Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(45)
anak
(315)
anak yatim
(75)
bilingual
(21)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(84)
dhuafa
(6)
for fun
(12)
Gene
(168)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(32)
hukum
(57)
hukum islam
(51)
indonesia
(487)
islam
(541)
jakarta
(27)
kekerasan terhadap anak
(371)
kesehatan
(94)
Kisah Dakwah
(13)
Kisah Sedekah
(9)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(22)
KPK
(12)
Kristen
(14)
lingkungan
(18)
mohon bantuan
(13)
muallaf
(49)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(33)
parenting
(2)
pemerintah
(99)
Pemilu 2009
(36)
pendidikan
(497)
pengumuman
(23)
perang
(9)
perbandingan agama
(12)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(111)
Politik Indonesia
(29)
Progam Sosial
(15)
puasa
(35)
renungan
(187)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(11)
sosial
(281)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Walaupun Bermaksiat, Shalat Masih Wajib Ada orang yang mengaku sering melakukan maksiat dan tidak bisa tinggalkan. Temannya me...
-
Masih perlu alasan untuk tidak percaya pada hasil pemilu 2009? Ini dia. Begitu besar perolehan Partai Demokrat, sampai bisa menjadi rekor du...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Assalamu'alaikum wr.wb., Di milis pendidikan, seorang bapak bertanya bagaimana menghadapi anak didik atau anak kandung yang mau murtad. ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Memperkenalkan Radio for Education. Guru sekolah telah diseleksi untuk ikuti workshop yang dibuat oleh Ya...
-
Oleh Dr. Yusuf Qardhawi Setiap yang keluar dari tubuh manusia – karena melihat pemandangan-pemandangan yang merangsang...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Yang wafat di Israel dari roket Hamas : 4 orang. Luka-luka: 2 orang. Yang wafat di Gaza dari roket Israel : 375 ora...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada seorang isteri yang bertanya apa benar bahwa dia mesti “taat pada suami” walaupun suaminya ketahuan ber...
15 October, 2025
Tata Cara Mengatasi Masalah di Indonesia
Salah satu kata kesukaan orang Indonesia adalah: “Oknum”. Kalau ada orang-orang yang bercerita bahwa mereka mengalami suatu “masalah” di sekolah, pesantren, masjid, universitas, kantor, kapubaten, desa, atau tempat serupa, kata “oknum” sudah siap digunakan sebagai senjata terbaik untuk mengatasi masalahnya secara cepat. Contohnya:
Ada 1 guru yang berbuat salah.
Ohh, itu oknum saja.
Ada 10 guru yang berbuat salah.
Ohh, itu oknum saja.
Ada 100 guru yang berbuat salah.
Ohh, itu oknum saja.
Ada 1.000 guru yang berbuat salah.
Ohh, itu oknum saja.
Ada 10.000 guru yang berbuat salah.
Ohh, itu oknum saja.
Ada 100.000 guru yang berbuat salah.
Ohh, itu oknum saja...
Kata “guru” bisa diganti dengan kata ustadz, guru ngaji, polisi, dokter, dosen, jaksa, prajurit, ketua, anggota, pejabat, atau yang lain. Apa saja perkaranya, kata “oknum” menjadi obatnya. Banyak orang tidak pernah mau berhenti menggunakan kata “oknum” sebagai solusi terhadap semua masalah. Diartikan: “Sebenarnya tidak ada masalah dan kita tidak perlu bertindak, karena itu oknum saja. Selesai ya?!”
Besok terjadi lagi? Itu oknum juga. Besok lagi? Oknum. Ribuan kasus? Oknum. Jangan sampai kita merasa perlu hadapi masalah itu dan bertindak dengan tindakan yang nyata untuk mengatasi masalah tersebut sehingga tidak ada korban lagi. Sebutkan saja oknum terus, secara abadi, lalu kita bisa buang muka dan abaikan masalah itu, karena sebenarnya, tidak ada masalah, itu hanya oknum saja, iya kan??!!
Semoga bermanfaat sebagai renungan.
-Gene Netto
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment