21 December, 2020

Nabi Muhammad SAW Terkenal Sebagai Orang Jujur Sebelum Menjadi Nabi

Sejak masa mudanya, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai orang yang jujur dan benar, dan diberi julukan "Al-Amin" (yang dapat dipercaya) dan juga dikenal sebagai "Al-Sadiq" (yang jujur). Dan dalam beberapa hadits (riwayat) dilaporkan bahwa orang yang hidup di sekitar Muhammad SAW menganggapnya sebagai orang yang sangat jujur.

Diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas: Ketika ayat ini diturunkan: "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat…" [QS. As-Shu'ara 26:214], Rasulullah SAW berangkat dan dia naik Gunung Safa', dan panggil dengan keras: "Waspadalah!" [Orang-orang] berkumpul di sekitar dia, […] dan dia berkata: "Jika saya memberitahu kalian bahwa ada penunggang kuda yang sedang muncul dari kaki gunung ini, apakah kalian akan percaya?" Mereka berkata: "Kami tidak pernah mendapatkan kebohongan dari kamu." […]. (HR. Muslim)

Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan pengikutnya bahwa kebenaran adalah bagian penting dari keimanan mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Diriwayatkan oleh 'Abdullah: Rasulullah SAW bersabda, "Senantiasalah kalian jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa kepada surga. Seseorang yang senantiasa jujur dan berusaha untuk selalu jujur, akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang yang selalu jujur. Dan jauhilah kedustaan karena kedustaan itu membawa kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan membawa ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan selalu berdusta, hingga akhirnya ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta." (HR. Muslim)

Muhammad SAW dikenal oleh orang-orang di komunitasnya sebagai "orang yang jujur" sebelum ia menjadi nabi, dan kemudian, ia mengajarkan pengikutnya untuk bersikap jujur juga. Namun, beberapa orang menyebutnya pembohong atau orang gila karena mereka tidak mau menerima apa yang dikatakannya tentang Allah dan Islam, dan bukan karena ia dikenal sebagai orang yang berbohong. Mereka yang telah mengenal Muhammad SAW selama bertahun-tahun sebagai seorang pedagang sudah mengetahui bahwa dia sangat jujur dan terpercaya dalam bisnis.

33. Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.
(QS. Al-An'am 6:33)

Semoga bermanfaat bagi orang yang menjadi kejujuran dalam agama, dan mencari agama yang tidak berisi rekayasa manusia, tapi murni berasal dari Allah SWT dan Nabi-Nya Muhammad SAW. Allah berikan kita akal, tapi kita yang harus pilih untuk memakai akal itu, atau mematikannya.
-Gene Netto

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...