Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(67)
anak
(323)
anak yatim
(97)
bilingual
(22)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(86)
dhuafa
(12)
for fun
(12)
Gene
(203)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(33)
hukum
(69)
hukum islam
(51)
indonesia
(586)
islam
(555)
jakarta
(34)
kekerasan terhadap anak
(377)
kesehatan
(99)
Kisah Dakwah
(13)
Kisah Sedekah
(11)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(28)
KPK
(16)
Kristen
(14)
lingkungan
(19)
mohon bantuan
(20)
muallaf
(50)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(34)
parenting
(2)
pemerintah
(138)
Pemilu 2009
(63)
pendidikan
(523)
pengumuman
(24)
perang
(10)
perbandingan agama
(12)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(128)
Politik Indonesia
(53)
Progam Sosial
(33)
puasa
(37)
renungan
(194)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(11)
sosial
(310)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Orang sering berkomentar kepada saya, kok banyak orang bisa melakukan korupsi padahal mereka shalat dan puasa. Ka...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
(Membalas komentar dari guru di milis pendidikan). Assalamu’alaikum wr.wb., Sudah ada beberapa guru di dalam milis pendidikan yang...
-
Sabtu, 24/07/2010 14:12 WIB Pasien DBD 'Ditahan' Rumah Sakit Rois Jajeli – detikSurabaya Surabaya - Sikap pihak Rumah Sakit Islam (R...
-
Source : Scholars for 9/11 Truth By: James H. Fetzer Founder and Co-Chair Scholars for 9/11 Truth SCHOLARS FOR 9/11 TRUTH ...
-
[Pertanyaan]: Assalamualaikum pak ustad. Saya mau tanya nih. Malam ini saya minum bir bintang, apakah puasa saya besok dan seterusnya masih ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada beberapa komentar di blog saya dari orang yang inginkan hukum syariah diterapkan dengan cepat, dan mereka kecew...
-
Pada saat saya jalan-jalan dengan teman, saya diajak makan es krim di Pisa Café, Menteng, lalu saya diberitahu bahwa sebagian dari es krim d...
15 October, 2025
Tata Cara Mengatasi Masalah di Indonesia
Salah satu kata kesukaan orang Indonesia adalah: “Oknum”. Kalau ada orang-orang yang bercerita bahwa mereka mengalami suatu “masalah” di sekolah, pesantren, masjid, universitas, kantor, kapubaten, desa, atau tempat serupa, kata “oknum” sudah siap digunakan sebagai senjata terbaik untuk mengatasi masalahnya secara cepat. Contohnya:
Ada 1 guru yang berbuat salah.
Ohh, itu oknum saja.
Ada 10 guru yang berbuat salah.
Ohh, itu oknum saja.
Ada 100 guru yang berbuat salah.
Ohh, itu oknum saja.
Ada 1.000 guru yang berbuat salah.
Ohh, itu oknum saja.
Ada 10.000 guru yang berbuat salah.
Ohh, itu oknum saja.
Ada 100.000 guru yang berbuat salah.
Ohh, itu oknum saja...
Kata “guru” bisa diganti dengan kata ustadz, guru ngaji, polisi, dokter, dosen, jaksa, prajurit, ketua, anggota, pejabat, atau yang lain. Apa saja perkaranya, kata “oknum” menjadi obatnya. Banyak orang tidak pernah mau berhenti menggunakan kata “oknum” sebagai solusi terhadap semua masalah. Diartikan: “Sebenarnya tidak ada masalah dan kita tidak perlu bertindak, karena itu oknum saja. Selesai ya?!”
Besok terjadi lagi? Itu oknum juga. Besok lagi? Oknum. Ribuan kasus? Oknum. Jangan sampai kita merasa perlu hadapi masalah itu dan bertindak dengan tindakan yang nyata untuk mengatasi masalah tersebut sehingga tidak ada korban lagi. Sebutkan saja oknum terus, secara abadi, lalu kita bisa buang muka dan abaikan masalah itu, karena sebenarnya, tidak ada masalah, itu hanya oknum saja, iya kan??!!
Semoga bermanfaat sebagai renungan.
-Gene Netto
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment