Thursday, April 27, 2017

Bagaimana Caranya Memilih Sekolah Baik Utk Anak Saya?



[Pertanyaan]: Setelah membaca post pak Gene ttg sekolah swasta, sy terhentak krn sy lihat bahwa dalam wkt 1thn saja, sekolah anak saya sudah merombak semua guru.
Katanya, tiap tahun mrk juga selalu ganti sistem spy lebih baik lagi. Dalam pemikiran sy, apa perubahan tiap tahun ini sungguh2 bagus dalam sebuah sekolah? Bagaimana spy sy benar2 bs memilih sekolahan yg tepat untuk anak saya? Saya sungguh2 perlu bantuan dan opini.

[Gene]: Sekolah2 swasta seperti itu didirikan oleh pengusaha yang mau dapat profit dari “bisnis sekolah”. Mereka cuek saja kl sistem pendidikan nasional dibiarkan rusak. Yang penting mereka kaya, dan anak mereka bisa masuk sekolah dgn fasilitas berkualitas. Mrk anggap kondisi kelas yang nyaman, baru dan bersih setara dgn “pendidikan berkualitas”. Padahal yang membuat pendidikan berkualitas adalah GURU. Kelas yang baik adalah pelengkap, bukan yg utama. Guru yang berilmu bisa mengajar anak di bawah pohon. Saya pernah mengadakan kelas bahasa Inggris di dalam kolam renang. (Can you swim? How long have you been swimming, dsb.).

Karena pemilik sekolah2 itu adalah pengusaha, dan rata2 tidak mengerti pendidikan, dan tidak mengerti kurikulum, maka mereka melakukan “eksperimen” terhadap anak orang lain, dgn uji coba sistem2 pendidikan dan program2 yg tidak mereka pahami. Mereka coba2 saja dan berharap bisa ketemu suatu sistem yang cukup memuaskan agar uang dari orang tua mengalir terus. Mereka sangat tidak inginkan ada “kebebasan bicara” bagi orang tua utk membahas sekolah mereka. Banyak sekolah punya pengacara mahal yang ancam orang tua dgn pasal “pencemaran nama baik” kl berani menulis ttg pengalaman buruknya di internet.

Selama sekolah2 itu dijaga oleh pasal tersebut, orang tua tidak bisa dapat feedback yang jujur dan terbuka dari orang tua lain, guru, ataupun siswa. Jadi semua orang tua hanya bisa tebak2 saja dan coba kirim anak ke sekolah2 itu, dgn harapan sekolah baru lebih baik dari sekolah yang lama. Cukup banyak anak dipindahkan terus2an karena setiap sekolah swasta yang mahal dicoba satu per satu. Pemilik sekolah tidak mengerti pendidikan jadi mrk anggap bukan masalah kl banyak guru mengundurkan diri setiap tahun, dan kurikulum diganti lagi, dan sistem berubah lagi, dan banyak anak ditarik utk pindah sekolah. Selalu akan ada siswa baru, dan guru baru. Orang tua, siswa dan masa depan Indonesia yang dirugikan. Tapi tidak ada yang peduli.

Secara rutin ada orang tua yang email saya dan minta dikasih “daftar nama sekolah”. Ada yang minta nama sekolah buruk, atau sekolah baik agar mrk bisa coba masuk (walaupun ada waiting list). Juga diminta informasi ttg keburukan sekolah2 tertentu yg punya “nama baik”. Alias, sekolah itu mungkin buruk dari sisi pendidikan, tapi karena orang tua puas dgn “pelayanan”, dianggap baik. Semua orang tua itu tidak bisa dibantu. Selama ada pasal pencemaran nama baik yang diutamakan di atas hak bicara bebas di negara ini, tidak ada orang yg bisa membuka informasi ttg kondisi sekolah swasta. Tidak akan ada situs seperti “TripAdvisor” utk hotel, tapi utk sekolah2, di mana orang tua bisa bandingkan feedback dari orang tua dan guru ttg setiap sekolah.

Jadi orang tua selalu dalam kondisi tebak2 saja ttg masa depan anak mereka di sekolah2 itu. Tidak bisa dapat informasi, karena pemerintah sudah membuat kondisi di mana informasi tidak mungkin bisa dibagikan oleh orang yang tahu. Guru yang paling banyak tahu ttg kondisi sekolah, dan guru yang paling banyak diancam utk tidak bicara dgn orang tua. (Contoh, anak teman saya dicabuli di sebuah sekolah swasta di DKI. Kasus itu ditutupi oleh sekolah. Guru diwajibkan diam, dan bisa dipecat kl ketahuan bicara!)

Saya merasa kasihan dgn siswa dan orang tua yg dapat kondisi pendidikan seperti ini. Tapi ini hasil dari kebijakan pemerintah. Jadi pengusaha kaya hanya memanfaatkan kondisi utk buka sekolah baru dan kejar kekayaan. Orang tua hanya bisa berdoa, dan coba sekolah baru lagi, dan berharap lebih baik dari yg sebelumnya. Selama tidak ada perubahan terhadap sistem pendidikan nasional, dan penghapusan pasal pencemaran nama baik, dan jaminan hak bicara bebas, masalah ini tidak akan hilang. Menjadi pendidikan berbasis “keberuntungan” di mana guru selalu dalam penekanan dan orang tua tidak bisa dapat informasi. Good luck!
-Gene Netto

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...