Tuesday, March 24, 2020

Hasil Diskusi Dengan Orang Murtad

Kemarin saya diskusi dengan seorang pemuda yang murtad dan menjadi Kristen sejak SMP. Seperti biasa, masalahnya mulai dari hatinya sendiri. Dia tidak merasakan kasih sayang dari orang tuanya. Diajarkan shalat dan ngaji, tapi tidak dipeluk atau dicium. Dalam hampir semua kasus anak murtad yang saya tahu, ada masalah keluarga.

Lalu ada mimpi aneh terkait agama Kristen, jadi dia makin utamakan perasaan hati di atas akal yang sehat. Untuk membuat dia berpikir, saya bahas contoh Iblis. Diperintahkan sujud kepada Nabi Adam, Iblis menolak. Secara logis, apa ruginya sujud sejenak? Tapi Iblis ikuti perasaan hati daripada gunakan akal yang sehat. Hasilnya, dilaknat sepanjang zaman.

Dari kisah itu, ada pelajaran. Kalau seseorang meragukan Islam disebabkan mimpi atau perasaan hati, dia perlu berpikir logis dan diskusi sama orang tua yang penuh kasih sayang. Kalau tidak bisa, diskusi sama guru agama, dan belajar Islam lebih dalam untuk mencari penjelasan. Tapi pemuda ini malah merenung sendiri, diajak ke gereja oleh teman, dirangkul sama misionaris yang limpahkan perhatian, lalu dia murtad.

Anehnya, diajak ketemu saya setelah menjadi Kristen 10 tahun secara rahasia, dia masih mau. Berarti ada keraguan di dalam hatinya. Saya tekankan, sekarang harus gunakan akal yang sehat lagi. Kami bahas perbedaan antara Islam dan Kristen selama bbrp jam. Ketika saya mau pergi shalat dzuhur, tiba2 dia mau ikut, jadi shalat di sebelah saya.

Walaupun shalat satu kali itu, mungkin hatinya belum mantap. Jadi saya ajarkan dia untuk berdoa dan mohon petunjuk dari Allah terhadap agama mana yang benar menurut Allah. Kalau dia memikirkan penjelasan logis saya ttg Islam dan Kristen, insya Allah dia akan segera kembali ke Islam. Semoga Allah berikan petunjuk dan hidayah kepadanya dan berikan dia keimanan yang kuat. Amin.

Semoga para orang tua mau ambil pelajaran. Anak yang "bermasalah" hampir selalu dimulai di sisi orang tuanya! Dasar agama Islam diberikan (shalat dan ngaji), tapi kasih sayang tidak! Tolong banyak peluk, mencium, dan bercanda sama anak anda, dan tanya ttg pemikiran mereka. Menjadi sahabat terdekat, dan menjadi tempat mereka bertanya, tanpa rasa takut. Insya Allah mereka akan dapat keimanan yang kuat, karena terikat dengan tali kasih sayang orang tua. Amin.
-Gene Netto 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...