Search This Blog
Labels
alam
(8)
amal
(45)
anak
(315)
anak yatim
(75)
bilingual
(21)
bisnis dan pelayanan
(6)
budaya
(8)
dakwah
(84)
dhuafa
(6)
for fun
(12)
Gene
(168)
guru
(68)
hadiths
(9)
halal-haram
(24)
Hoax dan Rekayasa
(32)
hukum
(57)
hukum islam
(51)
indonesia
(487)
islam
(541)
jakarta
(27)
kekerasan terhadap anak
(371)
kesehatan
(94)
Kisah Dakwah
(13)
Kisah Sedekah
(9)
konsultasi
(13)
kontroversi
(5)
korupsi
(22)
KPK
(12)
Kristen
(14)
lingkungan
(18)
mohon bantuan
(13)
muallaf
(49)
my books
(2)
orang tua
(11)
palestina
(33)
parenting
(2)
pemerintah
(99)
Pemilu 2009
(36)
pendidikan
(497)
pengumuman
(23)
perang
(9)
perbandingan agama
(12)
pernikahan
(11)
pesantren
(48)
politik
(111)
Politik Indonesia
(29)
Progam Sosial
(15)
puasa
(35)
renungan
(187)
Sejarah
(5)
sekolah
(94)
shalat
(11)
sosial
(281)
tanya-jawab
(15)
taubat
(6)
umum
(13)
Virus Corona
(24)
Popular Posts
-
[Pertanyaan]: 1) Saya mau nanya nih, saya pernah melakukan onani setelah berbuka puasa. Apakah puasa saya pd hari itu di terima? 2) Saya per...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Kemarin saya sibuk ketemu orang bule yang masuk Islam karena mau menikah dengan wanita Indonesia. Saya diberi...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ini Bab Pertama dari buku saya Mencari Tuhan, Menemukan Allah.(Baru terbit dalam bahasa Inggris. Bahasa Indonesia be...
-
Assalamu’alaikum wr.wb. Ada orang yang mengatakan dia capek dan kesiangan, jadi baru bangun jam 8 pagi, dan tidak bisa shalat subuh. Saya b...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Seperti biasa, ini kisah rekayasa, dengan menggunakan nama orang yang benar. Prof. Fidelma O'Leary mema...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Email yang menyatakan Sunita Williams menjadi Muslim adalah rekayasa dan sudah ada lebih dari satu versi...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Orang sering berkomentar kepada saya, kok banyak orang bisa melakukan korupsi padahal mereka shalat dan puasa. Ka...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada seorang isteri yang bertanya apa benar bahwa dia mesti “taat pada suami” walaupun suaminya ketahuan ber...
-
Sabtu, 6 Okt 07 14:50 WIB Assalamu'alaikum Ustadz, Saya ingin menanyakantentang pemakaian Jilbab oleh muslimah, karena beberapa ...
-
Assalamu’alaikum wr.wb., Ada beberapa komentar di blog saya dari orang yang inginkan hukum syariah diterapkan dengan cepat, dan mereka kecew...
23 February, 2014
Sedekah 100 Dolar Untuk Anak Yatim Dibalas Dalam 1 Jam
Assalamu'alaikum wr.wb. Saya pernah dikasih sedekah $US 100 dari seorang teman. Tiba-tiba, saya memikirkan seorang anak yang saya kenal yang baru menjadi yatim, jadi saya langsung berniat untuk menghibur hatinya. (Kapan lagi bisa pegang $US 100?) Saat ketemu saya dan melihat uangnya, senyumnya lebar sekali. Dipegang seperti barang antik seolah-olah takut "pecah".
Dia tidak percaya semuanya mau dikasih kepada dia, dan dikira harus dibagi sama saya. Saya sarankan dia simpan dulu, tetapi dia tunjukkan sepatunya yang "kebetulan" rusak. (Apakah ada kebetulan di dunia ini?) Sepertinya sudah menjadi takdir dia untuk dapat uang untuk beli sepatu baru pada hari itu.
Ketika berangkat pulang, saya cek email di HP, dan menjadi kaget. Ada orang yang kirim Rp 1 juta kepada saya karena merasa terbantu oleh nasehat saya. Jadi uang yang dikasih kepada anak yatim dibalas dalam SATU JAM saja dengan jumlah yang sama (sesuai nilai kurs di saat itu).
Kalau dianggap uang di tangan kita adalah milik kita, maka keliru sekali. Setiap atom di seluruh alam semesta adalah milik Allah SWT. Berarti semua uang di seluruh dunia juga milik Allah. Badan setiap manusia yang memegang uang juga milik Allah. Dan karena Allah baik hati, setiap manusia mendapatkan "titipan" uang untuk sementara. Jumlahnya terserah Allah, tetapi juga terkait dengan usaha kita. Jadi kalau melihat anak yatim dan dhuafa lalu berpikir, "Saya tidak mau bagikan UANG SAYA dengan mereka," maka pemikiran itu merugikan diri sendiri.
Uang yang diberikan kepada anak yatim dan dhuafa akan dibalas oleh Allah, dengan berlipat ganda, dan kita juga akan diberikan berbagai kebaikan di atas itu lagi disebabkan pahala yang terkumpul, seperti kesehatan, kemudahan dalam urusan, dan banyak hal lain yang sulit kita hitung nilainya. Jadi kalau uang kita lebih dari kebutuhan, jangan takut untuk menolong anak yatim dan dhuafa, dan harus merasa YAKIN bahwa Allah SWT akan membalas.
Sebaiknya dimulai dengan anak yatim dan dhuafa yang masih saudara (kalau ada), lalu tetangga, dan yang jauh. Coba mulai saja dengan 1 orang, atau membantu pesantren, masjid, muallaf, pengobatan, bakti sosial, dan hal-hal lain. Insya Allah akan cepat terasa manfaatnya, dan cepat juga balasannya, yang berlipat ganda.
Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya).” (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud)
245. Siapakah yang mau memberi PINJAMAN kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN PEMBAYARAN KEPADANYA DENGAN LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)
Semoga bermanfaat.
Wabillahi taufik walhidayah,
Wassalamu'alaikum wr.wb.
-Gene Netto
Masuk Sekolah Lebih Siang Dongkrak Prestasi Remaja
Jumat, 21 Februari 2014 , 18:24:00
FAKTOR apakah yang mempengaruhi kualitas dan hasil belajar
para remaja? Dari beberapa penelitian memiliki kesimpulan di luar dugaan.
Memulai jam sekolah remaja lebih awal ternyata kurang bermanfaat dibanding
dengan memulainya lebih siang. Metode pembelajaran yang terpaku pada papan
tulis, guru, atau buku rupanya bukan yang paling baik. Jam mulai sekolah yang
lebih siang, memainkan musik, dan permainan selama pelajaran justru merupakan
cara potensial untuk mendongkrak performa akademik remaja. Demikian berdasar
sebuah riset dengan biaya sekitar Rp 120 miliar.
Mengapa jam sekolah yang lebih siang justru lebih ampuh
meningkatkan performa akademik remaja? Penyebabnya adalah karena jam tubuh
remaja bekerja dua hingga empat jam di belakang jam tubuh orang dewasa. Dari
informasi ini, diketahui bahwa jam mulai sekolah yang berbeda menghasilkan
perkembangan siswa yang juga berbeda. Sarah-Jayne Blakemore, ilmuwan saraf dari
University College London mengatakan bahwa penelitian mengenai durasi belajar terlihat
sangat menjanjikan. Pasalnya remaja mengalami pergeseran jam tubuh sehingga
sulit terjaga pada pagi hari dan sulit tidur pada permulaan malam. Mereka
cenderung tidur larut malam dan bangun lebih siang.
21 February, 2014
Dua Siswa SD Mencopet untuk Beli Seragam dan Buku Sekolah
Jumat, 21 Februari 2014 15:40 WIB
Laporan Wartawan Sriwijaya Post Sugih Mulyono
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Kisah Li (13) dan
La (10) ini bisa jadi tragedi sekaligus ironi dunia pendidikan Indonesia. Betapa
tidak, kedua bocah Kota Palembang, Sumatera Selatan, tersebut nekat mencopet
demi mendapatkan uang untuk membeli seragam sekolah. Kedua siswa SD tersebut,
mencopet dompet seorang ibu yang tengah berbelanja di Pasar Lemabang, Kamis
(20/2/2014).
Namun, upanya keduanya justru berakhir pahit.
Mereka berhasil ditangkap warga pasar saat mencoba mengambil dompet ibu bernama
Nur (24). Li dan La yang tercatat sebagai warga Lorong Kedemangan 7 Ulu,
Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, itu akhirnya diserahkan ke Polsekta
Ilir Timur (IT) II. Saat diamankan, dari kedua tangan tersangka berhasil
diamankan uang sebesar Rp 20 ribu dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik korban,
yang sudah dibuang saat diamankan petugas.
30 January, 2014
Kenapa Kita Harus Shalat?
Pak Gene, saya punya beberapa pertanyaan tentang shalat. Minta
tolong dijawab:
(1). Allah menciptakan manusia untuk beribadah
kepadaNya tetapi Allah tidak butuh disembah melainkah manusia sendirilah yang
butuh menyembah/ beribadah kepadaNya. Lalu, menurut Pak Gene, beribadah itu
fungsinya untuk apa? Apakah sebagai tanda bahwa kita tunduk kepada Allah? Untuk
terhindar dari perbuatan-perbuatan yang buruk? Namun, bukankah
perbuatan-perbuatan yang buruk tetap dapat dilakukan tanpa adanya penyembahan?
Contohnya pada orang-orang yang punya sisi spiritulitas yang tinggi namun ia
tidak religius/ religiusitasnya rendah (mereka tahu makna hidup, berinteraksi
baik dengan orang lain, dan menghayati sekali arti alam untuk mereka namun
mereka tidak melaksanakan sholat ataupun ritual ibadah sejenisnya).
[Gene]: Ya, shalat dibutuhkan oleh manusia,
bukan oleh Allah. Mengingatkan kita bahwa kita diciptakan dan ada tujuan di
kehidupan ini, yaitu lulus dari ujian Allah dan masuk sorga.
Orang yang spiritual dan berbuat baik tidak
akan dapat manfaat apapun dari perbuatannya, tanpa menjadi Muslim dan menyembah
Allah.
Amal Tidak Diterima Dari Orang Yang Tidak Beriman:
103. Katakanlah: "Apakah akan Kami
beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"
104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia
perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka
berbuat sebaik-baiknya.
105. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap
ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka
hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi
(amalan) mereka pada hari kiamat.
106. Demikianlah balasan mereka itu neraka
Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan
ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.
(QS. Al Kahfi 18:103-106)
23 January, 2014
Kekayaan Yang Kita Miliki Berasal Dari Allah
Assalamu'alaikum wr.wb. Ada orang yang mengatakan bahwa dia tidak pernah kasih uang kepada keponakannya yang anak yatim. Uangnya dipakai dulu untuk membangun usaha, dan diniatkan akan bantu anak yatim itu NANTI setelah menjadi kaya. Sebaliknya, Rasulullah SAW malah merasa "tidak tenang" kalau simpan uang di rumah daripada dibelanjakan di jalan Allah untuk menolong orang lain.
Sepertinya banyak orang selalu takut uangnya akan "hilang". Hasilnya, mereka simpan uangnya terus, dan keberatan membantu anak yatim dan dhuafa. Alasannya: Takut jatuh miskin. Alasan lain: Uang itu "milik mereka" (hasil usaha keras mereka). Tetapi kalau mau dipahami, semua uang di dunia ini sebenarnya "milik Allah". Semua atom dalam tubuh kita, dan di seluruh alam semesta, juga milik Allah. Tapi banyak orang tidak sadar. Mereka anggap bahwa kekayaan mereka muncul disebabkan mereka sangat pintar dan kerja keras. Tetapi pola pikir ini keliru. Ada banyak orang yang sangat pintar tapi tidak kaya. Banyak orang kerja keras seumur hidup tapi masih miskin. Jadi selalu ada "faktor lain" di belakang kekayaan seorang manusia.
Banyak orang berkomentar: "Saya akan lebih banyak bersedekah SESUDAH menjadi kaya". Tapi berapapun kekayaan mereka, selalu terasa "belum cukup". Pekerja biasa merasa hidup pas-pasan (uangnya habis untuk makan, rokok, transportasi, dan baju). Manajer juga merasa hidup pas-pasan (uangnya habis untuk beli mobil baru, renovasi rumah, liburan ke luar kota, umrah lagi, dsb.). Jadi berapapun yang mereka dapatkan dari Allah, selalu terasa "belum cukup", dan mereka belum mau pedulikan anak yatim dan dhuafa. Harus menjadi "kaya" dulu, lalu bantu anak yatim sesudah itu.
Ajaran dari Rasulullah SAW adalah yang sebaliknya. Berikan kepada anak yatim dan dhuafa SEKARANG, dengan janji akan dapat balasan berlipat ganda dari Allah. Dan uang itu yang sebenarnya menjadi harta kekayaan kita, karena sudah dicatat di sisi Allah dan para malaikat, dan tidak ada yang bisa merampas harta itu dari kita. Sudah disimpan dalam sistem investasi yang paling aman dan makmur di dunia. Jadi kalau anda belum merasa berani untuk bantu banyak orang, mulai dengan satu saja. Cari satu anak yatim atau satu orang dhuafa. Tanya dia ingin dibelikan apa, atau membutuhkan apa, dan berusaha menolongnya. Atau berjanji akan menolongnya kalau dapat rezeki baru, dan mohon dia bantu berdoa kepada Allah agar anda dapat rezeki. Coba dulu dengan satu orang, dan yakinlah bahwa Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.
245. Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN pembayaran kepadanya dengan LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)
Rasulullah SAW bersabda, "Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya." (HR. Bukhari, Tirmidzi, dan Abu Daud)
Semoga bermanfaat. Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
-Gene Netto
Sepertinya banyak orang selalu takut uangnya akan "hilang". Hasilnya, mereka simpan uangnya terus, dan keberatan membantu anak yatim dan dhuafa. Alasannya: Takut jatuh miskin. Alasan lain: Uang itu "milik mereka" (hasil usaha keras mereka). Tetapi kalau mau dipahami, semua uang di dunia ini sebenarnya "milik Allah". Semua atom dalam tubuh kita, dan di seluruh alam semesta, juga milik Allah. Tapi banyak orang tidak sadar. Mereka anggap bahwa kekayaan mereka muncul disebabkan mereka sangat pintar dan kerja keras. Tetapi pola pikir ini keliru. Ada banyak orang yang sangat pintar tapi tidak kaya. Banyak orang kerja keras seumur hidup tapi masih miskin. Jadi selalu ada "faktor lain" di belakang kekayaan seorang manusia.
Banyak orang berkomentar: "Saya akan lebih banyak bersedekah SESUDAH menjadi kaya". Tapi berapapun kekayaan mereka, selalu terasa "belum cukup". Pekerja biasa merasa hidup pas-pasan (uangnya habis untuk makan, rokok, transportasi, dan baju). Manajer juga merasa hidup pas-pasan (uangnya habis untuk beli mobil baru, renovasi rumah, liburan ke luar kota, umrah lagi, dsb.). Jadi berapapun yang mereka dapatkan dari Allah, selalu terasa "belum cukup", dan mereka belum mau pedulikan anak yatim dan dhuafa. Harus menjadi "kaya" dulu, lalu bantu anak yatim sesudah itu.
Ajaran dari Rasulullah SAW adalah yang sebaliknya. Berikan kepada anak yatim dan dhuafa SEKARANG, dengan janji akan dapat balasan berlipat ganda dari Allah. Dan uang itu yang sebenarnya menjadi harta kekayaan kita, karena sudah dicatat di sisi Allah dan para malaikat, dan tidak ada yang bisa merampas harta itu dari kita. Sudah disimpan dalam sistem investasi yang paling aman dan makmur di dunia. Jadi kalau anda belum merasa berani untuk bantu banyak orang, mulai dengan satu saja. Cari satu anak yatim atau satu orang dhuafa. Tanya dia ingin dibelikan apa, atau membutuhkan apa, dan berusaha menolongnya. Atau berjanji akan menolongnya kalau dapat rezeki baru, dan mohon dia bantu berdoa kepada Allah agar anda dapat rezeki. Coba dulu dengan satu orang, dan yakinlah bahwa Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.
245. Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan MELIPAT GANDAKAN pembayaran kepadanya dengan LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
(QS. Al-Baqarah 2:245)
Rasulullah SAW bersabda, "Aku dan pemelihara anak yatim di surga seperti ini (dan beliau memberi isyarat dengan telunjuk dan jari tengahnya, lalu membukanya." (HR. Bukhari, Tirmidzi, dan Abu Daud)
Semoga bermanfaat. Wa billahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu'alaikum wr.wb.,
-Gene Netto
21 January, 2014
Suriah Dituduh Menyiksa Ribuan Tawanan
21 Januari 2014 - 13:24 WIB
Belum selesai dengan permasalahan senjata kimia, kini muncul
bukti baru bahwa Suriah secara sistematis menyiksa dan mengeksekusi sekitar
11.000 tahanan sejak awal pemberontakan. Sebuah laporan yang dibuat oleh tiga
mantan jaksa kejahatan perang menyebut kepada BBC bahwa ada bukti keterlibatan
pemerintah. Namun Damaskus telah membantah klaim ini. Para peneliti mengamati
ribuan gambar tahanan yang mati dan dilaporkan diselundupkan keluar dari Suriah
oleh para pembelot.
Konferensi di kota resor Montreux dipandang sebagai upaya
diplomatik terbesar untuk mengakhiri konflik tiga tahun ini. Lebih dari 100.000
orang tewas dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal akibat perang. Laporan
ini didukung oleh Qatar yang mendukung pemberontak Suriah. Hal ini berdasarkan
pada bukti dari seorang pembelot polisi militer yang dilaporkan membocorkan
sekitar 55.000 gambar digital dari 11.000 tahanan yang tewas.
Tolak Vaksinasi Polio, Peshawar Menjadi Kota Terbanyak Di Dunia Yang Terjangkit Polio
Selasa, 19 Rabiul Awwal 1435 H / 21 Januari 2014
Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan bahwa kota Peshawar
di barat laut Pakistan, menjadi kota terbesar yang terjangkit virus polio di
dunia. Ini dinyatakan WHO di tengah keprihatinan atas kekerasan yang terus
berlanjut terhadap tim relawan vaksinasi polio di kota tersebut dan beberapa
wilayah konflik.
Di Pakistan, upaya vaksinasi dari tim relawan mendapat
hambatan dari pemimpin Taliban untuk mencapai beberapa daerah yang menjadi
rawan penyebaran penyakit ini, hal ini ditambah dengan kecaman sejumlah ulama
terhadap kegiatan vaksinasi. Mereka menyebut kampanye polio sebagai sebuah
konspirasi untuk menginfeksi anak-anak Muslim yang subur.
WHO menyatakan bahwa Pakistan adalah satu-satunya negara di
dunia yang terus meningkat jumlah penyebaran penyakit yang menjangkiti kaum
balita. Tercatat sebanyak 91 kasus terjadi pada tahun 2013 lalu, jumlah
ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2012 yang hanya 58 kasus.
Di tahun 2013 kemarin tim vaksinasi PBB telah mendapat lebih
dari 30 serangan.
Pakistan , Afghanistan dan Nigeria menjadi 3 negara
peringkat teratas dalam penyebaran penyakit epidemik yang melanda kaum
anak-anak tersebut. (Skynewsarabia/Ram)
Terkumpul 40 Juta Untuk Anak Tumor Mata
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Terima kasih kepada teman2 yang bersedekah kemarin untuk
anak yang kena tumor mata sebesar melon. Sudah terkumpul 40 juta dan sudah
dikirim ke teman saya yang dokter mata di RSCM. Diutamakan untuk anak bernama
Arya (kasus pertama yang disampaikan ke saya) karena tumor dia paling besar,
dan bapaknya yang tukang ojek sudah jual motor agar ada biaya.
Sudah ada kabar dari teman lain bahwa ada orang di Baznas
yang mengatakan mau periksa kasus2 anak tumor mata itu, dan insya Allah mereka
akan mulai membantu juga nanti. Semoga bisa menjadi bantuan rutin karena ada
banyak anak yang kena tumor mata, miskin, dan kl mau berobat, tidak ada biaya
transportasi atau penginapan atau nafkah hidup untuk orang tua yang datang
menemani anaknya berobat di RSCM.
Mungkin nanti akan ada kasus2 lain yang perlu bantuan,
karena secara rutin ada pasien seperti itu yang sudah lama tidak berobat (tidak
ada biaya) sehingga tumor di mata anak menjadi besar sekali. Orang tua menunda
pengobatan terus, karena takut tidak akan ada dana dan harus tinggalkan
pekerjaan untuk sekian hari. Hasilnya, anak menjadi lebih parah dan proses
pengobatan lebih sulit.
Terima kasih pada semua teman yang telah membantu. Semoga
Allah SWT membalas dengan berlipat ganda. Kalau kemarin tidak melihat foto
anaknya, masih ada di Facebook dan blog saya. Kalau nanti masih ada yang mau
bersedekah untuk anak2 itu, tetap bisa lewat saya. Tinggal email saja dan kasih
tahu uang yang dikirim minta dikirim ke anak2 tumor mata.
Foto bisa dilihat di Facebook Page Gene Netto
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
02 December, 2013
Percaya Pada Kebetulan, Atau Pada Yang Maha Mengatur?
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Tadi ada teman yang telfon saya. Dia lagi
hadiri acara, dan ada kelebihan konsumsi, tepatnya ada 50 kotak KFC yang tidak
akan dimakan. Dia minta saran dari saya, bisa dikasih ke panti asuhan yang
mana? Saya coba telfon ke Panti Asuhan “Yakin” di Jati Padang, karena saya
sering ke sana. Ustadz yang jaga anak mengatakan, “Alhamdulillah, malam ini
belum ada makan malam.” Mereka biasanya terima dari tetangga, tapi malam ini
pembantu orang itu tidak ada, jadi tidak ada yang masak buat anak yatim. Pak
Ustadz baru mulai berpikir mau masak apa buat anak2 (paling masak nasi dan goreng
tempe)! Wahhh, pas sekali. Di panti ada 20 anak yang menginap, tapi ada puluhan
lain di rumah masing2 di sekitar panti. Jadi 50 kotak ayam dan nasi bisa habis
dalam sekejap.
Jadi kebetulan ada konsumsi yang berlebihan. Kebetulan
teman saya hadir di acara itu. Kebetulan dia berpikir untuk telfon saya. Kebetulan
saya tidak sibuk dan bisa langsung angkat telfon. Kebetulan di panti Yakin
belum ada makan malam. Kebetulan jaraknya tidak kejauhan. Kebetulan juga ada
anak di luar panti sehingga 50 kotak bisa dihabiskan oleh anak yatim di satu
lokasi itu, dan tidak perlu kirim ke tempat lain. Kebetulan belum hujan juga,
sehingga bisa diantar dengan cepat. Hehe
Banyak sekali “kebetulan”. Atau mungkin ada
yang mengaturnya? Yang Maha Mengaturnya! Manusia dikasih otak untuk berpikir. Banyak
sekali orang “berpikir”, tapi hanya bisa melihat serangkaian “kebetulan” tanpa
merasa hal-hal itu tidak mungkin bisa terjadi kalau “tidak ada yang mengaturnya”.
Kasihan sekali mereka. Mungkin otak mereka yang perlu “diatur” kembali. hehehe
Wassalamu’alaikum wr.wb.,
Gene Netto
28 November, 2013
Apa Selalu Harus Taat Pada Aturan?
[Ada guru yang berkomentar bahwa siswa tetap harus taat pada
aturan sekolah, dengan contoh dilarang punya rambut panjang bagi anak laki. Ada
aturan, harus taat. Saya memberikan penjelasan bahwa kadang ada yang lebih
penting daripada “taat pada aturan”.]
Saya kira kita semua setuju bahwa siswa harus “belajar”
untuk taat pada aturan. Itu suatu prinsip yang umum. Jadi kita tidak berbeda
pendapat soal itu. Tetapi dalam proses belajar itu, ada suatu prinsip yang LEBIH
TINGGI kedudukannya, dan juga LEBIH PENTING. Dan ITU yang tidak dipahami dan
tidak mau dibahas oleh banyak guru di sini.
Kalau dalam peraturan sekolah ada larangan bagi siswa laki
untuk punya rambut panjang atau gondrong, apakah larangan itu ada di SEMUA
sekolah? Apa diwajibkan dari Kemdikbud sebagai kebijakan nasional, karena
penting bagi pendidikan semua anak? Apa definisi “rambut panjang” diberikan
(berapa senti)? Atau terserah guru untuk menilai sendiri (guru selalu benar,
siswa selalu salah)?
Subscribe to:
Comments (Atom)
