Thursday, March 11, 2010

Hukum Mendoakan non-Muslim

Pertanyaan
Assalamu'alaikum wr.wb.,

Saya mau bertanya kalau orang Muslim boleh mendoakan orang non-Muslim? Kalau ada teman atau saudara yang non-Muslim, dan dia sakit, boleh kita mendoakan supaya Allah memberikan kesehatan dan penyembuhan? Kalau memang boleh, apakah juga boleh mendoakan untuk semua perkara lain yang bersifat duniawi? Saya sudah cari informasi di internet, dan dapat penjelasan bahwa :

1. Tidak boleh didoakan kalau mereka sudah wafat.
2. Tidak boleh didoakan agar Allah mengampuni dosanya dan diharapkan mereka akan masuk sorga (dalam kondisi mereka masih hidup, ataupun sudah wafat).
3. Selain itu, tidak ada larangan untuk mendoakan mereka, alias hukumnya boleh (karena tidak ada dalil yang melarang). Jadi, boleh didoakan supaya sehat, dapat rezeki, dapat kemudahan dalam semua usahanya, menjadi orang pintar, sukses, dapat jodoh, dapat anak, dan sebagainya.
4. Doa yang paling baik dan tepat adalah mendoakan mereka agar Allah memberikan hidayah, tetapi doa umum yang bersifat duniawi masih boleh juga.

Apakah itu sudah benar? Mohon penjelasannya kalau kurang tepat.
Selanjutnya, kalau itu sudah benar, saya juga mau bertanya apakah boleh baca Al Fatihah atau baca Surah Yaasin untuk orang non-Muslim (supaya diberikan penyembuhan dari penyakit, kemudahan, dapat anak, dll.)? Kalau tidak boleh, atau kurang tepat, mohon jelaskan bedanya antara “mendoakan saja” dengan menggunakan kata-kata umum, dan “membaca Al Fatihah atau Yaasin” (sekaligus dengan doanya).

Terima kasih,
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

Jawaban
Assalamu alaikum wr.wb.

Para ulama sepakat bahwa mendoakan non-muslim agar mereka mendapatkan ampunan, agar masuk ke dalam sorga, serta doa-doa lain yang bersifat ukhrawi adalah dilarang (Lihat QS at-Taubah: 114). Yang boleh adalah mendoakan agar mereka mendapatkan hidayah atau petunjuk sebagaimana hal ini dicontohkan oleh Rasul saw ketika berdoa agar salah satu dari dua Umar masuk ke dalam Islam serta memperjuangkan agama ini di mana doa ini dikabulkan dengan masuk Islamnya Umar ibn al-Khattab ra. Juga doa beliau untuk ibunda Abu Hurayrah ra.

Sementara doa meminta kesembuhan, kesehatan, kelapangan, dan sebagainya juga diperbolehkan apalagi jika dengan itu diharapkan mereka tertarik kepada Islam. Hal ini pernah dilakukan sahabat misalnya kepada pimpinan kaum yang terkena bisa ular. Sahabat tadi membacakan surat al-fatihah dan ternyata dengan ijin Allah sembuh. Ini sekaligus menunjukkan bahwa membaca Al-Fatihah atau yang lainnya sebagai doa adalah boleh.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Wassalamu alaikum wr.wb.

Sumber: Syariahonline.com

10 comments:

  1. Assalamualaikum warrahmatulahi wabarakatuh

    Dalam Al-Quran ada menyebut mengenai kisah Nabi Ibrahim A.S mndoakan kesejahteraan & keampunan untuk bapanya, dan juga kisah nabi Nuh AS mendokan untuk anaknya semasa banjir besar melanda. Berdasarkan ayat-ayat tersebut, jelas bahawa Allah SWT melarang seorang mukmin dari mendoakan keampunan untuk orang kafir walaupun untuk ahli keluarga sendiri.

    Sekian. Rosli - Malaysia

    ReplyDelete
  2. Nabi s.a.w. pernah mendoakan iaitu memohon Hidayah samada kepada Omar atau Abu Jahal.Ternyata Allah memberi Hidayah kepada Omar alKhatab r.a.

    Wassalam.
    Shamsudin
    KL Malaysia.

    ReplyDelete
  3. Assalamualaikum Gene

    Jumpa lagi semua..link jawapan kepada soalan saudara boleh di layari di http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2010&dt=0416&pub=Utusan_Malaysia&sec=Bicara_Agama&pg=ba_04.htm

    Rosli, Malaysia

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum,

    Allah telah berfirman dalam ayat surah at-Taubah, bermaksud: Tidaklah dibenarkan bagi Nabi dan orang-orang yang beriman, meminta ampun bagi orang-orang musyrik sekalipun orang itu kaum kerabat sendiri, sesudah nyata bagi mereka bahawa orang-orang Musyrik itu adalah ahli neraka.

    Adlan, Shah Alam,Msia

    ReplyDelete
  5. kalao di suruh menyiapkan sesembahyang orang non muslim apakah orng muslim ini bisa di katakan musyik kepada allah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak musyrik, tapi tidak sah dan tidak benar. Jadi sebaiknya ditolak atau ditinggalkan.

      Delete
  6. apa alasan seorang muslim tidak boleh mendoakan non muslim kalau sudah meninggal dunia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Larangan Mendoakan Orang Kafir Yang Telah Wafat

      Assalamu’alaikum wr.wb.,
      Ada yang bertanya kenapa dilarang mendoakan orang kafir (non-Muslim) yang meninggal dunia dalam keadaan kafir. Larangan itu berasal dari Allah SWT dalam ayat Al Qur'an, dan juga dilarang dalam hadiths Nabi Muhammad SAW. Orang yang telah wafat dalam keadaan tidak beriman itu tidak bisa dibantu lagi, dan mereka akan menghadapi Allah SWT di akhirat sebagai orang kafir yang tidak beriman, dan akan perlu bertanggung jawab atas semua dosa mereka. Dosa yang paling besar dari mereka adalah menolak Allah SWT dan Rasulullah SAW, serta kebenaran Al Qur'an dan masih berpegang pada agama lain yang tidak diterima di sisi Allah. Doa dari “anak saleh” yang Muslim, dan orang Muslim lain, tidak diperbolehkan untuk mereka, dan semua bentuk sedekah atas nama mereka dengan harapan mereka akan dapat pahala (untuk kurangi dosanya) juga tidak diperbolehkan.
      Dunia ini adalah tempat UJIAN. Kita diberikan waktu singkat untuk lulus ujian itu dengan cara membuktikan kita akan taat dan beriman kepada Allah. Orang yang wafat dalam keadaan non-Muslim telah GAGAL dalam ujian di dunia ini, dan tidak layak kalau saudaranya minta mereka “diluluskan” saja. Malaikat tidak terima “amplop” dan KKN tidak berlaku di sisi Allah untuk membantu orang yang meninggal dalam keadaan kafir, walaupun mungkin itu saudara kita yang disayangi. Saudaranya Nabi Muhammad SAW yang wafat dalam keadaan tidak beriman juga tidak bisa dibantu dengan syafaat dari Muhammad sebagai seorang Nabi Allah.
      Wassalamu’alaikum wr.wb.,
      Gene Netto

      84. Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan jenazah seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri mendo'akan di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.
      85. Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengadzab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka dalam keadaan kafir .
      (QS. At-Taubah 9:84-85)

      113. Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun kepada Allah bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya,sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahannam ".
      (QS. At-Taubah 9:113)

      80. Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu memohonkan ampun bagi mereka adalah sama saja. Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasiq.
      (QS. At-Taubah 9:80)

      Dari Abu Hurairah, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, “Saya minta izin Rabb-ku untuk memohonkan ampun bagi ibuku, namun Dia tidak mengizinkan aku. Lalu aku minta izin untuk menziarahi kuburnya, dan Dia mengizinkan aku.”
      (HR. Muslim No. 976)
      [Ziarah kubur diperbolehkan untuk ingat pada kematian yang akan datang kepada semua orang, dan bukan untuk mendoakan orang non-Muslim di dalam kuburan tersebut].

      Delete
    2. mas berarti, bila kita mendoakan orang kafir myang sudah meninggal itu tidak akan di jabahi... tetapi saat orang kafir itu masih hidup kita boleh mendoakan agar mendapatkan hiodayah kan ya?

      Delete
  7. Tidak diperbolehkan mendoakan orang kafir yang sudah wafat. Tapi selama masih hidup, boleh didoakan dengan doa apa saja yang baik.

    ReplyDelete