Selasa, 26/10/2010 12:46 WIB
Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Kurang transparannya renovasi rumah dinas DPR di Kalibata, Jakarta Selatan, juga membuat gerah anggota Dewan. Saking tertutupnya, renovasi seperti sedang membuat instalasi nuklir. "Transparansinya yang kurang. Bahkan saya mau masuk aja susah, tertutup banget seperti bangun instalasi nuklir," ujar anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/10/2010). Martin mengaku pernah tinggal di rumah dinas tersebut 9 tahun sejak 1987. Dia melihat, banyak bagian bangunan yang sebetulnya tidak perlu direnovasi.
Selain itu, anggaran renovasi yang cukup besar juga akan membuat publik semakin curiga. Terlebih proses renovasinya terkesan ditutup-tutupi. "Mengapa itu ditutupi luar biasa. Dikandang dengan seng tinggi-tinggi. Anggota DPR saja nggak bisa masuk. Keanehan itu yang muncul," paparnya. Menurut dia, DPR harus jadi pelopor transparansi anggaran. Sebab selama ini Dewan dikenal sebagai pengawas anggaran dan menuntut pemerintah agar transparan. "DPR harus jadi contoh institusi lain. Jangan cuma bisa meminta orang transparan," tegasnya. "Orang curiga karena tidak transparan dan terkesan ditutupi," sambungnya.
Martin juga menyoroti soal kontraktor bangunan tersebut. Menurut dia, seharusnya tidak boleh ada penambahan anggaran atau subkontraktor lain dalam renovasi. "Mereka harus jelaskan. Supaya tidak timbul kecurigaan," tutupnya. (mad/lrn)
Sumber: detiknews.com
Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(97)
anak
(324)
anak yatim
(117)
bilingual
(22)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(89)
dhuafa
(18)
for fun
(12)
Gene
(223)
guru
(69)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(34)
hukum
(69)
hukum islam
(51)
indonesia
(593)
islam
(561)
jakarta
(34)
kekerasan terhadap anak
(378)
kesehatan
(100)
Kisah Dakwah
(12)
Kisah Sedekah
(11)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(28)
KPK
(16)
Kristen
(14)
lingkungan
(19)
mohon bantuan
(40)
muallaf
(52)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(34)
parenting
(2)
pemerintah
(138)
Pemilu 2009
(63)
pendidikan
(527)
pengumuman
(27)
perang
(10)
perbandingan agama
(11)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(127)
Politik Indonesia
(53)
Progam Sosial
(60)
puasa
(37)
renungan
(196)
Sejarah
(5)
sekolah
(95)
shalat
(10)
sosial
(324)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Orang sering berkomentar kepada saya, kok banyak orang bisa melakukan korupsi padahal mereka shalat dan puasa. Ka...
-
Sabtu, 24/07/2010 14:12 WIB Pasien DBD 'Ditahan' Rumah Sakit Rois Jajeli – detikSurabaya Surabaya - Sikap pihak Rumah Sakit Islam (R...
-
(Membalas komentar dari guru di milis pendidikan). Assalamu’alaikum wr.wb., Sudah ada beberapa guru di dalam milis pendidikan yang...
-
Source : Scholars for 9/11 Truth By: James H. Fetzer Founder and Co-Chair Scholars for 9/11 Truth SCHOLARS FOR 9/11 TRUTH ...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ini sebagian dari judul berita kekerasan terhadap anak selama 2025. Coba baca semuanya dan berpikir tentang masa dep...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ada banyak guru yang setuju dengan kebiasaan memukul, menampar, menjewer, melempar barang, atau memberikan ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ada orang yang mengatakan dia capek dan kesiangan, jadi baru bangun jam 8 pagi, dan tidak bisa shalat subuh. Saya b...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment