Sunday, August 16, 2009

Sarung HP anda dibuat dari kulit sapi atau kulit babi?

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Sarung HP saya yang lama jadi rusak, jadi pada saat berada di Ratu Plaza saya mencari yang baru. Yang asli untuk HP saya (O2 Atom) sudah tidak dijual lagi, jadi saya lihat yang umum untuk merek HP mana saja di toko2 HP. Di situ kelihatan semua toko menjual sarung HP dengan merek2 yang sama. (Sayangnya, saya tidak catat, tetapi ada satu yang mulai dengan huruf A, seperti Alvario, atau yang mirip itu, yang paling umum dan ada di mana2). Saya kurang suka karena harganya agak murah, sekitar 50-70 ribu, jadi saya ragukan kualitasnya. Pada saat saya periksa lebih dekat, di bagian dalam kelihatan banyak lubang2 kecil, seperti bintik atau tusukan yang berdekatan, mirip bentuk segitiga.

Langsung melintas di ingatan saya sebuah email yang pernah diterima 2-3 kali, yang mengatakan bahwa kulit dengan lubang2 kecil dalam bentuk segitiga adalah kulit babi. Saya langsung merasa ragu2 dan tidak jadi beli. Saat pulang, saya carikan info di internet. Sepertinya benar, kulit babi memang ada lubang2 kecil yang seringkali berbentuk segitiga di bagian dalam (tidak kelihatan di bagian luar).

Dan setelah saya cari2 info lagi di internet ternyata di berberapa situs Islam (dalam bahasa Inggris) ada peringatan bahwa kulit babi tidak selalu bisa dibedakan dengan kulit yang lain. Jadi, memang tidak selalu bisa kelihatan lubang2 kecil tersebut, terutama kalau itu ada di bagian dalam sepatu/tas yang tertutup dan tidak bisa dibuka karena ada lapisan dalamnya.

Di Ratu Plaza, dan juga di mal2 lain, sarung HP dengan merek yang sama ada di mana2, dan sepertinya itulah yang paling banyak dijual, mungkin karena termasuk paling murah. Buatan Cina tentu saja.

Saya bisa paham kalau orang kafir di luar negeri dapat barang yang dibuat dari kulit babi (tanpa sepengetahuannya), karena kemungkinan mereka tidak akan peduli. Tetapi untuk orang Muslim yang merupakan mayoritas di sini, ternyata tidak ada perlindungan sama sekali. (Saya jadi berfikir, berapa banyak Kyai dan ustadz di sini memakai sarung tangan HP dari kulit babi, tanpa disadari karena tidak pernah dicek).

Yang mengimpor tidak ditanyakan tentang apa yang diimpor, yang menjual tidak ditanyakan, dan yang beli juga tidak tanya. Pemerintah tidak kontrol, dan yang paling paham tentang halal/haram seperti MUI dan Departemen Agama sepertinya tidak punya wewenang untuk menolak kulit babi yang diimpor dalam bentuk barang yang sudah jadi (tas, sepatu, sarung HP, dll.).

Alangkah buruknya bila ummat Islam masuk masjid untuk shalat, dan di pinggangnya ada sabuk kulit babi, di kantong ada dompet dari kulit babi, di kantong yang lain ada gantungan kunci dari kulit babi, di sabuknya ada sarung HP dari kulit babi, sepatu yang dititip dibuat dari kulit babi, dan perempuan di belakang juga membawa tas dan dompet yang dibuat dari kulit babi.

Masjid-masjid Allah di Indonesia mungkin saja penuh dengan kulit babi pada waktu shalat, tanpa ada yang sadar!

96. Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, PASTILAH Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
(QS. Al Araf 7:96)

Alangkah buruknya bila setiap hari kita membawa kulit babi ke dalam masjid, tanpa sadar. Siapa yang punya kemampuan untuk membujuk pemerintah agar mereka mulai peduli pada ummat Islam, dan peduli pada kebutuhan kita? Jangan sampai kita dibiarkan membeli kulit babi dan makanan yang tidak halal terus-terusan. Harus ada perlindungan untuk ummat Islam dari hal-hal yang haram. Tetapi siapa yang bisa membuat pemerintah sadar dan peduli?

Produk-produk yang bisa dibuat dari kulit babi bisa dicari dengan ketik “pigskin” (= kulit babi) di Google. Saya dapat daftar seperti ini:

· tas perempuan,
· dompet pria dan wanita,
· sabuk,
· sepatu pria dan wanita,
· gantungan kunci mobil,
· sarung handphone,
· jaket,
· kursi kantor,
· sarung tangan (buat golf, fitness, dsb.),
· agenda (yearly planner),
· dan sebagainya.

Yang paling parah adalah Alkitab (Bible) dengan cover kulit babi, padahal dalam Perjanjian Lama, babi juga diharamkan.

Semoga ummat Islam bisa segera sadar, dan tidak hanya beli sarung HP, sabuk, sepatu, dll. yang paling murah di toko, tanpa peduli memakai kulit apa. Semoga pemerintah segera mulai peduli pada ummat Islam, dan melarang orang mengimpor barang2 yang dibuat dari kulit babi. Saya kira sangat mudah dicari yang sudah ada di sini. Tinggal pergi ke pasar dan mal, dan mencari contoh2nya.

Contoh lubang2 yang ada di kulit babi bisa dilihat di sini:

Semoga bermanfaat. Tolong disebarkan.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene Netto




















4 comments:

  1. Masya Allah... makasi ya pak ustadz untuk post-nya :D

    Aku bener2 belum kepikiran mengenai pegunaaan kulit babi untuk sarung HP. Selama ini, aku hanya memperhatikan saat beli sepatu saja. Sepertinya sepatu/sandal adalah yang paling mudah dan banyak dijumpai menggunakan kulit babi. Bahkan sepatu dengan kualitas bagus sekalipun tetap saja harus hati-hati.

    Beberapa waktu lalu, seorang teman mau beli sepatu merk Rockport. Dia sudah bayar DP karena kebetulan nomor yang dia butuhkan tinggal satu dan saat itu lagi sale. Saat sepatu mau diambil kebetulan bareng aku karena aku mau nebeng pulangnya. Waktu melihat bagian dalamnya, menurut aku itu kulit babi dengan ciri umum 3 titik berdekatan. Tapi kata penjaganya, itu bukan kuli babi. Itu kulit kangguru (ustadz gene, bener ga sih kulit kangguru biasa disamak juga dan dijadikan material untuk sepatu dll ??? heheh).
    Si mba penjaga tokonya menambahkan kalo dia juga muslim dan kalo ada kulit babi disini, mereka pasti akan menyedian pasir untuk bersuci *nyindir banget sih tapi aku tidak terlalu pedulikan*
    Saat temanku nanya gimana beli ngga. Aku bilang aja, kalo aku tidak akan mau beli karena meragukan. Dan akhirnya teman ngga jadi beli.
    Penjaga toko yang lain sempat menambahkan bahwa sejak tahun 2000 sekian (aku lupa persisnya, dia bilang tahun berapa) Rockport Indonesia sudah tidak impor sepatu yang materialnya kulit babi.
    Maaf sekali, menurut aku itu informasi yang tidak benar. Beberapa waktu lalu, aku juga tertarik dengan salah satu model sepatu mereka dan saat aku perhatikan lebih detail di counter yanga ada di PS itu, aku yakin 100% kalo bagian dalamnya menggunakan kulit babi.

    Jadi memang menyedihkan sih kondisi customer muslim di Indonesia karena memang tidak ada perhatian atas penggunaan kulit babi sebagai material barang-barang. Memang kita sendiri yang harus jeli dan punya informasi/pengetahuan karena bahkan sesama muslim pun tega aja menyembunyikan informasi seperti itu. Rada berbeda dengan di singapore yang walopun minoritas muslim, para pramuniaganya lebih jujur untuk memberitahu hal-hal seperti ini. Ada teman yang punya pengalaman pernah tidak dianjurkan untuk beli sesuatu barang karena melihat teman itu berkerudung dan si pramuniaga tahu, barang yang mau dibeli ada kulit babinya.
    Kalo disini kan ngga peduli, yang penting barangnya laku. Gitu deh.

    Aku ada satu pengalaman lagi soal kulit babi ini. Suatu hari, aku bareng sepupu dan ponakan sedang di toko sepatu. Terus ponakan mau mencoba sepatu dan saat aku lihat bagian dalamnya, ciri-cirinya sangat jelas. Itu kulit babi. Aku larang, tidak usah aja dan beritahu itu kulit babi. Kan masih ada banyak sekali pilihan yang lain. Eh... tiba-tiba ada sepupu yang nyeletuk begini, "Tidak apa-apa kan sepatunya ngga dijilat."
    Ya sudah, yang penting kan sudah aku beritahu. Heheh.
    Tapi selain sepupu, memang ada juga pemahaman sebagian kaum muslim yang tidak mempermasalahkan soal kulit babi ini. Beberapa teman di kantor juga tahu kalo sepatunya kulit babi dan mereka tidak masalah dengan hal itu. Mazhabnya beda. Heheh.

    ReplyDelete
  2. Assalamu'alaikum wr.wb.,

    Kayanya tidak mungkin bahwa itu kangaroo skin. Soalnya, jarang dijual di luar Australia (setahu saya) dan kulitnya sangat polos, jadi tidak ada bintiknya. Saat saya baca2 kemarin, dijelaskan bintik2 di kulit babi itu apa. Ternyata itu bekas dari bulu babi yang sangat kaku dan keras.

    Tumbuhnya dalam kelompok kecil, seperti segitiga, dan pada saat kulit disiapkan, bulu itu perlu dibakar karena tidak bisa dihilangkan dengan cara yang lain (karena terlalu keras dan kaku). Bekasnya adalah lubang2 kecil yang berdekatan, tetapi hanya pada bagian luar. Bagian dalam polos. Tetapi kalau digunakan untuk membuat barang, bagian luar yang berbintik itu, dibalikkan dan menjadi bagian dalam di sepatu, dompet dan lain2, mungkin karena tidak indah dilihat.

    Sebaliknya, kangaroo punya bulu yang sangat halus seperti kucing. Mengusap punggung kangaroo sama rasanya dengan mengusap punggung kucing. Kalau kulitnya digunakan, memang sangat halus dan polos. Tidak ada bintik.

    Tetapi saya kira orang yang jualan di sini tidak bakalan tahu apa2. Mereka juga hampir bisa dijamin berbohong kalau tahu, karena dia hidup dari penjualan. Agama nomor dua.
    Lebih baik tidak percaya dan tinggalakan bila tidak yakin.

    36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
    (QS. Al Israa' 17:36)

    Lebih baik lagi bila pemerintah segera bertindak dan melarang orang mengimpor barang yang dibuat dari kulit babi ke Indonesia. (Negara Mimpi, di mana pemerintah peduli pada ummat Islam.)

    Wassalamu'alaikum wr.wb.,
    Gene

    ReplyDelete
  3. Nah beneran kan, aku udah pikir ngga mungkin banget kalo itu kulit kanguru. Masa sih kondisinya mirip banget dengan kulit babi, ada bintik-bintik.
    Kayaknya si pramuniaga itu udah mengada2 banget.

    Memang bener masih dalam mimpi kalo pemerintah sini bakal peduli pada ummat Islam. Cuman pak ustadz, tambahannya yang lebih disayangkan lagi adalah para muslim disini kebanyakan tidak menganggap dan memperlakukan saudaranya sesama muslim sebagai saudara sejiwa yang patut untuk diperlakukan dan diberi hal terbaik seperti apabila kita memberi untuk diri kita sendiri.
    Banyak diantara kita, para muslim yang fokus beneran hanya pada keselamatan/keuntungan materi/duniawi untuk diri sendiri saja. Kita tidak peduli dengan orang lain, tidak peduli apakah yang kita lakukan akan merusak ataupun menyakiti orang lain.
    Contohnya si pramuniaga itu. Dia mengaku muslim tapi dia berkomentar sinis terhadap customer yang meragukan sesuatu terkait dengan agama Islam. Padahal aku dan teman waktu itu jelas2 sudah berbicara sopan dan mohon maaf ber-kali2 karena kita memperhatikan perihal kulit babi itu.
    Untungnya kami berdua adalah orang2 yang tidak terlalu peduli dengan komentar2 yang ngga penting seperti itu. Heheh.
    Alangkah lebih baiknya kalo dia bilang begini jika memang dia sendiri tidak tau, "Kalo memang mbak2 merasa ragu bahwa ini kulit babi mungkin sebaiknya melihat model yang lain". Enak kan. Manis dan sopan di dengar apalagi dengan saudara sesama muslim.

    Anyway, makasih ya ustadz Gene untuk informasi dan konfirmasinya.

    Wassalam.

    ReplyDelete