Search This Blog

Labels

alam (8) amal (97) anak (323) anak yatim (117) bilingual (22) bisnis dan pelayanan (6) budaya (8) dakwah (89) dhuafa (18) for fun (12) Gene (223) guru (68) hadiths (9) halal-haram (24) Hoax dan Rekayasa (34) hukum (69) hukum islam (51) indonesia (592) islam (561) jakarta (34) kekerasan terhadap anak (377) kesehatan (99) Kisah Dakwah (12) Kisah Sedekah (11) konsultasi (13) kontroversi (5) korupsi (28) KPK (16) Kristen (14) lingkungan (19) mohon bantuan (40) muallaf (52) my books (2) orang tua (11) palestina (34) parenting (1) pemerintah (138) Pemilu 2009 (63) pendidikan (525) pengumuman (27) perang (10) perbandingan agama (11) pernikahan (11) pesantren (48) politik (127) Politik Indonesia (53) Progam Sosial (60) puasa (37) renungan (196) Sejarah (5) sekolah (94) shalat (10) sosial (324) tanya-jawab (15) taubat (6) umum (13) Virus Corona (24)

Popular Posts

24 January, 2026

Bagaimana Rakyat Indonesia Bisa Menjadi Cerdas?

[Komentar]: Saya tertarik dengan paradigma korupsi rendah di negara maju, disebabkan sistem pendidikan bagus. Memang cukup janggal, Indonesia dengan budaya dan pembelajaran keislaman yang kental tapi justru terpuruk dalam moral, khususnya kejujuran. Saya tidak memiliki gagasan tentang sebuah sistem untuk memperbaiki semuanya karena ternyata faktor-faktornya komplit dan bikin pusing.

[Gene]: Assalamu’alaikum wr.wb. Tidak rumit. Tidak sulit. Tidak perlu bikin pusing. Sistem pendidikan yang bagus sudah ada di banyak negara. Contohnya, Finlandia, Denmark, Norwegia, Belgia, Jerman, Selandia Baru, Kanada, dll. Tinggal ditiru saja. Di atas sistem pendidikan sekolah itu, negara2 maju sediakan puluhan jalur bagi orang dewasa untuk belajar di komunitasnya. Ada gedung milik pemda yang khusus untuk belajar di mana2 (mirip banyaknya gedung puskesmas di sini). Ada aula, ruangan kelas, ada guru2 yang digaji, ada kelas sukarelawan, ada perpustakaan di semua kecamatan, dll. jadi akses terhadap pelatihan, ilmu, buku, dan pendidikan ada di mana2 bagi rakyat, baik anak maupun dewasa. Ada kursus yang murah, ada yang gratis. Banyak orang yang sudah pensiun malah siap menjadi pelatih. Ada yang digaji, ada yang sukarelawan. Membangun komunitasnya masing2. Sistemnya sudah begitu sejak puluhan tahun yang lalu. Sekarang juga ada versi online, lewat situs dan aplikasi, yang gratis atau murah juga. Di sini juga bisa. Tinggal ditiru saja sistemnya. 

Tetapi daripada bangun sistem seperti itu, pemerintah dan pemda selalu lebih sibuk buka lahan kelapa sawit, dan tambang batu bara, dan tambang migas, dan seterusnya. Dan juga sibuk isi rekening masing2 dan mencari kekuatan bisnis dan politik bagi diri sendiri dan keluarganya, untuk 700 turunan. DARIPADA berusaha membuat rakyat cerdas. Kalau rakyat Indonesia bersatu, kita bisa berusaha bangun sistem pendidikan berbasis komunitas seperti di negara maju itu. Tidak harus datang dari atas, dari pemerintah. Dari bawah juga bisa. Misalnya, ada banyak masjid dengan aula yang hanya dipakai untuk acara pernikahan, dan selain itu kosong. Kenapa tidak ada puluhan macam kelas di situ setiap hari? Semua kantor kecamatan ada aula, yang sering kosong. Kenapa tidak ada banyak kelas yang tersedia di situ? Semua desa ada kantor desa, dan sering ada aula kecil. Bisa menjadi kelas.

Tetapi rakyat harus bersatu dulu dan semangat berjuang. Tidak cukup diam saja dan menunggu “orang lain” melakukan perubahan. Rakyat harus ada kemauan untuk maju, dan siap berjuang sendiri. Tetapi kebanyakan orang malas berjuang. Maunya duduk manis di rumah, menunggu orang lain membuat anaknya cerdas. Dan kalau sudah dewasa dan menikah dan punya anak, buat apa perlu “belajar lagi” dan menjadi lebih cerdas lagi? Sekolah buat anak, bukan dewasa. Yang dewasa bisa duduk di sofa, merokok, minum kopi, dan nonton bola dan sinetron dan gosip tentang tetangga. Lebih enak daripada baca buku dan menuntut ilmu. Betul? 

Selama rakyat tidak mau berubah, negara ini tidak akan berubah. Tetapi kalau rakyat siap berubah, negara ini bisa maju cepat dan kalahkan banyak negara lain. Seharusnya INI yang menjadi temanya dalam khutbah Jumat dan semua pengajian, setiap minggu, selama 3 tahun, sampai terjadi perubahan!! Malah semua ustadz sibuk membahas kemenangan di surga dan hukum fiqih. Dan rakyat berusaha duduk di belakang dan cari tembok agar lebih enak tidurnya. 
 
11. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
(QS. Ar-Ra’d 13:11)
 
Coba cari ayat yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum pemerintah mereka berubah dan membangun sistem pendidikan berkualitas, yang bisa dinikmati oleh rakyatnya tanpa perlu berjuang sendiri”. Apakah ada??? Tidak ada!!!! Kenapa? Karena kuncinya BUKAN di sisi pemerintah, tetapi berada di sisi “kemauan rakyat”. Jadi solusinya adalah: “Bangun. Bersatu. Dan Berjuang Bersama Teman2.” Dan kalau tidak mau, jangan salahkan pemerintah terus. Lihat diri sendiri di cermin, dan bertanya kenapa ilmu2 yang anda miliki tidak pernah diajarkan kepada orang lain!!

Semoga bermanfaat sebagai renungan.
Wa billahi taufiq wal hidayah 
Wassalamu’alaikum wr.wb.
-Gene Netto 



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...