Tuesday, December 17, 2019

Saya Bisa Masuk Islam Gara-Gara Sinterklas!

Seorang guru di Amerika dipecat karena memberitahu anak sekolah bahwa Sinterklas tidak nyata. Ada prinsip di negara2 barat: Orang dewasa wajib ikut membohongi anak dengan alasan “budaya”, dll. Kalau menyatakan Sinterklas tidak nyata, orang lain jadi marah karena mereka masih sibuk bohongi anaknya.

Waktu kecil, saya pernah berdebat keras dgn ibu saya. Kami menginap di rumah paman yg tidak ada cerobong asap, yang katanya dipakai Sinterklas utk masuk rumah. Bagaimana saya bisa dapat kado kalau tidak ada cerobong asap??!! Ibu ketawa, dan bilang mau buka jendela. Saya bingung! Saya anak yang logis! Kalau Sinterklas bisa pakai jendela, kenapa tidak lewat pintu, dan kenapa selalu pakai cerobong asap yang sempit dan kotor? Tidak masuk akal!! Sinterklas tidak beres! Ada yang ganjil.

Beberapa tahun kemudian, kakak saya tunjukkan kado2 di lemarinya orang tua, dan dia jelaskan bahwa Sinterklas adalah kebohongan orang tua. Saya marah! Kenapa saya dibohongi?! Kalau saya berbohong, orang tua marah dan menghukum saya. Tapi ternyata mereka tukang bohong yang lebih besar, dan tidak bisa dipercayai lagi! Saya mulai memeriksa semua hal yang pernah diajarkan kepada saya. Kelinci Paskah yang antar telur coklat tidak nyata, dan Peri Gigi yang kasih uang utk gigi yang copot juga tidak nyata.

Dan Yesus tidak lahir pada 25 Desember. Asal usul Alkitab tidak diketahui dan tidak ditulis oleh "sahabatnya Yesus". Gereja pilih sendiri kitab2 yang boleh masuk Alkitab, atau diabaikan, atau dirahasiakan. Dan ada banyak perkara yang lain. Saya seorang anak SD, tapi menjadi kecewa dengan orang tua dan orang dewasa di masyarakat yang bohongi saya terus. Tidak ada pilihan: Saya menjadi ateis. Setelah 10 tahun berlalu, dan saya pindah ke Australia, akhirnya saya ketemu seorang Muslim. Dia menjelaskan Islam adalah agama logis. Saya kaget.

Setelah saya belajar ttg Islam selama 5 tahun, saya merasa "terpaksa menjadi seorang Muslim" karena hanya Islam yang masuk akal. Saya harus menerima dasar logis dalam ajaran Islam. Jadi, saya bisa masuk Islam gara-gara Sinterklas! Lebih tepatnya, setelah tahu Sinterklas itu adalah bohongan orang tua, saya bisa tinggalkan agama Kristen, dan mencari ajaran agama yang logis, benar, dan tanpa kebohongan. Semuanya ditemukan dalam Islam. Orang tua Muslim suruh anaknya selalu jujur, dan mereka juga sampaikan ajaran Islam secara jujur, tanpa perlu bohongi anaknya.

Sinterklas yang masuk semua rumah, lewat cerobong asap, dan mengantarkan puluhan milyar kado, para semua anak Kristen, dalam 1 malam tidak logis! Dan semua orang tua Kristen akhirnya terpaksa mengaku bahwa mereka telah bohongi anaknya. Semoga semua anak yang tidak suka dibohongi mau mencari kebenaran dalam Islam. Saya menjadi yakin pada Islam karena hanya Islam yg logis. Terima kasih Sinterklas, karena membantu saya masuk Islam!
-Gene Netto

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...