Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(45)
anak
(315)
anak yatim
(75)
bilingual
(21)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(84)
dhuafa
(6)
for fun
(12)
Gene
(168)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(32)
hukum
(57)
hukum islam
(51)
indonesia
(487)
islam
(541)
jakarta
(27)
kekerasan terhadap anak
(371)
kesehatan
(94)
Kisah Dakwah
(13)
Kisah Sedekah
(9)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(22)
KPK
(12)
Kristen
(14)
lingkungan
(18)
mohon bantuan
(13)
muallaf
(49)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(33)
parenting
(2)
pemerintah
(99)
Pemilu 2009
(36)
pendidikan
(497)
pengumuman
(23)
perang
(9)
perbandingan agama
(12)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(111)
Politik Indonesia
(29)
Progam Sosial
(15)
puasa
(35)
renungan
(187)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(11)
sosial
(281)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Orang sering berkomentar kepada saya, kok banyak orang bisa melakukan korupsi padahal mereka shalat dan puasa. Ka...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
(Membalas komentar dari guru di milis pendidikan). Assalamu’alaikum wr.wb., Sudah ada beberapa guru di dalam milis pendidikan yang...
-
Sabtu, 24/07/2010 14:12 WIB Pasien DBD 'Ditahan' Rumah Sakit Rois Jajeli – detikSurabaya Surabaya - Sikap pihak Rumah Sakit Islam (R...
-
Source : Scholars for 9/11 Truth By: James H. Fetzer Founder and Co-Chair Scholars for 9/11 Truth SCHOLARS FOR 9/11 TRUTH ...
-
[Pertanyaan]: Assalamualaikum pak ustad. Saya mau tanya nih. Malam ini saya minum bir bintang, apakah puasa saya besok dan seterusnya masih ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada beberapa komentar di blog saya dari orang yang inginkan hukum syariah diterapkan dengan cepat, dan mereka kecew...
-
Pada saat saya jalan-jalan dengan teman, saya diajak makan es krim di Pisa Café, Menteng, lalu saya diberitahu bahwa sebagian dari es krim d...
30 October, 2010
26 October, 2010
Ditanya Soal Jakarta Semalam, Foke Cuma Senyum dan Lambaikan Tangan
Selasa, 26/10/2010 09:47 WIB
Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke menjadi sosok yang paling dipergunjingkan terkait Jakarta yang porak poranda semalam. Saat wartawan meminta komentarnya terkait 'tragedi' semalam, Foke cuma tersenyum dan melambaikan tangannya.
Peristiwa itu terjadi saat Foke hendak memasuki ruang kantornya di Balai Agung, kantor Pemprov DKI Jakarta, Selasa (26/10/2010) pukul 08.10 WIB.
"Mau tanya terkait banjir semalam, Pak," kata wartawan yang menunggunya sejak pagi.
Mendengar pertanyaan itu, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu tidak menghentikan jalannya. Alih-alih menjawab pertanyaan, Foke malah berbalik melempar senyum dan melambaikan tangan. Foke yang mengenakan safari abu-abu itu bahkan tampak cool.
Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke menjadi sosok yang paling dipergunjingkan terkait Jakarta yang porak poranda semalam. Saat wartawan meminta komentarnya terkait 'tragedi' semalam, Foke cuma tersenyum dan melambaikan tangannya.
Peristiwa itu terjadi saat Foke hendak memasuki ruang kantornya di Balai Agung, kantor Pemprov DKI Jakarta, Selasa (26/10/2010) pukul 08.10 WIB.
"Mau tanya terkait banjir semalam, Pak," kata wartawan yang menunggunya sejak pagi.
Mendengar pertanyaan itu, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu tidak menghentikan jalannya. Alih-alih menjawab pertanyaan, Foke malah berbalik melempar senyum dan melambaikan tangan. Foke yang mengenakan safari abu-abu itu bahkan tampak cool.
22 October, 2010
TNI Akui Kebenaran Video Penganiayaan di Papua
Assalamu'alaikum wr.wb.,
Korban kekerasan oleh TNI di Papua adalah seorang PENDETA? Dan sekarang sudah ditemukan mayatnya, dengan kepala dipotong? Kira-kira siapa yang potong kepalanya?
Kalau memang dia pemberontak, bisa ditangkap dan dibawa ke markas militer untuk interogasi. Betul? Kenapa hal itu tidak terjadi?
Kata Menko Polhukam, Djoko Suyanto, “Ada tindakan prajurit di lapangan yang berlebihan.”
Berlebihan itu sudah jelas. Tetapi dengan sebatas mengatakan, “Ada tindakan prajurit…”, seolah-olah mau memberi indikasi bahwa ini hanya oknum saja. Hanya 2-3 orang saja.
Tetapi setelah menyaksikan videonya, kesan yang saya dapatkan adalah prajurit itu sudah “terlatih dan terbiasa” sekali. Kesan saya, ini bukan pertama kali mereka melakukan aksi serupa.
Dan kalau seandainya satu unit prajurit itu memang sudah “terbiasa” menyiksa orang Papua setelah ditahan, kira2 berapa banyak prajurit yang lain di sana juga TERBIASA?
Korban kekerasan oleh TNI di Papua adalah seorang PENDETA? Dan sekarang sudah ditemukan mayatnya, dengan kepala dipotong? Kira-kira siapa yang potong kepalanya?
Kalau memang dia pemberontak, bisa ditangkap dan dibawa ke markas militer untuk interogasi. Betul? Kenapa hal itu tidak terjadi?
Kata Menko Polhukam, Djoko Suyanto, “Ada tindakan prajurit di lapangan yang berlebihan.”
Berlebihan itu sudah jelas. Tetapi dengan sebatas mengatakan, “Ada tindakan prajurit…”, seolah-olah mau memberi indikasi bahwa ini hanya oknum saja. Hanya 2-3 orang saja.
Tetapi setelah menyaksikan videonya, kesan yang saya dapatkan adalah prajurit itu sudah “terlatih dan terbiasa” sekali. Kesan saya, ini bukan pertama kali mereka melakukan aksi serupa.
Dan kalau seandainya satu unit prajurit itu memang sudah “terbiasa” menyiksa orang Papua setelah ditahan, kira2 berapa banyak prajurit yang lain di sana juga TERBIASA?
19 October, 2010
Tentara Indonesia Menyiksa Orang Papua?
Ini video yang aslinya (dua video yang digabung, yang katanya diambil di Papua bulan Oktober 2010 ini), yang di-upload di situs luar negeri. (Tadi saya baca di BBC, lalu cek ke situs LSM ini). Yang saya lihat tadi di You Tube ternyata hanya video pertama yang pendek, yang dimasukin ke You Tube oleh orang lain.
Dalam video kedua, orang Papua diikat, diancam dengan pisau, dan kemaluannya dibakar (tapi pada bagian itu, gambar sengaja ditutup oleh LSM ini sehingga hanya ada suara saja, karena katanya terlalu buruk untuk ditunjukkan di tempat umum).
Oknum? Atau kebiasaan di Papua? Silahkan nonton dan menilai sendiri. (Nanti para pejabat pasti bilang “Mana buktinya mereka benar2 TNI” atau “Hanya oknum saja”. Kita tunggu saja sekarang.)
Indonesian military ill-treat and torture indigenous Papuans (Tentara Indonesia Menyiksa Orang Papua)
Panglima Cek Video Penganiayaan Oknum TNI Atas Warga Papua di Youtube
Dalam video kedua, orang Papua diikat, diancam dengan pisau, dan kemaluannya dibakar (tapi pada bagian itu, gambar sengaja ditutup oleh LSM ini sehingga hanya ada suara saja, karena katanya terlalu buruk untuk ditunjukkan di tempat umum).
Oknum? Atau kebiasaan di Papua? Silahkan nonton dan menilai sendiri. (Nanti para pejabat pasti bilang “Mana buktinya mereka benar2 TNI” atau “Hanya oknum saja”. Kita tunggu saja sekarang.)
Indonesian military ill-treat and torture indigenous Papuans (Tentara Indonesia Menyiksa Orang Papua)
Panglima Cek Video Penganiayaan Oknum TNI Atas Warga Papua di Youtube
15 October, 2010
Tak Sanggup Bayar Gaji, AS “Istirahatkan” Ribuan Guru
Monday, 11 October 2010 08:09
Pemecatan 58 ribu orang terjadi saat 10 miliar dari anggaran yang disahkan oleh Kongres
Hidayatullah.com--Pemerintah AS telah memberhentikan 58 ribu guru dan pekerja pendidikan pada bulan September meski Kongres negara itu mensahkan paket bantuan pendidikan sebesar 26 miliar dolar.
Press TV mengutip situs The Huffington Post, Ahad (10/10) melaporkan, pemecatan 58 ribu orang terjadi saat 10 miliar dari anggaran yang disahkan oleh Kongres itu dialokasikan untuk mencegah pemberhatian pegawai seperti guru, penasehat, asisten guru, dan sopir bus sekolah.
Beberapa ekonom percaya bahwa jika anggaran itu tidak disahkan dan juga tidak dialokasikan untuk membantu pendidikan, maka kondisi akan lebih buruk dari sekarang. Padahal Asosiasi Guru dan Pegawai Sekolah mengatakan, pemberhentian itu akibat kurangnya kinerja pemerintah federal dan pemerintah negara bagian untuk mencegah peningkatan jumlah pengangguran dan pemakaian yang tepat terhadap anggaran bantuan tersebut.
Heidi Shierholz, pakar ekonomi AS mengkritik kinerja pemerintah negara federal dan ketidakjelasan dalam pembayaran gaji guru dan pegawai pendidikan. Ia meyakini pemerintah negara bagian telah menerima bantuan dalam jumlah besar untuk mencegah masalah seperti itu. [irb/hidayatullah.com]
Sumber: hidayatullah.com
Pemecatan 58 ribu orang terjadi saat 10 miliar dari anggaran yang disahkan oleh Kongres
Hidayatullah.com--Pemerintah AS telah memberhentikan 58 ribu guru dan pekerja pendidikan pada bulan September meski Kongres negara itu mensahkan paket bantuan pendidikan sebesar 26 miliar dolar.
Press TV mengutip situs The Huffington Post, Ahad (10/10) melaporkan, pemecatan 58 ribu orang terjadi saat 10 miliar dari anggaran yang disahkan oleh Kongres itu dialokasikan untuk mencegah pemberhatian pegawai seperti guru, penasehat, asisten guru, dan sopir bus sekolah.
Beberapa ekonom percaya bahwa jika anggaran itu tidak disahkan dan juga tidak dialokasikan untuk membantu pendidikan, maka kondisi akan lebih buruk dari sekarang. Padahal Asosiasi Guru dan Pegawai Sekolah mengatakan, pemberhentian itu akibat kurangnya kinerja pemerintah federal dan pemerintah negara bagian untuk mencegah peningkatan jumlah pengangguran dan pemakaian yang tepat terhadap anggaran bantuan tersebut.
Heidi Shierholz, pakar ekonomi AS mengkritik kinerja pemerintah negara federal dan ketidakjelasan dalam pembayaran gaji guru dan pegawai pendidikan. Ia meyakini pemerintah negara bagian telah menerima bantuan dalam jumlah besar untuk mencegah masalah seperti itu. [irb/hidayatullah.com]
Sumber: hidayatullah.com
13 October, 2010
RMS Menjadi Berita Hangat Karena SBY
Assalamu'alaikum wr.wb.,
Ada 2 artikel menarik yang masuk Jakarta Post hari ini. Saya cari di berita bahasa Indonesia, tetapi belum ada. Ada kutipan dari senator Belanda, yang keturunan Maluku juga. Katanya, RMS tidak ditanggapi oleh semua warga keturunan Maluku di Belanda (45.000 orang). Yang dukung secara rutin hanya sekitar 100 orang saja.
Dan sekarang, disebabkan tindakan SBY, warga Maluku yang muda, yang sebelumnya tidak tahu apa-apa tentang RMS malah sibuk membahasnya terus. SBY sendiri yang menghidupkan topik itu dengan tindakannya membatalkan keberangkatan ke Belanda minggu kemarin.
Siapa yang menasehati SBY untuk tidak berangkat, sampai perkara ini menjadi berita internasional? Kok sampai sekarang tidak ada yang bertanggung jawab?
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene
Ada 2 artikel menarik yang masuk Jakarta Post hari ini. Saya cari di berita bahasa Indonesia, tetapi belum ada. Ada kutipan dari senator Belanda, yang keturunan Maluku juga. Katanya, RMS tidak ditanggapi oleh semua warga keturunan Maluku di Belanda (45.000 orang). Yang dukung secara rutin hanya sekitar 100 orang saja.
Dan sekarang, disebabkan tindakan SBY, warga Maluku yang muda, yang sebelumnya tidak tahu apa-apa tentang RMS malah sibuk membahasnya terus. SBY sendiri yang menghidupkan topik itu dengan tindakannya membatalkan keberangkatan ke Belanda minggu kemarin.
Siapa yang menasehati SBY untuk tidak berangkat, sampai perkara ini menjadi berita internasional? Kok sampai sekarang tidak ada yang bertanggung jawab?
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene
11 October, 2010
Patrialis Sesalkan Penahanan Nenek Rasmiah
Senin, 11 Oktober 2010 | 13:47 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang--Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menyesalkan penahanan Rasmiah (-bukan Rasminah), 55 tahun binti Rawan. Pembantu rumah tangga ini ditahan karena dituduh mencuri enam buah piring, baju bekas dan setengah kilo buntut sapi beku. Janda satu anak yang usianya mulai senja itu kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Dewasa Tangerang jalan Moch. Yamin.
Rasmiah, warga yang tinggal mengontrak di Gang Damai, Kampung Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan ini saat ini masih menjalani proses pengadilan di Pengadilan Negeri Tangerang. Pada Rabu, (13/10) dia akan menjalani persidangan tahap keterangan saksi.
TEMPO Interaktif, Tangerang--Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menyesalkan penahanan Rasmiah (-bukan Rasminah), 55 tahun binti Rawan. Pembantu rumah tangga ini ditahan karena dituduh mencuri enam buah piring, baju bekas dan setengah kilo buntut sapi beku. Janda satu anak yang usianya mulai senja itu kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Dewasa Tangerang jalan Moch. Yamin.
Rasmiah, warga yang tinggal mengontrak di Gang Damai, Kampung Sawah Lama, Ciputat, Tangerang Selatan ini saat ini masih menjalani proses pengadilan di Pengadilan Negeri Tangerang. Pada Rabu, (13/10) dia akan menjalani persidangan tahap keterangan saksi.
08 October, 2010
Minum Kopi Atasi Penyakit Kronis
Rabu, 6 Oktober 2010 | 07:48 WIB
NUSA DUA, KOMPAS.com - Hasil penelitian terbaru menunjukkan, konsumsi kopi efektif mengatasi berbagai penyakit kronis. Namun untuk mencapai manfaat yang dimaksud, konsumsi kopi tidak boleh sembarangan dan harus berkualitas baik dan asli.
Surip Mawardi, peneliti kopi dan kakao Indonesia di sela-sela Konferensi Internasional Ilmu Pengetahuan Kopi 2010 di Nusa Dua Bali menyatakan, berdasarkan hasil penelitian terbaru, kopi bisa mengatasi berbagai macam penyakit seperti diabetes, kanker usus bahkan jantung koroner.
NUSA DUA, KOMPAS.com - Hasil penelitian terbaru menunjukkan, konsumsi kopi efektif mengatasi berbagai penyakit kronis. Namun untuk mencapai manfaat yang dimaksud, konsumsi kopi tidak boleh sembarangan dan harus berkualitas baik dan asli.
Surip Mawardi, peneliti kopi dan kakao Indonesia di sela-sela Konferensi Internasional Ilmu Pengetahuan Kopi 2010 di Nusa Dua Bali menyatakan, berdasarkan hasil penelitian terbaru, kopi bisa mengatasi berbagai macam penyakit seperti diabetes, kanker usus bahkan jantung koroner.
07 October, 2010
Tanggal kemerdekaan di uang pecahan 100 ribu benar, kenapa banyak yang tidak tahu?
(Antara tidak tahu, atau tidak ingat?)
Assalamu'alaikum wr.wb.,
Bagi saya, ini sangat menarik dari sisi pendidikan.
Saya dapat info dari seorang teman lewat SMS. Saat itu, saya di kantor teman lain. Saat diperiksa, ternyata benar, tulisannya 05, sesuai dengan isi pesan SMSnya.
Saat itu, yang periksa ada 5 orang, semuanya bergelar S1 jadi mereka berpendidikan tinggi. Salah satunya juga bergelar dokter. Teman yang kirim SMS pertama kepada saya bergelar S2.
Semua teman itu punya pendidikan tinggi, semuanya warga Indonesia, dan semuanya tidak tahu teks asli proklamasi, padahal diajarkan bertahun2 selama sekolah dan teks itu singkat sekali sebenarnya.
Kok semuanya tidak tahu bahwa 05 itu tanggal yang benar di dalam teks yang asli?
Apa yang terjadi pada mereka selama sekolah di sini? Kok begitu banyak orang dewasa dengan pendidikan tinggi bisa tidak tahu sejarah negaranya sendiri (dan oleh karena itu percaya pada isi pesan SMS, dan sebarkan kepada yang lain, sehingga saya juga ikut menyebarkan.)
Kesalahan pendidikan itu di mana kira-kira?
Ada yang bisa menjelaskan?
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene
Assalamu'alaikum wr.wb.,
Bagi saya, ini sangat menarik dari sisi pendidikan.
Saya dapat info dari seorang teman lewat SMS. Saat itu, saya di kantor teman lain. Saat diperiksa, ternyata benar, tulisannya 05, sesuai dengan isi pesan SMSnya.
Saat itu, yang periksa ada 5 orang, semuanya bergelar S1 jadi mereka berpendidikan tinggi. Salah satunya juga bergelar dokter. Teman yang kirim SMS pertama kepada saya bergelar S2.
Semua teman itu punya pendidikan tinggi, semuanya warga Indonesia, dan semuanya tidak tahu teks asli proklamasi, padahal diajarkan bertahun2 selama sekolah dan teks itu singkat sekali sebenarnya.
Kok semuanya tidak tahu bahwa 05 itu tanggal yang benar di dalam teks yang asli?
Apa yang terjadi pada mereka selama sekolah di sini? Kok begitu banyak orang dewasa dengan pendidikan tinggi bisa tidak tahu sejarah negaranya sendiri (dan oleh karena itu percaya pada isi pesan SMS, dan sebarkan kepada yang lain, sehingga saya juga ikut menyebarkan.)
Kesalahan pendidikan itu di mana kira-kira?
Ada yang bisa menjelaskan?
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene
03 October, 2010
Akibat Pergaulan Bebas
Liputan 6 - Sabtu, 2 Oktober
Liputan6.com, Surabaya: Salah satu ruang guru di SMA Negeri 12 Surabaya, Jawa Timur, Juli lalu, dikagetkan dengan bau tidak sedap yang berasal dari toilet. Para guru dan murid pun penasaran mencari sumber bau busuk tersebut. Betapa kagetnya mereka karena menemukan sesosok jasad bayi laki-laki membusuk di dalam kardus.
Tak ayal, suasana sekolah yang biasanya tenang mendadak gempar. Kegiatan belajar mengajar langsung dihentikan. Pihak sekolah kemudian melaporkan penemuan bayi itu ke Mapolsek Benowo.
Dengan peralatan lengkap, tim identifikasi Polrestabes Surabaya langsung menyelidiki lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan awal, penyebab kematian bayi diduga karena dibunuh. Sebab, ditemukan bekas jeratan kabel di lehernya.
Liputan6.com, Surabaya: Salah satu ruang guru di SMA Negeri 12 Surabaya, Jawa Timur, Juli lalu, dikagetkan dengan bau tidak sedap yang berasal dari toilet. Para guru dan murid pun penasaran mencari sumber bau busuk tersebut. Betapa kagetnya mereka karena menemukan sesosok jasad bayi laki-laki membusuk di dalam kardus.
Tak ayal, suasana sekolah yang biasanya tenang mendadak gempar. Kegiatan belajar mengajar langsung dihentikan. Pihak sekolah kemudian melaporkan penemuan bayi itu ke Mapolsek Benowo.
Dengan peralatan lengkap, tim identifikasi Polrestabes Surabaya langsung menyelidiki lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan awal, penyebab kematian bayi diduga karena dibunuh. Sebab, ditemukan bekas jeratan kabel di lehernya.
01 October, 2010
Adiksi Pornografi Mulai Menyerang Anak SD
Kamis, 30 September 2010, 11:14 WIBREPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sejenis adiksi baru bernama pornografi telah menyerang anak-anak di Indonesia. Adiksi itu memberi dampak lebih parah dari jenis adiksi lainnya seperti narkoba atau rokok.
''Kebanyakan dari kita tidak tahu ada adiksi baru yang melanda Indonesia. Saat ini kecanduan pornografi sudah melanda Indonesia,'' ujar Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risman, saat seminar nasional Mengenali & Mengatasi Adiksi Pornografi pada Anak dan Remaja di Jakarta, Kamis (30/9).
Penelitian yang dilakukan Yayasan Kita dan Buah Hati oleh konselor remaja periode Januari 2008 hingga Februari 2010 memaparkan fakta bahwa banyak anak sudah terpapar pornografi sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Dari responden berjumlah 2.818 anak kelas 4,5 dan 6 SD,67 persen sudah pernah akses situs pornografi.
Elly menjelaskan dari seluruh responden fakta yang juga menyedihkan adalah 24 persen dari anak-anak itu merasa biasa saja melihat pornografi. ''Jadi bisa ditanyakan sejak usia berapa anak-anak itu mulai melihat pornografi,'' tutur dia. Dan responden mengatakan, paling banyak sebesar 21 persen melihat pornografi karena iseng.
Nah, di mana anak-anak itu melihat pornografi? Sekitar 48 persen mengatakan mereka lihat di rumah. Yang berasal dari komik sebanyak 24 persen dan 22 persen dari internet. ''Anak-anak terkepung oleh pornografi. Ini sangat berbahaya,'' keluh Elly.
Red: Endro Yuwanto
Rep: Prima Restri
Sumber: republika.co.id
''Kebanyakan dari kita tidak tahu ada adiksi baru yang melanda Indonesia. Saat ini kecanduan pornografi sudah melanda Indonesia,'' ujar Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risman, saat seminar nasional Mengenali & Mengatasi Adiksi Pornografi pada Anak dan Remaja di Jakarta, Kamis (30/9).
Penelitian yang dilakukan Yayasan Kita dan Buah Hati oleh konselor remaja periode Januari 2008 hingga Februari 2010 memaparkan fakta bahwa banyak anak sudah terpapar pornografi sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Dari responden berjumlah 2.818 anak kelas 4,5 dan 6 SD,67 persen sudah pernah akses situs pornografi.
Elly menjelaskan dari seluruh responden fakta yang juga menyedihkan adalah 24 persen dari anak-anak itu merasa biasa saja melihat pornografi. ''Jadi bisa ditanyakan sejak usia berapa anak-anak itu mulai melihat pornografi,'' tutur dia. Dan responden mengatakan, paling banyak sebesar 21 persen melihat pornografi karena iseng.
Nah, di mana anak-anak itu melihat pornografi? Sekitar 48 persen mengatakan mereka lihat di rumah. Yang berasal dari komik sebanyak 24 persen dan 22 persen dari internet. ''Anak-anak terkepung oleh pornografi. Ini sangat berbahaya,'' keluh Elly.
Red: Endro Yuwanto
Rep: Prima Restri
Sumber: republika.co.id
Subscribe to:
Comments (Atom)