 miliar dolar setiap tahun selama lima tahun ke depan untuk bermitra dengan warga Pakistan membangun sekolah, rumah sakit, jalan-jalan, dan usaha, dan ratusan juta untuk membantu mereka yang telah kehilangan tempat tinggal. Dan itu sebabnya kami menyediakan lebih dari 2.8 miliar dolar untuk membantu rakyat Afghanistan membangun ekonomi mereka dan menyediakan jasa-jasa yang dibutuhkan masyarakat.

Kini saya akan berbicara tentang masalah Irak. Tidak seperti Afghanistan, Irak adalah perang karena pilihan yang telah menimbulkan perbedaan-perbedaan kuat di negara saya dan di dunia. Meski saya percaya bahwa rakyat Irak pada akhirnya lebih baik tanpa tirani Saddam Hussein, saya juga percaya bahwa peristiwa-peristiwa di Irak telah mengingatkan Amerika tentang perlunya menggunakan diplomasi dan membangun konsensus untuk mengatasi masalah-masalah kita kapan pun memungkinkan. (tepuk tangan) Kita bahkan dapat mengingat kata-kata salah satu presiden terbesar kami, Thomas Jefferson, yang mengatakan: “Saya berharap kebijakan kita akan bertambah sejalan dengan kekuatan kita, dan mengajarkan kita bahwa semakin sedikit kita menggunakan kekuatan, justru semakin besar kekuatan itu.”
Hari ini Amerika memiliki dua tanggung jawab: yaitu untuk membantu Irak membangun masa depan yang lebih baik, dan untuk menyerahkan Irak ke tangan rakyat Irak. (tepuk tangan) Saya telah menjelaskan kepada warga Irak bahwa kami tidak berencana mendirikan basis di sana, dan tidak mengklaim baik teritori maupun sumber daya mereka. Kedaulatan Irak ada di tangan mereka sendiri. Itu sebabnya saya memerintahkan pencabutan brigade-brigade tempur kami sampai bulan Agustus mendatang. Itu sebabnya kami akan menghormati kesepakatan kami dengan pemerintah Irak yang terpilih secara demokratis untuk menarik pasukan tempur dari kota-kota Irak pada Juli mendatang, dan untuk memulangkan semua tentara kami dari Irak pada tahun 2012. Kami akan membantu Irak melatih Tentara Keamanan dan membangun ekonominya. Tapi kami akan mendukung Irak yang aman dan bersatu sebagai mitra, dan tidak pernah sebagai pelindung.

Dan akhirnya, seperti halnya Amerika tidak pernah bisa mentoleransi kekerasan oleh kaum ekstrimis, kami tidak pernah boleh mengompromikan prinsip-prinsip kami. Serangan 11 September adalah trauma besar bagi negara kami. Rasa takut dan marah yang muncul karenanya bisa dipahami, tapi dalam sejumlah kasus, itu telah membuat kami bertindak berlawanan dengan pemikiran-pemikiran kami. Kami sedang mengambil langkah-langkah konkret untuk mengubah arah. Saya telah sepenuhnya melarang praktik penyiksaan oleh Amerika Serikat, dan saya telah memerintahkan penutupan penjara di Teluk Guantanamo awal tahun depan.

Jadi Amerika akan membela diri, dengan menghormati kedaulatan bangsa-bangsa dan aturan hukum. Dan kami akan melakukannya dalam kemitraan dengan masyarakat-masyarakat Muslim yang juga terancam. Semakin cepat kaum ekstrimis diisolasi dan diusir dari dalam masyarakat-masyarakat Muslim, semakin cepat kita semua akan menjadi selamat.
Sumber ketegangan besar yang kedua yang perlu kita diskusikan adalah situasi antara warga Israel, Palestina, dan dunia Arab.

Ikatan yang kuat antara Amerika dan Israel telah banyak diketahui. Ikatan ini tidak dapat dipatahkan. Ini lahir berdasarkan ikatan budaya dan sejarah, serta pengakuan bahwa aspirasi atas sebuah tanah air Yahudi berakar dari sebuah sejarah tragis yang tidak bisa diingkari.
Di seantero dunia, kaum Yahudi telah ditindas selama berabad-abad, dan anti-Semitisme di Eropa memuncak dalam peristiwa Holocaust yang tidak pernah ada sebelumnya. Besok saya akan mengunjungi Buchenwald yang menjadi bagian dari jaringan kamp-kamp tempat kaum Yahudi diperbudak, disiksa, ditembak, dan digas hingga tewas oleh Third Reich. Enam juta orang Yahudi terbunuh – lebih banyak dari seluruh populasi Yahudi di Israel hari ini. Mengingkari fakta tersebut adalah tidak berdasar, bodoh, dan penuh kebencian. Mengancam Israel dengan penghancuran – atau mengulangi stereotip keji tentang umat Yahudi – sungguh sangat salah dan hanya akan membangkitkan kembali ingatan yang terperih di benak umat Yahudi sembari mencegah perdamaian yang patut dimiliki rakyat di kawasan ini.

Di sisi lain, tidak bisa diingkari bahwa rakyat Palestina – baik yang Muslim maupun yang Kristen – telah menderita dalam perjuangan memperoleh tanah air. Lebih dari enam puluh tahun, mereka telah merasakan sakitnya tidak memiliki tempat tinggal. Banyak yang menunggu di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat, Gaza, dan tanah-tanah tetangga untuk sebuah kehidupan yang damai dan aman yang belum pernah mereka jalani. Mereka menerima hinaan setiap hari – besar dan kecil – yang hadir bersama pendudukan. Jadi janganlah ada keraguan: situasi yang dihadapi rakyat Palestina tidaklah dapat ditoleransi. Amerika tidak akan bersikap tidak acuh terhadap aspirasi sah Palestina atas martabat, kesempatan, dan sebuah negara milik mereka sendiri. (tepuk tangan)

Selama beberapa dekade, yang ada hanyalah jalan buntu: Dua rakyat dengan aspirasi yang sah, masing-masing memiliki sejarah menyakitkan yang membuat kompromi sulit dilakukan. Adalah mudah untuk menuding – rakyat Palestina menuding hilangnya tempat tinggal akibat berdirinya negara Israel, dan rakyat Israel menuding permusuhan yang terus menerus dan serangan dari dalam batas negaranya sendiri dan dari luar sepanjang sejarah negara tersebut. Tapi jika kita melihat konflik ini hanya dari satu sisi mana pun, maka kita akan dibutakan dari kebenaran: satu-satunya resolusi adalah aspirasi kedua pihak diwujudkan melalui dua negara, di mana rakyat Israel dan Palestina masing-masing hidup dalam damai dan keamanan. (tepuk tangan)
Ini adalah kepentingan Israel, kepentingan Palestina, dan kepentingan Amerika. Itu sebabnya saya berniat untuk secara pribadi mengejar hasil ini, dengan segala kesabaran yang dituntut oleh tugas ini. (tepuk tangan) Kewajiban-kewajiban yang telah disepakati pihak-pihak menurut Peta Jalan telah jelas. Supaya perdamaian terwujud, waktunya bagi mereka – dan bagi kita semua – untuk melakukan tanggung jawab kita.

Warga Palestina harus meninggalkan kekerasan. Perlawanan lewat kekerasan dan pembunuhan adalah salah dan tidak akan berhasil. Selama berabad-abad, rakyat kulit hitam di Amerika menderita hentakan pecut sebagai budak dan penghinaan akibat pemisahan berdasarkan warna kulit. Tetapi bukan kekerasan yang memenangkan hak-hak persamaan sepenuhnya. Sebuah tuntutan damai namun penuh tekad bagi realisasi kondisi ideal yang merupakan inti dari pendirian Amerika. Kisah sama ini juga diceritakan oleh rakyat mulai dari Afrika Selatan sampai Asia Selatan; dari Eropa Timur sampai Indonesia. Sebuah kisah yang mengandung kebenaran yang sederhana: bahwa kekerasan merupakan sebuah jalan buntu. Bukanlah sebuah tanda keberanian atau kekuasaan kalau menembak roket ke anak-anak yang sedang tidur, atau meledakkan perempuan tua di dalam bis. Itu bukanlah cara untuk mengklaim moralitas; namun itu merupakan cara untuk menghilangkannya.

Kini waktunya untuk warga Palestina memusatkan perhatian kepada apa yang bisa mereka bangun. Penguasa Palestina harus mengembangkan kemampuan untuk memerintah, dengan institusi yang melayani kebutuhan rakyatnya. Hamas memiliki dukungan di sebagian kalangan rakyat Palestina, tetapi mereka juga punya tanggung jawab. Guna memainkan peran yang memenuhi aspirasi rakyat Palestina, dan untuk mempersatukan rakyat Palestina, Hamas harus mengakhiri kekerasan, menghormati persetujuan di masa lalu dan mengakui hak eksistensi Israel.

Secara bersamaan, rakyat Israel harus mengakui bahwa sebagaimana hak Israel untuk eksis tidak bisa dibantah, demikian pula halnya dengan hak Palestina. Amerika Serikat tidak menerima keabsahan dari mereka yang berniat melenyapkan Israel ke dalam laut, tetapi kami juga tidak menerima keabsahan dari penerusan pembangunan pemukiman (tepuk tangan) Yahudi. Pekerjaan konstruksi ini melanggar persetujuan sebelumnya dan melemahkan usaha mencapai perdamaian. Sudah tiba waktunya pembangunan pemukiman ini dihentikan. (tepuk tangan)

Israel harus memenuhi kewajibannya untuk memastikan rakyat Palestina bisa hidup dan bekerja serta membangun masyarakat mereka. Selain menghancurkan banyak keluarga Palestina, terus berlangsungnya krisis kemanusiaan di Gaza juga tidak memperkuat keamanan Israel; begitu pula halnya dengan terus berlangsungnya kelangkaan peluang di Tepi Barat. Kemajuan dalam kehidupan sehari-hari rakyat Palestina harus menjadi bagian dari peta jalan menuju perdamaian, dan Israel harus mengambil langkah-langkah konkrit untuk memberdayakan kemajuan semacam itu.

Akhirnya, Negara-Negara Arab harus menyadari bahwa Inisiatif Perdamaian Arab merupakan awal yang penting, tetapi bukan akhir dari tanggung jawab mereka. Konflik Arab – Israel tidak bisa lagi dipakai untuk mengalihkan perhatian rakyat negara-negara Arab dari masalah-masalah lainnya. Sebaliknya, konflik itu harus menjadi penggerak untuk membantu rakyat Palestina mengembangkan institusi yang akan melanggengkan negara mereka; mengakui hak Israel; serta memilih kemajuan ketimbang fokus pada masa lalu yang begitu melemahkan.

Amerika akan menyesuaikan kebijakannya dengan mereka yang memperjuangkan perdamaian dan mengatakan secara terbuka apa yang kami katakan secara pribadi kepada warga Israel, Palestina, dan Negara-Negara Arab. (tepuk tangan) Kita tidak bisa memaksakan perdamaian. Tetapi secara pribadi, banyak orang Muslim menyadari bahwa Israel tidak akan lenyap; juga banyak orang Israel menyadari perlunya kehadiran sebuah negara Palestina. Waktunya sudah tiba bagi kita untuk bertindak berdasarkan apa yang oleh setiap orang diketahui merupakan hal yang benar.

Terlalu banyak air mata sudah diteteskan. Terlalu banyak darah sudah ditumpahkan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk berjuang menciptakan sebuah masa dimana para ibu Israel dan Palestina bisa menyaksikan anak-anak mereka tumbuh tanpa ketakutan; masa dimana Tanah Suci dari ketiga agama besar merupakan tempat perdamaian yang diinginkan Allah; masa dimana Jerusalem merupakan tempat tinggal aman dan langgeng bagi orang Yahudi dan Kristen dan Muslim, dan merupakan sebuah tempat untuk semua keturunan Abraham hidup bersama secara damai sebagaimana dikisahkan dalam ISRA, ketika Musa, Yesus dan Muhammad (damai bersama mereka) bergabung dalam ibadah doa. (tepuk tangan)
Sumber ketegangan ketiga adalah kepentingan kita bersama sehubungan hak-hak dan tanggung jawab negara-negara atas senjata nuklir. Isu ini menjadi sumber ketegangan baru-baru ini antara Amerika dan Republik Islam Iran. Selama bertahun-tahun, Iran mendefinisikan dirinya sebagian lewat oposisinya terhadap negara saya, dan memang ada sejarah yang kacau di antara kami. Di tengah-tengah Perang Dingin, Amerika memainkan peran dalam penggulingan pemerintah Iran yang terpilih secara demokratik. Sejak Revolusi Islam, Iran telah memainkan peran dalam tindak penyanderaan dan kekerasan terhadap pasukan dan warga sipil Amerika. Sejarah ini diketahui secara luas. Daripada terperangkap dalam masa lalu, saya telah menjelaskan kepada para pemimpin dan rakyat Iran bahwa negara saya siap untuk melangkah maju. Pertanyaannya kini, bukanlah apa yang ditentang Iran, tetapi masa depan apa yang ingin dibangunnya.

Sulit untuk mengatasi puluhan tahun ketidakpercayaan, tetapi kami akan maju dengan keberanian, kebenaran dan tekad. Banyak isu yang harus dibahas oleh kedua negara kita, dan kami siap melangkah maju tanpa prasyarat namun didasarkan pada sikap saling menghormati. Tetapi jelas bagi semua pihak yang berkepentingan bahwa dalam soal senjata nuklir kita telah mencapai titik yang menentukan. Ini bukan sekedar terkait kepentingan Amerika, ini berhubungan dengan pencegahan perlombaan senjata nuklir yang bisa menyebabkan wilayah ini terjerumus ke dalam jalur sangat berbahaya dan menghancurkan tatanan non-proliferasi global.
Saya memahami mereka yang memprotes bahwa beberapa negara memiliki senjata sementara yang lainnya tidak. Tak satupun negara bisa menentukan negara-negara mana yang boleh memiliki senjata nuklir. Itulah sebabnya saya secara kuat mempertegas komitmen Amerika untuk mengusahakan sebuah dunia di mana tak satu pun negara memiliki senjata nuklir. (tepuk tangan) Dan setiap negara – termasuk Iran – harus punya akses ke energi nuklir untuk tujuan damai apabila ia patuh pada tanggung jawabnya dibawah Persetujuan Non-Proliferasi Nuklir. Komitmen itu merupakan inti dari Persetujuan itu, dan harus diberikan kepada semua pihak yang mematuhinya.

Isu keempat yang akan saya tanggapi adalah demokrasi. (tepuk tangan)
Saya percaya pada sebuah sistem pemerintahan yang memberi hak bersuara kepada rakyatnya, dan yang menghormati penegakan hukum serta hak untuk semua manusia. Saya tahu bahwa ada kontroversi tentang penggalakkan demokrasi dalam tahun-tahun terakhir ini, dan sebagian dari kontroversi ini terkait dengan perang di Irak. Saya perjelas: sistem pemerintahan apa pun tidak bisa dipaksakan kepada sebuah negara oleh negara lainnya.
Tetapi hal itu tidak mengurangi komitmen saya kepada negara-negara yang mencerminkan keinginan rakyatnya. Setiap negara menghidupkan prinsip-prinsipnya dengan caranya sendiri, yang berasal dari tradisi rakyatnya. Amerika tidak berpretensi tahu apa yang terbaik untuk semua orang, sebagaimana juga kami tidak berpretensi bahwa kami bisa menentukan hasil dari sebuah pemilihan damai. Tetapi saya memiliki keyakinan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi bahwa semua orang merindukan hal-hal tertentu: Kemampuan untuk mengungkapkan pendapat dan ikut menentukan bagaimana bentuk pemerintahan; mempercayai penegakan hukum dan penyelenggaraan keadilan yang sama untuk setiap orang; pemerintahan yang transparan dan tidak mencuri dari rakyatnya; kebebasan untuk hidup sesuai pilihan masing-masing. Itu bukan sekedar ide-ide Amerika, itu adalah hak asasi manusia dan oleh karena itu kami akan mendukungnya di mana saja.

Tak ada garis lurus untuk menciptakan janji itu. Tetapi yang jelas adalah: pemerintahan-pemerintahan yang melindungi hak-hak ini pada akhirnya akan lebih stabil, sukses dan aman. Tak ada garis lurus untuk menciptakan janji itu. Tetapi yang jelas adalah: Memberangus ide-ide tidak pernah berhasil melenyapkannya. Amerika menghormati hak-hak dari semua suara damai dan patuh hukum agar didengar di seluruh dunia meskipun kita tidak sepakat dengan mereka. Dan kami menyambut gembira semua pemerintahan terpilih dan damai – asalkan mereka memerintah dengan menghormati rakyatnya. Dimanapun kekuasaan itu berada, pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat merupakan standar tunggal untuk semua fihak yang memegang kekuasaan, Butir ini penting karena ada yang memperjuangkan demokrasi hanya pada saat mereka tidak berkuasa; setelah berkuasa, mereka secara keji memberangus hak-hak orang lain. (tepuk tangan) Di manapun kekuasaan itu berada, pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat merupakan standar tunggal untuk semua pihak yang memegang kekuasaan. anda harus mempertahankan kekuasaan lewat konsensus, bukan pemaksaan; anda harus menghormati hak-hak minoritas, dan berpartisipasi dalam semangat toleransi dan kompromi, anda harus mendahulukan kepentingan rakyat anda dan usaha sah dari proses politik di atas kepentingan partai. Tanpa ramuan ini pemilihan saja tidak akan menciptakan demokrasi yang murni.

ANGGOTA HADIRIN: Barack Obama, kami cinta anda!

PRESIDEN OBAMA: Terima kasih. (tepuk tangan)

Isu kelima yang harus kita tanggapi bersama adalah kebebasan beragama. Islam memiliki sebuah tradisi toleransi yang patut dibanggakan. Kita menyaksikan hal ini dalam sejarah Andalusia dan Kordoba. Saya menyaksikan hal itu langsung ketika masih kanak-kanak di Indonesia, di mana warga Kristen yang saleh bebas beribadah di sebuah negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Itulah semangat yang kita butuhkan kini. Orang di setiap negara harus bebas memilih dan menjalankan keyakinan mereka berdasarkan keyakinan pikiran, hati dan jiwa. Toleransi ini penting agar agama bisa berkembang, tetapi juga ditantang dengan berbagai cara.

Di kalangan Muslim tertentu ada kecenderungan yang merisaukan, yakni mengukur kedalaman keyakinan diri sendiri lewat penolakan keyakinan orang lain. Kebhinekaan agama yang memperkaya harus ditegakkan – apakah itu kelompok Maronit di Lebanon atau Koptik di Mesir. (tepuk tangan) Dan garis pemisah juga harus dihilangkan di antara warga Muslim, sebagaimana perpecahan antara Sunni dan Syiah telah mengakibatkan kekerasan yang tragis, khususnya di Irak.

Kebebasan beragama penting bagi kemampuan rakyat hidup bersama. Kita harus senantiasa menelaah cara-cara yang kita pakai untuk melindunginya. Misalnya, di Amerika Serikat, peraturan sumbangan amal telah mempersulit warga Muslim untuk memenuhi kewajiban agama mereka. Itulah sebabnya saya bertekad untuk bekerja sama dengan warga Muslim Amerika guna memastikan mereka bisa memenuhi zakat.

Juga penting agar negara-negara Barat mencegah larangan kepada warganegara Muslim untuk mempraktikkan agama sesuai kehendak mereka – misalnya, dengan mendikte pakaian apa yang boleh dikenakan seorang perempuan Muslim. Sederhananya, kita tidak bisa menyembunyikan ketidaksenangan terhadap agama apapun lewat alasan liberalisme.

Keyakinan seharusnya mempersatukan kita. Itulah sebabnya kami mengikhtiarkan proyek-proyek di Amerika yang mempertemukan warga Kristen, Muslim dan Yahudi. Itulah sebabnya kami menyambut gembira usaha dialog Antar Agama Raja Abdullah dan kepemimpinan Turki dalam Aliansi Keberadaban. Di seluruh dunia kita bisa memanfaatkan dialog menjadi pelayanan Antar Keyakinan, sehingga jembatan di antara berbagai rakyat mengarah pada tindakan – apakah itu berupa perang melawan malaria di Afrika atau menyediakan bantuan bencana alam.
Isu keenam yang ingin saya tanggapi adalah hak-hak perempuan.

Saya tahu ada perdebatan tentang isu ini. Saya menolak pandangan beberapa pihak di Barat bahwa perempuan yang memilih untuk menutupi rambutnya seakan-akan tidak memiliki persamaan hak, tetapi saya juga berpendapat bahwa seorang perempuan yang tidak bisa menikmati pendidikan tidak diberi kesamaan hak. Dan bukan kebetulan bahwa negara-negara di mana kaum perempuannya terdidik secara baik juga makmur.

Saya perjelas: isu-isu mengenai persamaan hak perempuan bukan semata-mata merupakan isu untuk Islam. Di Turki, Pakistan, Bangladesh dan Indonesia, kita saksikan di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim, mereka memilih seorang perempuan untuk memimpin. Sementara itu, perjuangan bagi persamaan hak perempuan masih terus merupakan aspek dalam kehidupan di Amerika, dan di negara-negara di seluruh dunia. Itulah sebabnya Amerika akan bermitra dengan setiap negara yang mayoritas penduduknya Muslim guna mendukung perluasan pemberantasan buta huruf untuk perempuan, dan membantu perempuan muda memperjuangkan pekerjaan lewat pinjaman untuk usaha kecil yang membantu rakyat merealisasikan cita-cita mereka.

Saya yakin putri-putri kita bisa menyumbang kepada masyarakat setara seperti putra-putra kita, (tepuk tangan) dan kemakmuran kita bersama bisa dimajukan dengan memberi kesempatan kepada semua orang – laki-laki dan perempuan – mencapai potensi mereka sepenuhnya. Saya berpendapat perempuan tidak harus membuat pilihan sama seperti laki-laki agar mencapai kesamaan, dan saya menghormati perempuan yang memilih peran tradisional dalam menjalankan kehidupan mereka. Tetapi hal itu haruslah merupakan pilihan mereka sendiri.

Akhirnya, saya ingin membahas pembangunan ekonomi dan kesempatan.
Saya tahu untuk banyak kalangan, wajah globalisasi bertentangan. Internet dan televisi bisa mengantarkan pengetahuan dan informasi, tetapi juga seksualitas yang bersifat ofensif dan kekerasan tak berperi kemanusiaan. Perdagangan bisa menciptakan kekayaan dan peluang baru, tetapi juga gangguan dan perubahan di masyarakat. Di semua negara – termasuk negara saya – perubahan ini bisa menyebabkan ketakutan. Ketakutan karena akibat modernitas kita kehilangan kendali atas pilihan ekonomi kita, politik kita dan yang terpenting, identitas kita – hal-hal yang paling kita hargai dari masyarakat kita, keluarga kita, tradisi kita dan keyakinan kita.

Tetapi saya juga tahu kemajuan manusia tidak bisa ditampik. Tidak perlu ada kontradiksi antara pembangunan dan tradisi. Negara seperti Jepang dan Korea Selatan membina ekonomi mereka sambil tetap mempertahankan budaya mereka. Hal yang sama juga berlaku pada kemajuan mengagumkan dalam Islam mulai dari Kuala Lumpur sampai ke Dubai. Di masa kuno dan di masa kita, masyarakat Muslim membuktikan bahwa mereka mampu berada di garis depan inovasi dan pendidikan.

Ini penting karena tak ada strategi pembangunan yang semata-mata didasarkan pada apa yang dihasilkan tanah, dan strategi pembangunan juga tidak bisa dipertahankan kalau generasi mudanya tidak memiliki pekerjaan. Banyak Negara Teluk menikmati kekayaan sebagai akibat penghasilan minyaknya, dan beberapa sudah mulai memusatkan perhatian pada pembangunan yang lebih luas. Tetapi kita semua harus menyadari bahwa pendidikan dan inovasi akan menjadi faktor penentu dari abad ke 21. (tepuk tangan) dan di banyak masyarakat Muslim masih kekurangan investasi dalam bidang-bidang ini..Saya tekankan hal itu di negara saya. Dan sementara Amerika di masa lalu memusatkan perhatian pada minyak dan gas alam di bagian dunia ini, kami kini menghendaki hubungan yang lebih luas.

Dalam pendidikan, kami akan memperluas program pertukaran dan memperbanyak bea siswa, seperti yang mengantar ayah saya ke Amerika, sementara juga mendorong lebih banyak warga Amerika untuk belajar di tengah masyarakat Muslim. Dan kami akan menempatkan siswa-siswa Muslim yang menjanjikan di tempat-tempat magang di Amerika; melakukan investasi dalam pembelajaran online untuk guru-guru dan anak-anak di seluruh dunia; dan menciptakan jaringan online baru, sehingga seorang remaja di Kansas mampu berkomunikasi langsung dengan remaja di Kairo.

Dalam rangka pembangunan ekonomi, kami akan menciptakan sebuah korps relawan bisnis baru untuk bermitra dengan counterpartnya di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Dan saya akan menyelenggarakan KTT Kewiraswastaan tahun ini untuk mengidentifikasi bagaimana kita bisa mempererat hubungan antara pemimpin bisnis, yayasan dan wiraswasta sosial di Amerika dan masyarakat Muslim di seluruh dunia.

Dalam bidang sains dan teknologi, kami akan meluncurkan sebuah dana baru untuk mendukung pembangunan teknologi di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim, dan membantu mentransfer ide-ide ke pasar-pasar sehingga tercipta lapangan pekerjaan. Kami akan membuka pusat keunggulan sains di Afrika, Timur Tengah dan Asia Tenggara serta mengangkat Utusan Sains baru untuk bekerja sama dalam program-program yang mengembangkan sumber energi baru, menciptakan lapangan pekerjaan hijau, digitalisasi catatan, air bersih dan menumbuhkan tanaman panen baru. Dan hari ini saya mengumumkan sebuah usaha global baru bersama Organisasi Konferensi Islam guna memberantas polio. Dan kita juga akan memperluas kemitraan dengan masyarakat Muslim guna menggalakkan kesehatan anak dan ibu.
Semua ini harus dilakukan lewat kemitraan. Rakyat Amerika siap bergabung dengan warganegara dan pemerintahan; organisasi kemasyarakatan, pemimpin agama dan bisnis di masyarakat Muslim diseluruh dunia guna membantu rakyat kita memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.

Isu-isu yang telah saya uraikan tidak mudah ditanggapi. Tetapi kita punya tanggung jawab untuk bergabung demi memperjuangkan dunia yang kita cita-citakan – sebuah dunia di mana ekstremis tidak lagi mengancam rakyat kita, dan pasukan Amerika bisa pulang; sebuah dunia di mana rakyat Israel dan Palestina masing-masing memiliki negara mereka sendiri yang aman, dan energi nuklir dipergunakan untuk tujuan damai; sebuah dunia di mana pemerintahan melayani warganegaranya serta hak-hak dari semua umat Allah dihormati. Ini merupakan kepentingan bersama. Itulah dunia yang kita cita-citakan, tetapi hal itu hanya kita bisa capai bersama.

Saya tahu ada banyak - Muslim dan non-Muslim - yang mempertanyakan apakah kita bisa membina permulaan baru ini. Beberapa ingin menghasut api perpecahan, dan menghalangi kemajuan. Beberapa mengatakan hal ini tidak ada gunanya – bahwa kita sudah ditakdirkan untuk berseteru dan berbagai peradaban ditakdirkan beradu. Banyak lagi yang sekedar skeptis bahwa perubahan nyata bisa terselenggara. Begitu banyak ketakutan, begitu banyak ketidak percayaan. Tetapi kalau kita memilih untuk terperangkap dalam masa lalu maka kita tidak pernah akan melangkah maju. Dan saya secara khusus ingin mengatakan kepada generasi muda dari setiap kepercayaan, di setiap negara – anda, lebih dari orang lain, memiliki kemampuan untuk menata kembali dunia, menyusun kembali dunia.

Kita semua menghuni dunia ini untuk waktu yang singkat. Pertanyaannya adalah apakah kita melewatkan waktu itu terpusat pada hal-hal yang memecah belah kita, atau apakah kita mendedikasikan diri pada usaha – usaha berkesinambungan – untuk mencapai kesamaan, memusatkan perhatian pada masa depan bagi anak-anak kita dan menghargai harga diri semua insan manusia.

Hal-hal ini tidaklah mudah. Lebih mudah memulai perang ketimbang menghentikannya. Lebih mudah menuduh pihak lain ketimbang melakukan introspeksi diri; untuk melihat apa yang berbeda pada diri seseorang ketimbang menemukan kesamaan kita. Tetapi ada pula sebuah aturan yang merupakan inti setiap agama – bahwa kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka. Kebenaran ini berlaku lintas negara dan lintas rakyat – sebuah keyakinan yang tidak baru, yang tidak hitam atau putih atau coklat; bukan kebenaran Kristen, atau Muslim atau Yahudi. Ini merupakan keyakinan yang berdetak dalam dari buaian keberadaban, dan masih tetap berdetak dalam jantung miliaran manusia. Ini merupakan rasa percaya pada orang lain, dan hal itulah yang membawa saya kesini hari ini.

Kita memiliki kekuatan untuk menciptakan dunia yang kita cita-citakan, tetapi hanya apabila kita punya keberanian untuk memasuki awal yang baru, sambil ingat pada apa yang tertulis.
ALKitab Suci Al Quran mengatakan kepada kita, “Wahai manusia! Sesungguhnya kami telah ciptakan kamu sekalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling kenal mengenal…”
Talmud mengatakan kepada kita: “Seluruh Torah adalah untuk maksud menggalakkan perdamaian.”

Kitab Suci Injil mengatakan pada kita, “Diberkatilah pencipta perdamaian, karena mereka akan disebut putra-putra Allah.” (tepuk tangan)

Rakyat seluruh dunia bisa hidup bersama dalam damai. Kita tahu itu merupakan visi Allah. Kini, itu menjadi kewajiban kita di Dunia. Terima kasih. Dan semoga damai Allah bersama anda. Terima kasih banyak. Terima kasih (tepuk tangan)

TAMAT
2:05 siang (Lokal)
(end transcript)

Sumber: America.gov
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...